
Diandra terbangun pagi pagi benar, dan terkejut mendapati dirinya sudah ada di tempat tidur dan sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur, dia langsung berpikir yang bukan bukan namun buru buru ditepisnya pikiran itu
'Tidak mungkin Alfian yang menggantikan aku pakaian, ah pikir apa aku ini" gumam Diandra secara perlahan, namun buru buru ditepisnya pikiran tersebut, nanti dia akan mencoba menanyakannya kepada Alfian
Diandra langsung bangun dari tempat tidur, dan menuju ke kamar mandi yang berada disebelah kanan, Diandra langsung membersihkan dirinya sebelum turun ke bawah untuk membantu di dapur
Setelah selesai berganti pakaian, Diandra langsung turun menuju ke dapur, disana sudah banyak pelayan yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Wijaya, Diandra langsung ikut bergabung menyapa semua pelayan yang ada disana
"Nona untuk apa nona datang kemari, sebaiknya jangan nona, nanti kami yang akan kena dimarahin oleh Nyonya dan Tuan Alfian" ucap salah satu pelayan itu dengan nada takut takut
Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum melihat pelayan yang masih muda itu, Diandra langsung memegang bahu pelayan itu seraya berkata
"Tidak apa apa, tidak usah khawatir saya hanya ingin membantu kalian saja dan kalau seandainya kalian dimarahi biar saya yang bertanggung jawab"
"Tapi nona.."
"Sudah, ayo kita kerja nanti keburu sarapannya terlambat"
Diandra langsung menggulung lengan bajunya dan kemudian dia sudah mulai sibuk memotong motong sayur, membantu kepala pelayan untuk menyiapkan segala macamnya
Alfian yang sudah siap bekerja, mendatangi kamar Diandra, dan dia mendapati Diandra sudah tidak ada di kamarnya, dan tempat tidurnya sudah rapih seakan akan tidak ditiduri, dengan kebingungan Alfian langsung berlari turun ke bawah mencari Diandra sembari memanggil manggil nama Diandra, namun orang yang dipanggilnya tengah sibuk memasak dengan pelayan yang lainnya
"Kamu ada apa sih, teriak teriak kaya orang di hutan begitu?" tanya Nyonya Francie yang baru keluar dari kamarnya masih dengan menggunakan baju tidurnya
"Mama lihat Diandra tidak?" tanya Alfian dengan wajah yang panik
Nyonya Francie yang ditanya seperti itu langsung diam berpikir
"Lah memangnya dia kemana?" tanya Nyonya Francie bingung menatap Alfian
"Mamah ini, aku nanya malah nanya balik" ucap Alfian dengan kesal, tanpa menghiraukan mamahnya Alfian langsung mencari Diandra hingga keluar rumah, lalu kembali ke arah kolam renang, berpikir Diandra sedang berenang namun tidak ditemukannya sosok yang dicarinya itu, wajahnya mulai kembali panik, dia takut Diandra akan kembali ke rumahnya sementara keadaan masih belum aman
Semua pelayan yang lewat dia tanyakan namun tidak ada satupun yang tahu letak keberadaannya Diandra
__ADS_1
"Kemana anak itu?" tanya Alfian dengan nada panik
Hingga salah satu pelayan mendatangi dirinya dan bicara dengan nada sopan kepada Alfian
"Apa Tuan sedang mencari nona Diandra?"
"Iya benar, dimana dia?"
"Dia ada di ruang dapur Tuan, sedang membantu pelayan menyiapkan sarapan pagi"
Alfian yang mendengar itu langsung bernafas dengan lega, dia langsung berjalan dengan langkah tergesa menuju ke dapur, dan benar apa yang dilihatnya Diandra sedang membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk orang rumah, terlihat oleh dirinya Diandra dengan wajah yang serius sibuk mengatur makanannya, menuangkan makanan yang dari dalam wajan ke atas mangkuk besar, sambil sesekali menghapus keringat yang keluar dari dahinya
Alfian langsung berjalan mendekati Diandra, dan kemudian langsung memeluk erat Diandra, Diandra yang untungnya tidak memegang piring langsung terkejut begitu dipeluk dari belakang
"Akhirnya kamu ada disini" kata Alfian sambil memeluk Diandra erat dari belakang, tidak perduli dengan lirikan para pelayan yang takut takut sekaligus penasaran, Alfian tetap memeluk Diandra
"Lepasin aku Alfian, malu tahu diliat sama para pelayan dapur"
"Aku mau lepasin asal kamu mau ikut aku keluar dari dapur dan membiarkan mereka yang menyiapkan sarapan pagi untuk kita" ucap Alfian sambil memeluk pinggang Diandra, akhirnya Diandra yang mengalah dan memilih ikut keluar dari dapur bersama dengan Alfian
"Khawatir kenapa?" tanya Diandra dengan bingung
"Khawatir kamu akan pulang ke rumah, mengingat rumah belum aman dari si John"
"Kamu ini ada ada saja, tidak mungkin aku pergi tanpa pamit sama orang rumah, kayak ga punya sopan santun saja, lagian kamu ini aneh aneh aja"
"Namanya aku khawatir sayang"
"Terserah lah, lagian aku juga ga kemana mana kok"
"Bagaimana semalam tidurmu?" Tanya Alfian ingin tahu
Mengingat masalah semalam, tiba tiba wajah Diandra langsung memerah menahan malu
__ADS_1
"Aku mau tanya sama kamu Al, semalam yang menggantikan pakaian aku siapa?" tanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu, dalam hatinya dia berharap bukan Alfian yang menggantikannya, entah apa yang terjadi jika Alfian yang menggantikannya, mungkin dia akan menghilang dari peredaran bumi ini
Melihat wajah Diandra yang sudah memerah dengan pikirannya sendiri, timbul ide jahil dari Alfian untuk menggodanya
"Memangnya kalau aku kenapa?" tanya Alfian sembari menggoda Diandra
"Kamu serius?" tanya Diandra mencoba dengan mata terbelalak
Alfian hanya tersenyum misterius
"Memangnya kenapa kalau aku yang menggantikannya, kamu keberatan?" tanya Alfian lagi masih dengan wajah jahilnya
"Alfian aku ini bicara serius, siapa yang menggantikan baju aku semalam?" tanya Diandra mulai sedikit kesal dengan ulah Alfian, hampir Diandra menangis, melihat Diandra sudah hampir mau menangis, Alfian langsung merasa tidak tega
"Kamu tenang saja, yang menggantikan pakaian kamu itu adalah pelayan kok, dia yang kusuruh untuk menggantikan baju kamu, tadinya sih maunya aku.."
"Alfian stop cukup, aku ga mau mendengarkan lagi" kata Diandra tutup kuping sambil berlari menuju ke lantai atas
"Diandra kamu mau kemana?!" teriak Alfian begitu melihat Diandra berlari ke lantai atas menuju ke kamarnya
"Ada apa lagi sih Alfian?" tanya Nyonya Francie mamahnya Alfian, mendekati Alfian, yang baru keluar dari halaman belakang sehabis menyiram tanaman, setiap pagi Nyonya Francie sangat rajin menyiram tanaman, tanaman tanaman itu dapat tumbuh subur berkat dari tangannya Nyonya Francie
Alfian memandang sekilas ke arah mamahnya yang meminta jawaban dari anaknya
"Diandra mah" kata Alfian
"Kenapa sama dia, apa sudah ketemu?" tanya Nyonya Francie lagi
"Sudah tapi dia kabur dari Alfian" jawab Alfian dengan suara lemah
"Dasar lebai kamu, sana temuin papah kamu, dia dari tadi mencari cari kamu, entah ada urusan apa papahmu itu" ujar Nyonya Francie kepada Alfian
"Ya sudah mamah menemui papah dulu, papah di ruang kerjanya kan?" tanya Alfian mencoba memastikan letak keberadaan Tuan Wijaya papahnya, Nyonya Francie menganggukan kepalanya
__ADS_1
"Ya sudah mamah mau mandi, nanti kumpul buat sarapan ya, ingat ga boleh telat" perintah Nyonya Francie kepada Alfian anaknya, sebwkyanaknya pergi Alfian mendaratkan ciuman pipi ke mamahnya, lalu langsung berjalan menuju ke kamar kerja papahnya untuk menemui Tuan Wijaya
"Anak itu benar benar deh" kata Nyonya Francie pelan sambil menggelengkan kepalanya, menatap punggung Alfian dari belakang