Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 63


__ADS_3

Raut wajah Diandra menyimpan kemarahan dan sedikit dendam, yang ditutupi dengan sikap diam dan tenangnya, kini sorotnya berubah tanpa mereka sadari tangan Diandra menggenggam kuat kuat hingga buku jarinya memutih


"Gw ga akan membiarkan orang itu mengusik hidup gw lagi, gw akan menemukan orang itu cepat atau lambat " kata Diandra dengan emosi yang sudah membuncah didalam hatinya


"Diandra are you okay?" tanya Alfian, dia merasa khawatir melihat perubahan sikap Diandra yang berubah tiba tiba, lengan Diandra langsung disentuh oleh Hera, hingga Diandra terkejut, dia melihat semua mata sedang memandang ke arah dirinya, dan dia berusaha untuk menenangkan dirinya, Alfian masih memandang dirinya dengan rasa khawatir


"Are you okay?" tanya Alfian lagi untuk yang kedua kalinya


" Aku baik baik saja" jawab Diandra berbohong


Alfian menatap dirinya dengan pandangan tajam, namun Diandra langsung membuang muka menyembunyikan kebohongannya, kalau hari ini perasaannya sungguh sangat berkecamuk


"Jadi apa yang sudah elo dapatkan ?" tanya Donny masih menatap Alfian


"Belum tahu, bagaimana kalau kita kembali ke ruangan CCTV lagi?" tanya Alfian memberikan usul kepada Donny


"Ide bagus " jawab Donny menyetujui usulan dari Alfian


"Aku disini aja ya, aku ingin menyelesaikan pekerjaan aku " kata Diandra meminta persetujuan dari Alfian


"Ya sudah kamu sama Hera disini saja dulu, nanti kalo ada perkembangan kita akan kabarin " jawab Alfian sambil menatap Diandra


"Kalau begitu ayok " ajak Donny lalu dia membuka pintu ruangan Diandra


Namun sebelum Alfian melangkah menuju ke arah pintu, Alfian langsung menoleh tiba tiba menatap Hera lalu berkata dengan suara tegas


"Tolong jagain Diandra jangan sampai dia terluka"


Hera, Donny dan Diandra langsung dibuat terkejut


"Gag usah lebay...!" teriak mereka bersamaan


Donny langsung menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Alfian yang sepertinya enggan berpisah dengan calon isterinya itu


"Sabar kenapa sih ?" gerutu Alfian sambil melepaskan tangannya dari cengkeraman Donny


"Gag selesai selesai kerjaan kalo elo kaga keluar dari ruangannya Diandra " gerutu Donny kesal


"Tapi loe kan tahu sendiri gw khawatir banget sama dia " kata Alfian sambil membalas kata katanya Donny


"Iya tapi gag sebegitu nya juga kali " ujar Donny kesal


Donny langsung berjalan cepat ke arah pintu lift dan langsung menekan tombol ke ruang CCTV dan Alfian mengikutinya dari arah belakang, ketika mereka berdua berdiri berdampingan Alfian langsung berkata kepada Donny


"Loe sama Hera sudah mencapai tahap apa?" tanya Alfian penuh dengan rasa ingin tahu


Donny langsung menoleh ke arah Alfian, lalu tersenyum berkata sambil menyindir Alfian


"Yang jelas sih belum sampai tahap jadi budak cinta gitu sih Al "


Mendengar Donny berkata seperti itu, raut wajah Alfian langsung berubah menjadi cemberut

__ADS_1


"Gw ga budak cinta ya Don..gw itu mencintai Diandra tulus tapi bukan budak cinta " kata Alfian tidak terima


"Iyalah iya, apa kata loe dah " jawab Donny sekenanya


Begitu pintu lift terbuka mereka berdua langsung masuk bersamaan


Sementara itu di ruangan Diandra tampak Hera sedang sibuk berbincang dengan Diandra


"Elo kemana aja sih?" tanya Diandra


"Hehehe sorry, gw lagi sibuk kerjain tugas dari dosen gw, jadi gw ga bisa kemana mana" jawab Hera nyengir


"Sekarang udah selesai?" tanya Diandra lagi


"Baru kemarin selesai, udah gw kirim lewat email, oh iya gw mungkin bakalan tinggal di Indonesia lebih lama lagi deh " kata Hera sambil berpikir


"Kenapa bisa begitu?" tanya Diandra heran


"Karena gw pengen mengejar cinta gw yang lama" jawab Hera sambil tersenyum


"Donny maksud elo?" tanya Diandra mencoba menebak


"Hehehehe " jawab Hera nyengir


"Gag capek loe?" tanya Diandra lagi sambil menatap ke arah Hera


"Cinta mati kali ya " jawab Hera sambil mendesah


Diandra hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti jalan pikirannya Hera


Hera yang mendengar itu langsung berubah sedih wajahnya, melihat Hera sedih Diandra menjadi merasa tidak tega lalu dia langsung memeluk Hera


"Sorry " cicit Diandra sambil memeluk Hera


"Ga apa apa, elo bener kok, tapi setiap kali dia deketin gw, seakan gw punya harapan besar untuk bisa berjuang kembali " jawab Hera dengan nada sedih


"Apapun itu gw akan dukung elo selama itu baik dan membuat elo bahagia " kata Diandra dengan tulus sambil menepuk bahu Hera


"Terima kasih banyak Di...elo emang sahabat gw,doain aja semoga dia mau membuka hatinya buat gw " jawab Hera sambil tersenyum lega begitu mendengar sahabatnya mendukung dirinya penuh


"Iya tapi ingat kalau elo udah lelah berhentilah, sesuatu yang dipaksakan itu tidak menjadi baik " kata Diandra bijak


Hera menganggukkan kepalanya


"Nanti disaat gw lelah, gw akan berhenti dan pada saat itu gw tidak akan lagi menoleh ke belakang " ujarnya dengan nada yakin


"Nah itu baru namanya sahabat gw " kata Diandra dengan nada bangga


sementara itu di ruangan CCTV, disana tampak Donny, Alfian dan para security yang ada di ruangan CCTV tengah melihat beberapa layar besar, mereka tampak sangat serius sekali menatap layar layar besar itu, hingga Donny mengernyitkan dahinya melihat ada sesuatu gerakan yang mencurigakan


"Coba yang tadi diputar ulang " perintah Donny kepada salah satu petugas itu, petugas itu memutar ulang salah satu yang ada di layar utama itu

__ADS_1


"Tolong diperbesar layar yang itu" perintah Alfian sambil menunjuk layar yang diputar ulang itu kepada petugas yang bertugas disana


Petugas itu langsung membesarkan layarnya, Donny melihat seseorang yang menggunakan sweater hitam dengan topi dan masker yang menutupi sebahagian wajahnya


"Sepertinya dia seorang wanita " gumam Donny pelan


"Saya minta copyan gambarnya nanti kirim ke saya " perintah Donny


"Mengenai orang yang mengirimkan barang tadi pagi di tempat Diandra apa sudah ketemu videonya?" tanya Donny lagi dengan nada tegas


"Belum Tuan, ini kamu sedang mencarinya nanti jika sudah ketemu saya kirimkan sekalian dengan copyan video yang tuan minta " jawab petugas security itu dengan nada tegas


Donny tampak mengangguk puas


"Saya butuh hari ini sudah harus dikirim ke ruangan saya , dan saya minta kerjasamanya" kata Donny dengan nada yang cukup tegas


"Siap Tuan, segera saya kerjakan " jawab petugas berpakaian hitam dengan suara yang tegas


"aku rasa kita tinggal tunggu laporan dari mereka, sebaiknya kita kembali ke atas sambil menunggu laporan itu " kata Alfian yang sedari tadi diam saja sambil memperhatikan layar yang bergerak itu, dia seperti tampak berfikir, wajahnya yang serius semakin terlihat serius


Donny dan Alfian keluar dari ruangan security, mereka berdua tampak sedang berpikir hingga Alfian bertanya kepada Donny apa yang menggangu pikiran dia dari tadi


"Sepertinya kita mengenal dia " kata Alfian sambil menatap Donny


Donny yang mendengar itu langsung menganggukkan kepala tanda menyetujui apa yang Alfian pikirkan


"Tapi kita tidak boleh berprasangka buruk dulu, nanti suruh teman elo itu sekaligus menyelidikinya" kata Alfian dengan suara serius


"Untuk saat ini, jangan beritahukan dulu kepada mereka berdua, khawatir mereka akan kepikiran " kata Donny sambil menekan tombol lift menuju ke lantai dimana Diandra dan Hera berada


Alfian mengangguk setuju dengan usul Donny "Nanti kalau sudah jelas semua baru kita beritahu ke mereka, untuk saat ini kita bilang saja masih belum tahu " kata Alfian dengan nada suara serius


"Semoga saja bukan dia" kata Donny dalam hati, dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam lift yang sudah terbuka


Sesampainya mereka berdua di lantai empat, Alfian dan Donny langsung masuk tampak banyak sekali yang memperhatikan mereka berdua secara sembunyi-sembunyi, namun Donny dan Alfian tidak memperdulikan mereka, mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan Diandra


Saat itu Diandra dan Hera sedang sibuk berbicara, tanpa menyadari Alfian dan Donny masuk ke dalam


"Serius banget kalian berdua, membicarakan apa?" tanya Alfian mendekati Diandra lalu duduk disebelah Diandra


"Yang jelas tidak membicarakan kamu " jawab Diandra sekenanya


"Aku jadi sedih kalau begitu " ujar Alfian sambil merengek ke arah Diandra


Sementara reaksi wajah orang orang yang berada didalam ruangan tersebut terlihat menjijikkan begitu melihat Alfian berkata seperti itu, termasuk Diandra yang melihat wajah Alfian yang sok imut


"Loe tau gag klo wajah elo kayak gitu menjijikkan banget sih " kata Donny dengan wajah yang masih jijik


Alfian yang mendengar Donny berkata seperti itu langsung menatap tajam


"Don..loe mau besok elo potong gaji ?" tanya Alfian dengan nada dingin

__ADS_1


"Sorry sorry gw diam " kata Donny berusaha menutup mulutnya


Hera dan Diandra hanya menatap geli dengan tingkah mereka berdua, mereka tidak dapat menahan tawa mereka hingga akhirnya mereka berdua langsung tertawa terbahak-bahak, Alfian dan Donny menatap mereka berdua dengan pandangan bingung


__ADS_2