Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 226


__ADS_3

Semula Bunda tidak setuju karena khawatir mereka bisa terkena bahaya, tapi melihat Novia sepertinya kesulitan menghadapi penjahat yang bernama John, akhirnya dengan berat hati Bunda mengiyakan Diandra dan Hera untuk membantu Novia yang sedang bertarung dengan John si penculik itu


Diandra dan Hera berjalan keluar, Diandra yang terlebih dahulu berteriak ke arah si John


"Apa kamu menginginkan aku?!" tanya Diandra sambil berseru ke arah John yang masih bertarung dengan Novia, dan dengan seketika John langsung menghentikan serangannya, dan menatap tajam ke arah Diandra yang wajahnya sudah siap bertarung


"Akhirnya kamu datang juga gadis kecil" ucap John sambil terkekeh kekeh


"Kemari lah " kata John menyuruh Diandra yang berada di seberang jalan untuk menuju ke arahnya, sementara Novia menatap Diandra dan Hera dengan tatapan terkejut dan dengan nada marah dia berseru kepada mereka


"Apa kalian tidak mendengar perintah aku untuk tetap didalam"


"Tidak, kami tidak bisa membiarkan kamu sendirian menghadapi bajingan ini"


"Lagian kamu juga tidak akan tinggal diam" kata Hera sambil berkacak pinggang


Mereka berdua berjalan menghampiri Novia dan kini mereka bertiga hendak meringkus John yang hanya seorang diri


"Kamu tenang aja, kami tidak akan berani kalau kami tidak mempunyai keahlian, masalah Alfian biar aku yang mengurusnya" ucap Diandra berusaha menenangkan Novia yang wajahnya terlihat khawatir jika Alfian akan memarahinya nanti karena tidak bisa menjaga calon isterinya


"Terserah kamulah" ujarnya ketus, Novia kembali mengalihkan perhatian ke arah si John


"Lebih baik kamu juga menyerah, dan mengakui semua perbuatan kamu kepada polisi" kata Novia dengan nada tegas, memerintahkan John untuk menyerah dan mengakui perbuatannya kepada polisi, namun tanggapan John justru malah mengejek Novia sambil tertawa terbahak-bahak


"Menyerah, kamu bilang menyerah eh anak bau kencur, kamu ga tau siapa saya, saya adalah John yang tidak pernah tersentuh oleh polisi, bahkan polisi saja sulit untuk menangkap saya, lalu kamu menyuruh saya untuk menyerah kepada polisi, hohoho tidak semudah itu anak kecil " ledek John kepada Novia

__ADS_1


Novia memandang penculik itu dengan tatapan tajam, dan dengan rasa ingin membunuh


"Sudah daripada kalian bersusah payah, lebih baik kalian menyerahkan gadis itu kepada saya, kalau tidak kalian tanggung akibatnya" ancam John kepada Novia dan yang lainnya


"Kamu ingin menangkap saya, ayok sini kalau bisa" tantang Diandra kepada John dengan raut wajah yang marah, belum sempat John mendekat Diandra langsung menyerang pria bertubuh besar itu, dia melakukan tendangan tendangan beruntun membuat John kelabakan menghadapi serangan Diandra, belum lagi dia harus melayani serangan dari dua wanita tersebut, yang membuat dirinya semakin kelimpungan


John berusaha menangkis serangan demi serangan dari ketiga wanita tersebut, dan saat dia lengah Novia dari belakang memukul tengkuk pria itu, hingga pria itu langsung tidak berdaya dan jatuh pingsan saat itu juga


Novia langsung menepukkan dua tangannya sementara Diandra dan Hera menghembuskan nafasnya masing masing karena telah melumpuhkan penculik yang menculik Diandra dan sudah meresahkan banyak orang


"Ambil tali, dan karung ikat dia dan bawa dia ke dalam, jangan sampai dia kabur" perintah Novia kepada Diandra dan Hera, Diandra langsung dengan sigap masuk ke rumah untuk mencari tali tambang, bertemu dengan bundanya yang sedang mondar mandir di teras depan halaman rumah dengan rasa khawatir, begitu melihat Diandra dia langsung bernafas dengan lega, melihat anaknya pulang dengan selamat


"Bagaimana?" tanya Bunda dengan nada khawatir


"Oh iya bunda punya, sebentar bunda ambilkan dulu di belakang, kamu tunggu disini" ucap bunda kepada Diandra dan segera meninggalkan Diandra di teras rumah, tidak lama kemudian bunda muncul dengan membawa tali tambang yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk mengikat penculik tersebut dan karung sampah


"Apa ini bisa?" tanya bunda sambil menyerahkan kedua barang tersebut kepada Diandra, Diandra melihat itu langsung mengambilnya dari tangan bunda


"Sepertinya cukup bund" jawab Diandra, Diandra langsung segera kembali menemui Novia dan Hera untuk menyerahkan tali dan karung, Diandra menyerahkannya langsung kepada Novia dan Novia langsung segera mengambilnya dari tangan Diandra dan kemudian mengikat penjahat tersebut di pohon dan kemudian kepalanya ditutup oleh karung dibantu oleh Diandra dan Hera dengan menyeret si penjahat itu terlebih dahulu


"Harus ada yang menjaganya disini, sebelum polisi tiba" kata Novia sambil mengusap keringat di dahinya


"Biar kami saja yang menjaganya" ucap Hera menawarkan dirinya dan Diandra untuk menjaga Penjahat tersebut


"Kita yang akan menjaganya" ucap Novia dengan nada tegas, Diandra melihat mobil si penjahat tersebut dan kemudian mengitarinya

__ADS_1


"Lo cari apa?" tanya Hera melihat Diandra yang sedang mengitari mobil tersebut


"Kunci mobilnya, biar dia tidak kabur" jawab Diandra membuka pintu kemudi dan melihat kunci mobil yang masih terpasang di tempatnya, Diandra langsung mengambilnya dan menyimpannya di dalam saku celananya


Belum sempat Penjahat itu sadar, tibalah mobil polisi dan mobil Alfian datang secara bersamaan, melihat Diandra, Hera dan Novia sedang asyik mengobrol, nafas Alfian langsung lega karena selama perjalanan dia merasa sangat khawatir sekali dengan Diandra, takut terjadi apa apa dengan Diandra, langsung dia menghambur ke arah Diandra dan kemudian memeluknya dengan sangat erat sekali


Begitu juga dengan Donny, dia langsung memeluk Hera, Diandra dan Hera langsung terkejut mendapatkan pelukan yang cukup erat dari Donny dan Alfian, sementara Novia hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menatap penculik tersebut yang sudah bergerak bangun


"Lepaskan aku Al" kata Diandra yang masih dalam pelukan Alfian


"Kamu kenapa bandel sih, dibilangin jangan melakukan apa apa, malah bandel" ucap Alfian dengan nada marah kepada Diandra


Begitu juga dengan Donny, Donny juga sama memarahi Hera, namun sikap Hera bersikap biasa saja seperti merasa tidak bersalah sama sekali


"Hera kenapa kamu juga ikut ikutan?" tegur Donny kepada Hera


"Pengen ikut aja" jawab Hera sekenanya, dia langsung melipir ke arah Novia, menghindari teguran dari Donny, Donny hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap dari Hera yang bersikap seakan tidak perduli terhadapnya dan keselamatan dirinya sendiri


"Novia kenapa kamu membiarkan Diandra untuk ikut ikutan?" tanya Alfian memarahi bodyguardnya Novia, Novia yang dimarahi hanya diam menundukkan kepala, dia tahu dirinya salah tapi mereka berdua yang memaksa untuk membantu dirinya sendiri, Novia bisa apa apalagi lawan juga begitu tangguh, karena baru kali ini mendapatkan lawan yang sepadan dengan dirinya, Diandra yang mendengar itu langsung memukul bahu Alfian dan balik memarahi Alfian


"Kenapa kamu memarahi Novia, Novia tidak salah" ujar Diandra dengan nada galak


"Iya tapi kalau ada apa apa bagaimana?" tanya Alfian balik menatap Diandra dengan penuh kemarahan karena perintahnya tidak didengar


"Sudahlah lagian juga tidak terjadi apa apa juga, kita semua aman, dan Novia juga tidak salah sama sekali, dia sendiri kewalahan melawan penjahat itu makanya kita inisiatif membantu Novia untuk melumpuhkan lawan, kalau tidak dia tidak akan berdaya seperti itu" balas Diandra tidak mau kalah sambil menunjuk ke arah penjahat tersebut yang masih terikat di pohon dan sedang dibuka simpul pengikatnya oleh anak buah polisi

__ADS_1


__ADS_2