Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 181


__ADS_3

Sandra langsung terdiam tidak bisa berkata apa apa lagi, dia benar benar sangat marah, berpikir betapa teganya papahnya menjual dirinya


"Kapan dia mengatakan itu?" tanya Sandra berusaha meredam emosinya, dia sangat penasaran sekali kapan papahnya mengadakan kesepakatan bisnis tanpa persetujuan darinya


"Lo ga perlu tahu kapan papahnya mengadakan kesepakatan bisnis tersebut, Lo hanya tinggal memilih mau menikah dengan gw tapi perusahaan papah Lo berjalan dengan baik, dan gw tidak akan menganggu perusahaan papah kamu atau Lo lebih memilih menolak dan gw akan mencabut semua bantuan yang gw berikan sama papah Lo, semua pilihan ada di tangan Lo" kata Alex dengan nada mengancam


"Dasar gila!" teriak Sandra, Alex hanya tersenyum sinis


"Gw memang gila, tapi gw bisa jauh lebih gila dari ini Sandra " kata Alex dengan nada tajam menatap Sandra dengan tatapan tajam


Sandra langsung terdiam mendengar ucapan Alex, dia kini merasa mendapatkan lawan yang lebih sebanding dari dirinya, Sandra berpikir tidak lagi perlu berlama lama disana, lebih baik dia pulang dan menerima laporan dari orang suruhannya jika semua tugasnya sudah berhasil dilaksanakan


Sandra langsung menyambar tasnya, dan sebelum Sandra pergi tiba tiba Alex langsung berkata kepada Sandra sebelum Sandra pergi dari ruangannya


" Waktu Lo berpikir hanya tiga hari gw kasih kesempatan itu, menolak atau mengiyakan jika Lo diam maka lihat saja dalam sekejap mata perusahaan papah mu akan hancur dan Lo serta keluarga Lo akan tidur di jalanan, oh iya satu lagi jangan lupa tuntutan dari Perusahaan Tuan Wijaya yang menyuruh papah Lo buat ganti rugi atau kalian semua mendekam di penjara, uang yang gw berikan ke perusahaan papah Lo asal lo tau aja itu hanya baru sebahagian saja tidak semuanya"


Sandra yang mendengar ucapan dari Alex langsung menggeram marah, namun dia tidak membantah, dia langsung pergi begitu saja dan membanting pintu ruangan Alex dengan keras, dan dengan langkah yang penuh dengan emosi meninggalkan kantor tempat dimana Alex bekerja


Sandra menyalakan mobilnya dan langsung tancap gas keluar dari parkiran kantor Alex, dengan kecepatan tinggi dia mengemudikan mobilnya untuk menuju ke rumah sahabatnya Amel, dan akan meluapkan kekesalannya di tempat Amel, Amel adalah satu satunya sahabat yang paling mengerti dirinya bahkan dia selalu diam saja ketika Sandra sedang kesal dan marah, karena Amel tahu Sandra sedang meluapkan kekesalannya dan emosi di hatinya dan setelah puas Sandra meluapkan semuanya itu baru Amel yang langsung berkata kata hingga Sandra terdiam dibuatnya


Sementara itu Alfian dan yang lainnya sudah berangkat menuju ke hotel tempat dimana mereka tinggal, ketika mereka telah sampai Lobby hotel, Alfian dan Diandra langsung turun dan menyuruh supir vallet untuk memarkirkan kendaraannya di dalam bassement


Ketika mereka berdua masuk ke dalam hotel, mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatap mereka berdua, terutama menatap ke arah Diandra, lalu dia tersenyum dingin ke arah perempuan itu


"Cantik juga wanitanya Alfian pantas saja Cewek itu merasa tersaingi" ucap pria itu dalam hatinya, pria itulah yang disuruh Sandra untuk menyakiti Diandra dengan cara apapun, dia bertubuh tinggi dan sangat garang, tubuhnya yang penuh dengan tato membuat tampangnya semakin sangar, saat ini dia hanya mengamati mereka berdua untuk mencari waktu menculik Diandra dan menyekapnya, syukur syukur gadis itu bisa menjadi miliknya sendiri begitu pikirnya, dia pun langsung berlalu pergi meninggalkan hotel tempat dimana Diandra dan yang lainnya menginap


"Aku lelah Al, istirahat dulu ya" kata Diandra pamit kepada Alfian yang dijawab anggukan kepala oleh Alfian


"Ya sudah kamu istirahat saja nanti sore kita ketemuan lagi, aku juga mau istirahat terlebih dahulu" kata Alfian sambil mencium kening Diandra


Mereka berdua berpisah, Diandra langsung masuk kamar dimana disana sudah ada Hera di dalamnya yang sedang memainkan handphonenya, sementara di sebelah kamar ada Alfian dan kawan kawannya tampak Tonny sudah kembali ke kamar hotel


"Darimana kalian?" tanya Tonny yang sudah ada di dalam kamar hotel, dia langsung masuk dari pintu penghubung yang tidak terkunci dan bergabung bersama dengan yang lainnya di tempat dimana Alfian dan yang lainnya sedang bercengkrama, mereka sendiri memesan tiga kamar hotel yang saling bersebelahan satu dengan yang lain

__ADS_1


"Lah nih anak udah pulang, sejak kapan Lo balik?" tanya Andrew tidak memperdulikan pertanyaan dari si Tonny


"Mau tau banget apa mau tau aja" jawab Tonny sambil meledek Andrew dan dia tidak memberikan jawaban kepada Andrew


Andrew langsung dongkol dibuatnya mendengar jawaban dari Tonny, Donny dan Alfian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua sahabatnya seperti tom and Jerry


"Jadi bagaimana menurut kalian tentang si Alex ini?" tanya Alfian mulai membuka percakapan serius mengenai Alex


"Memangnya kenapa dengan si Alex ini?" tanya Tonny menatap mereka bertiga satu satu


"Makanya jangan ngejar anak orang Mulu kerjaannya" sindir Andrew kepada Tonny, namun Tonny tidak menggubrisnya, dia malah menatap serius kepada mereka bertiga


"Menurut pantauan dari si Andrew ini Alex mempunyai maksud terselubung kepada perusahaan gw atau lebih tepatnya perusahaan keluarga gw, dan dia berencana ingin membalas apa yang sudah dilakukan oleh kita kepada ayahnya yang meninggal bunuh diri" cerita Alfian kepada Tonny


"Apaan..!?" teriak Tonny menatap mereka tidak percaya


"Ini maksudnya apa, sejak kapan kita membuat ayahnya si Alex itu bunuh diri, memang siapa ayahnya Alex itu sampai kita harus repot repot membuat dia meninggal karena bunuh diri?" tanya Tonny kaget beruntun, menatap mereka bertiga satu per satu


"Berisik" ketus Tonny kesal


"Waktu kita SMA dulu, ayah Alex bekerja sebagai guru saat itu dan kita adalah salah satu muridnya, dan Alex mencurigai kita bertiga dan juga Sandra serta Amel sebagai biang kerok hingga ayahnya Alex meninggal karena bunuh diri" jawab Alfian tenang


"Dan sekarang dia mengancam kita dengan apa yang tidak kita lakukan tempo dulu, sementara kita sendiri tidak tahu apa apa mengenai masalah tersebut"/?" tanya Tonny dengan nada yang penuh emosi, dia merasa tidak terima jika dirinya dan teman temannya dicurigai bahkan dituduh atas apa yang tidak mereka perbuat


"Memangnya ayah Alex kenapa sampai bunuh diri?" tanya Tonny masih dengan rasa ingin tahu


"Iya dulu pernah ada rumor jika ayahnya Alex itu melakukan tuduhan pelecehan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak anak muridnya, entah siapa yang menyebarkannya kita tidak tahu, sehingga pihak yayasan dan pihak sekolah memecat ayahnya Alex secara tidak hormat, bahkan semua sekolah tempat dimana dia melamar pekerjaan ditolak mentah mentah oleh sekolah sekolah yang lain" cerita Donny kepada mereka bertiga


"Iya gw ingat dulu memang pernah ada rumor seperti itu, tapi saat itu kita kan sibuk tanding basket dengan anak sekolah lain, terus mengapa kita yang disalahkan atas kejadian tersebut?" tanya Tonny dengan masih tidak mengerti


"Iya itu karena orang tua kita termasuk orang tuanya Sandra masuk ke dalam jajaran direksi yayasan" jawab Tonny dengan enteng


"Gila, ini gila!!" teriak Tonny tidak terima dengan hal itu

__ADS_1


"Maka dari itu gw pengen ketemuan sama dia, untuk menjelaskan duduk perkaranya agar tidak terjadi kesalahpahaman disinilah dan sebagai permintaan maaf kita kepada keluarga Alex kita mau tidak mau harus membersihkan nama baik almarhum agar almarhum tenang disana" ucap Alfian dengan bijaksana


"Don Lo udah hubungi assisten nya Alex kalau kita mau bertemu dengan dia?" tanya Alfian sambil menoleh kepada Donny, meminta jawaban dari Donny


"Sudah dan dia akan segera mengabarkannya buat kita" ucap Donny, Alfian mengangguk puas dengan jawaban Donny, Alfian merasa Donny adalah teman yang bisa diandalkan


Sebuah pesan masuk dari handphonenya Donny, Donny langsung terkejut


"Gila, dasar cewek gila!" seru Donny masih menatap layar handphonenya


Semuanya pada menatap Donny dengan pandangan terkejut, karena tidak biasanya Donny mengumpat seperti itu kalau tidak ada sesuatu masalah yang cukup berarti buat dia


"Ada apa Don?" tanya Alfian ingin tahu


Donny menatap Alfian dengan penuh amarah


"Orang suruhan papah mu yang menyuruh memata matai keluarga Hartawan melaporkan ke gw, kalau Sandra menyuruh orang bayaran untuk menculik Diandra" kata Donny dengan nada geram


"Loe serius?" tanya Tonny sambil menatap Donny setengah tidak percaya


"Dasar cewek gila, ga kapok kapoknya ganggu Diandra sekarang mau menculik Diandra, gag beres tuh orang" kata Tonny dengan nada emosi


Alfian langsung diam, namun matanya langsung berubah menjadi sangat dingin, dia menatap tajam ke arah Donny


"Hubungi body guard yang sudah diberikan papah buat Diandra untuk diam diam mengikuti Diandra kemanapun Diandra pergi tidak boleh lepas dari pengawasan dia, jika sampai gagal pecat dia" kata Alfian kepada Donny dengan suara sangat dingin dan tajam


Mereka yang mendengar Alfian sudah berubah langsung terdiam seketika, Donny langsung buru buru menghubungi body guard yang sudah ditugaskan untuk mengawasi keselamatan Diandra, dan bodyguard perempuan yang langsung mendapatkan perintah seperti itu siap siaga dia dengan sigap langsung pergi ke menuju kamar hotel tempat dimana Diandra dan Hera ada disana, begitu juga dengan body guard Alfian sudah langsung siap di tempat, mereka tidak mau terjadi apa apa dengan tuannya karena itu sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai bodyguard


"Donny suruh orang orang suruhan yang lain untuk tetap mengawasi Sandra dan yang lainnya" perintah Alfian dengan nada tegas, Donny langsung menghubungi mereka dan menyuruh untuk tetap mengawasi Sandra beserta keluarganya


"Pastikan jangan sampai Diandra tahu, gw ga mau Diandra cemas jika mendengar itu" perintah Alfian kepada Donny


"Gw ga setuju kalau yang itu" ucap Donny tiba tiba kepada Alfian, dia kini yang membuka suaranya membuat Alfian menatap Donny dengan pandangan tajamnya, menantikan penjelasan Donny selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2