
Sementara itu di luar, Diandra sedang menunggu dengan rasa cemas karena sudah selama itu Donny masih belum keluar keluar juga, berkali kali dia menoleh ke dalam namun Donny masih juga belum muncul, akhirnya Diandra memutuskan untuk berdiri dan mengintip siapa tahu saja dia bisa melihat Hera dari luar
"Mau kemana kamu?" tanya Alfian menatap Diandra begitu tahu Diandra sedang berlari
"Mau mengintip dari depan pintu saja" jawab Diandra lalu dia berjalan menuju ke depan pintu sambil mengintip, namun yang dia lihat hanya tirai putih yang tertutup rapat
Sambil mendesah kesal, Diandra langsung kembali ke tempat duduk
"Bisa dilihat?" tanya Alfian menatap Diandra, Diandra hanya menggelengkan kepalanya lalu dia duduk kembali menanti Donny untuk keluar dari ruang IGD
"Gw haus, ada yang mau nitip minum?" tanya Tonny kepada Diandra dan Alfian
"Gw nitip mineral botol aja tiga yang dingin" jawab Alfian kepada Tonny
"Oke siap, gw jalan dulu" jawab Tonny lalu pergi menuju ke kantin rumah sakit
"Lama amat sih dia" gerutu Diandra dengan nada tidak sabar
"Sabar dulu kenapa, kan Bukan hanya kamu yang ingin melihat Hera tapi kita kita juga ingin melihat Hera" jawab Alfian sambil menghibur Diandra yang sudah dari tadi cemas dan khawatir
"Hera ga apa apa kan ya Al?" tanya Diandra kepada Alfian mencoba mencari jawaban yang menenangkan disana
"Tidak apa apa, dia baik baik saja dan akan sembuh seperti sedia kala" jawab Alfian berusaha menenangkan Diandra yang sedang cemas
"Semoga saja begitu" jawab Diandra sambil mengetuk ngetuk kan kakinya di atas lantai rumah sakit
Hari sudah menuju ke malam hari, sebenarnya Diandra sudah merasa sangat lelah sekali karena dari lagi dia sudah harus mengurus Alfian, dan sekarang tiba tiba Hera pingsan dua kali, hingga membuat dirinya merasa sangat cemas dan khawatir dan akhirnya itu tidak dirasakannya sama sekali
Berkali kali Diandra menguap dan matanya hampir setengah tertidur dengan kepala sedikit tertunduk, Alfian yang melihat Diandra seperti itu langsung merasa kasihan
"Di kita pulang saja gimana?" tanya Alfian dengan suara lembut kepada Diandra
Diandra langsung mendongak dan menoleh ke arah Alfian, sementara Alfian menatap Diandra berharap Diandra menyetujui kemauannya untuk pulang
Diandra langsung menggelengkan kepalanya sambil menatap Alfian
"Kamu kalau mau pulang, pulang saja aku ga apa apa kok ditinggal sendirian disini" kata Diandra sambil berbisik kepada Alfian
Alfian langsung terdiam, dia tahu sekali jika Diandra punya kemauan maka itu yang akan dia lakukan akhirnya Alfian hanya memilih menghela nafas panjang dan duduk diam bersama dengan Diandra
Sementara itu Donny yang sedang menunggui Hera juga terlihat sangat mengantuk, Donny lupa jika ada Diandra dan Alfian yang juga ingin sekali menjenguk Hera, hingga handphone dari saku dalamnya Donny bergetar membuat si pemilik kaget dan terbangun dari rasa kantuknya
Buru buru dia mengangkat handphonenya
"Elo dimana?" tanya Alfian dengan suara datar
"Gw di dalam IGD kenapa memangnya?" tanya Donny balik sambil berbisik, dia lupa kalau di luar ada Diandra dan Alfian
__ADS_1
"Bisa gantian ga, gw sama Diandra juga pengen ikut liat" kata Alfian dengan nada suara kesal kepada Donny dan langsung ditutup sepihak oleh Alfian
Donny sambil mendesah kasar langsung berdiri keluar menuju pintu ruangan IGD, meninggalkan Hera yang masih belum tersadar dari pingsannya
Donny keluar disambut dengan tatapan kesal Diandra dan Alfian
"Lama amat sih Lo nya di dalam" kata Alfian berbisik kesal kepada Donny yang saat itu tengah berdiri di hadapan Alfian dan Diandra
"Sorry gw lupa kalau kalian berdua itu ikut" jawab Donny tidak merasa bersalah
Alfian yang mendengar Donny berkata seperti itu langsung mendengus kesal, tanpa berkata sepata katapun Diandra dan Alfian menuju ke dalam ruang IGD meninggalkan Donny yang seorang diri disana
Diandra membuka tirai putih, disana terbaring Hera yang matanya masih terpejam dengan wajah yang pucat
"Apa yang terjadi sama elo ?" tanya Diandra berbisik sambil memegang tangan Hera
"Kenapa sih elo ga pernah cerita semuanya, kenapa elo pendam itu semua seorang diri?" tanya Diandra dengan nada sedih masih sambil berbisik
Semua pertanyaan dikeluarkan dari benaknya Diandra ke Hera namun gadis itu hanya diam dan tidak menjawabnya, masih tertidur dengan lelapnya entah kapan dia terbangun
Dokter Mirah masuk ke dalam tirai, dia melihat Diandra dan Alfian dengan pandangan bertanya
"Mohon maaf ini siapa?" tanya Dokter Mirah kepada Diandra dan Alfian, menatap mereka silih berganti
"Kamu teman sekaligus sahabatnya Hera" jawab Alfian dengan sopan
"Berarti kalian sahabatan sama si cupu itu dong" kata Dokter Mirah sambil tertawa
"Si cupu siapa ya dok kalau boleh tahu?" tanya Diandra balik dengan rasa ingin tahu
Dokter Mirah langsung tertawa lebar, dia tidak bisa membayangkan kalau sahabat sahabatnya ini tahu kalau si cupu itu adalah Donny
"Sorry sorry, yang saya maksud si cupu itu adalah Donny, Donny itu dulunya teman saya di bangku SMP" jawab Dokter Mirah sambil tertawa lebar
Reaksi Alfian langsung menganga tidak percaya sementara Diandra tertawa lebar mendengar julukan Donny dulu adalah si cupu, setelah itu Alfian langsung tertawa terpingkal pingkal, dia akhirnya punya senjata buat meledek Donny dengan sebutan si cupu
"Tapi tolong jangan bilang itu dari saya ya" ucap dokter Mirah sambil mengedipkan mata ke arah Diandra
"Tenang saja dok" jawab Diandra masih tertawa
"Terus teman saya ini bagaimana ya dok? kok dia belum sadar juga?" tanya Diandra dengan perasaan cemas dan khawatir
"Tenang saja, sahabat kalian itu tidak apa apa, nanti juga siuman mungkin hari ini dia menjalani hari yang sangat berat hingga dia harus beristirahat lebih" ucap dokter Mirah menenangkan Diandra
Diandra langsung terdiam sambil melirik ke arah Hera yang masih terpejam matanya
"Saya akan memeriksa kondisi pasien dulu" kata Dokter Mirah menghampiri Hera, Diandra langsung memberikan ruang kepada Dokter Mirah untuk melakukan pemeriksaan kepada Hera
__ADS_1
Setelah dokter Mirah melakukan pemeriksaan kepada Hera, Diandra menanti jawaban dari Dokter Mirah dengan kondisi terbaru dari Hera yang masih belum nampak perubahan apapun
"Dok bagaimana?" tanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu
"Kondisi pasien masih cukup stabil, tidak ada yang mencurigakan mungkin nanti bisa dilakukan pemeriksaan MRI kalau si pasien sudah kembali siuman jika diperlukan" kata dokter Mirah kali ini dengan wajah serius dan dengan nada yang lumayan serius
"Nanti jika kondisi pasien sudah sadar, saya ingatkan sekali lagi untuk menjaga kestabilan emosinya juga dan juga jangan memaksa dia mengingat ingat biarkan itu mengalir dengan sendirinya" kata dokter Mirah kali ini dengan suara yang lebih tegas kepada Diandra dan Alfian
"Baik dok, saya akan mencoba mengingat itu" jawab Diandra tegas
"Baik kalau begitu saya permisi dulu, tolong beritahukan saya jika kondisi pasien sudah sadar" kata Dokter Mirah pamit lalu berlalu pergi dari hadapan Diandra dan Alfian
"Hera sadar dong, semuanya pada cemas dan khawatir kalau elo tahu" ucap Diandra sedih dengan wajah muram
"Di, sudah lah nanti juga Hera akan siuman anggap saja dia hanya tidur" hibur Alfian sambil mengelus punggung Diandra untuk menenangkan Diandra agar Diandra tidak bersedih lagi
Setelah cukup lama Diandra dan Alfian berada di dalam, Alfian membujuk Diandra untuk keluar dan beristirahat, diluar sudah ada Donny dan Tonny yang duduk di kursi tunggu
"Kita makan dulu yuk" ajak Alfian kepada Tonny,Donny dan Diandra
Mereka bertiga terdiam sejenak belum menjawab ajakan Alfian
"Kita ini lapar, tapi kalau kita seperti ini yang ada kita juga ikut ikutan sakit dan akhirnya tumbang satu persatu, terus yang mau menjaga Hera itu siapa?" tanya Alfian mencoba memberikan pengertian kepada ketiga sahabatnya itu
"Apa yang dikatakan Alfian itu benar, yang ada kita sakit beneran" jawab Tonny menyetujui ucapan Alfian
Berpikir apa yang dikatakan oleh Alfian adalah benar, akhirnya Donny dan Diandra memutuskan untuk ikut namun sebelumnya mereka menitipkan pesan kepada suster yang jaga jika Hera tersadar harap menghubungi salah satu dari mereka dan tidak lupa juga Donny memberikan nomor handphonenya yang bisa terhubung dan menyelipkan secarik uang kertas berwarna merah ke suster jaga tersebut, lalu mereka berlalu menuju tempat makan yang ada di sekitar rumah sakit tersebut
Mereka mencari tempat makan yang berada di pinggiran jalan, dan memutuskan untuk makan pecel ayam di depan persis pinggiran rumah sakit, Diandra dan yang lainnya mencari tempat duduk lesehan sementara Alfian memesan makanan untuk mereka bertiga dan juga untuk dirinya, tampak Donny sudah terlihat lusuh, wajahnya terlihat cukup lelah
"Gw pikir kita pulang aja, buat beristirahat karena gw yakin pasti Hera besok baru sadar" ujar Tonny kepada yang lainnya begitu Alfian duduk setelah memesan makanan untuk mereka
"Kalau elo mau pulang pulang aja, gw tinggal" kata Donny bersikeras untuk tetap tinggal
"Aku juga sama kayak Donny" ucap Diandra ikut menimpali
Tampak Alfian tidak setuju dengan pernyataan Diandra
"Kamu harus pulang, waktunya kamu untuk istirahat kalian bisa berjaga bergantian ga usah bareng bareng begitu' ucap Alfian dengan nada tegas kepada Diandra
Diandra ingin memprotes tapi tatapan Alfian menyuruhnya untuk tidak membantah ucapannya
"Aku ga mau kamu ikutan jatuh sakit, besok pagi kamu bisa datang kemari gantian buat menjaga Hera, tapi tidak malam ini kamu tidak berpikir orang tua kamu cemas menunggu kamu" kata Alfian lagi kepada Diandra
Diandra langsung menghela nafas panjang dan dia berpikir ada benarnya ucapan dari Alfian, kalau dua duanya jatuh sakit siapa yang akan menjaga Hera
"Ya sudah aku ikut pulang tapi besok pagi pagi sekali aku akan ke rumah sakit" kata Diandra menatap Alfian dan ucapan Diandra kali ini tidak dapat diganggu gugat dan Alfian mengangguk tanda setuju, tidak lama kemudian makanan yang dipesan Alfian pun datang mereka makan dalam keadaan diam, seperti tidak menikmati makanannya karena pikiran mereka yang berkecamuk didalamnya
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka pun berpisah jalan Donny kembali menuju ke ruang IGD, Sementara Tonny mengantarkan Diandra pulang terlebih dahulu baru kemudian dia mengantar pulang Alfian, mobil Alfian ditinggal di club' milik Andrew dan sudah meminta tolong supir pribadinya untuk mengambil mobil tersebut
Sebelum pulang Diandra sempat berpesan kepada Donny, agar jika Hera sudah terbangun segera menghubungi dirinya jam berapapun, dan Donny hanya mengiyakan perkataan Diandra