Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 47


__ADS_3

Sebenarnya Amel saat itu merasa jengah dengan tindakan sahabatnya itu, namun apa mau dikata lagi memang sudah sifat dari sahabatnya yang seperti itu


Amel menghela nafas panjang begitu mengingat kejadian kemarin pagi di apartemen Alfian, dan dia juga tidak menyangka akan diusir oleh Alfian seperti itu, biasanya Alfian meski dengan terpaksa dan dengan wajah angkuhnya masih tetap menerima mereka atau menerima Sandra meski dengan keadaan terpaksa


Tadi siang Sandra dan Amel janjian bertemu di restoran, dan sebelum Amel datang ternyata Sandra menelpon Amel untuk bertemu di apartemen Sandra, Amel yang tidak mengerti mengapa tiba tiba dirubah hanya mengiyakan saja, dan ketika Amel sampai ke apartemen Sandra begitu masuk Sandra sedang membanting semua barang barang yang ada di dalam apartemen tersebut dan merusak semuanya, apartemennya terlihat sangat berantakan seperti kapal pecah


Amel melihat Sandra yang sedang mengamuk


"Sandra apa yang loe lakuin?" tanya Amel menatap Sandra sambil memegang tangan Sandra, agar dia tidak menghancurkan barang barang yang masih tersisa


"Lepaskan gw Amel !" teriak Sandra pada siang itu


"Gw akan lepasin elo tapi elo berhenti dulu dan duduk " kata Amel dengan suara tegasnya


"Lepasin gw..gw bilang!" teriak Sandra sambil membentak Amel dan dia masih mencoba memberontak, namun Amel tidak menghiraukan bentakan dan teriakan Andra bahkan dia semakin menggenggam erat tangan Sandra yang semakin kuat memberontak


"Gw ga akan lepasin elo Sandra !" teriak Amel yang nampak kewalahan menghentikan Sandra yang sedang dalam posisi marah besar, hingga akhirnya dengan sangat terpaksa Amel menampar pipi Sandra, hingga dia terdiam dan terlihat kaget begitu Amel menampar pipinya, Sandra menatap tajam Amel,namun Amel tidak gentar dengan tatapan tajamnya Sandra


"Sorry gw terpaksa nampar elo, biar elo sadar sedikit" kata Amel dengan suara tegasnya


Sandra terdiam, dia menyadari tindakannya "Sekarang elo sudah tenang?" tanya Amel menatap Sandra, dan Sandra hanya menganggukkan kepalanya, Amel langsung menuntun Sandra ke sofa dan mendudukkannya disana


"Ada apa?" tanya Amel


Sandra masih diam tidak berkata apa apa, karena dia sendiri masih sangat terkejut dengan berita yang dia dengar dari mulutnya Alfian sendiri


"Loe bisa cerita kan apa yang terjadi, dan apa yang membuat elo marah sampai begitu?" tanya Amel menatap Sandra dengan rasa ingin tahu


Sandra menatap Amel dengan pandangan kosong, dia memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan dari Amel


Melihat pipinya Sandra yang memerah, Amel langsung tersenyum merasa bersalah "Sorry Sandra, gw terpaksa melakukan hal itu" kata Sandra dengan nada menyesal, Sandra terdiam tiba tiba dia menangis tersedu-sedu, Amel langsung memeluk erat sahabatnya itu "Menangis sampai elo merasa puas lalu bicarakanlah, ga ada masalah yang tidak bisa dibicarakan" kata Amel dengan suara lembut sambil menepuk punggung Sandra yang terguncang karena tangisannya


Setelah dirasa puas menangis dan merasa lega, melepaskan pelukan Amel, akhirnya Sandra menceritakan apa yang terjadi pada pagi itu di kantornya Alfian, dia juga cerita jika dia diusir oleh Alfian dan Donny, lalu bertemu dengan Diandra bagaimana dia melampiaskan kemarahannya kepada Diandra dan dimana Diandra malah ikut membalasnya


Amel yang mendengar cerita dari Sandra merasa sangat terkejut, dia tidak menyangka jika Diandra berani melawan seorang Sandra karena seperti yang dia tahu jika Sandra melakukan sesuatu kepada Diandra, Diandra akan diam dan tidak melawannya namun sekarang malah justru terbalik


Setelah puas meluapkan semua kemarahan, kebencian dan kesedihannya, Sandra tertidur di sofa sewaktu Amel mengambilkan air minum untuk Sandra, terlihat Sandra tertidur sambil duduk yang akhirnya Amel merebahkan tubuh Sandra dan memberikannya bantal kepala untuk Sandra, lalu dia membersihkan apartemen Sandra yang sudah seperti kapal perang


Amel menghela nafas panjang sekali lagi, dia berpikir sahabatnya masih belum berubah, malah lebih parah, berbeda dengan dirinya yang sedang mencoba berdamai dengan hidupnya dan masa lalunya


Amel menatap wajah Sahabatnya yang sedang tertidur pulas lalu dia tersenyum sambil berkata "Lama tidak bertemu ternyata elo masih tidak berubah juga"


Ketika Sandra terbangun, dia melihat Amel sedang memainkan handphonenya "Gw pikir elo sudah pulang" kata Sandra pelan sambil bangun dari tidurnya, dia melihat apartemennya sudah terlihat rapih dan bersih "Ini elo yang ngerjain semuanya?" tanya Sandra menatap Amel dengan pandangan bertanya, Amel mengangguk sambil tersenyum

__ADS_1


"Gimana keadaan elo?" tanya Amel menatap Sandra


"Yang jelas gw sedang tidak baik baik saja" jawab Sandra dengan suara dingin


Amel hanya menganggukkan kepalanya lalu berkata "Gw laper, kita pesan makan dulu yaks, gimana?" tanya Amel menatap Sandra,Sandra hanya diam tidak menjawab pertanyaan Amel namun tiba tiba dia kembali membanting barang barangnya lagi, Amel langsung mendesah kasar dan disinilah Amel berada masih mencoba menenangkan Sandra


"Sandra loe ga capek apa ngamuk ngamuk muluk..liat itu elo tidak menghargai gw yang sudah capek capek merapihkan barang elo" protes Amel kepada sahabatnya


Sandra langsung menoleh ke arah Amel, dia tidak terima disalahkan oleh Amel "Gw ga minta elo buat beresin barang barang gw " kata Sandra dengan sengit, Amel langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin meluapkan emosinya "Sorry kalau begitu, gw lebih baik pulang" kata Amel langsung berdiri, namun begitu Amel berjalan selangkah Sandra sudah langsung menahannya "Elo ga boleh pulang, elo harus disini sama gw" kata Sandra dengan suara tegas


Amel langsung menatap Sandra dengan pandangan tajamnya "Dan ngeliat elo ngamuk ngamuk ga jelas?" sindir Amel, Sandra diam tidak menjawab pertanyaan dari Amel


"Emosi elo ga akan menyelesaikan masalah, ngerti elo, lagian gw laper mau cari makan di luar" kata Amel dengan suara tajam, tanpa memperdulikan Sandra dia menuju ke pintu apartemen Sandra berniat untuk pulang, tiba tiba Sandra langsung berteriak dan berlari ke arah Amel "Gw ikut" kata Sandra


Amel menatap wajah Sandra yang berantakan dengan pakaian yang berantakan juga langsung tertawa "Dengan penampilan elo kayak gini?" cibir Amel, Sandra yang menyadari penampilannya yang tampak berantakan lalu berkata "Tunggu gw dulu,jangan kemana mana" kata Sandra berlari menuju kamar untuk berganti pakaian dan merapikan pakaiannya


"Sandra Sandra..." kata Amel sambil menggelengkan kepalanya, Amel menunggu Sandra didepan pintu apartemen, tak lama kemudian dengan pakaian kasualnya dia langsung berjalan menghampiri Amel yang sudah sejak dari tadi menunggunya, pakaian yang digunakan oleh Sandra celana jeans, dengan kaos serta rambutnya diikat, wanita itu sangat cantik namun sayang sifatnya yang bikin orang mengelus dada


"Sudah siap?" tanya Amel menatap Sandra, Sandra langsung menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua keluar dari ruangan apartemen Sandra dan pergi menuju pintu lift, mereka menunggu pintu lift yang terbuka dan setelah pintu lift terbuka, Sandra langsung memencet tombol ke arah parkiran bassement


Sandra dan Amel langsung masuk ke dalam mobil sedan hitamnya Sandra, dan tak lama kemudian mereka sudah berada di jalan raya "Mau makan dimana?" tanya Sandra sambil fokus menyetir "Terserah, gw ikut aja" jawab Amel sambil membunyikan radio


Sandra akhirnya memutuskan untuk mengajak Amel makan di sebuah cafe mewah yang sering didatangi oleh Sandra ketika waktu masih bersama dengan Alfian


"Yakin elo mau makan disini, nanti elo nangis nangis lagi" goda Amel sambil tersenyum


"Diem gag, kalau ga mau diem ga jadi makan neh" ancam Sandra lagi


"Oke gw diem..gw diem" kata Amel sambil menahan tawanya


Amel sangat tahu sekali kalau Sandra sangat suka mengajak Alfian untuk makan di cafe itu, dan Amel tidak ingin tiba tiba Sandra tidak bisa menguasai emosinya


Sandra berbelok ke arah parkiran cafe dan dia kemudian mematikan mesin mobilnya, mereka berdua akhirnya turun menuju ke arah cafe itu, mereka mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol berdua, mereka memilih lantai dua dan duduk dipinggir kanan ruang tempat terbuka


Sandra memanggil pelayan yang sedang lewat dan langsung memesan makanan begitu juga dengan Amel, setelah pelayan pergi mereka berdua terdiam dengan pikiran mereka masing masing


"Kemana aja elo selama in" tanya Sandra tiba tiba sambil menatap tajam ke arah Amel, Amel yang mendadak ditanya Sandra seperti itu langsung terdiam "Panjang ceritanya Sandra" kata Amel pelan sambil menghela nafas panjang


"Dibikin singkat saja" jawab Sandra masih memandang Amel dengan pandangan selidik


Amel terdiam mencoba memikirkan sebentar harus memulai darimana dan kenapa tiba tiba dia menghilang begitu saja tanpa ada kabar sama sekali


"Loe tau gw sampe mencari elo ke rumah elo namun pembantu pembantu elo bilang kalau elo ga ada di rumah dan sedang pergi" kata Sandra memberi penjelasan

__ADS_1


"Loe cari gw?" tanya Amel tidak percaya, karena seorang seperti Sandra tidak mungkin mencari dirinya, karena Amel tahu Sandra terlalu gengsi untuk mencari seseorang yang menghilang


"Iya gw cari elo, buat apa gw bohong" jawab Sandra dengan jujur "Dan elo tau ketika gw tanya elo kemana, mereka menjawab kalau mereka tidak tau kemana elo pergi" kata Sandra serius


Amel terdiam, dia merasa sangat bersalah tidak memberi tahu Sandra kemana dia pergi menghilang pada saat itu


"Memangnya elo kemana seh?" tanya Sandra penasaran menatap Amel penuh selidik


"Gw berobat di luar negeri" kata Amel dengan suara pelan, Sandra langsung terkejut mendengar jawaban dari Amel, wajah Amel terlihat sendu, namun belum sempat Sandra bertanya lebih jauh lagi makanan datang dan pelayan segera menghidangkan makanan ke Sandra dan Amel, Sandra memesan tenderloin steak dengan Wagyu sementara Amel memesan sirloin steak dengan daging Wagyu juga, dengan minuman soda


"Kita makan dulu ya" ajak Amel sambil mengambil pisau dan garpu yang sudah disediakan diatas meja


Mereka makan dalam diam, menikmati makanan yang sudah dihidangkan "Rasanya tidak berubah, masih seenak dulu" kata Amel sambil membersihkan mulutnya dengan kain putih yang sudah disediakan di meja lalu dia langsung mengambil minuman soda dan kemudian meminumnya hingga habis, begitu juga dengan Sandra dia juga melakukan hal yang sama dilakukan oleh sahabatnya Amel


Setelah mereka selesai makan, Sandra menagih jawaban atas pertanyaannya kepada Amel "Jadi bagaimana?" tanya Sandra sambil menatap mata Amel, Amel membasahi bibirnya lalu terdiam sejenak


"Gw setelah lulus SMA, gw depresi apalagi saat itu gw ga keterima di universitas yang gw mau" kata Amel mulai bercerita, matanya menerawang jauh ke masa lalunya


Amel ketika dia lulus SMA dia mendaftar di universitas favoritnya dengan jurusan desain yang dia mau namun sayangnya dia tidak diterima di universitas tersebut karena nilainya hanya dibawah satu angka, dia tidak terima, akhirnya di rumah dia selalu mengamuk, ditambah mama papanya hanya lebih mementingkan keluarganya masing masing dibandingkan dengan dirinya, dia benar benar depresi dan merasa kesepian


Setiap hari hidupnya mabuk mabukan, pernah dia mencoba menghubungi Sandra namun saat itu Sandra pergi ke luar negeri menyusul Alfian untuk ikut kuliah disana, dia semakin bertambah depresi, setiap hari dan setiap malam keluar masuk club' bersenang senang hingga dia sering melakukan one night stand dengan banyak pria


Hingga pada akhirnya ketika Tante dan om ya dari mamanya Amel datang untuk melihat Amel, mereka langsung memutuskan untuk mengajak Amel ke luar negeri dan berobat disana karena melihat Amel yang semakin tidak terurus bahkan pernah hamil namun langsung digugurkan karena kemauan Amel sendiri, dia sendiri tidak tahu siapa ayah bayi yang dikandung didalam rahimnya


Tante dan omnya meminta izin kepada mamanya Amel untuk membawa Amel ke Australia sekalian untuk mengajak Amel berobat, dan mamanya justru tidak keberatan jika anaknya diajak adiknya ke luar negeri, dan pergilah Amel ke luar negeri bersama dengan adik mamanya


Disana Amel benar benar berobat bahkan sempat dirawat di rumah sakit karena percobaan bunuh dirinya, hingga akhirnya ada seseorang yang menyadarkan dirinya


"Sorry" cicit Sandra, kembali dia merasa bersalah karena telah meninggalkan sahabatnya mengalami permasalahan seorang diri


"Its oke Sandra itu bulan kesalahan elo, meski waktu itu gw sempet kesal sama elo" kata Amel dengan nada tulus dan kejujuran disana


"Terus kapan loe balik ke Indonesia?" tanya Sandra ingin tahu "Satu bulan yang lalu" jawab Amel singkat "Lalu kenapa elo ga segera menghubungi gw?" tanya Sandra ingin tahu "Saat itu semua nomor kontak gw hilang, hingga pada akhirnya sebuah pesan dari pihak sekolah untuk menghadiri acara reunian alumni SMA kita dan disitulah kita bertemu lagi" kata Amel sambil tersenyum


"Dan elo ga pernah berubah" kata Amel lagi sambil menatap Sandra


"Oran tua elo sendiri bagaimana saat ini?" tanya Sandra dengan rasa ingin tahu "Seperti itulah, tidak ada yang berubah, dan gw yang harus berdamai dengan diri gw, dengan masa lalu gw dan dengan orang tua gw, gw rasa itu sulit buat gw saat itu tapi sekarang gw lebih menerima kenyataan karena apa yang ada di dunia ini tidak harus kita miliki" kata Amel dengan bijak


Sandra langsung terdiam mendengar Amel berkata seperti itu, dia mencerna semua ucapan dari Amel "Andai gw bisa seperti elo" desah Sandra "Pelan pelan saja, semuanya butuh proses" kata Amel sambil menggenggam tangan Sandra sambil tersenyum, Sandra tersenyum sambil menatap Amel "Tapi tidak untuk Alfian dan Diandra, mereka tidak boleh bersatu" kata Sandra dengan penuh dendam


Amel hanya menggelengkan kepalanya, Sandra masih tetap bertahan dan begitu keras kepala untuk hal yang satu ini


"Gw ada rencana besok mau ke rumahnya Alfian menemui orang tuanya Alfian secara langsung, elo mau ikut?" tanya Sandra menatap Amel

__ADS_1


Amel langsung terdiam dia pun langsung berkata "Besok gw kabarin" kata Amel dengan suara pelan, Sandra menganggukkan kepalanya "Gw tunggu kabar elo besok pagi" kata Sandra


mereka berbincang bincang sebentar sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke apartemennya Sandra, setelah membayar tagihan makanan, mereka langsung pulang


__ADS_2