Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 50


__ADS_3

Alfian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke club' tempat mereka janjian, seperti biasanya Alfian memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah disediakan khusus olehnya, dia masuk ke dalam club' dan segera pergi menuju ke ruangan tempat dimana ketiga sahabatnya itu berada, setelah masuk kedalam terdapat ketiga sahabatnya sedang asyik bercengkrama, begitu melihat Alfian Tonny langsung berdiri dan merangkul Alfian dengan kuat


"Elo tiba tiba ngelamar anak orang, tanpa kasih tau kita kita kebangetan loe ya" kata Tonny protes


"Sorry, bukannya gw ga mau ngabarin kalian tapi itu pun dadakan,coba loe tanya sama Donny" kata Alfian sambil menatap Donny, Sononya yang ditatap langsung bingung karena dia sendiri juga ditelpon dadakan oleh Alfian untuk datang ke rumah Diandra, yang dia sendiri tidak tahu duduk persoalannya apa


Semuanya menatap Donny, sementara yang ditatap masih dengan wajah bingungnya "Gw cuman ditelpon Alfian buat datang ke rumah Diandra, udah itu aja" kata Donny masih dengan wajah bingungnya


Tony kembali menatap Alfian masih dengan rangkulannya tanpa mau melepaskan rangkulannya


"Sekarang lepasin gw dulu, nanti gw ceritain" kata Alfian sambil berusaha melepaskan diri dari rangkulan Tonny


Setelah melepaskan diri dari rangkulan Tonny, Alfian mencari tempat duduk yang aman biar mereka tidak ada yang menyerang dirinya secara tiba tiba, akhirnya Alfian memutuskan duduk dekat dengan Donny yang lebih aman


Alfian menatap mereka satu persatu yang sedang menunggu cerita dari Alfian, menghela nafas kasar akhirnya Alfian langsung menceritakan bagaimana dia bisa melamar Diandra gadis yang dia incar dari semenjak SMA


Reaksi mereka ada yang terkejut dan ada yang kaget


"Lalu sejak kapan elo suka sama Diandra, bohong kalo elo suka kalau baru baru ini?" tanya Andrew dengan penuh selidik


"Gw suka sama dia semenjak SMA, dan ketika dia menghilang gw langsung mencari dia kesana kemari namun tetap saja gw tidak mendapatkan kabar apa apa darinya" kata Alfian sambil menerawang jauh


"Gw kehilangan jejaknya, saat itu gw memutuskan untuk Gonta ganti wanita, gw merasa sebahagian hati gw sudah dibawa pergi sama dia entah kemana" kata Alfian dengan suara sendunya


Ruangan itu menjadi hening seketika, tidak ada yang berbicara


"Lalu bagaimana dengan Sandra?" tanya Tonny ingin tahu


"Dari dulu gw ga pernah mencintai dia, dia saja yang menganggap lebih padahal gw sama sekali menaruh hati buat dia" kata Alfian jujur


"Tapi loe kan tahu, keluarga elo dan keluarga dia sudah saling mengenal bahkan ingin menjodohkan kalian berdua, lalu gimana tindakan elo?" tanya Tonny penuh dengan rasa ingin tahu

__ADS_1


"Gw masih belum tahu, tapi yang jelas gw akan menjelaskan kepada keluarga Sandra kalau kita tidak ada hubungan spesial" terang Alfian dengan mantap


"Hanya saja gw masih ga tau bagaimana hatinya Diandra buat gw" kata Alfian dengan risau


"Gw yakin dia pasti akan jatuh hati sama elo, yang penting elo yang harus kasih perhatian lebih ke dia" kata Tonny memberikan saran


"Bener apa kata Tonny, hati yang keras pasti akan luluh juga asal elo tulus sama dia, dan Gw lihat Diandra gadis yang sangat baik" ujar Andrew


"Gw takut, dia pergi ninggalin gw lagi" kali ini Alfian merasa putus asa dan merasa tidak percaya diri


"Hey bro..masak seorang Alfian tidak percaya diri seperti ini, padahal yang kita tahu gadis seperti apa pasti didepan Alfian akan bertekuk lutut" kata Tonny menghampiri Alfian sambil menepuk pundaknya memberikan semangat


"Kalo loe butuh bantuan menghadapi Diandra, gw akan bantu elo sama Hera" kata Donny sambil tersenyum misterius


Alfian, Tonny dan Andre langsung menatap Donny dengan pandangan menyelidik


"Kenapa kalian melihat gw seperti itu?" tanya Donny bingung


"Tidak ada apa apa kok...loe pengen tahu urusan orang aja" kilah Donny


"Beneran elo ga ada apa apa?" tanya Tonny lagi


"Beneran Ton, gw ga ada apa apa emang elo maunya apa?" tanya Donny balik


"Iya awas aja loe klo loe ga cerita cerita kayak Alfian terus tiba tiba elo sudah nikah" kata Tonny dengan nada mengancam


Donny hanya nyengir, dia sengaja tidak ingin memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya karena dia ingin memastikan perasaannya terlebih dahulu, dia hanya takut salah dan tidak ingin membuat Hera sakit hati karena sikapnya dia yang ternyata hanya memberi harapan palsu kepada Hera sahabat Diandra


"Terus kapan rencana loe nikah sama Diandra?" tanya Andrew ingin tahu


"Diandra maunya enam bulan tapi aku maunya tiga bulan, padahal kan lebih cepat lebih baik" kata Alfian mendesah, dia ingin menyegerakan pernikahannya dengan Diandra karena dia takut Diandra akan berubah pikiran

__ADS_1


"Jodoh ga bakalan kemana mas bro, tenang aja" kata Tonny sambil menepuk bahu Alfian


"Dan gw mau dia yang jadi jodoh gw" kata Alfian dengan suara tegas


"Gadis seperti Diandra harus bisa elo taklukan dulu, nah elo kudu bisa mencari cara agar dia bisa takluk sama elo" kata Tonny


Alfian merasa dia tidak percaya diri, dia yang bisa menaklukkan hati semua gadis tapi menghadapi Diandra dia malah merasa telah kalah duluan, gadis itu menurutnya terlalu dingin dan terlalu menjaga jarak terhadapnya


"Tenang bro, loe kalo butuh bantuan kita..kita mau kok, karena kita pengen ngeliat elo bahagia" ujar Andrew, yang disambut anggukan sahabat sahabatnya


"Untuk saat ini belum, tapi ga tau nanti" kata Alfian pelan


Entah kenapa hatinya terasa sedih mendapatkan perlakuan Diandra terhadap dirinya, tapi Alfian akan berusaha meyakinkan dan membuat Diandra jatuh hati terhadapnya sampai sampai dia harus bergantung pada dirinya kelak


"Gw boleh tau ga kenapa elo bisa suka sama Diandra?" tanya Tonny penuh dengan rasa ingin tahu dan membuyarkan lamunan Alfian


"Gw dulu selalu memperhatikan dia dari jauh, meski dulu dia terlihat cupu namun ketika dia tersenyum, senyumannya itu adalah senyuman yang tulus dan bola matanya seperti membuat elo ingin dekat dengan dia dan memeluk dia, menyiratkan banyak kejujuran dan kebaikan hatinya


"Tapi kenapa ketika dia dibully sama Sandra kenapa elo ga nolongin dia?" tanya Andrew, Alfian terdiam sesaat, sebersit penyesalan muncul didalam hatinya "Kalo elo suka sama dia harusnya elo bisa nolongin Diandra saat Diandra dibully sama dia" kata Andrew lagi yang masih menuntut jawaban atas pertanyaannya


Alfian menghela nafas panjang "Saat itu salah satu gw dengan menjaganya adalah membiarkannya karena ketika gw membela Diandra, gw tahu pasti Sandra akan semakin membully habis habisan tanpa sepengetahuan gw" kata Alfian ada sedikit penyesalan disitu


"Elo tahu sendiri kan Sandra seperti apa orangnya" kata Alfian pelan


Ketiga sahabatnya langsung terdiam, mereka sangat tahu persis bagaimana Sandra jika membully orang yang tidak dia sukai "Harusnya saat itu gw langsung melindungi dia dengan sekuat tenaga, tapi justru yang gw lakuin adalah membiarkannya ketakutan seorang diri, sampai dia menghilang dari gw" sesal Alfian


"Sekarang gw bersumpah akan melindungi Diandra bagaimanapun terjadi bahkan tidak ada yang boleh mengganggunya meski Sandra sekalipun dia akan berurusan dengan gw jika dia berani melakukannya " kata Alfian sambil mengepalkan tangannya dengan wajah yang penuh emosi


Donny langsung menenangkan Alfian berusaha mengurai emosi Alfian yang terlihat jelas di wajahnya"Tenanglah Alfian, gw akan bantu elo buat lindungi Diandra dan tidak ada seorangpun yang akan bisa menyentuh dirinya" janji Donny dengan kesungguhannya dan diikuti oleh sahabatnya yang lain


"Thanks sob, kalian memang sahabat gw yang terbaik" kata Alfian penuh dengan rasa haru, dan ketiga sahabat lainnya tersenyum melihat Alfian kembali seperti semula, dalam hati mereka mereka akan membantu Alfian sebisa mungkin dengan segenap kemampuan mereka

__ADS_1


__ADS_2