
Alfian terus melangkah, wajahnya menatap lurus ke depan dengan mata yang tajam, dia berjalan tegak dan ada keangkuhan disana, sementara lampu sorot terus menyoroti dia hingga dia berdiri di samping keluarga inti, berhadapan dengan Diandra, mereka saling bertatapan dan kemudian Alfian tersenyum manis kepada Diandra lalu menganggukkan kepala sebentar kepada para tamu undangan, dan kemudian dia duduk berhadap-hadapan dengan Diandra, kemudian lampu sorot dimatikan dan digantikan dengan lampu ruangan yang kemudian langsung dinyalakan
Master Ceremony kembali naik di atas panggung dengan kembali membuka acara di aula hotel tersebut
"Sebenarnya ini acara apa Tante?" tanya Diandra sambil berbisik ke Nyonya Francie, memberanikan diri untuk bertanya kepada mamahnya Alfian Nyonya Francie
"Nanti kamu juga tahu sayang" kata Nyonya Francie sambil tersenyum manis kepada Diandra, Diandra menatap ke arah Hera dan Donny di seberangnya, mereka berdua terlihat kaku dan tidak bicara malam ini lalu dia kembali menatap Alfian yang tengah memandangi dirinya, tahu Alfian sedang memandangi dirinya dan masih tersenyum ke arahnya,Diandra langsung salah tingkah
"Tenanglah sayang, kamu hanya tinggal diam dan mengikuti acaranya saja" bisik bunda disampingnya yang tahu anaknya sedang gelisah di sebelahnya
Diandra langsung menoleh ke arah bundanya lalu dia langsung menganggukkan kepalanya, dia duduk kembali tenang, hingga acara pembuka pun dimulai yaitu berupa kata sambutan terima kasih dari si empunya acara yaitu Tuan Wijaya
Tuan Wijaya langsung bangkit berdiri dari kursinya, dia duduk bersebelahan dengan istrinya yaitu Nyonya Francie, tampak sambutan meriah berupa tepung tangan dari para tamu undangan berikut kolega dan para partner bisnisnya hingga Tuan Wijaya sampai ke atas panggung, dengan berbekal secarik kertas dari asisten pribadinya dia mengucapkan kata terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan tidak lupa ucapan syukur karena diberikan kelancaran acara tersebut
"Terima kasih kepada semua rekan rekan yang hadir di aula hotel ini, saya tidak mau ber basa basi atau berpanjang kata, saya ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian semua para tamu undangan yang sudah berkenan hadir disini, kalau saya Wijayakusuma pemilik dari PT Bintang Sukma Semesta sekaligus CEO dari PT Bintang Sukma Semesta akan mengundurkan diri dan tampil kepemimpinan akan saya serahkan kepada anak saya yang bernama Alfian Wijaya, dikarenakan saya harus beristirahat karena kesehatan saya yang sudah kurang memungkinkan, namun saya masih akan memantau jalannya perusahaan dari jauh, semua serah terima kepemimpinan saya akan saya serahkan besok hari di hadapan para pemegang saham dan para petinggi perusahaan yang sudah berkenan hadir dalam undangan acara ini, dan kami akan membagikan undangan serah terima jabatan lewat email yang sudah dikirimkan kepada para hadirin beserta para tamu undangan yang sudah hadir, silahkan dibaca" kata Tuan Wijaya dengan nada dan suara tegas, sambil memperhatikan tamu undangan yang hadir dengan tatapan tajamnya
Sementara para tamu undangan yang hadir langsung pada heboh dan berbisik bisik, mereka jelas jelas sangat segan dengan Tuan Wijaya dan mereka juga tahu seperti apa anak dari Tuan Wijaya yaitu Alfian Wijaya, dia jauh lebih tegas dari ayahnya bahkan bisa saja jauh lebih kejam dari ayahnya yang selama ini menjabat sebagai CEO ditambah dengan usaha anaknya yaitu PT Sukma Bintang, makin besarlah kekuasaan anaknya itu yaitu Alfian Wijaya
"Jika masih ada pertanyaan, besok akan kita berikan kesempatan untuk membuka sesi tanya jawab, dan pidato saya, saya akhiri dengan ucapan terima kasih banyak untuk selanjutnya saya berikan kembali ke MC yang sudah menunggu di sebelah saya" begitu pidato terakhir dari Tuan Wijaya, dan kemudian beliau menyerahkan mic nya ke master Ceremony yang bersangkutan untuk digunakan di acara lain
Setelah Tuan Wijaya turun, para hadirin langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Tuan Wijaya dengan tepuk tangan yang meriah, setelah Tuan Wijaya duduk para tamu undangan pun kembali duduk, dan ruangan kembali menjadi senyap menunggu acara selanjutnya yang dibawakan oleh master Ceremony
"Terima kasih kepada Tuan Wijaya yang sudah memberikan waktunya untuk berpidato disini, sekarang tiba di acara inti kali ini yang nanti dilanjutkan makan malam bersama dan acara amal " kata Master Ceromony kembali membuka suara di hadapan para tamu undangan, mereka yang hadir pun berbisik bisik mengenai acara inti tersebut bahkan ada yang bertanya-tanya tentang acara inti karena di dalam undangan mereka, mereka tidak diberi tahukan apa ap, mereka hanya tahu diundang hadir untuk malam ini
"Baik acara inti kali ini adalah pengumuman mengenai pernikahan Tuan Alfian anak dari Tuan Wijaya" ucap dari Master Ceremony, kembali para tamu undangan berseru kaget mendengar pengumuman pernikahan anak dari Tuan Wijaya, banyak spekulasi yang bermunculan disana, banyak desas desus yang muncul
"Tidak banyak berlama lama, mari kita panggilkan kedua calon mempelai yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan, bulan depan yaitu Tuan Alfian Wijaya dan Nona Diandra Anggraini untuk maju ke depan, ke atas panggung untuk memberikan ucapan kepada para tamu undangan yang hadir disini, waktu dan tempat kami persilahkan " ucap Master Ceremony menyuruh mereka berdua untuk maju ke panggung tempat dimana Tuan Wijaya tadi berdiri
Diandra langsung menoleh ke arah bundanya dan Nyonya Francie, dia benar benar sangat terkejut mendengar Master Ceremony berbicara mengenai pernikahan mereka berdua di hadapan para tamu undangan, Diandra langsung meminta penjelasan kepada Nyonya Francie lewat matanya namun dibalas dengan bisikan dari Nyonya Francie di telinga Diandra
__ADS_1
"Kamu naiklah dulu, nanti lepas acara ini kamu akan mendapatkan penjelasan sejelas jelasnya oleh kami"
Diandra langsung diam, karena dia tidak ingin merusak acara, akhirnya Diandra menuruti kemauan dari Nyonya Francie, sebenarnya Diandra tidak marah yang dia tidak suka kenapa dia tidak tahu tentang acara ini yang melibatkan dirinya dan Alfian, yang dia tahu dia disuruh menemani calon mertuanya ke sebuah acara pertemuan teman temannya Nyonya Francie, tapi tida dia sangka malah acaranya seperti ini, seharusnya dari awal Diandra sudah curiga mengapa dirinya dipakaikan gaun yang bagus dan mewah, didandani seperti putri dongeng ternyata acara ini adalah untuk mereka berdua, dan kini Diandra menatap Alfian dengan tatapan tajamnya karena Diandra tahu Alfian juga mengetahui acara ini namun dia merahasiakan dari dirinya
Alfian dan Diandra saling bergandengan menuju ke atas panggung, Diandra masih diam saja, dia masih mencerna semuanya ini, dan mengapa juga orang tuanya tidak memberitahukan kepadanya, lalu kapan mereka tahu dan kapan mereka datang, Diandra membutuhkan penjelasan ini semua
Alfian sudah siap dengan mic nya sambil berkata dengan tegas Alfia kembali membuka suaranya
"Saya berterima kasih karena saya diberikan kesempatan untuk berdiri di atas panggung ini, tidak banyak juga berbasa basi, maka dengan ini saya mengumumkan jika Diandra Anggraini dan Alfian Wijaya yaitu saya sendiri akan melangsungkan pernikahan kami di bulan depan, sebelumnya saya juga sudah melamar Diandra Anggaraini menjadi calon istri saya" ucap Alfian dengan mata memandang lurus ke depan, tidak ada wartawan disana karena acara ini memang diadakan secara tertutup, wartawan akan diundang keesokan harinya untuk acara konferensi pers
"Praannngg !!" suara gelas dibanting dari arah belakang, semua mata tertuju ke arah meja belakang, tampak seorang gadis cantik dengan wajah merah padam membanting gelasnya, dia sudah dari tadi menahan emosinya, dari sewaktu acara ini dibuka dan melihat Diandra ada disana berjalan di tengah tengah bersama dengan Nyonya Francie
Gadis cantik bergaun merah itu adalah Sandra, dia saat ini sedang tidak bisa menahan emosi lnya, dia merasa dipermainkan oleh Alfian dan keluarganya, dia benar benar sangat sangat marah, hingga berakhir kehebohan
"Sandra tenang sayang, jangan mempermalukan diri sendiri" kata Nyonya Hartawan menyuruh Sandra untuk tenang
Semua tamu undangan memperhatikan dirinya dan keluarganya, mereka saling berbisik bisik satu dengan yang lain, mengenai Sandra dan keluarganya
"Sandra diamlah dulu, jangan kamu permalukan keluarga kita disini !" bentak Tuan Wijaya kepada Sandra anaknya
Sandra langsung menatap kedua orangtuanya dengan tatapan emosi dan kesedihan, karena selama ini dia yang mengejar cintanya Alfian dengan berbagai cara tapi yang mendapatkannya adalah gadis lain yang tidak sepadan dengan dirinya, gadis yang dulu dia bully, gadis yang menjadi musuhnya sampai sekarang, dia tidak menyangka Alfian ternyata lebih memilih gadis yang menurut dia hina
Sandra maju ke depan menuju ke keluarga Wijaya dengan sangat berani, para bodyguard sudah siap ditempatnya khawatir gadis ini akan menyerang keluarga Wijaya, namun sudut mata Nyonya Francie menyuruh mereka untuk tetap di tempat mereka berikut dengan gerakan tangan yang tidak terlihat oleh yang lain
Hera sendiri sudah berjaga jaga disana, khawatir Diandra akan dilukai oleh Sandra, namun belum sempat Hera melangkahkan kakinya tiba tiba Donny langsung menggenggam tangan Hera
"Diamlah disini, sudah ada yang menjaga Diandra, sementara kamu aku yang harus menjaga kamu" ucap Donny sambil memegang tangan Hera dengan erat, Hera langsung terkejut menata Donny yang bicara seperti itu kepada dirinya, sementara Andrew dan Tonny yang juga ikut diundang langsung siap siaga, semua yang hadir disana tampak siap siaga apalagi melihat Sandra yang sudah diluar batas diri
Sandra terus maju membawa pecahan gelas, matanya hanya tertuju kepada Diandra, namun Diandra tetap tenang malah matanya menatap tajam ke arah Sandra
__ADS_1
"Sudah saatnya" pikir Diandra, dia sendiri sudah bersiap siap jika Sandra menyerang dirinya dengan pecahan gelas di tangannya, melihat Sandra yang hendak menuju panggung ,dan sudah sampai di tangga panggung, tiba tiba Nyonya Francie menyuruh para bodyguard melindungi Alfian dan Diandra dari percobaan penyerangan Sandra
Sandra langsung diringkus dengan cepat oleh para bodyguard tersebut, dia langsung berontak dan berteriak
"Lepaskan Gw, lepaskan !!" teriak Sandra sambil berontak dan meronta ronta di tangan para bodyguard yang kini sudah meringkus dirinya
"Gw mau kesana, gw mau bunuh wanita sialan itu !! dia itu tidak pantas buat bersanding dengan Alfian, dia itu wanita miskin yang berharap bisa menjadi Cinderella, Mamah Francie tolong jangan nikahkan dia dengan Alfian, Alfian itu milik aku mamah Francie milik aku !!! " teriak Sandra sambil berontak dan meronta ronta
Begitu namanya dipanggil, Nyonya Francie langsung mendekati Sandra, Alfian yang hendak maju mau berusaha melindungi mamahnya langsung buru buru dicegah oleh Diandra, Alfian menatap Diandra dengan tatapan protes
"Mamah mu tau apa yang harus dilakukan, percayalah Nyonya Francie juga sudah merencanakan hal ini juga, ini adalah bagiannya" kata Diandra dengan pelan dan lembut
Alfian langsung urung mendatangi sang mamah, dia menatap Diandra dan Diandra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dia menganggukan kepalanya
Nyonya Francie terus mendatangi Sandra yang masih berteriak dan berontak disana, sementara ayahnya hanya diam saja di meja tidak berani datang untuk membantu anaknya, ibunya hanya menangis sesenggukan melihat Sandra ditahan oleh para bodyguard tanpa bisa berbuat apa apa, karena tatapan tajam dari suaminyalah yang membuat dia urung melangkah untuk mencegah anaknya yang berbuat bodoh di depan umum
"Anak bodoh dan pembuat onar, bisa bisanya dia bersikap seperti itu, apa dia tidak tahu siapa keluarga Wijaya, bagaimana caranya sih kamu mendidik dia selama ini?!" tanya Tuan Hartawan kepada isterinya memandang isterinya tajam dan dengan nada yang menyalahkan isterinya, sementara isterinya hanya menangis sesenggukan melihat anaknya yang seperti itu dan dia yang disalahkan oleh Tuan Hartawan suaminya
Nyonya Francie kini sudah berhadapan dengan Sandra dan dia menyuruh bidy guardnya melepaskan Sandra, sementara bekas pecahan gelas sudah hilang dari tangannya Sandra
"Mamah Francie kenapa?" tanya Sandra sambil menangis, menatap Nyonya Francie dengan pandangan iba
"Kamu tahu kenapa, kalau kamu tahu sebenarnya dari dulu saya sudah tidak suka dengan kamu, dengan sikap kamu dan sifat kamu, kamu yang semena mena sama orang dibawah kamu, pelayan saya saja bisa kamu bentak apalagi saya kalau saya tua dan lemah bisa bisa saya dilemlar dan dibuang begitu saja oleh menantu macam kamu, kamu yang arogan yang egois, kamu pikir saya tidak tahu kalau Alfian sering mengeluh kepada sahabat sahabatnya kalau kamu minta selalu diperhatikan, dimengerti padahal pacar bukan isteri juga bukan, bahkan kamu juga sering datang ke kantor Alfian hanya untuk menganggu Alfian bekerja, kamu pikir saya tidak tahu itu juga" kata Nyonya Francie dengan nada tajam dan dengan sebuah sindiran yang menohok
"Tapi kenapa dia, Tante tahu dia siapa, latar belakangnya apa, dari keluarga apa dia, Dia wanita jahat itu hanya ingin menggerogoti harta kalian, hanya saja kalian tidak sadar, kalian terbuai dengan kesederhanaan kalian, kalian hanya terhipnotis karena kepolosan kalian, Kalian yang bodoh !" teriak Sandra tidak terima dikatakan seperti itu oleh Nyonya Francie
"Asal mamah Francie tahu yah, dia itu wanita pembawa sial, dia itu wanita gila yang berkedok wanita sederhana, dia yang jahat dia yang suka bully saya di sekolah, dia itu wanita ****** yang ingin merebut Alfian dari saya dan dengan akal liciknya dia berusaha ingin menyingkirkan saya mamah Francie !" teriak Sandra sambil menunjukkan tangannya ke arah Diandra, berusaha membuat Nyonya Francie untuk mempercayai setiap ucapannya, namun tiba tiba
'plak plak plak' kedua pipinya Sandra ditampar dengan keras oleh bunda Diandra yang sudah ada disana, entah kapan dia berada di sana dengan wajah marahnya yang kali ini benar benar sangat marah, membuat semua orang yang mengetahui siapa bunda Diandra langsung terkejut kaget, apalagi saat ini bunda Diandra dengan wajah marahnya menatap lurus ke arah Sandra dengan pandangan tajamnya seperti pisau yang siap menghunus
__ADS_1