Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 55


__ADS_3

Sesampainya mereka di cafe, disana mereka menemukan Sandra dan Amel sedang berbincang di sudut kanan dilantai bawah, cafe itu tidak terlalu banyak pengunjungnya sehingga mereka lebih leluasa mengobrol nya


"Hai..sudah lama ?" sapa Tonny sambil tersenyum menatap mereka berdua


"Eh Ton...tidak lama juga setengah jam yang lalu lah " jawab Amel


"Andrew, apa kabar?" tanya Amel mencoba basa basi


"Gw baik Mel,Loe sendiri gimana?" tanya Andrew balik menatap Amel


"Gw baik...duduk yuk" kata Amel mempersilahkan mereka berdua untuk duduk, Tonny dan Andrew langsung duduk berhadapan


"Mana Sandra?" tanya Tonny menatap bangku kosong sebelahnya


"Dia di kamar mandi dulu, sebentar lagi balik" jawab Amel sambil mengaduk aduk es jeruknya


"Kalian tidak mau pesan dulu?" tanya Amel lagi menatap Andrew dan Tonny bergantian satu per satu


Mereka berdua langsung memanggil pelayan cafe itu dan meminta buku menu, setelah itu mereka langsung pesan makanan dan minuman, Andrew yang tahu dia akan ditraktir oleh sahabatnya ini, langsung saja dia memesan makanan dan minuman yang paling mahal, sebagai aji mumpung kapan lagi akan ditraktir oleh Tonny


"Andrew loe mah yang bener aja...aji mumpung banget" kata Tonny dengan suara sewotnya


Andrew hanya membalas cengiran lalu berbisik di telinga Tonny


"Kapan lagi gw ditraktir sama elo Ton " ujar Andrew sambil tertawa


"Emang loe Yee...temen ga punya akhlak yaa kaya gini ini" gerutu Tonny, Andrew hanya nyengir tanpa rasa berdosa


"Semoga amal ibadah elo diterima oleh Allah Ton..." ujar Andrew sambil tertawa terbahak bahak


"Sialan loe..loe doain gw buat cepet mati gitu..." kata Tonny sewot sambil matanya melotot ke arah Andrew, dan disitulah Andrew langsung tertawa lepas


Amel yang melihat mereka berdua tertawa langsung bertanya heran


"Kalian mentertawakan apa?"


"Gag si Tonny, lagi cepirit" jawab Andrew berbohong kepada Amel


"Benar itu Tonny, elo cepirit?" tanya Amel percaya dengan jawaban Andrew


"Jangan percaya sama anak setan satu ini, percaya sama dia sesat dunia akhirat " ujar Tonny masih dengan suara sewotnya


"Oh iya, hari ini suasana hatinya Sandra gimana?" tanya Tonny kepada Amel kali ini dengan suara seriusnya


Amel yang ditanya oleh Tonny, dia langsung menghela nafas panjang


"Dari tadi dia ngamuk ngamuk, terus marah marah ga jelas gitu sih Ton" jawab Amel sambil sedikit khawatir tentang sahabatnya ini


"Loe kok masih betah berteman sama dia sih, kalo gw udah gw tinggalin?" kata Andrew bertanya dengan suara pelan


" Apa Kabar ?" sapa Sandra dari arah belakang


" Gw baik Sandra" jawab Tonny agak sedikit kaget begitu tahu ada Sandra di belakangnya, Tonny langsung melirik Andrew yang langsung salah tingkah berharap Sandra tidak mendengarnya


"Gw juga baik, loe sendiri gimana?" tanya Andrew balik


"Gw ga begitu baik" jawab Sandra murung


Tonny dan Andrew langsung menghembuskan nafas lega karena Sandra tidak mendengar percakapan mereka yang barusan, mereka tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka jika Sandra mendengar percakapan mereka bertiga, mungkin mereka akan sangat malu mendengar Sandra akan mengamuk habis habisan di tempat umum, tapi untungnya tidak


Sebelum mereka memulai percakapan, datang para pelayan membawa pesanan makanan dan minuman untuk Tonny dan Andrew, kali ini Andrew memilih steak dengan daging Wagyu kualitas terbaik sementara Tonny memilih chicken katsu dengan kentang goreng


"Apa yang ingin elo ketahui Sandra?" tanya Tonny pada akhirnya menatap wajah Sandra yang terlihat murung


" Gw cuman pengen tahu sejak kapan Alfian dan cewek ****** itu berhubungan?" tanya Sandra dengan penuh rasa ingin tahu


Tonny dan Andrew terdiam sesaat, mereka sudah menduga Sandra akan bertanya seperti itu kepada mereka berdua, akhirnya Andrew yang memutuskan untuk berbicara, namun hanya garis besarnya saja yang dia ceritakan


Mereka akhirnya terdiam, begitu selesai Andrew bercerita tentang Alfian dan Diandra

__ADS_1


"Sandra, sebaiknya elo move on deh " ujar Tonny sambil memberikan nasehat kepada Sandra


"Iya Sandra, apa yang dikatakan Tonny memang benar, elo itu cantik, materi ada...yang suka sama elo banyak, kurang apa lagi coba" kata Andrew


Sandra terdiam sebentar lalu berkata dengan nada sinis


"Kalian ini jangan mentang-mentang temannya Alfian lalu menyuruh gw untuk move on...ga ada itu, sampai kapanpun Alfian akan tetap menjadi milik gw, paham kalian"


Andrew dan Tonny saling berpandangan lalu mereka mengangkat bahu mereka


"Dan satu lagi gw akan berusaha untuk memutuskan hubungan mereka dengan cara apapun,paham kalian berdua " kata Sandra dengan emosi yang kembali menyulut


Andrew yang mendengar itu langsung emosi begitu juga dengan Tonny


"Sandra gw pikir elo masih bisa dibilangin ya..ga taunya elo itu sakit jiwa ingin mencoba memisahkan Alfian dan Diandra, dengerin gw, loe akan berurusan dengan kita kita kalo elo berani berbuat seperti itu paham elo!" kata Andrew sambil menunjukkan tangannya ke arah Sandra


"Dan satu lagi Sandra, menurut penilaian gw elo lebih seperti gadis yang sedang putus asa karena ditolak cintanya, kayak ga punya harga diri " timpal Tonny pada akhirnya dengan suara yang dingin


"Sudahlah Ton, ga usah ladenin cewek gila ini, mending kita pergi saja...mual gw jadinya" ujar Andrew sambil berdiri,tidak menghabiskan makanannya


Andrew langsung pergi dari meja makan, sementara Tonny langsung menyusul Andrew dari belakang karena dia harus membayar tagihan terlebih dahulu di kasir


Sandra sedikit marah dengan kedua temannya Alfian, dia sampai mengeram penuh dengan emosi dan kini Amel yang harus menenangkan Sandra agar Sandra bisa meredakan amarahnya sendiri


"Amel gw bener bener ga terima ya mereka memperlakukan gw seperti ini bahkan sampai mengancam gw segala" kata Sandra dengan wajah marahnya


"Tenanglah dulu Sandra, apa yang dikatakan oleh mereka berdua benar adanya, masih banyak laki laki yang lebih dari Alfian" ujar Amel mencoba menasehati Sandra


Sandra yang dinasehati oleh Amel bukannya semakin reda malah justru marahnya semakin menjadi jadi


"Jadi elo lebih belain mereka daripada gw begitu Amel, gw pikir elo teman ternyata elo udah berubah !" teriak Sandra yang membuat seisi cafe langsung melihat mereka berdua


"Bukan begitu Sandra, bukan begitu gw ga Belian siapa siapa disini Sandra please dengerin gw" kata Amel berusaha untuk berkata dengan suara tenang


"Dengar ya Amel, jangan pernah hubungi gw lagi kalau elo masih berada di pihak mereka" kata Sandra berdiri mengambil tas nya meninggalkan Amel seorang diri, yang terpaku menatap kepergian Sandra tanpa berusaha untuk mengejarnya


"Sandra Sandra, suatu hari nanti gw berharap elo bisa berubah" gumam Amel dengan suara pelan, dia menarik nafas panjang dan kemudian pergi menuju ke kasir untuk membayar tagihannya sendiri, dan akhirnya Amel berlalu pergi dari cafe


Diandra memasang muka cemberut, gimana dia tidak mau cemberut ketika pada waktu meeting, Alfian masih memegangi tangannya seakan tidak mau lepas hingga pimpinan dari perusahaan itu sempat memperhatikan mereka berdua, sementara Donny lebih memilih untuk menjauh dari mereka berdua


"Bisa ga sih tuh wajah jangan cemberut begitu" kata Alfian menatap Diandra dengan pandangan intens


"Memang kenapa, ini kan wajahku sendiri terserah aku mau aku apakan" kata Diandra dengan acuh tak acuh


"Gimana Diandra gag mau cemberut coba, secara elo nya kaya gitu ga ada jaim jaimnya sama sekali didepan pemimpin perusahaan" ujar Donny sambil fokus menyetir


"Lebih ke malu maluin, jadi bahan omongan tau...aku itu malu Alfian " kata Diandra protes menatap Alfian dengan tatapan tajamnya


"Gw ga melakukan apa apa, hanya menggenggam tangannya dia, apa itu salah?" tanya Alfian dengan tampang tidak berdosanya


"Salah...!" teriak mereka berdua dengan serempak


"Donny..bulan depan elo ga dapat gaji" kata Alfian dengan nada mengancam


"Ancam aja terus..." ujar Donny dengan suara sewot


Namun Alfian tidak memperdulikan Donny yang sedang sewot dan misuh misuh seorang diri di depan sana, Alfian langsung menoleh ke arah Diandra yang wajahnya masih tertekuk


"Sayang, aku itu genggam tangan kamu karena aku tidak ingin kamu kemana mana, aku ingin kamu ada di samping aku, karena kamu yang bikin aku percaya diri jika didepan mereka itu" kata Alfian memberikan alasan yang tidak masuk di akal


Donny yang mendengar itu langsung berasa ingin muntah, sementara Diandra langsung mengernyitkan dahinya sambil berpikir apa selama ini Alfian tidak punya rasa percaya diri, hingga dia memberanikan diri untuk bertanya dengan wajah polosnya


"Memangnya kamu punya krisis percaya diri Alfian?"


Donny langsung tertawa terbahak-bahak, begitu mendengar pertanyaan polos dari Diandra yang tampak dosa, Alfian langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Kalau kamu punya krisis percaya diri, kenapa kamu tidak ke psikiater saja atau meminta tolong Donny untuk menemani kamu?" tanya Diandra lagi sambil menatap prihatin ke arah Alfian


Diandra berpikir jika seorang Alfian ternyata memiliki krisis percaya diri, sehingga dia menatap prihatin kepada calon suaminya itu, melihat Diandra menatap dengan penuh rasa prihatin, akhirnya Alfian hanya bisa terdiam tidak lagi memberikan alasan atau sanggahan apapun, takut Diandra malah berpikir yang aneh aneh tentang dirinya

__ADS_1


sementara didepan sana tampak Donny yang sedang berusaha menahan tawanya, karena dia tahu konsekuensi yang harus diterima jika dia tertawa didepan atasannya ini


Mobil masih melaju, sementara hari semakin siang, perut Diandra semakin lapar karena mereka melewatkan makan siang, hingga perutnya langsung berbunyi tanpa izinnya


"Kamu lapar?" tanya Alfian menatap Diandra


dengan wajah malu Diandra menganggukan kepalanya, Alfian langsung melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul hampir dua siang, dan dia langsung menepuk jidatnya


"Astaga..maafkan aku Diandra, kita melewatkan jam makan siang" kata Alfian dengan nada menyesal


"Santai saja kali, lagian aku itu hanya lapar bukan kelaparan " jawab Diandra tenang


"Don, cari tempat untuk makan siang, yang enak " perintah Alfian kepada Donny


"Siap boss " jawab Donny


Akhirnya mereka menemukan sebuah restoran yang cukup sederhana namun terlihat cukup bersih, mereka bertiga memutuskan untuk mampir makan disitu


mobil pun diparkirkan dan mereka langsung masuk ke dalam restorant tersebut


Mengambil tempat di saung dengan lesehan yang menghadap ke kolam ikan, mereka langsung segera memilih makanan, setelah pelayan pergi meninggalkan mereka bertiga tiba tiba ada bunyi pesan masuk ke handphonenya Alfian, Alfian langsung membuka pesan itu dan kemudian membacanya sambil mengernyitkan dahinya


"Ada apa ?" tanya Donny ingin tahu


"Oh itu si Tonny sama Andrew meminta kita untuk datang ke club' " kata Alfian setengah berbohong kepada Donny, namun Alfian langsung memberikan isyarat kepada Donny untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi


Donny yang mengerti isyarat dari Alfian langsung diam seketika


Alfian langsung menoleh ke arah Diandra


"Kamu nanti mau langsung pulang atau ikut aku ke club' dulu?" tanya Alfian menatap ke arah Diandra


"Pulang " jawab Diandra singkat


"Ya sudah kalau gitu, nanti kamu aku antarkan pulang, karena aku mau ke club' dulu sebentar" ujar Alfian


Diandra tidak menjawab, namun setelah itu Alfian kembali berkata yang membuat kali ini Donny dan Diandra hanya bisa mengelus dada


"Setelah itu aku langsung ke rumah kamu, karena tawaran menginap masih ada loh "


"Terserah kamu lah, mau nginap mau gag...lagian memangnya apartemen sama rumah kamu..sudah kamu jual ya?" tanya Diandra dengan nada sinis


"Maksudnya kamu apa?" tanya Alfian tidak mengerti


"Iya sampai mau menginap di tempat aku, berarti kan kamu tidak punya rumah dan apartemen lagi " jawab Diandra tanpa rasa berdosa


Donny yang langsung mendengar Diandra berkata seperti itu langsung tertawa kencang, dan langsung mendapatkan pelototan tajam dari Alfian


"Loe mau gw skors besok?" tanya Alfian dengan nada mengancam


"Sorry bro sorry " kata Donny sambil menahan tawanya karena takut dengan ancaman dari bos yang satu ini


Tidak lama kemudian makanan yang dipesan oleh mereka bertiga datang, para pelayan menaruh makanan itu dimeja yang sudah disediakan, Alfian memesan nasi liwet berikut dengan ayam goreng, begitu juga dengan Donny dan Diandra, san kemudian mereka makan dalam diam


Setelah selesai makan dan membayar tagihan makanan, mereka pun kembali ke mobil dan kemudian berpulang menuju ke kantor namun sebelum sampai ke kantor, tiba tiba di pertengahan jalan, Donny melihat seseorang yang dia kenal sedang menunggu kendaraan


"Alfian itu kayaknya Amel deh " kata Donny, Alfian yang mendengar itu langsung matanya melihat ke depan "Nanti coba elo berhenti saja " kata Alfian yang masih penasaran, Diandra juga ikut melihat ke arah depan tanpa sadar wajah mereka berdua berdekatan, Alfian langsung menyadarinya dan dia menatap Diandra dengan pandangan intens, hingga Diandra yang menyadari dirinya tengah ditatap oleh Alfian langsung salah tingkah sendiri hingga Alfian dibuat gemas olehnya


Mobil pun berhenti tepat siaamping gadis yang baru berdiri di pinggir trotoar, kaca mobil langsung dibuka oleh Donny, gadis itu menatap Donny dengan bingung


"Amel, elo Amel kan?" tanya Donny, Amel yang mendengar namanya disebut langsung menganggukkan kepala "Memangnya elo siapa?" tanya Amel penasaran "Gw Donny temannya Tonny dan Andrew" jawab Donny, dia sengaja tidak menyebutkan nama Alfian hanya untuk sekedar memanasi sahabatnya yang ada di belakang


"Sialan loe, sahabat sendiri gag diakui parah nih anak" rutuk Alfian pelan, namun Diandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu hanya bisa tersenyum


"Ayok naik, nanti gw antar elo pulang" kata Donny mengajak Amel untuk menaiki mobilnya


"Bener ga apa apa?" tanya Amel dengan ragu "


"Iya bener..ayo buruan naik" ujar Donny tidak sabar

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Amel langsung menaiki mobilnya Donny, dia tidak sadar ada empat pasang mata yang sedang menatap dirinya


__ADS_2