
Diandra berjalan tergesa-gesa setelah keluar dari toilet, rasanya ingin sekali dia pulang dia tidak ingin lagi berhadapan dengan pria itu maupun dengan gengnya dan wanita yang selalu mengejar ngejar pria tersebut, dia tidak ingin mencari perkara tapi kalau seandainya perkara itu mencarinya dia bisa apa kecuali dengan cara menghadapinya
Walaupun Diandra yang sekarang ini berbeda dengan Diandra yang dulu, tapi Diandra tidak ingin mengambil resiko, selama masih bisa dihindari dia akan menghindarinya, Diandra juga tidak mungkin pulang meninggalkan Hera sendirian toh dia sudah berjanji akan menemani Hera hingga akhir acara
Diandra tahu pria itu adalah Alfian, Diandra berjalan cepat tanpa menoleh ke belakang,dan dia berharap pria itu tidak mengikutinya, begitu sampai di ballroom hotel ,Diandra sudah melihat hampir semua meja terisi penuh, Diandra langsung menuju ke meja Hera dan disana juga sudah ada tiga orang yang sudah duduk di meja mereka
Netranya terkejut ketika melihat siapa yang sudah duduk di meja itu "Tidak mungkin mereka" desis Diandra pelan, memberanikan diri dia mendekati mejanya, terdapat Hera yang sedang asyik mengobrol salah satu dari tiga orang itu dan terlihat dari sikapnya Hera terlihat sangat antusias
Diandra berjalan lambat lambat berharap dia tidak pernah sampai ke meja itu, namun Hera yang langsung melihat Diandra lambat bergerak langsung memanggilnya "Diandra ayok sini!" serunya sambil menatap gerakan lambat Diandra
Begitu sampai di meja Diandra langsung bersikap datar "Lama amat ke toiletnya?" tanya Hera sambil berbisik "Maaf aku mulas tadi" jawabnya datar berbohong, ketiga orang yang duduk langsung menatap Diandra dengan pandangan tertarik "Apa kita pernah mengenalnya?" tanya salah satu pria itu "Oh iya masa kalian tidak tahu, kalau dia adalah Diandra" kata Hera sambil dengan antusias memperkenalkan Diandra
Diandra yang diperkenalkan oleh Hera langsung tersenyum dingin "Diandra yang dulu tiba tiba menghilang?" tanya pria yang satunya lagi memandang Diandra "Iya memangnya kenapa?" tanya Diandra dengan suara dingin ada nada angkuh disitu "Wow...kamu cantik sekali" puji pria itu "Thanks" jawab Diandra datar
Hera langsung tersenyum mendengar mereka memuji Diandra "Diandra elo tahu kan siapa mereka?" tanya Hera memandang Diandra, Diandra memandang Hera dengan pandangan tajam, Diandra menghela nafas panjang lalu berkata dengan nada datar
__ADS_1
"Siapa yang tidak tahu dengan geng empat orang yang diketuai oleh Alfian dan kalian adalah ketiga orang sahabatnya,Donny, Andrew dan Tonny, benar begitu?" jawab Diandra sambil tersenyum dingin, dari arah belakang terdengar bunyi tepukan "Hebat sekali kamu masih mengenal kami" kata pria itu sambil tersenyum miring, Diandra langsung kaget ketika mendengar suara pria itu dari belakang, bahkan pria itu kini membungkukkan badan, membuat bahunya yang terbuka itu menjadi merinding pria itu berbisik pelan "Senang bertemu lagi denganmu Diandra" bisik nya pelan
Diandra langsung menoleh dan wajah mereka langsung berdekatan, mata cantiknya Diandra langsung terkejut karena dia tidak menyangka akan sedekat itu, dan mereka saling bertatapan,pria itu langsung memutuskan pandangannya dengan kembali berdiri tegak "Ton, elo cari tempat yang lain, gw mau duduk disini" kata Alfian sambil mengusir "Lah kenapa harus gw seh" gerutu Tonny, mendapatkan tatapan tajam dari Alfian akhirnya Tonny mencari tempat kosong sambil menggerutu, tempat yang harusnya diduduki oleh Alfian di sebelah mejanya
Tak lama kemudian datang lagi seorang gadis cantik, dia mencari cari seseorang ketika melihat Alfian sudah duduk dia langsung menghampirinya "Alfian, kenapa elo ga jemput gw sih sayang?" tanya gadis itu dengan suara manja, Alfian menatap wajah gadis itu dengan pandangan dingin
"Terus kenapa duduk disini?" tanya gadis itu lagi, matanya mencari cari bangku kosong namun tidak ada, meja itu sudah terisi penuh
"Sayang pindah yuk" ajak gadis itu sambil menarik tangan Alfian, Alfian yang merasa kesal tangannya ditarik tarik sedemikian rupa, langsung tiba tiba melepaskan tangannya "Sandra ,disana masih banyak bangku kosong, kamu bisa duduk dimana saja yang kamu suka" jawab Alfian dengan wajah dingin, merasa tidak terima diperlakukan seperti itu Sandra merasa sangat kesal
"Hera lepas " kata Diandra dengan suara dingin, menatap Sandra dengan pandangan tajam, membuat Sandra sedikit takut dengan sikap Diandra yang tenang tapi mematikan, dalam hati dia bertanya tanya siapa gadis ini "Gw ga mau berhadapan apalagi semeja dengan kutu kutu ini" jawab Diandra pelan "Apa loe bilang?!" teriak Sandra tidak terima "Loe kutu, tau kan kutu itu apa?" kata Diandra kalem " Brengsek loe!" teriak Sandra marah sambil mengepalkan tangannya
Alfian yang mendengar Sandra berusaha mencari ulah langsung berdiri "Jangan bikin malu disini, pergi atau gw suruh security usir elo, pilih mana?" tanya Alfian sambil mengancam Sandra dengan suara tegas
"Alfian..kamu kenapa?" tanya Sandra terlihat shock begitu mendengar Alfian mengancamnya seperti itu, karena dia tahu selama ini Alfian tidak pernah mengancamnya "Pergi atau gw panggil security?" tanya Alfian dengan suara dingin
__ADS_1
"Elo...awas loe ye.." ancam Sandra ke arah Diandra dengan tangan mengepal, Diandra hanya tersenyum sinis mendengar ancaman Sandra, akhirnya Sandra pergi dari tempat itu mencari tempat yang lain dengan langkah menghentak memberi tahu kalau dia sangat kesal, dan meja yang dituju adalah meja yang sedang diduduki oleh Tonny
"Waduh kenapa dia kesini?" tanya Tonny dengan nada gusar
Tonny menatap Sandra begitu dia mendekat "Loe mau duduk disini?" tanya Tonny polos "Menurut loe?" tanya Sandra sewot, Tonny langsung menggeser tempat duduk dan membiarkan gadis itu duduk di tempatnya dia
Sementara ditempat duduknya Hera dan Diandra, Diandra merasa tidak nyaman, pria itu selalu menatapnya dengan pandangan intens, gerakan sekecil apapun tidak luput dari perhatiannya, Diandra melirik Hera yang tampak sibuk mengobrol dengan kedua orang sahabatnya Alfian Donny dan Andrew
"Jadi elo sekarang kuliah di Jerman?" tanya Donny antusias "Yups benar, gw ambil S2 disana jurusan teknik" jawab Hera "Keren banget loe" puji Andrew, Hera tersenyum mendengar pujian itu "Thanks " jawab Hera singkat
Diandra berpikir sudah berapa lama Hera mengenal teman temannya Alfian, tapi itu juga bukan menjadi urusannya toh mungkin pada saat Diandra menghilang Hera sudah akrab dengan mereka, Diandra membuka botol minum dan menuangkannya ke dalam gelas yang sudah disediakan, dia tidak banyak bicara hanya diam dan mengamati
berpura pura tidak mengenali pria yang ada di hadapannya
Acara reunian mulai berlangsung, pembawa acara sudah mulai dengan tugasnya , diawali dengan pembacaan doa, pidato dari para pengurus sekolah dan yayasan serta acara charity yang dananya digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah yang tidak mampu, dan dilanjut dengan makan malam bersama artis artis papan atas, terlihat para pelayan sudah sibuk dengan membagikan makanan di atas meja masing masing
__ADS_1