Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 173


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, tampak seorang gadis sedang menatap layar kaca televisi dengan pandangan hampa, dia menatap nanar ke layar kaca, ketika Alfian sedang sibuk memberikan konferensi pers mengenai pernikahannya, dia tidak menyangka Alfian akan berbuat seperti itu terhadap dirinya


Dia yang selalu ada untuk Alfian dari mereka sekolah hingga mereka lulus, bahkan tak segan segan dirinya memberikan perhatiannya kepada Alfian hanya agar Alfian dapat membuka hati untuk dirinya, namun ternyata usahanya hanya sia sia, tak sedikitpun Alfia berpaling kepadanya


Alfian hanya menganggap dia sebagai seorang sahabat tidak lain dan tidak bukan, bahkan dia selalu sering melihat Alfian bersama dengan gadis lain, kadang dia membiarkannya saja namun kadang dia menemui gadis gadis yang dekat dengan Alfian untuk diberikan peringatan agar mereka tidak lagi dekat dengan Alfian


Dialah Sandra yang saat ini sedang menahan rasa amarah, sedih, kecewa,dan semuanya bercampur menjadi satu, apalagi setelah tahu keluarga Alfian lebih memilih gadis yang menurutnya tidak pantas mendampingi Alfian, bahkan dari segi apapun itu menurut dirinya


Sandra mencengkram sprei nya kuat kuat, tidak terasa air matanya keluar, dia menangis kecewa karena cintanya yang hilang, apalagi sekarang dia harus mendapatkan hukuman dari papanya dan menerima kabar jika papanya harus menanggung semua ganti rugi kepada perusahaan aturan Wijaya akibat keserakahan papanya yang ingin menguasai perusahaan Tuan Wijaya dan ingin mengalahkan kekuasaan Tuan Wijaya


Pintu diketuk dari luar tampak mamanya isteri dari tuan Hartawan membuka pintu kamar anaknya


"Boleh mama masuk nak?" tanya Nyonya Hartawan kepada Sandra


Sandra hanya diam saja, dia tidak menjawab sama sekali, Nyonya Hartawan akhirnya memutuskan untuk masuk dan menghampiri anaknya, kemudian nyonya Hartawan duduk di pinggir tempat tidur disebelah anaknya yang sepertinya seakan acuh tak acuh terhadap keberadaan dirinya

__ADS_1


"Untuk apa nama datang kemari?" tanya Sandra dingin, matanya memandang lurus ke depan seolah olah dia tidak ingin melihat mamanya


Nyonya Hartawan tersenyum sambil mengelus rambut anaknya yang semata wayang itu, dia sangat mengerti mengenai kondisi diri anaknya namun bagaimana lagi cinta itu tidak dapat dipaksakan, sama seperti dirinya yang semenjak menikah tidak bisa mencintai suaminya hingga sekarang, dia selalu berusaha untuk mencoba membuka hatinya namun pada kenyataannya dia tidak bisa dan mungkin begitu juga dengan suaminya, karena pernikahan mereka saja dijodohkan oleh kedua orang tua mereka


Nyonya Hartawan tidak ingin itu terjadi pada diri anaknya dimana hanya salah satu yang mencintai dan yang satunya tidak atau dua dua nya tidak mencintai sama sekali, dia hanya ingin melihat anaknya itu bahagia


"Kamu tau tidak sayang, mama ini sangat sayang sama kamu, mama selalu berdoa agar kamu selalu mendapatkan kebahagiaan di sepanjang umur kamu, makanya mama ingin kamu bisa menemukan jodoh yang tepat buat kamu dan jangan sampai salah memilih" ucap Nyonya Hartawan dengan penuh rasa kasih sayang sambil membelai Surai rambutnya


Sandra diam saja, dia berusaha mencerna apa yang dikatakan Nyonya Hartawan


Sandra masih saja diam, dia tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh mamanya, dia masih saja berperang dengan pikirannya sendiri


"Lalu kenapa mama minta cerai kepada papah, apa karena mama juga tidak mencintai papah?" tanya Sandra tiba tiba sambil menoleh ke arah Nyonya Hartawan dengan pandangan yang menyelidik, dia menatap Nyonya Hartawan menuntut jawaban yang jujur dari mamahnya sendiri


Nyonya Hartawan tersenyum kepada Sandra anaknya lalu dia menghela nafas panjang

__ADS_1


"Mungkin bisa jadi begitu, hanya saja sekian lama waktu berlalu mama berusaha untuk bisa membuka hati buat papa kamu, namun sikap papah kamu bukannya berubah malah semakin bertambah kasar kepada mamah, puncak terjadinya adalah waktu di pesta kemarin, papah kamu sudah tidak menghargai mama sama sekali" jawab Nyonya Hartawan dengan jujur ada raut kesedihan disana yang tidak terbaca


"Kenapa papah bersikap seperti itu sama mamah selama ini?" tanya Sandra menatap mamahnya dengan penuh rasa ingin tahu


"Karena kami berdua dijodohkan dan pernikahan kamipun terpaksa dilakukan karena keinginan dan kemauan dari kedua orang tua kami sendiri, kami pun saat itu tidak bisa berbuat apa apa" kata Nyonya Hartawan kepada Sandra


"Kalau kalian tidak suka kenapa kalian mempunyai aku?" tanya Sandra lagi


"Karena saat itu papah kamu dalam keadaan mabuk, dia menggauli mamah hingga mamah mengandung kamu, hanya saja papah kamu ketika tahu mamah mengandung kamu, papah kamu marah besar saat itu dan menyuruh mamah menggugurkan kandungan dan saat itu kamu sudah berumur tiga bulan dalam kandungan mamah, mamah bersikeras menolak mentah mentah perintah itu bahkan mamah berani untuk minta berpisah dari kamu hanya untuk bisa menyelamatkan kamu bahkan mamah juga akan mengancam kepada papah kamu jika dia berani memaksa mamah untuk mengugurkan kandungan mamah, akan mamah adukan kepada eyang papah mu itu" cerita Nyonya Hartawan sambil menatap sendu ke arah anaknya


Sandra terdiam lagi, dia kembali mengingat ingat selama dia tinggal di rumah orang tuanya, tidak satupun papahnya bersikap baik kepada mamahnya, bahkan dia ingat mamahnya pernah dipukul sama papahnya saat dia masih berumur tujuh tahun


Hanya saja saat itu dia tidak mengerti mengapa papah memukul mamah, ketika Sandra kecil bertanya kepada papahnya jawaban papah saat itu mamah tidak pernah mau menuruti kemauan papah, hanya itu saja dan kemudian Tuan Hartawan berlalu pergi tanpa menjelaskan lebih rinci kepada anaknya, hingga Sandra sampai saat ino berpikir jika mamahnya selalu membangkang apa yang diperintahkan oleh papahnya dan tidak mau menuruti keinginan papahnya


Dia menatap mamahnya, mencari kejujuran di mata mamanya yang bening itu, mata yang penuh dengan air mata, mata yang selalu menatap dirinya dengan penuh ketulusan dan mata yang selalu ingin membuat dia kembali pulang namun harus ditahan karena ada yang ingin dia perjuangkan, namun yang diperjuangkan memilih gadis yang tidak sepadan dengan dirinya menurutnya

__ADS_1


"Nak percayalah sama mamah, carilah orang yang menghargai kamu dan mencintai kamu dengan tulus, bukan karena kamu punya uang banyak, bukan karena kecantikan kamu, tapi karena hatimu, hati yang baik akan mengeluarkan energi yang baik, hati yang baik akan mengeluarkan aura yang positif dan sudah pasti laki laki baik yang akan mencari dirimu" nasihat Nyonya Hartawan lagi kepada anaknya Sandra


__ADS_2