Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 31


__ADS_3

"Kemana aja elo selama ini?" tanya Alfian tiba tiba menatap Diandra "Ga kemana mana, memangnya kenapa?" tanya Diandra acuh, sambil menyuapkan sup ke dalam mulutnya, mendapatkan sikap dingin dari Diandra, Alfian langsung menatap Diandra dengan pandangan tajam "Loe tau Diandra, mulai kali ini elo tidak akan pernah lepas lagi" bisik Alfian, Diandra langsung memandang Alfian dengan pandangan terkejut namun buru buru dia hilangkan rasa terkejutnya dan mencoba untuk bersikap tenang dan berkata tidak kalah dingin


"Maaf tuan, kita tidak pernah mengenal sebelumnya dan tidak juga akrab kan"


Alfian ikut tersenyum smirk " Tenang saja nanti kita akan saling mengakrabkan diri" jawab Alfian tenang


Acara berlangsung semakin malam semakin meriah, charity yang sudah didapat adalah sebesar lima belas miliar rupiah,selama acara berlangsung,ada yang saling menghampiri meja satu dengan yang lainnya, untuk bisa saling mengakrabkan diri, sementara gadis yang bernama Sandra itu masih memperhatikan meja Alfian dengan pandangan geram, apalagi melihat Alfian terlihat begitu mesra dengan Diandra


tangannya langsung mengepal secara kencang, hingga buku jarinya memutih


"Awas loe ya...." gumam Sandra dengan pandangan marah


Namun tiba tiba pandangannya terhalang oleh seorang wanita cantik yang tinggi


"Sandra...apa kabar?" tanya gadis itu dengan suara senang, Sandra langsung menatap gadis itu dengan mengerutkan dahinya berusaha mengingat siapa gadis itu "Gw Amel" kata gadis itu "Amel..eh elo apa kabar kemana aja loe hilang kontak " kata Sandra sambil berdiri dan kemudian memeluk sahabat SMA nya


"Gw baik, elo..?


" menurut elo ?"


"Baguslah kalau loe baik"


Akhirnya mereka berdua langsung duduk, Tonny yang melihat itu langsung celetuk


"Loe masih ingat gw ga?"


"Elo Tonny bukan?"


"Iya gw Tonny"


"Waah loe tambah ganteng, makin suka gw sama elo" kata Amel terus terang


membuat Tonny tersipu malu


"Loe gimana, kok sampe hilang kontak seh?"


tanya Sandra ingin tahu melupakan apa yang terjadi di meja Alfian, karena keingintahuan dia begitu besar kenapa tiba tiba Amel menghilang selama ini


"Panjang ceritanya, nanti aja kalau ada waktu senggang "


"Nomor tetap sama kan?"

__ADS_1


Amel mengangguk sambil tersenyum


"Loe duduk dimana tadi?" tanya Tonny


"Dibelakang sebelah kiri, tadi gw Dateng terlambat karena ada urusan "


Tonny langsung mengangguk dan tidak berkata apa apa lagi


Acara sudah berada di penghujung akhir, yang terakhir diisi oleh permainan game oleh pembawa acara nya


Pembawa acara memanggil nama nama peserta lewat absensi yang datang, hingga pada akhirnya nama Alfian dan Diandra dipanggil untuk maju ke depan, Diandra yang mendengar namanya dipanggil langsung terkejut setengah mati, rasanya dia ingin kabur saja namun berbeda dengan Alfian, dia tampak sangat senang, dia menghampiri kursi Diandra dan melihat wajah Diandra yang belum habis rasa terkejutnya "Maaf gw ga mau" jawab Diandra menolak dingin "Ikutin saja acara ini, lagian ini hanya game jangan pernah mengacaukan suasana pesta yang sudah disiapkan jauh jauh hari" bisik Alfian tidak kalah dingin


Tampak wajah Diandra menyiratkan penolakan, akhirnya dengan sangat terpaksa dia langsung berdiri, Alfian langsung mengambil tangan Diandra untuk dia gandeng, Diandra langsung terkejut begitu melihat tangannya langsung digandeng erat oleh Alfian, dia berusaha melepaskan diri namun Alfian terlalu erat untuk memegangnya seorang takut Diandra kabur "Diam dan menurut lah" bisik Alfian ditelinga Diandra, membuat bulu kuduk Diandra langsung merinding "Kamu wangi" bisik Alfian sambil tersenyum sensual, Diandra langsung menoleh menatap Alfian dengan pandangan kesal, namun tatapan intimidasi nya langsung membuat Diandra terdiam


Mereka melangkah ke atas panggung seperti dua kekasih yang sedang dimabuk, kasmaran sementara Sandra yang melihat itu langsung geram hatinya, namun dia bisa apa karena tidak mungkin dia mengacaukan rencana pesta malah yang akan mempermalukan dirinya


"Sandra itu bukannya Diandra?" tanya Amel


"Iya, wanita culun itu muncul tiba tiba, harusnya aku sudah mengenalnya waktu itu tapi gw yang bodoh"


Amel memandang Sandra dengan pandangan tidak mengerti


"Maksud elo?"


Sandra mendesah nafas kasar, Tonny yang mendengar itu langsung tersenyum, dia berpikir saat ini dia punya informasi untuk dia berikan kepada sahabatnya Alfian itu dan dia merasa beruntung bisa menjadi sahabat yang bermanfaat


Sementara di atas panggung sudah terdapat beberapa peserta, termasuk Diandra dan Alfian, pembawa acara langsung memulai acara


"Coba perkenalkan diri kalian terlebih dahulu berikut pasangan yang ada disebelah kalian" kata pembawa acara itu langsung memberikan mic nya kepada salah satu peserta, hingga tiba giliran Alfian dan Diandra


"Hai nama gw Alfian" kata Alfian, yang langsung membuat satu ball room pada heboh dan ramai, karena tidak ada yang tidak tahu siapa Alfian duluan, siswa pintar, ganteng, kaya, dengan sikapnya yang cuek dan dingin kadang suka mengintimidasi dan menjadi primadona gadis gadis pada saat itu, semuanya pada berharap ingin menjadi pasangannya, belum lagi dengan ketiga sahabatnya Andrew, Tonny dan Donny


Mereka dijadikan most wanted sekolah yang digilai para gadis di sekolah, dan malam ini banyak yang kasak kusuk mengenai Alfian dengan pasangannya, apalagi saat ini Alfian menggandeng gadis yang berbeda,dan mereka bertanya tanya siapa gadis yang digandeng sama alfian itu dan apakah mereka adalah sepasang kekasih, karena gadis yang digandengnya itu sangat cantik sekali


Setelah Alfian memperkenalkan namanya kini tiba giliran Diandra yang diberikan mic oleh si pembawa acara "Nama gw Diandra" kata Diandra singkat, sontak seluruh tamu yang hadir langsung pada heboh, karena mengingat kisah tentang pembullyan di sekolah mereka yang mengakibatkan dia harus keluar dari sekolah dan si pembully sedang duduk mengamati mereka berdua dalam keadaan marah sekaligus kesal


"Hubungan kalian berdua apa, dulunya?" tanya pembawa acara itu, sebelum Diandra sempat menjawab tiba tiba Alfian langsung mengambil pengeras suara dari pembawa acara itu lalu berkata


"Begini, sebenarnya dia adalah kekasih saya yang hilang karena sesuatu hal, sehingga saya harus mencari kesana kemari,hingga saya menemukannya kembali,dan satu lagi sebagai pemberitahuan kalau saya dan kekasih saya ini akan segera melangsungkan PERNIKAHAN " kata Alfian dengan tenang dan santai


Sementara Diandra langsung terkejut hampir pingsan ketika Alfian mengatakan seperti itu, Diandra menatap Alfian dengan pandangan yang benar benar marah, sementara yang lain termasuk Hera langsung terkejut bahkan hampir tidak percaya lalu dia berbisik kepada Donny "Don...temen elo udah gila ya?" tanya Hera

__ADS_1


"Ga tau iya kali"jawab Donny


Disini ketiga sahabatnya Alfian juga tidak menyangka kalau Alfian bisa berbuat nekat, belum lagi melihat wajah marahnya Sandra


"Kurang ajar, ga tau diri" kata Sandra dengan penuh kemarahan, Sandra berdiri mau melangkah menuju ke arah panggung tapi keburu dicegat oleh Tonny


"Tahan sikap elo!" kata Tonny dengan suara tajam


"Minggir ga!" teriak Sandra dengan wajah marah


"Duduk atau gw panggil security supaya elo diusir ke luar" kata Tonny kali ini tidak main main dengan ucapannya


"Sudahlah Sand, duduklah lagian gag elegan banget sih loe tetiba ngamuk ngamuk didepan panggung" bujuk Amel menyuruhnya untuk duduk kembali


"Gw bakalan bales loe" desis Sandra yang akhirnya terpaksa menuruti perkataan sahabatnya Amel


Sementara di depan panggung Diandra sudah sangat sangat marah namun dia tahan, tangannya sudah mengepal dan rasanya ingin meninju wajah Alfian, sementara Diandra menatap Alfian dengan wajah marahnya beda lagi dengan Alfian dia justru menatap Diandra dengan intens sambil tersenyum miring "Kalau seorang Alfian sudah mengatakan sesuatu, itu sudah tidak dapat ditarik kembali" bisik Alfian pelan di telinga Diandra, berpikir marah bukanlah hal yang tepat akhirnya Diandra memutuskan untuk mengikuti permainan Alfian


"Baiklah tuan Alfian, kita lihat siapa disini yang bakalan mundur" kata Diandra tenang dan Alfian langsung tersenyum mendengar perkataan itu "Ini yang gw suka,kita lihat saja" jawab Alfian masih sambil tersenyum


Pembawa acara itu akhirnya membuat sebuah games dan dalam games itu berisikan apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangannya, dan anehnya Alfian mampu menebak apa yang disukai dan tidak disukai oleh Diandra berbeda dengan Diandra, dia justru tidak tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangannya


yang mengakibatkan kekalahan pada Diandra


"Baik karena Nona Diandra yang kalah bagaimana kalau kita meminta nona Diandra untuk mencium pasangannya Tuan Alfian,setuju tidak?" tanya pembawa acara itu, dan seluruh tamu undangan ikut menyetujui hukuman untuk Diandra


"Apa apaan ini" desis Diandra tidak suka "Mari nona Diandra silahkan lebih dekat lagi sama tuan Alfian" kata si pembawa acara


sambil menggandeng tangan Diandra untuk lebih dekat dengan Alfian


"Sudah siap Nona Diandra?" tanya pembawa acar


Diandra hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan dari pembawa acara


"Baik kalau sudah siap, mulai dari hitungan ke tiga ya langsung segera mencium tuan Alfian" kata si pembawa acara


Pembawa acara mulai menghitung mundur dari hitungan ketiga, sebenarnya saat itu wajah Diandra sudah merah menahan malu dan marah namun dia harus menahannya, dan dalam hati dia menyesali kenapa harus mengiyakan keinginan Hera untuk menemaninya ke pesta terkutuk ini


"Oke nona Diandra silahkan mencium tuan Alfian!" teriak si pembawa acaranya


Sambil berjinjit dan memejamkan mata dia mencium tuan Alfian yang sebenarnya harusnya di pipi, tapi Alfian langsung menoleh dengan sengaja dan ciumannya mendarat di bibir Diandra, bahkan Alfian tidak melepaskannya sama sekali malah semakin memperkuat dan memperdalam ciumannya, hingga terjadilah ciuman panas diatas panggung, Diandra langsung terkejut dan membelalakkan matanya begitu mendapat serangan ciuman tidak terduga dari Alfian

__ADS_1


Sekilas ciuman yang pernah Alfian lakukan di sekolah terulang lagi seperti kilasan film yang diputar ulang, Diandra langsung memukul mukul punggung Alfian karena dia sudah kehabisan nafas, dan si pembawa acara juga dari tadi menyuruhnya untuk berhenti belum lagi keriuhan para penonton, akhirnya Alfian menghentikan aksinya, Diandra langsung menjauhi Alfian dan berlari meninggalkan panggung sambil menangis


__ADS_2