Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 51


__ADS_3

Sementara itu di kamarnya Diandra, Diandra mondar mandir di kamarnya tampak dia sedang menggerutu "Memangnya dia pikir dirinya siapa" kata Diandra bergumam kesal seorang diri, berkali kali dia memeriksa handphonenya, melihat apakah Alfian akan menelpon atau tidak, namun tidak ada telpon dari Alfian, hingga akhirnya dia mengirimkan pesan kepada Alfian lewat aplikasi pesan


"Aku mau tidur jangan ganggu"


begitulah isi pesan Diandra, belum ada jawaban sementara jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Diandra sudah sangat mengantuk sekali, Alfian langsung melihat handphone begitu ada nada bunyi, melihat pesan yang dikirim oleh Diandra tiba tiba dia langsung menepuk jidatnya


"Ada apa elo?" tanya Andrew melihat Alfian yang tiba tiba menepuk jidatnya sendiri


"Bentar gw lupa telpon calon isteri gw" kata Alfian sambil memencet tombol handphonenya, dan dia langsung menggunakan video call untuk menelpon Diandra


Bunyi dering telpon tidak diangkat oleh Diandra


"Sudah tidur kali" ujar Tonny sahabatnya


"Dia ga boleh tidur sebelum aku telpon dia" kata Alfian masih mencoba menghubungi Diandra


Hingga akhirnya telponnya diangkat oleh Diandra, dengan mata yang setengah mengantuk Diandra memencet tombol biru untuk video call, disitu ada wajah Alfian yang sedang tersenyum sambil berkata


"Maaf ya.. sudah bangunin kamu"


"Ada apa..ganggu aku tidur" ketus Diandra dengan wajah cemberutnya


"Pengen lihat kamu saja"


"Sekarang sudah lihat kan?"


"Belom puas "


"CK..Alfian aku ngantuk, mau tidur"


"Ya sudah kamu tidur saja tapi jangan matikan video call kamu"


"Gak mau, memangnya aku apaan tidur ditonton"


"Ya sudah kamu tidur aja, tapi sambil ngobrol"


"Gimana caranya Alfian?" tanya Diandra kesal


"Pokoknya aku ingin lihat wajah kamu" Rajuk Alfian


Kesal Diandra mematikan handphonenya, dia tidak perduli dengan teriakan protes dari Alfian di seberang sana, dan kembali dia melanjutkan tidurnya, dan dia juga tidak perduli hukuman apa yang akan diterima olehnya besok pagi


Alfian sendiri langsung cemberut begitu panggilan handphonenya dimatikan oleh Diandra


"Loe kenapa?" tanya Tonny


"Video call gw dimatiin sama calon isteri gw" gerutu Alfian


Semua yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak


"Kenapa kalian malah tertawa?" tanya Alfian jengkel


"Iyalah elo lucu, ini sudah jam berapa, pasti waktu dia buat istirahat" jawab Tonny masih tertawa


"Kok loe tahu kalau ini waktunya dia beristirahat?" tanya Alfian menyelidik


"Iyalah gadis seperti Diandra sudah pasti tidurnya teratur, gag kaya cewek cewek yang elo kencani tiap hari" jawab Tonny masih dengan tawanya


Alfian menatap Tonny masih dengan pandangan menyelidiki

__ADS_1


"Elo suka sama calon isteri gw ya?" tanya Alfian lagi


Tonny yang mendengar Alfian curiga padanya langsung menepuk jidatnya


"Astaga Alfian, otak elo kemana sih gw ga mungkin lah suka sama calon isteri sahabat gw sendiri" kata Tonny tidak terima dituduh menyukai Diandra


"Awas aja loe kalau elo tiba tiba bilang suka sama Diandra, gw ga akan tinggal diam" ancam Alfian


Mendengar ancaman dari Alfian, Tonny tidak menanggapinya karena dia tahu percuma saja berdebat dengan Alfian karena sudah pasti tidak akan menang, jadi lebih baik dia mengalah saja


"Kita belum pesan minuman, pesan minuman yuk" kata Andrew tiba tiba


"Gak..gw mau pulang, karena gw ada urusan" ujar Alfian yang langsung berdiri


"Loe mau kemana?!" teriak Tonny, begitu melihat Alfian berdiri dan berjalan menuju ke pintu


"Pulang, gw pengen pulang ke rumah calon isteri gw dulu" jawab Alfian sekenanya


"Orang tuanya sudah tidur kali, ga sopan loe bangunin yang lagi pada tidur" kata Tonny sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya yang sedang menjadi budak cinta


Tidak memperdulikan kata kata Tonny, Alfian melangkahkan kakinya keluar, karena dia memutuskan untuk ke rumah Diandra terlebih dahulu, Alfian menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena dia ingin segera sampai ke rumah Diandra, ketika dia sampai rumah Diandra sudah terlihat gelap di dalamnya hanya lampu teras yang masih menyala


Alfian melihat kiri kanan sambil tampak berpikir memutuskan untuk turun atau tetap tinggal sampai besok pagi


Akhirnya dia memutuskan untuk mendatanginya besok pagi pagi sekali, karena dia tidak mau membangunkan orang tuanya Diandra dan itu juga santtidak sopan bertamu malam malam, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke apartemennya beristirahat sebentar disana, sambil memikirkan rencana besok untuk menganggu Diandra, sesampainya dia di apartemen Alfian langsung memasang alarm dan segera merebahkan diri untuk tidur tanpa berganti pakaian dulu,hingga matanya terpejam


Pagi pagi sekali Alfian sudah berada didepan rumah Diandra, dan tak lama kemudian bundanya Diandra keluar untuk menyapu halaman, dia tampak terkejut melihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnya, dengan penuh rasa penasaran dia mendekati mobil tersebut, dilihat Alfian sedang tidur didalam mobil ya, bundanya Diandra langsung kaget begitu melihat siapa yang ada didalam, dan dia langsung mengetuk pintu mobil, Alfian yang merasa tidurnya terganggu karena ketukan pintu mobilnya dan langsung membuka pintu kaca mobilnya


"Nak Alfian sejak kapan disini?" tanya bunda sambil memegang sapu lidi


"Dari subuh Tante" kata Alfian sambil menguap


Alfian yang diundang masuk ke dalam rumah langsung segera membuka pintu mobilnya


"Kamu kenapa tidak langsung mengetuk pintu dan memanggil kami?" tanya bunda Diandra sambil menggiring Alfian untuk masuk ke dalam rumah


"Maaf Tante,saya tidak mau membangunkan orang rumah" jawab Alfian sambil menguap


Bunda Diandra langsung menunjukkan kamar tamu, untuk Alfian beristirahat


"Tidurlah dulu disini, nanti kalau sudah agak terang biar Diandra bangunkan" kata bundanya sambil tersenyum


"Terima kasih Tante, maaf sudah merepotkan" jawab Alfian


Bundanya Diandra langsung menutup pintu kamar tamu, membiarkan Alfian beristirahat dulu, sementara itu Alfian langsung merebahkan dirinya di tempat tidur, badannya terasa pegal karena sejak jam empat pagi dia sudah berada di rumah Diandra menunggu sampai mentari sudah terbit, namun sebelum mentari terbit bundanya Diandra sudah keluar dan menemukan dirinya di dalam mobil yang sedang tertidur dan sekarang disinilah dia berada


Selagi Alfian beristirahat di kamar tamu, Diandra tidak tahu kalau Alfian ada di rumah ini dan sedang beristirahat di kamar tamu, dia keluar dari kamar pergi menuju dapur dan menyiapkan sarapan pagi buat keluarganya kali ini adalah tugasnya menyiapkan sarapan pagi untuk anggota keluarganya, selagi dia sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi, bundanya datang menemui dirinya "Pagi bunda" sapa Diandra sambil tersenyum "Pagi, Diandra tambah kan untuk satu orang lagi ya " ujar bundanya


"Memang untuk siapa bunda?" tanya Diandra ingin tahu "Nanti kamu juga tahu" jawab Bundanya sambil tersenyum misterius


Diandra tidak lagi bertanya tanya, dia langsung menyiapkan porsi sarapan satu lagi atas permintaan bundanya, sarapannya hanya berupa nasi kuning beserta irisan telor serta sambal dan bawang goreng dan jus jeruk satu teko, setelah itu Diandra membawanya ke meja makan, bundanya membantu menata piring dan gelas


"Memang siapa yang bertamu pagi pagi ini bund?" tanya Diandra lagi sewaktu sedang menyiapkan piring piring dan gelas untuk disiapkan di meja makan


"Anak ini, nanti kamu juga akan tahu, sekarang sana siap siap" jawab ibunya yang malah menyuruh Diandra untuk segera bersiap siap


Diandra tanpa banyak cakap lagi langsung menuju kamar, untuk bersiap siap berangkat kerja dan dia berharap jika hari ini Alfian tidak mengganggunya seperti kemarin, karena pasti banyak pekerjaan yang menumpuk di ruang kerjanya belum lagi akan pertanyaan para staff di kantornya


Diandra menuju kamar mandi untuk pergi membersihkan tubuhnya dan kemudian mengganti pakaian rumah dengan pakaian kantor, hari ini dia menggunakan rok selutut dengan kemeja setengah lengan dengan warna sepadan yaitu warna coklat muda

__ADS_1


Selagi Diandra sedang bersiap siap di kamarku, Alfian langsung keluar menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, bundanya juga sudah menyiapkan handuk yang bersih untuknya, setelah itu dia kembali masuk ke kamar tamu menggunakan baju yang semalam, nanti dia akan mengganti pakaiannya di kantor saja begitu pikirnya, Donny dia kirim pesan untuk mampir ke apartemennya mengambil pakaian gantinya untuk di bawa ke kantornya


Donny yang dikirim pesan itu langsung segera berbelok menuju ke apartemen Alfian, disana dengan menggunakan kunci cadangan yang diberikan oleh Alfian dia langsung segera masuk untuk mengambil pakaian satu setel dengan jas dan dasinya dengan segera, kemudian dia langsung kembali ke kantor dengan barang yang diminta oleh Alfian


Setelah dirasa cukup rapi Diandra keluar dari kamar untuk ikut sarapan pagi bersama dengan keluarganya, namun alangkah terkejutnya begitu dia keluar kamar sudah tampak Alfian sedang duduk di meja makan sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya, Alfian langsung menatap Diandra dan dia seperti melihat seorang Dewi yang turun dari atas langit


"Cantik" gumamnya pelan


sementara Diandra sendiri masih termangu di tempatnya dengan pikiran yang berkecamuk


"Diandra duduklah disebelah Alfian" kata bundanya sambil menyuruhnya untuk duduk, Diandra berjalan lambat lambat menuju ke meja makan dan kemudian duduk di sebelah Alfian dengan diam


"Selamat pagi Diandra" kata Alfian sambil tersenyum


"Pagi " jawab Diandra acuh


"Ayok kita mulai sarapannya" kata ayahnya yang langsung mengambil piring dan meminta isterinya untuk menyendok kan nasi ke piringnya, dan mereka pun mulai sarapan dengan diam, setelah selesai sarapan mereka langsung pamit menuju ke kantor


Didalam mobil Diandra tidak banyak bicara "Kamu tidak ingin bertanya apapun gitu?" tanya Alfian sambil menoleh sebentar ke arah Diandra


"Apa yang harus aku tanyakan?" tanya Diandra sedikit acuh, walaupun hatinya tergelitik untuk bertanya namun dia gengsi untuk menanyakan mengapa Alfian bisa ada di rumahnya


"Kamu tau gak, aku tadi malam ga pulang loh" kata Alfian berbohong


"Terus hubungan dengan aku apa ya?" tanya Diandra


"Itu karena kamu tidak mau temani aku untuk video call semalaman"


Tiba tiba disitu Diandra agak sedikit kesal mengatakan jika dirinya tidak mau menemani dia


"Dengar ya Tuan Alfian yang terhormat saya ini karyawan anda, dan saya harus istirahat cepat biar saya bisa bekerja tidak seperti anda pemilik dari perusahaan tempat saya bekerja " kata Diandra dengan suara sewot


"Tapi kamu nanti akan menjadi isteri dari pemilik perusahaan tempat dimana kamu bekerja " kata Alfian tidak mau kalah sambil tertawa


Diandra langsung terdiam mendengar Alfian berkata seperti itu


"Kamu tau gak aku ditemukan bundamu loh tidur di dalam mobil, kamu ga kasian apa sama aku Di?" tanya Alfian dengan suara sedih yang dibuat buat


"Siapa yang suruh?" tanya Diandra dengan datar


"Kamu yang bikin aku seperti ini, bikin aku terus rindu berat sama kamu" goda Alfian sambil tersenyum


Diandra langsung memerah pipinya seperti tomat, Alfian langsung melirik wajah Diandra yang merah tersenyum simpul, calon isterinya ini sangat mudah tersipu malu hingga dia ingin menggodanya lagi


namun sayangnya kantornya sudah dekat "Alfian turunkan aku disini saja" kata Diandra meminta Alfian menurunkan dirinya agak jauh dari kantornya


Alfian tidak menggubrisnya, dia tetap melajukan mobilnya ke arah kantornya dan masuk ke dalam parkir bassement, Alfian tidak juga memperdulikan tatapan kesal dari Diandra


"Kamu kenapa sih?" tanya Diandra dengan pandangan kesal ke arah Alfian


"Tidak kenapa kenapa" jawab Alfian


Alfian membuka pintu mobilnya dan kemudian membuka pintu Diandra


"Ayo turun " kata Alfian


Diandra menurut lalu tangannya langsung digenggam oleh Alfian


"Kalau kamu mau ke ruangan kamu tunggu aku" kata Alfian sambil berkata dengan penuh misterius,karena dia akan memberikan kejutan untuk Diandra

__ADS_1


Diandra hanya diam saja sambil menunggu lift bassement terbuka


__ADS_2