
Sandra yang mendengar itu langsung naik pitam kepada papahnya, dia langsung berlari mengejar papahnya, untuk tetap mempertahankan pendapatnya, di ruang tamu Sandra mencegat papahnya dan kini mereka berdua berdiri berhadapan
"Bagaimana kalau Sandra tidak mau?" tanya Sandra sambil menatap tajam papahnya
"Kamu harus mau, kalau tidak papah tidak akan mengakui kamu sebagai anak papah lagi dan jangan pernah berharap kamu mendapatkan apa apa dari papah" jawab Tuan Hartawan tegas menatap tajam kepada anaknya Sandra
Sandra yang mendengar itu langsung terkejut, dia benar benar kaget mendengar papahnya berkata seperti itu terhadap dirinya
"Papah kenapa papah memaksakan kehendak papah terhadap Sandra, Sandra tidak mau menikah dengan Alex, Sandra hanya mau menikah dengan Alfian pah" ucap Sandra bersikeras terhadap papahnya Tuan Hartawan
"Tidak ada sanggahan Sandra, suka tidak suka kamu akan menikah dengan Alex dalam waktu dekat ini" ucap Tuan Hartawan yang masih tetap kukuh dengan pendiriannya
"Aku tidak mau menikah dengan Alex pah, tidak mau pah Sandra tidak mau!" teriak Sandra kepada Tuan Hartawan, mendengar Sandra yang berteriak di ruang tamu, Nyonya Hartawan langsung mendatangi mereka berdua yang terdengar ribut ribut sampai ke ruang makan
"Ada apa ini?" tanya Nyonya Hartawan kepada Sandra sambil menatap tajam ke arah suaminya
"Kamu tanyakan saja ke anakmu itu" ucap Tuan Hartawan kepada isterinya dan langsung berlalu pergi dari hadapan mereka berdua
Sandra langsung mendekati mamahnya lalu dia berkata dengan penuh permohonan
"Mah tolong bujuk papa, aku tidak mau menikah dengan Alex l, aku hanya mau menikah dengan Alfian apalagi Alfian sudah mau menikah dengan aku mah" ucap Sandra dengan wajah yang memelas, memohon kepada mamahnya untuk mau membujuk papahnya agar berubah pikiran
__ADS_1
Nyonya Hartawan menghela nafas panjang, lalu kemudian dia langsung membelai rambut anaknya dan menatap dengan penuh penyesalan
"Maafkan mamah, kali ini mamah setuju dengan papah kamu lebih baik kamu menikah dengan Alex daripada dengan Alfian" ucap Nyonya Hartawan pelan kepada Sandra
Sandra yang mendengar akan hal itu langsung menatap marah kepada mamahnya
"Mamah jahat, Sandra pikir mamah ada di pihak Sandra tapi ternyata mama sama saja dengan papah, aku benci sama mamah!" teriak Sandra dengan penuh kemarahan lalu dengan rasa kecewa dan amarah Sandra berlalu dari situ sambil menghentakkan kakinya menuju ke kamarnya
Didalam kamarnya dia membanting semua barang barang yang ada di dekatnya, semuanya menjadi pelampiasan kekecewaan Sandra kepada kedua orangtuanya, hingga tidak ada satupun barang yang selamat dari amukannya
Mendengar suara ribut ribut di dalam kamar, Nyonya Hartawan langsung mendatangi kamar Sandra, dia membuka pintu kamar Sandra karena Sandra tidak menjawab panggilan dari dirinya dari luar, begitu melihat kamar anaknya seperti kapal pecah, Nyonya Hartawan hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang
Dengan perlahan dia masuk ke dalam kamar anaknya, khawatir ada pecahan kaca yang akan menusuk di kakinya Nyonya Hartawan berjalan dengan berjingkat untuk mendekati Sandra
"Lepaskan aku mah !" teriak Sandra dengan nada marah dan suara yang keras, namun Nyonya Hartawan tidak menggubrisnya, dia tetap terus menahan tangan anaknya
"Hentikan Sandra, kamu dapat melukai dirimu sendiri" ucap Nyonya Hartawan memperingatkan Sandra
"Aku tidak perduli, toh kalian tidak perduli sama aku, kalian hanya memperdulikan diri kalian sendiri" kata Sandra tidak mau kalah
"Siapa yang bilang seperti itu, dari dulu kamu perduli sama kamu, mama sering menasehati kamu untuk tetap menjaga jarak sama Alfian tapi kamu yang memaksa untuk tetap dengan Alfian meski dia tidak mencintai kamu" ucap Nyonya Hartawan dengan nada tegas dan tajam
__ADS_1
"Tapi sekarang Alfian sudah berubah mah, dia berubah pikiran, dia ingin menikahi Sandra dalam waktu dekat ini, dan dia bilang jika dirinya sangat menyesal telah menyia nyiakan Sandra" ucap Sandra kali ini dengan suara yang penuh dengan keyakinan
Nyonya Hartawan langsung terdiam mendengar penjelasan anaknya, dia berpikir ada sesuatu yang janggal mengapa seseorang bisa berubah seratus delapan puluh derajat yang tadinya tidak mencintai anaknya kini menjadi mencintai anaknya bahkan ingin menikahinya
"Mah percayalah sama Sandra, Sandra itu tahu Alfian tidak akan bicara seperti itu kalau dia benar benar belum pasti" ucap Sandra mencoba memberi penjelasan kepada Nyonya Hartawan
Nyonya Hartawan menatap anaknya yang semata wayang dengan tatapan sedihnya, karena dia tidak menyangka jika anaknya sudah menjadi budak cinta oleh perasaannya sendiri sehingga akal pikirannya tidak digunakan
"Mamah masih belum bisa memutuskan apa apa, karena ini terlalu cepat untuk kamu berdua, setelah semuanya terjadi bahkan kamu tahu dan mendengar sendiri jika Alfian sudah memilih seorang gadis lain untuk dijadikan isterinya, bahkan sudah diumumkan lewat media lalu kenapa tiba tiba dia berubah pikiran " kata Nyonya Hartawan dengan nada sedikit curiga
Sandra yang mendengar itu hanya terdiam, tidak berkata apa apa karena dia tahu itu semua karena ulahnya yang merencanakan penculikan terhadap Diandra, agar dia bisa mendekati Alfian bahkan syukur syukur Alfian mau menikahi dirinya
"Entah kenapa mama merasa tidak yakin" ucap Nyonya Hartawan dengan rasa tidak yakinnya yang dia tunjukkan langsung di depan anaknya yang semata wayang itu
"Mah, percayalah sama Sandra, tidak ada yang aneh aneh kok lagian Alfian dan aku saling mengenal cukup lama, Alfian mungkin menyadari jika cintanya dia itu hanya untuk Sandra dan pilihannya itu adalah salah, apanya yang harus dibikin curiga sih?" tanya Sandra balik ke mamahnya
"Mama belum bisa ambil keputusan dalam hal ini, nanti saja" ucap Nyonya Hartawan tidak menjawab pertanyaan dari Sandra
"Mah, percayalah sama Sandra kalau Alfian benar benar mencintai Sandra dan tidak ada yang lain selain itu, bahkan mamahnya Alfian juga sudah menyetujui rencana pernikahan kita berdua" kata Sandra masih bersikeras untuk bisa meyakinkan mamahnya
Nyonya Hartawan hanya bisa terdiam lalu bangun dari duduknya, tidak menjawab apalagi menggubris perkataan anaknya Sandra, kali ini Nyonya Hartawan tidak sependapat dengan Sandra anaknya bahkan dirinya merasa berat untuk menyetujui anaknya dengan Alfian
__ADS_1
Sepeninggal Nyonya Hartawan, Sandra langsung berpikir keras bagaimana caranya agar rencana pernikahan dirinya dengan Alfian disetujui oleh kedua orangtuanya dan bagaimana dia bisa meyakinkan kedua orangtuanya agar mau menerima Alfian sebagai calon menantunya, hingga dia menemukan jawabannya yaitu Alex, dia harus bisa membuat Alex untuk tidak jadi menikahi dirinya
Sandra langsung menyambar tasnya dan kunci mobilnya, lalu dengan cepat dia langsung keluar dari kamar, namun sebelumnya dia harus berhati hati agar kedua orangtuanya tidak mengetahui kalau dirinya pergi lagi menemui Alex, sambil berjalan mengendap-endap Sandra menuju ke ruang depan dan membuka kunci pintu depan secara perlahan, terlihat lega mobilnya masih terparkir di halaman depan, lalu dengan hati hati dia menutup pintu depan dan kemudian dengan terburu buru menuju ke mobil sedannya, dan langsung menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan sedang dia membawa laju mobilnya ke luar dari rumah mewah itu menuju ke kantornya Alex yang dia yakini Alex masih berada di kantor saat ini