
"Sudahlah mau diapain lagi, lagian juga Alex juga sudah bersedia membantu kita kok" ucap Alfian dengan nada lelahnya
"Oh iya rencana selanjutnya bagaimana?" tanya Donny kepada Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
"Kita akan ikutin apa yang menjadi keinginan dia terlebih dahulu" jawab Alfian dengan nada datarnya, Donny hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Alfian
Sementara itu di rumahnya Sandra, begitu Sandra sudah masuk ke dalam rumah tampak papahnya Sandra Tuan Hartawan sudah menunggu dia di ruang tamu, tampak disana sudah ada Alex yang sedang sibuk berbincang dengan Tuan Hartawan
"Darimana saja kamu?" tanya Tuan Hartawan menatap anaknya dengan tatapan tajamnya, menatap Sandra dengan perasaan jengkel karena seharian ini Sandra pergi tanpa pamit
"Dari luar pah" jawab Sandra acuh tidak acuh
"Apa kamu tidak tahu kalau Alex akan datang ke mari?" tanya Tuan Hartawan masih menatap tajam anaknya
"Mana saya tahu pah, lagian kan dia datang untuk bertemu dengan papah bukan bertemu dengan Sandra" ucap Sandra dengan nada malas, menatap dua pria itu dengan tatapan malasnya
"Kamu ini dikasih tahu malah membantah melulu, mau jadi apa kamu?" tanya Tuan Hartawan dengan nada kesalnya kepada Sandra
Sandra hanya mengangkat bahunya acuh tidak acuh, bahkan dia hanya diam tidak menjawab ucapan Tuan Hartawan
"Pah Sandra capek, Sandra mau ke kamar dulu" ucap Sandra melangkah pergi, namun baru beberapa langkah tiba tiba Tuan Hartawan memanggil Sandra
"Siapa yang suruh kamu pergi ke kamar?" tanya Tuan Hartawan kepada Sandra
"Saya yang minta ijin sama papah kalau saya mau masuk kamar buat istirahat" jawab Sandra agak kesal dengan papahnya
"Papah tidak mengijinkan kamu untuk masuk kamar terlebih dahulu, temani Alex di sini, papah mau ke belakang sebentar" ucap Tuan Hartawan dengan nada memerintah kepada Sandra
Sandra langsung berbalik dan kemudian memandang papahnya Tuan Hartawan dengan tatapan kesal lalu berganti memandangi Alex dengan tatapan malas
"Please pah, Sandra capek kenapa sih papah selalu memaksakan keinginan papah sama Sandra" protes Sandra menatap Tuan Hartawan
Tuan Hartawan menatap Sandra anaknya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, melihat suasana yang mulai tidak enak tiba tiba Alex langsung berkata
"Begini saja biar saja saya yang pamit pergi, mengingat saya juga banyak kerjaan kantor juga" kata Alex yang langsung berdiri dari tempat duduknya
"Dari tadi kek" ucap Sandra dengan nada mencibir
"Sandra jaga ucapan kamu itu!" bentak Tuan Hartawan kepada anaknya Sandra
"Ingat dia adalah calon suami kamu, dan kamu harus patuh terhadap dia" kata Tuan Hartawan memperingatkan Sandra kalau Alex adalah calon suaminya
"Tapi pah...Sandra sudah bilang Sandra hanya mau dengan Alfian tidak mau dengan yang lain" protes Sandra kesal melihat sikap keras kepala papahnya ini
" Jangan sebut nama anak itu lagi, papa tidak suka mendengar nama anak itu di telinga papa, paham kamu" ujar Tuan Hartawan dengan nada yang lumayan tegas
"Terserah papah, pokoknya Sandra hanya mau menikah dengan Alfian tidak ada yang lain" ujar Sandra dengan nada yang tidak mau kalah
dia langsung berjalan meninggalkan Tuan Hartawan bersama dengan Alex di ruang tamu, tidak perduli dengan teriakan Tuan Hartawan yang menyuruhnya untuk kembali, Sandra pura pura tidak mendengar teriakan dari Tuan Hartawan, dia berjalan terus menuju ke kamarnya dan langsung membanting pintu kamar dengan keras, meluapkan semua kekesalan hatinya
"Dasar brengsek!" teriak Sandra dengan penuh marah dan kesal, namun dia hanya bisa menumpahkan semua kekesalan dan kemarahannya dengan cara kembali melemparkan semua barang barang miliknya, hingga dia puas lalu menghempas tubuhnya ke tempat tidur, matanya menatap nyalang tembok kamar seakan akan meminta jawaban atas pertanyaan yang tidak ada jawabannya
"Maafkan kelakuan anak saya nak Alex" ucap Tuan Hartawan kepada Alex dengan perasaan tidak enak
"Justru saya yang merasa tidak enak karena mungkin membuat anak Tuan menjadi tidak nyaman kepada saya" balas Alfian dengan nada dibuat sesedih mungkin
__ADS_1
"Oh tidak, justru Kamilah yang salah mendidikan anak itu, karena sudah sedari kecil keinginan dia harus dituruti" ujar Tuan Hartawan kepada Alex
Alex yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, namun dia tidak berkata apa apa
"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang, oh iya satu lagi saya cuman ingin minta tolong agar pernikahan kami bisa segera dilaksanakan" ujar Alex dengan nada serius
"Oh iya pastinya, tenang saja Tuan kami akan segera melaksanakan pernikahan kalian" ucap Tuan Hartawan kepada Alex
"Masalah kapan waktunya kalian saja yang memutuskan, saya hanya tinggal mengikutinya saja" ucap Alex dengan nada serius
"Baik, kami pasti akan mencari hari baik, nanti kami akan memberi tahukan kepada anda Tuan" jawab Tuan Hartawan dengan sangat cepat
Alex langsung menganggukkan kepala, dan kemudian segera pergi dari rumah Sandra dengan diantar keluar oleh Tuan Hartawan
Alex menuju ke mobilnya dan segera menelpon Bryan yang ada di kantornya
"Ada apa Tuan?" tanya Bryan dari arah seberang
"Tolong anak buahmu untuk mencari tahu letak keberadaan John saat ini dan awasi dia jangan sampai dia lolos , informasi yang aku terima dia sekarang lagi mengintai rumah tunangan Alfian, kirimkan anak buah kamu kesana nanti alamat akan aku tanyakan kepada Alfian"perintah Alex dengan tegas
"Baik Tuan akan segera saya laksanakan " kata Bryan dengan cepat
Alex langsung menutup handphonenya, mengirimkan pesan ke Alfian untuk menanyakan alamat rumah Diandra karena dia akan bermaksud membawa orang orang untuk mengintai si pelaku penculikan yang bernama John setelah mengirimkan pesan kepada Alfian Alex langsung menyalakan mobilnya, mobil itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Sandra
Di kantor Alfian yang sedang sibuk bekerja dengan Donny, mendapatkan kiriman pesan dari Alex, dia dengan segera membaca isi pesan dari Alex, lalu Alfian dengan cepat mengirimkan alamat rumah Diandra ke Bryan asisten pribadinya Alex
"Ada apa?" tanya Donny ingin tahu
"Alex meminta gw alamat rumah Diandra" jawab Alfian
"Dia akan mengirimkan orang orangnya kesana, untuk membantu mengawasi si pelaku penculikan Diandra" jawab Alfian dengan wajah yang serius
"Tapi tujuannya apa?" tanya Donny dengan cepat
Alfian hanya mengangkat bahu dan kembali melanjutkan pekerjaannya, mereka berdua bekerja hingga sore menjelang
"Lo ga mau pulang?" tanya Alfian yang sudah beberes
Donny melirik jam tangan mahalnya lalu dia juga langsung ikut beberes dan setelah itu mereka keluar bersama dari ruang kantor Alfian
Berpapasan dengan Irma yang juga sudah bersiap siap hendak pulang, Alfian langsung menghampiri Irma dan kemudian berkata kepada Irma
"Irma lain kali kalau Sandra masuk biarkan saja, tidak apa apa"
Irma yang mendengar itu langsung terkejut, tidak seperti biasanya atasannya itu menyuruh gadis yang bernama Sandra ini disuruh masuk tanpa ijin terlebih dahulu
Alfian yang melihat rasa terkejutnya Irma, langsung tersenyum
"Tenang aja, tidak apa apa kok nanti juga kamu akan tahu sendiri, memang sangat menyebalkan tapi kamu tahu kan Sandra seperti apa orangnya dari dulu selalu bertingkah dia seperti atasan kamu saja" ucap Alfian mencoba memberikan penjelasan kepada sekretaris pribadinya itu
"Benar juga sih pak, tapi kalau keinginan bapak seperti itu ya sudah saya jalankan" ucap Irma pada akhirnya
"Baiklah kalau begitu saya balik dulu" kata Alfian
"Siap pak, hati hati di jalan" ucap Irma dengan nada sopan kepada atasannya itu
__ADS_1
Alfian dan Donny langsung segera menuju ke lift yang khusus untuk pemilik perusahaan untuk menuju ke bassement
"Tumben Lo nyuruh Irma untuk membiarkan si nenek lampir itu masuk ke dalam tanpa seijin Lo?" tanya Donny dengan penuh rasa ingin tahu
"Tidak apa apa, gw pengen tahu sampai dimana bentuk kearoganannya dia" kata Alfian dengan nada suara santai
"Hati hati ntr loe yang ada malah suka sama dia" goda Donny kepada Alfian yang langsung dibalas dengan sepakan kaki Alfian ke tulang kering Donny, Donny langsung saja mengaduh kesakitan begitu tulang keringnya ditendang oleh Alfian
"Rasain, makanya mulut jangan julid kayak mulut tetangga" ujar Alfian dengan suara kesalnya
"Tega Lo" gerutu Donny
"Bodo amat" jawab Alfian acuh tak acuh
Pintu lift terbuka dan masuklah mereka menuju ke parkiran bassement
"Gw nanti malam mau ke pub, lo mau ikut ga?" tanya Donny kepada Alfian
"Nanti liat saja, gw kabarin Lo kalau gw mau datang" ucap Alfian sambil menatap layar panel yang ada di lift
"Gw pengen ajak Hera kalau gitu, siapa tahu aja Diandra mau ikut nanti" kata Donny dengan santai
Alfian langsung menoleh ke arah Donny
"Emang Hera mau?" tanya Alfian menatap Donny serius
"Mau ga mau harus mau" jawab Donny seadanya
"Maksud gw emangnya Hera mau membuka hatinya buat Lo" ledek Alfian kepada Donny, dia langsung tertawa terbahak-bahak
Donny mukanya langsung berubah menjadi kesal dengan sahabatnya
"Makanya jangan sok jual mahal, jual murah aja Lo ga laku apa lagi Lo jual mahal" ledek Alfian
"Sialan Lo Al, lihat aja kalo gw bisa menaklukkan hatinya Hera dan bisa sampe nikah elo orang yang pertama ga akan gw undang" kata Donny dengan nada ketus
"Tenang aja masih ada Diandra, lagian ga mungkin juga Lo ga undang gw, secara uang sumbangan gw bisa jauh lebih besar dari yang lainnya" jawab Alfian dengan nada sombongnya
Donny yang mendengar itu rasanya ingin membenturkan kepala Alfian ke pintu lift, tapi kalau terjadi apa apa sama Alfian bisa bisa dia tidak dapat gaji terus malah masuk ke jeruji besi, jadi dia mengurungkan niatnya itu, dan dia hanya bisa mengutuk Alfian dari dalam hatinya, Alfian juga tidak bisa mendengarnya begitu pikirnya
"Lo lagi mengutuk gw ya" tebal Alfian Alfian tiba tiba
Donny yang mendengar itu tiba tiba dia kaget, Alfian bisa tahu kalau hatinya sedang mengutuk dirinya
"Jadi manusia itu jangan kepedean siapa coba yang langi mengutuk Lo, ga ada gunanya yang ada malah tambah bikin dosa" kilah Donny dengan kesal, karena merasa dipergoki oleh Alfian
Alfian yang mendengar nada suara Donny langsung tertawa
"Gitu aja sewot, lagi dapet Lo ye" ledek Alfian lagi, namun tidak digubris oleh Donny, namun jelas jelas wajahnya lagi cemberut namun Alfian tidak memperdulikannya
Pintu lift terbuka, mereka berdua segera keluar dari lift menuju ke parkiran mobil mereka yang kebetulan mobil mereka saling berseberangan
'Gw jalan dulu, nanti gw kabarin kalau mau ke tempatnya Andrew" ujar Alfian kepada Donny sambil membuka pintu mobil
"Iya " jawab Donny pendek
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam mobilnya masing masing dan setelah itu mereka keluar secara beriringan dari bassement dan berpisah jalan di depan pintu keluar kantor, menuju ke rumah mereka masing masing, namun sebelum itu Alfian melambaikan tangannya lewat jendela memberi tanda kalau dia akan berpisah jalan dengan Donny yang dibalas dengan klakson mobil Donny