Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 123


__ADS_3

Setelah pelayan club' itu pergi meninggalkan ruangan Andrew, mereka kembali memulai obrolan mereka


"Kenapa elo bisa curiga kalau itu adalah dia?" tanya Andrew menatap Alfian dengan penuh rasa ingin tahu


"Mungkin hanya karena perasaan gw aja dan gw berharap perasaan gw salah kali ini, tapi ga ada sesuatu yang kebetulan kan?" kata Alfian sambil bertanya balik ke Alfian


"Elo bener sih, cuman moga moga aja salah oh iya kemana aja Lo ga muncul kasih kabar juga ga" kata Andrew sambil bertanya balik ke arah Alfian


"Elo ga tau apa gw dikasih obat tidur sama Sandra" kata Alfian kepada Andrew, Andrew yang mendengar itu langsung kaget


"Loh kok bisa?" tanya Andrew, karena Andrew tidak menyangka kalau Sandra bisa senekat itu


Alfian langsung mengangkat bahunya, dia sudah malas membahas kelakuan Sandra yang baginya sudah sangat menganggu dirinya tapi mau dikata apa lagi, rencana harus dijalankan dan Sandra kali ini harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan


"Bahkan dia berani beraninya datang ke rumah gw, hanya untuk meminta gw jangan ninggalin dia" ucap Alfian kesal


"Sabar, elo kan tahu siapa yang menaruh benih dia yang akan menuainya sendiri " ucap Andrew


"Kapan dia bisa lepas dari gw, ga tau kenapa gw anggap dia itu seperti monster buat gw " kata Alfian bergidik ngeri sendiri


Diandra yang mendengar itu langsung tiba tiba tertawa, Alfian langsung menatap Diandra dengan pandangan bertanya


"Kenapa?" tanya Alfian menatap Diandra dengan pandangan bingung karena tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba tiba Diandra tertawa


"Gag kamu lucu, masa seorang Alfian takut dengan Sandra yang hanya seorang perempuan, katanya kamu jagoan" ledek Diandra kepada Alfian, Andrew yang mendengar Diandra meledek Alfian langsung tertawa keras keras, dia tidak menyangka Diandra berani berkata seperti itu bahkan tanpa ada beban sedikit pun


"Kamu tahu ga, cewek itu kalau sudah terobsesi sesuatu dia akan menjadi sangat mengerikan, apalagi kalau ceweknya kayak Sandra, heran aku orang tuanya ngajarin apa sih ke anaknya" gerutu Alfian dengan nada kesal


"Gag juga sih, mungkin karena itu disebabkan rasa penasaran kali yak" kata Diandra sambil memikirkan sesuatu, karena itu terjadi dengan Hera sahabatnya bagaimana dia bisa sampai mencintai Donny sampai sebegitunya


"Eh iya Donny mana, tumben hari ini dia ga nempel nempel ke elo, biasanya dimana ada elo pasti ada dia juga" kata Andrew menyadari kalau tidak ada Donny di sebelahnya Alfian


"Lagi nganterin gebetannya" jawab Alfian sekenanya


"Siapa?" tanya Andrew penasaran, karena baru kali ini Donny punya gebetan biasanya dia tidak pernah mau repot kalau itu masalah urusan wanita apalagi kalau sudah masalah berurusan perasaan, karena bagi Donny itu masalah yang bikin pusing dan sebisa mungkin dia memilih untuk menghindarinya


"Siapa lagi kalau bukan Hera" jawab Alfian, setelah selesai bicara begitu tiba tiba handphone dari Alfian berdering, begitu Alfian melihat si Donny yang menelponnya dia langsung mengangkatnya


"Ada apa?" tanya Alfian setelah mengangkat telponnya


"Elo dimana?" tanya Donny dari arah seberang


"Biasa di club' sama Andrew dan Diandra, elo mau kesini?" tanya Alfian kepada Donny setelah menjawab pertanyaan dari Donny


"Tunggu gw, gw kesana" ucap Donny, namun sebelum Alfian menjawab, Donny sudah langsung memutuskan sambungan telpon


"Dasar temen ga mutu" gerutu Alfian kesal sambil menatap handphonenya


"Kenapa?" tanya Diandra menatap Alfian dengan pandangan bertanya


"Donny matikan telpon sepihak, baru gw mau ngomong dia udah langsung matiin" jawab Alfian dengan suara sedikit kesal


"Udah nanti juga ketemu, lagian kamu gitu apa apa aja dibuat kesal" jawab Diandra santai kepada Alfian


"Tuh dengerin apa kata Diandra, dikit dikit jangan suka kesal nanti darah tinggi" ledek Andrew kepada Alfian


Alfian langsung melengos mendengar ledekan dari Andrew dengan wajah yang cemberut


"Mending elo telpon Tonny deh, suruh kemari" ucap Alfian masih dengan tampang manyun


"Dibilangin dia lagi sibuk" kata Andrew mengingatkan Alfian


"Yaah kalau sudah tidak sibuk lagi" jawab Alfian enteng, membuat Andrew berdecak kesal, Alfian seperti itu jika sudah ada maunya harus dituruti kalau tidak dia akan meminta ulang terus menerus dan kadang membuat teman temannya suka jengkel dengan sikapnya dia


Namun setelah ada Diandra, Alfian sudah banyak berubah, dia lebih mau mendengar nasihat teman temannya dan lebih mau mengerti, cuman kadang sikapnya itu masih muncul ke permukaan kalau dia lagi kesal dan bete seperti saat sekarang ini


"Ayolah Andrew telpon Tonny" perintah Alfian kepada Andrew


"Kenapa gag elo aja sih yang telpon, kenapa harus gw" gerutu Andrew kesal, namun tidak urung juga dia mau menelpon Tonny


"Ada apa Andre?" tanya Tonny ketika telpon sudah tersambung

__ADS_1


"Elo disuruh big boss buat datang kemari" jawab Andrew asal


"Big boss siapa?" tanya Tonny bingung campur heran


"Siapa lagi kalau bukan Tuan Alfian yang terhormat " jawab Andrew sambil melirik ke arah Alfian, dan yang membuat gondok adalah Alfian langsung tersenyum senang


Tonny langsung diam sebentar belum ada jawaban disitu, hingga Andrew berpikir Tonny memutuskan hubungan handphonenya


"Ton, elo masih disitu kan!?" tanya Andrew sambil teriak


"Ga usah teriak, gw ga budeg iya masih" jawab Tonny kesal karena Andrew berteriak di handphonenya hingga kupingnya terasa pengang


"Kirain hehehe , jadi bagaimana?" tanya Andrew cepat


"Ya udah tunggu gw, selesaikan kerjaan gw dulu nanti gw baru kesana" jawab Tonny


Belum sempat Andrew menjawab tiba tiba handphone Andrew dirampas oleh Alfian, Andrew langsung kaget dan tahu siapa yang merampasnya langsung dia mengumpat dengan kata kata kasar kepada Alfian namun Alfian tidak perduli itu


"Buruan gag pake lama" ucap Alfian di handphonenya Andrew kepada Tonny


"Ini siapa sih?" tanya Tonny heran, karena suaranya tiba tiba berganti


"Gw Alfian" jawab Alfian dengan sombong


"Elo gw pikir siapa, iye tunggu sebentar sabar, orang sabar disayang emak" jawab Tonny dengan enteng


"Bawel" kata Alfian dengan nada datar


"Biarin, sudah ah gw kerja dulu nanti ga selesai selesai nih kalau elo ajak gw ngobrol terus" kata Tonny, yang langsung dimatikan handphonenya sebelum Alfian bicara


"Dimatiin lagi" gerutu Alfian, lalu dia melihat Andrew yang tampangnya sudah merasa sangat kesal sekali dengan Alfian yang merebut handphonenya dari tangannya


"Elo tuh Yee, kebiasaan banget rebut handphone orang masak elo ga punya handphone sendiri" kata Andrew dengan nada kesalnya


Diandra juga menatap sebal ke arah Alfian, Diandra berpikir Alfian tidak punya etika jika seperti itu lalu dia langsung menegur Alfian di depan Andrew


"Andrew benar Alfian, kamu itu tidak sopan seperti itu"


"Dengerin tuh apa yang dibilang sama Diandra, gag sopan" ketus Andrew kesal


Belum sempat Andrew berkata, tiba tiba pintu ruangan Andrew yang tertutup terbuka lebar dan semuanya langsung menoleh ke arah pintu itu, Donny yang berdiri didepan pintu langsung masuk dan duduk begitu saja


"Gw minta minum, haus" ucap Donny tanpa memperhatikan yang lainnya dengan pandangan bertanya, Andrew langsung beranjak menuju dispenser yang ada di pojokan ruangan dan mengambil minuman untuk Donny, lalu memberikan ke Donny yang langsung diambil hingga Donny meminum tandas air dingin yang ada di gelasnya


"Bagaimana Hera?" tanya Diandra dengan tidak sabar begitu melihat Donny menaruh gelasnya di atas meja kecil yang ada di hadapannya


"Dia baik baik saja, cuman agak sedikit murung" jawab Donny sambil bersandar di sofa


"Terus ?" tanya Diandra lagi dengan rasa ingin tahu


"Yaah tadi gw pastikan dulu dia meminum obatnya dan langsung tidur setelah dia minum obat" jawab Donny pelan


"syukurlah kalau begitu, nanti pulang aku mau mampir ke tempatnya Hera" kata Diandra kepada Alfian


"Apa sebaiknya nanti saja, dia butuh waktu untuk sendiri dulu" jawab Alfian kepada Diandra dengan nada serius


Diandra terdiam mendengar jawaban dari Alfian, dan sepertinya apa yang dikatakan oleh Alfian ada benarnya juga


"Kalau begitu nanti aku akan coba menelpon dia untuk memastikan kalau dia baik baik saja" ucap Diandra


"Terus elo kenapa kayak orang kehausan gitu?" tanya Alfian heran menatap Donny


"Ya haus aja tiba tiba di tengah jalan" jawab Donny enteng


"Beneran elo cuman tiba tiba haus, apa ga dikejar kejar?" tanya Alfian mencoba memastikan sahabatnya


"Dikejar kejar apa?" tanya Donny heran menatap Alfian


"Dikejar kejar rentenir atau pinjaman online kalau elo sudah nunggak mungkin" jawab Alfian asal


Donny yang mendengar jawaban dari Alfian langsung menganga kaget, dia tidak habis pikir jalan pikiran temannya itu

__ADS_1


"Gila aja kali, gw dikejar kejar pinjaman online apalagi rentenir, daripada gw pinjam mending gw langsung minta sama elo, lagian juga buat apa gw punya boss tajir melinting kalau ga bisa dimanfaatkan" jawab Donny sambil menyindir Alfian


Alfian yang mendengar sindiran dari Donny langsung berasa kesal sendiri


"Enak benar kalo ngomong" jawab Alfian dengan bibir manyun


"Loh gw bener dong, iya gag Di?" tanya Donny mencari pembelaan ke Diandra, dan Diandra mengangguk setuju membela Donny sambil tersenyum


"Gw setuju sama elo Don, gw dukung elo menggunakan azas manfaat ke Alfian nanti kalau sudah susah kita tinggalin gimana?" ledek andrew juga meminta dukungan ke Donny, dia masih kesal dengan Alfian karena handphonenya direbut oleh Alfian


"Wuiddih kalau itu mah parah, gw ga ikutan deh, eh iya ide elo boleh juga sih dipertimbangkan" ujar Donny sambil tertawa lebar


"Elo mungkin mau ikutan Di?" tanya Donny masih sambil tertawa


"Akan gw pikirkan" jawab Diandra sambil ikut tertawa


"Di masak kamu gitu sih samma aku, aku kan calon suami kamu yang setia" kata Alfian sambil cemberut ketika mendengar Diandra ikut ikutan dengan sahabatnya sendiri dan tidak berpihak dengan dirinya


Diandra langsung tersenyum sayang kepada Alfian


"Memangnya aku ada tampang seperti itu yah?" tanya Diandra kepada Alfian sambil menatap Alfian tersenyum


"Gag sih, kamu itu wanita yang paling baik yang aku temui yang mau terima semua kekurangan aku" jawab Alfian sambil tersenyum, hingga yang lain mendengarnya langsung membuat gerakan muntah diam diam


"Gembel" jawab Diandra sambil tertawa


"Beneran loh aku bicara begitu, aku itu beruntung dapetin kamu makanya aku gag mau kehilangan kamu apalagi kamu sampai digondol maling" ucap Alfian serius


"Udah ah apaan sih kamu, malu tau sama temen temen kamu" ucap Diandra tersipu dengan wajah yang memerah


"Kok gw kepikiran Hera ya" ucap Donny sambil menghela nafas panjang


"Elo yakin Hera sudah tidur pas waktu elo tinggalkan?" tanya Diandra yang juga ikut ikutan cemas dan khawatir ketika Donny bicara seperti itu


Donny langsung menganggukan kepalanya sambil menatap wajah Diandra langsung, Diandra langsung terdiam sambil berpikir


"Apa benar aku ga usah kesana?" tanya Diandra kepada Alfian meminta kepastiannya sekali l.agi


"Kalau saran aku sebaiknya jangan dulu, nanti kalau sudah mendingan baru kamu kesana tapi terserah kamu saja" jawab Alfian dengan nada serius


Diandra sendiri ragu sebenarnya , kalau dia datang kesana khawatir Sahabatnya akan terganggu dengan kehadiran dirinya karena mungkin saja dia butuh waktu untuk menyendiri, namun perasaan Diandra juga sama sama tidak enak


"Aku akan mencoba menelpon Hera, mudah mudahan dia mengangkatnya" kata Diandra langsung mengambil handphone yang ada di dalam tasnya, lalu menekan tombol yang ada nama Hera di dalam kontak handphonenya


Cukup lama juga Hera tidak mengangkat telponnya


"Apa dia masih tidur ya?" tanya Hera kepada dirinya sendiri lalu menatap Donny dengan penuh tanya


"Mungkin dia masih tidur" jawab Andrew pelan


"Semoga saja begitu" ucap Diandra mencoba menenangkan dirinya sendiri


Tiba tiba handphone dari Donny berdering cukup kencang, Donny langsung mengambil handphonenya dari saku celananya, ada nomor asing yang tertera disitu yang dia tidak ketahui siapa yang menelpon dirinya


Donny langsung mengangkatnya dengan ragu, sambi dia pencet loudspeaker agar yang lain juga bisa ikut mendengarkan


"Halo dengan siapa saya bicara?" tanya Donny penasaran


"Ini saya Tuan, maaf menganggu waktunya non Hera pingsan lagi tadi sudah saya panggil ambulans" kata seorang wanita yang ada diseberang sana dengan nada panik


"Ini dengan mbok Darmi?" tanya Donny mencoba memastikan jika yang menelponnya adalah salah satu pembantu di rumah Hera yang tugasnya melayani anak majikannya


"Benar Tuan saya mbok Darmi, Non Hera pingsan ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat di rumahnya non Hera" jawab mbok Darmi dengan nada suara panik


"Okey sekarang mbok tenang dulu, tolong kasih tahu alamat tempat rumah sakit dimana Hera dibawa" kata Donny sambi mencoba menenangkan mbok Darmi, dengan kode matanya, Donny meminta Andrew untuk membantu mencatat alamat dari rumah sakit tersebut


"Sekarang mbok Darmi ada dimana?" tanya Donny lagi


"Saya sekarang ada di ambulans bersama dengan non Hera, non Hera masih pingsan Tuan" jawab mbok Darmi


"Ya sudah saya langsung kesana, mbok tetap jaga non Hera ya tunggu sampai kita datang" perintah Donny kepada mbok Darmi dengan tegas

__ADS_1


"Iya Tuan iya" jawab mbok Darmi dengan nada patuhnya


Donny langsung menutup handphonenya dan tanpa pamit dia langsung berlari dari ruangan Andrew menuju ke parkiran mobil, wajahnya terlihat sangat cemas dan khawatir, takut terjadi sesuatu terhadap Hera


__ADS_2