Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 134


__ADS_3

Setibanya mereka di Club', Alfian dan Donny langsung menemui Andrew di ruangan kerjanya, disana mereka tidak menjumpai Tonny


"Tumben elo berdua kesini, ada apa ?" tanya Andrew begitu melihat mereka berdua masuk dan langsung duduk di sofa


"Mana Tonny?" tanya Alfian sambil mengedarkan pandangan ke ruang kantornya Andrew, tanpa mengindahkan pertanyaan dari Andrew


"Dia bilang sih sibuk, tapi katanya sih dia mau kemari, emang ada apa sih?" tanya Andrew ingin tahu sambil menatap Alfian dan Donny secara bergantian


"Ga ada apa apa cuman pengen maen aja" jawab Alfian sekenanya, Andrew menatap ke arah Donny dengan pandangan bertanya, Donny hanya mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepalanya dia


"Lo kayaknya lagi inspeksi dadakan nih?" tanya Andrew sambil menyindir ke Alfian


"Inspeksi apaan ?" tanya Alfian balik tidak mengerti


"Gag biasanya elo datang tiba tiba sambil nanya nanya Tonny, ada apa sih bikin gw penasaran saja?" tanya Andrew dengan rasa penasaran mengarah kepada Alfian


"Gag ada gw hanya pengen ketemu sama Tonny" jawab Alfian sekenanya


"Oh iya ada informasi apa tentang Alex?" tanya Alfian kepada Andrew


"Yang gw tahu dari informan gw, Alex ini sekolah di Jerman dan dia diangkat anak oleh orang disana, orang tuanya sudah meninggal, ayahnya bunuh diri perihal penyebabnya masih dicari, dan ibunya tidak lama kemudian meninggal dunia hingga dia diasuh di pantai asuhan, entah siapa yang mengadopsinya yang jelas mereka adalah keluarga dari orang yang cukup ternama di sana" jawab Andrew dengan sangat rinci


Alfian masih menunggu informasi mengenai Alex dari mulut Andrew, dia mencoba menyerap informasi dari Alex sambil mengetuk ketukkan jarinya

__ADS_1


"Perusahaanya cukup bagus dan bersih, tidak ada yang mencurigakan tentang perusahaan yang dipimpin olehnya, semuanya terlihat bersih dan satu lagi kecerdasannya bisa diadu sama elo" kata Andrew sambil menatap Alfian yang sedang memejamkan matanya, dia seperti sedang menyimpan semua informasi yang berkaitan dengan Alex dan perusahaannya dari mulutnya Andrew


"Dia sudah lama tinggal di Jerman bersama dengan kedua orang tua angkatnya dan kini dia kembali ke Indonesia, entah untuk apa padahal dia bisa mengawasi perusahaan perusahaannya dari sana" kata Andrew lagi sambil mengakhiri informasinya


Pesanan minuman yang dipesankan oleh Andrew datang, pelayan itu datang dengan membawa minuman sambil menunggu pelayan itu pergi dari ruangan, tampak Alfian sedang berpikir kenapa tiba tiba perusahaan Alex sangat tertarik bekerja sama dan itu sangat tiba tiba sekali


"Elo tahu Alfian, gw lupa kasih tahu sama elo kalau ajudannya menanyakan bagaimana dengan proposal kerjasama mereka dengan kita dan satu lagi mereka juga melakukan kerjasama dengan perusahaan Hartawan dan Sukmawijaya" kata Donny memberikan informasi kepada Alfian


Alfian langsung menoleh dan menatap Donny dengan pandangan tajam


"Kenapa ini elo baru kasih tau?" tanya Alfian sambil menoleh ke arah Donny dengan pandangan tajam, Donny hanya nyengir "Gw lupa ngasih tahunya ke elo" ujar Donny tanpa merasa bersalah, Alfian langsung mendengus mendengar Donny berkata seperti itu


"Lagian elo aneh aja, orang mau ngajakin kerjasama malah elo curiga " kata Donny dengan bingung sambil menatap Alfian


"Okelah kalau dia adalah temannya Hera, tapi apa itu suatu kebetulan atau bagaimana?" tanya Alfian lagi sambil menatap mereka berdua dengan sangat serius


Donny langsung berpikir keras, bahwa benar adanya dengan apa yang dipikirkan oleh Alfian


"Dan satu lagi Alex, gw aja baru mendengar namanya di negara ini, bahkan untuk dia tampil di tempat umum sepertinya dia belum pernah, semua jati dirinya seakan tertutup rapat dan tidak ada yang tahu tentang dia" kata Alfian mengambil kesimpulan mengenai Alex


"Gw cuman minta tetap cari tahu tentang Alex dan buat elo Don, kalau ajudannya bertanya lagi bilang saja kalau belum dipelajari proposal kerjasama nya dan nanti akan kita beritahukan secepatnya " ujar Alfian sekaligus memberikan perintah kepada Donny, dan Donny hanya menganggukkan kepalanya


"Don, gw mau tanya sama elo, Hera yang elo lihat dulu dengan Hera yang elo lihat sekarang apa ada perbedaannya?" tanya Alfian tiba tiba kepada Donny, dan membuat Donny langsung menatap Alfian dengan pandangan bingung

__ADS_1


"Setau gw sama kok, ga ada yang aneh memangnya ada apa?" tanya Donny dengan nada penasaran


"Sebaiknya elo mencari tahu terlebih dahulu mengenai Hera, tapi ingat jangan sampai buat dia curiga kalau kita sedang mencari tahu tentang siapa jati dirinya Hera sebenarnya " kata Alfian sambil menepuk bahu Donny yang masih bingung dengan ucapan Alfian yang barusan


Menurut Donny tidak ada yang aneh tentang Hera, dan tidak ada yang berubah dari dirinya hanya saja terkadang dia sering memergoki Hera sedang melamun atau terkadang sedang termenung seorang diri, seperti ada sesuatu yang sedang dia pikirkan


"Sorry Don, bukannya gw mencoba membuat elo ragu terhadap apa yang sudah elo yakin, hanya saja gw pengen elo memastikannya lagi agar elo lebih yakin dan lebih percaya lagi kalau dia adalah Hera yang elo maksud" kata Alfian sambil menatap Donny dengan pandangan serius


"Gw harus memulai darimana?" tanya Donny bingung, lebih ke dalam hatinya sendiri


"Dari rumahnya Hera, mbok Darmi" jawab Alfian


Donny menoleh menatap Alfian meminta ide dan saran yang Alfian buat


"Elo ini ya, masa kaya gitu saja harus diberi tahu sih" decak Alfian kesal kepada Donny


"Ini mumpung Hera tidak ada di rumah, dia masih ada di rumah Diandra elo ada alasan untuk datang kesana, dan elo coba tanya tanya kepada mbok Darmi mengenai Hera, siapa tau aja ada sesuatu yang bisa diceritakan sama elo dari mulut mbok Darmi" ujar Alfian sambil memberikan saran kepada Donny


Donny mendengar ucapan dari Alfian dan kemudian dia mendongak menatap Alfian


"Jadi elo menyuruh gw memata matai Hera, Al?" tanya Donny dengan nada setengah tidak percaya kepada Alfian, Donny merasa tidak terima dengan saran dari Alfian


"Tidak, itu terserah sama elo Don, semuanya ada di tangan elo, gw ga maksa elo, cuman lebih baik elo mencari tahu terlebih dahulu sebelum elo memutuskan untuk bersama dengan Hera, dan semoga saja perkiraan gw salah itu saja" kata Alfian dengan suaranya yang tegas sehingga membuat Donny berpikir keras dan menimbang saran dari Alfian

__ADS_1


__ADS_2