
Diandra yang mengetahui dirinya seorang diri di gubuk itu, langsung dia mencari cara untuk bisa melepaskan ikatan yang ada di tangannya, berbekal ilmu beladiri yang pernah dia pelajari di Jepang dulu, dia dengan mudah melepaskan ikatan tangannya yang diikat dengan tali tambang, setelah dia berhasil melepaskan ikatan yang ada di tangannya, Diandra langsung melepaskan kain yang ada di mulutnya, kemudian dia secara bergegas mencari jalan keluar dari gubuk tersebut, ketika dia membuka pintu gubuk ternyata pintu gubuk itu dikunci dari luar
"Sial !" gumam Diandra dengan kesal, Diandra tahu kalau dia tidak punya waktu lagi untuk berpikir, matanya dengan liar mencari jalan keluar, namun dia tidak mendapatkan jalan keluar dari gubuk tersebut
"Gw harus mencari jalan keluar kalau tidak gw pasti bakalan di tangkap lagi" gumamnya pada dirinya sendiri, dia mencari sudut dan celah yang bisa dia gunakan untuk mendobrak gubuk tersebut, namun sepertinya gubuk tersebut terlalu kokoh untuk bisa dia dobrak, Diandra menghela nafas kasar, masih dia terus berusaha mencari cara agar dia bisa melepaskan diri dari penculiknya tersebut
Diandra mendengar langkah kaki mendekat dari luar, mau tidak mau dia mencari tempat persembunyian yang aman, namun sayangnya tidak ada tempat yang bisa dia jadikan sebagai tempat persembunyiannya, matanya nanar menatap ke sekeliling ruangan mencari sebuah benda yang dapat melawan penculiknya tersebut, dan Diandra menemukan apa yang dia cari sebuah kayu tidak terlalu besar namun cukup untuk bisa melumpuhkan lawan, dengan segera Diandra langsung mengambil itu dan bersembunyi di balik pintu, dengan begitu begitu penculiknya masuk dia dengan mudah memukul kepalanya
Langkah kaki itu semakin mendekat, Diandra menunggu di balik pintu dengan jantung yang berdegup kencang, dia sudah siap dengan kayu yang dia pegang, terdengar suara kunci dari pintu gubuk yang dibuka oleh si penculik, si penculik itu langsung membuka pintu gubuk itu, dia masih belum menyadari kalau Diandra sudah lepas dari ikatannya, begitu pintu mau ditutup Diandra langsung melayangkan pukulan di kepalanya dan kemudian dia langsung menendang selangkangannya yang membuat pria itu mengaduh kesakitan
Pria itu langsung terkejut kaget melihat serangan yang tanpa dia duga, namun Diandra langsung membuka pintu itu dan kemudian melarikan diri dari pria itu yang sekarang masih mengaduh kesakitan di gubuk itu, pria itu tidak menyangka sama sekali jika Diandra bisa melakukan itu pada dirinya, karena dia berpikiran jika Diandra adalah adalah seorang gadis yang lemah lembut dan penakut, bukan gadis yang pemberani apalagi yang tahu cara melawannya
Diandra langsung berlari secepat mungkin, mencari jalan keluar dari jalan setapak itu, matanya nanar menatap ke sekelilingnya, bajunya sendiri sudah terlihat kusut dan kumal, terlihat didepan sana ada begitu banyak pepohonan dan tanaman tanaman liar
"Sial ini dimana?!" tanya Dia dra kesal, karena tidak ada waktu lagi untuk berpikir, Diandra langsung berlari dan terus berlari hingga dia bisa menemukan jalan raya, sementara si pria tersebut sambil menahan rasa sakit yang ada di selangkangannya, berusaha untuk mengejar Diandra namun dengan rasa sakit yang dia tahan itu apakah mungkin dia bisa mengejar Diandra, atau mungkin justru dia yang akan menjadi bulan bulanannya gadis itu, namun dia tidak mau berpikir panjang, pria itu keluar dan langsung mengejar Diandra meski larinya dengan kaki yang terpincang pincang akibat tendangan keras dari Diandra yang untung saja dia tidak pingsan
Pria itu juga tidak ingin melepaskan Diandra sama sekali, karena jika dia melepaskan buruannya dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal oleh Sandra
Diandra terus berlari sambil sesekali menengok ke arah belakang untuk melihat apakah si penculik tersebut mendekat ke arahnya atau malah sudah semakin tidak terlihat lagi, sementara itu pria penculik tadi sambil jalan terseok Seok dia terus mengumpat karena wanita buruannya tidak terlihat lagi di pelupuk matanya, dia terus mengumpat sambil menahan rasa sakit di ************
__ADS_1
Diandra terus berlari sambil berharap dia bisa menemukan jalan besar atau keramaian, hingga dia melihat sebuah jalan besar, Diandra langsung semakin mempercepat larinya untuk bisa sampai ke jalan besar
Sesampainya dia di jalan besar, dia melihat banyak mobil berlalu lalang, dia tidak tahu ada dimana Diandra sekarang berada, tidak ada papan penunjuk hanya ada banyak mobil- mobil dengan kecepatan tinggi yang lalu lalang, jalan besar itu ramai dan lancar
Berkali kali Diandra menghentikan mobil yang lewat lalu lalang namun tidak ada satupun mobil yang berhenti, sementara Diandra sudah terlalu sangat lelah ditambah dengan kerongkongannya yang kering
Tidak mau berpikir lama, dia langsung berjalan cepat berharap menemukan kantor polisi terdekat, dia berjalan lurus dari arah datangnya mobil, kakinya kini sudah nampak payah namun dia harus tetap berjalan dan terus berjalan jika tidak ingin tertangkap oleh si penculik tersebut
Diandra harus mencari tempat yang aman, hingga ada sebuah mobil pick up berwarna putih berhenti tepat disampingnya, Diandra langsung menoleh, tampak seorang pria paruh baya yang sedang menyetir mobil pick up tersebut, Diandra langsung menoleh ke arah mobil pick up tadi
mobil pick up itu membawa muatan sayur mayur di belakangnya sepertinya bapak tua itu mau ke kota begitu pikir Diandra
"Mau kemana nak?" tanya bapak itu sambil menatap Diandra yang sangat Kumal dan dekil seperti tidak mandi selama bertahun tahun
"Bapak mau ke kota nak, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya bapak itu dengan penuh perhatian, melihat Diandra yang benar benar butuh pertolongan
"Ceritanya panjang pak, boleh saya menumpang mungkin sampai pos polisi terdekat?" tanya Diandra balik ke bapak itu
"Naiklah kalau begitu" jawab bapak itu menyuruh Diandra untuk segera naik
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Diandra langsung naik ke atas pick up dan duduk di sebelah bapak tua itu
Setelah Diandra naik, bapak tua itu langsung kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi
"Sebenarnya kamu itu kenapa?" tanya bapak itu dengan penuh rasa ingin tahu sambil mengemudikan mobilnya
"Saya ini diculik pak, dan saya kabur dari penculiknya itu" jawab Diandra
"Memangnya siapa yang mau menculik kamu nak?" tanya bapak itu masih dengan nada penasaran
"Saya sendiri masih belum tahu, tapi saya mencurigai seseorang sayangnya saya harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu" jawab Diandra pelan, matanya menerawang sambil memikirkan sesuatu
"Kamu mau ikut sama bapak ke kota atau bagaimana?" tanya bapak itu masih dalam fokus mengemudi
"Memangnya ini di daerah mana ya?" tanya Diandra ingin tahu
"Yang jelas ini sudah di luar kota, jarak dari sini ke kota sekitar empat jam" jawab Bapak itu
Diandra langsung terdiam sambil berpikir
__ADS_1
"Saya ikut bapak saja ke kota, biar nanti saya laporkan penculikan ini di kota aja" jawab Diandra dengan suara tegas, bapak itu langsung menganggukkan kepala
"Baik kalau begitu, kita akan langsung menuju ke kota, apa kamu sudah makan?" tanya bapak itu kepada Diandra, Dengan Andra langsung menggelengkan kepala dengan lemah, namun karena letih yang sangat Diandra langsung jatuh tertidur lelap dan membiarkan bapak itu menyetir seorang diri, Diandra merasa kini fisiknya benar benar sangat lelah sekali