Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 157


__ADS_3

Diandra langsung menoleh ke arah Hera, memandang terkejut kepada Hera, dia berpikir Hera akan sedih jika ditinggal nikah malah sebaliknya dia merasa sangat senang melihat dirinya menikah


"Elo ga sedih?" tanya Diandra menatap Hera dengan pandangan bingungnya


"Gag lah ngapain juga gw sedih, gw bahagia tau ngeliat temen gw bahagia, lagian nih ya gw mikir loe kenapa ga nikah nikah emang sih loe bilang enam bulan tapi gw mikir apa enam bulan ga kelamaan buat kalian" ucap Hera tulus


Diandra langsung terharu begitu mendengar ucapan tulus dari Hera


"Loe tau apa yang gw ingin lihat dari sahabat gw?" tanya Hera kepada Diandra sambil menatap Diandra


"Apa itu?" tanya Diandra balik


"Melihat kebahagiaan seorang teman di hari pernikahannya" jawab Hera sambil tersenyum tulus kepada Diandra


"Terima kasih Hera, gw harap elo juga bisa menemukan kebahagiaan Lo sendiri, dan semoga hati Lo juga mau ikut terbuka dengan cinta yang baru" ucap Diandra sembari tersenyum kepada Hera


Diandra merasa Hera adalah sahabat yang istimewa, karena Hera mampu menghadapi semua cobaan dan melewatinya dengan baik hingga menjadi pribadi yang kuat dan mampu mengatasi semua masalah kehidupan dengan senyuman meski Diandra tahu kadang Hera pernah rapuh juga


" Apa orang tua Lo sudah tentang masalah ini?" tanya Hera kepada Diandra, kali ini serius


" Belum gw ceritakan mungkin nanti, tunggu mereka santai dulu" jawab Diandra, sambil menoleh sebentar ke arah dalam, terlihat kedua orangtuanya Hera sedang bicara serius, entah apa yang mereka bicarakan


"Apa sebaiknya sekarang saja ya?" tanya Diandra kepada Hera meminta pendapatnya


"Tunggu saja dulu setengah jam lagi, khawatir menganggu mereka juga" kata Hera memberikan saran kepada Diandra


"Di menurut elo bagaimana ya?" tanya Hera tiba tiba sambil berpikir


Diandra langsung menoleh ke arah Hera, menatap Hera dengan pandangan bertanya


"Apanya yang bagaimana?" tanya Diandra kepada Hera


"Gw harus bagaimana dengan Donny?" tanya Hera menatap ke arah depan


"Ikuti apa kata hati Lo saja, kalau Lo ingin mencoba terus ya terus kalau Lo ingin berhenti ya berhenti, semuanya yang tahu itu hanya hati Lo , sama seperti yang gw bilang tadi jangan memutuskan dalam keadaan emosi biar Lo tidak menyesal nanti" kata Diandra memberikan nasihat kepada Hera sahabatnya yang sudah menjadi seperti seorang saudara sendiri


Tidak berapa lama kemudian, Diandra melihat orang tuanya sepertinya sudah selesai mengobrol


"Gw ke dalam dulu ya, orang tua gw sepertinya sudah selesai ngobrolnya " kata Diandra kepada Hera yang dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Hera seorang diri di depan teras

__ADS_1


"Bunda, ayah Diandra ingin bicara sama bunda dan ayah" kata Diandra langsung duduk di hadapan mereka berdua


Bunda dan ayah langsung menatap ke arah Diandra, melihat raut wajah Diandra yang serius, mereka berdua jadi ikutan serius


"Bunda ayah, besok lusa Nyonya Francie mamanya Alfian ingin datang ke rumah kita, jam berapanya nanti akan diberitahukan lagi" ucap Diandra pelan


"Tumben Nyonya Francie mau bertemu dengan kita, kira kira ada apa ya?" tanya Bunda kepada Diandra


"Mungkin akan membahas pernikahan, pernikahan kami akan dimajukan bulan depan" ucap Diandra pelan


Bunda dan ayah yang mendengar itu langsung terkejut menatap Diandra


"Loh bukannya enam bulan lagi kalian akan menikah?" tanya Ayah kepada Diandra dengan serius


"Dimajukan, kemarin Nyonya Francie yang meminta kamu berdua untuk memajukan pernikahan kami, kata Nyonya Francie biar mereka yang mengatur semuanya " kata Diandra pelan


Ayah dan Bunda menghela nafas panjang


"Mungkin karena itulah mereka ingin bertemu dengan kita" kata bunda pada akhirnya


Diandra terdiam tanpa bicara sepatah katapun


"Baik ayah " jawab Diandra patuh


"Lalu bagaimana dengan Hera, apa dia sudah tahu tentang masalah pernikahan kamu?" tanya Bunda menatap Diandra ingin tahu


"Tadi sudah diberi tahu bunda dan dia sangat bahagia mendengar aku akan menikah " jawab Diandra sambil tersenyum


"Syukurlah kalau begitu, ingat kamu harus menjaga perasaan sahabat kamu itu" kata bunda dengan bijak


"Iya bunda, Diandra akan berhati hati tentang masalah ini, apalagi dia juga ada masalah dengan kedua orangtuanya selama ini" ucap Diandra dengan pelan, khawatir Hera akan mendengarnya


Ayah dan bunda langsung kaget mendengar Hera ada masalah dengan keluarganya


"Masalah apa?" tanya bunda ingin tahu


"Nanti saja bunda, ceritanya panjang masalahnya" ucap Diandra pelan sambil melirik ke teras depan, takut terdengar Hera, bunda menganggukkan kepalanya tanda mengerti


Sementara itu di rumah Alfian, tampak Alfian tengah mencari mamanya Nyonya Francie di dalam kamar

__ADS_1


Alfian mengetuk pintu kamar orang tuanya terlebih dahulu setelah diizinkan masuk, Alfian langsung membuka pintu kamar mamahnya dan terdapat disana ada papahnya Tuan Wijaya dan mamahnya Nyonya Francie sedang menatap Alfian


"Ada apa Dian?" tanya Nyonya Francie mamahnya menatap Alfian dengan pandangan heran, karena tidak biasanya Alfian malam malam datang ke kamar mereka


"Boleh saya masuk mah?" tanya Alfian


"Silahkan masuk saja" jawab Tuan Wijaya papahnya sambil menatap Alfian dengan pandangan heran juga


"Pah mah, Alfian mau mengucapkan terima kasih kepada mama dan papah karena sudah membantu Alfian untuk bisa menikah lebih cepat dari Alfian duga" kata Alfian sambil tersenyum kepada mereka berdua


"Jadi kamu malam malam datang ke kamar kita hanya untuk mau bicara itu?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian


"Hehehehe iya mah" jawab Alfian sambil nyengir


"Lalu bagaimana dengan keluarga Hartawan, apa mereka sudah tahu masalah ini?" tanya Tuan Wijaya menatap Alfian dengan serius


"Masalah itu mamah yang akan urus dengan bantuan papah" jawab Nyonya Francie cepat sambil menoleh ke arah suaminya


"Maksud mamah apa?" tanya Tuan Wijaya menatap istrinya dengan serius


"Mamah tahu si Hartawan itu melakukan kecurangan kan, berikan bukti bukti itu ke mamah, kita berikan kompensasi ke mereka, kita tidak akan menuntut secara hukum kepada mereka asalkan anaknya tidak lagi menganggu Alfian, mereka disuruh untuk memilih dan satu lagi putuskan hubungan kerjasama perusahaan kita dengan mereka" putus Nyonya Francie tegas kepada suaminya Tuan Hartawan


Tuan Wijaya terdiam, tampak berpikir sesuatu mengenai ucapan dari isterinya


"Pah bukti bukti semua sudah terkumpulkan mau apa lagi yang papah pikirkan, mau sampai mereka berbuat lebih jauh lagi?" tanya Nyonya Francie dengan nada mendesak dan menatap suaminya yang tampak terdiam


"Bukti memang sudah kuat, tapi papah masih berharap niat baik mereka untuk jujur dan meminta maaf kepada kita mengingat hubungan baik kita dengan mereka" kata Tuan Wijaya menatap isterinya


Nyonya Francie langsung tersenyum sinis kepada suaminya


"Maling tidak akan mau mengakui perbuatannya, kalau maling mengakui perbuatannya penjara pasti penuh apalagi mengingat Tuan Hartawan dan anaknya Sandra melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan" ucap Nyonya Francie dengan nada tegas


Tuan Wijaya dan Alfian langsung terdiam, memang benar apa yang dikatakan oleh Isterinya itu, mereka memang harus mengambil tindakan tegas, karena sudah banyak kecurangan yang sudah mereka lakukan bahkan mereka sekarang lebih berani secara terang terangan memanipulasi harga mereka dengan harga yang sudah disepakati bersama


"Mama sudah tahu sejak lama kalau suami dan anaknya itu tidak punya etika sama sekali, serakah, dan suka memanipulasi orang " ucap Nyonya Francie dengan kesal


"Besok malam Nyonya Hartawan akan datang ke hotel untuk pertemuan, disitulah mamah juga akan mengumumkan mengenai pernikahan Alfian dan Diandra, biar Nyonya Hartawan tahu anaknya sudah tidak mempunyai kesempatan untuk bisa mendapatkan Alfian, karena terus terang mamah tidak sudi punya menantu seperti Sandra itu" kata Nyonya Francie berapi api dan dengan emosi yang cukup tinggi


Alfian dan Tuan Wijaya sudah tahu kalau Nyonya Francie sudah emosi tingkat tinggi dan itu artinya mereka tidak bisa berbuat apa apa lagi

__ADS_1


"Pokoknya mamah mau kalian langsung mengurus itu semua dan berikan semua bukti kecurangan perusahaan keluarganya ke mamah untuk mamah lempar ke wajahnya Sandra yang sombong dan angkuh itu" putus Nyonya Francie dengan nada tegas dan sudah tidak dapat diganggu gugat


__ADS_2