Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 211


__ADS_3

Alfian mengemudikan mobilnya membawa mereka berdua kembali ke dalam rumah utama mereka, begitu mereka memasuki pintu masuk ke dalam rumah tersebut tiba tiba suara telpon dari handphonenya Alfian berdering


"Ya halo" kata Alfian begitu dia menerima panggilan telpon dari seberang


"Lagi dimana Lo?" tanya Donny dari seberang


"Gw lagi di rumah utama, ada apa?" tanya Alfian balik


"Ga ke kantor?" tanya Donny tidak menjawab pertanyaan dari Alfian


"Mungkin nanti siang, memangnya ada apa?" tanya Alfian lagi


"Gag, gw pikir elo ga ke kantor, ya sudah kalau gitu" kata Donny mengakhiri pembicaraan telponnya


"Gag jelas" gumam Alfian pelan


Diandra menatap Alfian dengan pandangan bertanya


"Dari Donny?" tanya Diandra menatap Alfian


"Iya dia cuman tanya apa hari ini aku pergi ke kantor apa tidak" jawab Alfian sambil memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku celananya


"Ya sudah sana gih, mungkin Donny butuh bantuan kamu" kata Diandra menyuruh Alfian untuk segera pergi ke kantor


"Ngusir nih?" ledek Alfian kepada Diandra


"Bukan begitu, kasian Donny mungkin ada beberapa tugas yang akan dia tanyakan atau ada sesuatu yang penting sehingga dia membutuhkan kamu" kata Diandra menatap Alfian dengan tatapan kesalnya


Alfian hanya tertawa nyengir begitu melihat Diandra sedang kesal, sementara Nyonya Francie sudah ada di kamarnya


"Ya sudah, aku mau pamitan dulu sama mamah, kamu baik baik ya disini kalau ada apa apa kabarin saja oke" kata Alfian sambil sedikit menjawab pipi Diandra


"Iseng banget sih kamu" gerutu Diandra


"Namanya juga sayang" ucap Alfian sambil tertawa, lalu dia pergi menuju ke kamar kedua orang tuanya sementara Diandra sendiri masih menunggu di ruang tamu


Diandra teringat akan Hera, lalu dia langsung menelpon Hera dan menunggu telponnya diangkat hingga tak lama kemudian Hera mengangkat telponnya


"Ya hallo Di ada apa?" tanya Hera dari seberang


"Gw mau ngabarin aja kalau sekarang gw tinggal di rumahnya Alfian" kata Diandra kepada Hera sahabat karibnya


"Loh kok bisa, kenapa?" tanya Hera terkejut, dia tidak menyangka kalau Diandra sudah berada di rumah calon suaminya


Diandra pun menceritakan semua kekalutan yang terjadi semalam hingga dia tidak bisa tidur, lalu sesuai dengan saran yang Hera kasih kepada dirinya, Diandra langsung menceritakan semua keresahannya kepada Alfian dan Alfian langsung memberikan saran untuk tinggal di rumahnya yang dimana rumahnya masih aman apalagi penculiknya sampai sekarang masih belum tertangkap


Hera yang mendengarkan itu langsung manggut manggut


"Jadi yang di rumah itu ada siapa?" tanya Hera kepada Diandra


"Ada salah satu bodyguard kepercayaan Alfian yang ditugaskan disana untuk memantau keadaan rumah dan menjaga ayah sama bunda khawatir kalau terjadi apa apa" kata Diandra kepada Hera


"Cuman Hera gw boleh ga minta tolong sama Lo" kata Diandra dengan ragu ragu


"Apa itu?" tanya Hera balik


"Sesekali waktu tolong Lo samperin ke rumah gw untuk melihat kondisi ayah sama bunda, Lo mau kan?" kata Diandra dengan penuh harap


"Kirain ada apa, iya santai aja nanti gw akan sering jenguk ayah dan bunda dan sekaligus kenalan sama bodyguardnya Alfian" kata Hera sambil tertawa


"Makasih banyak ya Her, loe memang teman gw yang paling oke" ucap Diandra kepada Hera sambil tertawa


"Dih apaan sih pake makasih makasih segala udah kaya apaan tahu, lagian kan aku udah anggap ayah dan bunda kamu itu adalah orang tua gw juga jadi sudah sewajarnya gw memperhatikan kondisi mereka berdua" kata Hera kepada Diandra


"Iya iya ,tapi kan ga apa apa gw mengucapkan terima kasih karena sudah merepotkan elo" ucap Diandra dari arah seberang


"Terserah deh" jawab Hera


"Ya sudah gw matikan telponnya yaks, nanti kalo Lo mau kesini kabarin aja gw juga lagi ga ngapa ngapain" kata Diandra kepada Hera


Setelah itu Diandra langsung mematikan handphonenya


"Lagi telponan sama siapa?" tanya Alfian yang sedari tadi mendengarkan Diandra menelpon


Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dan kemudian dia langsung tersenyum kepada Alfian


"Mau tahu aja apa mau tahu banget?" tanya Diandra jahil


Alfian yang mendengar pertanyaan dari Diandra langsung memanyunkan mulutnya

__ADS_1


"Ya ampun tuh mulut lama lama bisa monyong loh" ledek Diandra


"Kamu sudah berani meledek saya ya" kata Alfian mendekati Diandra dan kemudian mencubit kedua pipi Diandra hingga Diandra mengeluh kesakitan


"Sakit tahu" kata Diandra dengan jengkel


"Siapa suruh meledek" balas Alfian tidak mau kalah


"Tapi kan aku cuman iseng doang tadi" jawab Diandra dengan wajah cemberutnya


Pipi Diandra langsung memerah setelah dicubit oleh Alfian


"Tuh lihat, sakit tahu" kata Diandra sambil mengusap usap pipi tabung bekas dicubit oleh Alfian


"Aduh kasian sini biar aku cium pipinya agar ga sakit lagi" kata Alfian sambil menggoda Diandra yang langsung dibalas dengan kepalan tinju oleh Diandra


Alfia. langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Diandra yang kesal kepada dirinya


"Tadi kamu telpon siapa sih?" tanya Alfian kali ini dengan wajah yang serius


"Kepo" jawab Diandra cepat


Alfian langsung menarik tangan Diandra dan menahannya di belakang punggung Diandra, Diandra yang mendapatkan serangan tidak terduga dari Alfian langsung terkejut


"Alfian lepaskan aku" kata Diandra pelan, mereka saling menempel satu dengan yang lain bahkan wajah Alfian sengaja dia dekatkan ke Diandra


"Iya iya aku akan beritahu" jawab Diandra yang akhirnya mengalah, karena dia harus menahan debaran jantungnya yang kini bergerak cepat


Alfian tidak berkata apa apa, dia terus menatap Diandra dengan tatapan penuh makna, rasanya dia ingin sekali mencium bibir Diandra kalau tidak ingat jika sewaktu waktu mamanya bisa saja muncul di hadapannya kali ini


"Please Alfian lepasin aku dulu" kata Diandra kali ini suaranya terdengar parau


"Bagaimana kalau aku tidak mau?" tanya Alfian pelan, matanya menatap wajah dan bibir Diandra yang ranum


Diandra langsung terdiam, dua mencari jalan bagaimana dia bisa melepaskan diri dari Kungkungan Alfian


"Biar saja nanti kalau mamah kamu lihat paling kamu yang kena omel" kata Diandra mencoba mengancam Alfian, namun itu juga tidak digubris oleh Alfian


"Alfian please" rengek Diandra


Alfian diam saja menatap Diandra dengan tatapan yang dalam, sungguh saat ini rasanya Diandra ingin kabur saja karena debaran jantungnya benar benar tidak bisa diajak bekerja sama


"Kalian sedang apa disitu?" tanya Nyonya Francie yang tiba tiba muncul dari dalam memergoki mereka berdua yang sedang terlihat berpelukan


"Kamu belum berangkat Al?" tanya Nyonya Francie menatap ke arah Alfian


"Belum Mah, lagi memberikan pelajaran buat calon mantu kesayangan mama" jawab Alfian asal


Diandra langsung menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jarinya


"Maksudnya?" tanya Nyonya Francie tidak mengerti


"Mamah kayak ga pernah muda saja" ledek Alfian kepada mamahnya Nyonya Francie


"Kamu ini belum pernah mama masukin lagi ke dalam perut mamah ya" ucap Nyonya Francie setengah kesal kepada Alfian


Alfian yang mendengar mamahnya kesal terhadap dirinya langsung tertawa


"Sudah ah mah, aku mau berangkat dulu mau cari yang buat nanti menghidupi isteri aku yang cantik ini" ucap Alfian sambil mengerlingkan matanya ke arah Diandra


Diandra langsung kembali tertunduk malu begitu melihat Alfian mulai menggoda dirinya lagi


"Ya sudah sana kamu berangkat, sudah siang atasan macam apa kamu ini ga bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahannya" cibir Nyonya Francie kepada Alfian


Alfian yang mendengar cibiran dari Nyonya Francie langsung merenggut kesal, sementara Diandra hanya tertawa di sebelahnya Alfian, dia merasa sangat senang Alfian di marahin oleh Nyonya Francie mamahnya Alfian karena dia sedari tadi sangat kesal di goda terus oleh Alfian


"Ya sudah aku berangkat mah, titip Diandra ya mah" ucap Alfian sambil mencium punggung tangan Nyonya Francie


"Hati hati kamu di jalan" kata Nyonya Francie kepada Alfian


"Beres mah" kata Alfian


"Di, aku jalan dulu doakan aku untuk selamat sampai tujuan ya" kata Alfian sambil mengulurkan tangannya berharap Diandra mau membalas uluran tangan Alfian dan mencium tangannya


"Iya aku doakan semoga kamu sampai di tujuan dengan selamat, dan membawa uang yang banyak juga" kata Diandra sambil tertawa


"Terus itu tangan kenapa?" tanya Diandra


"Cium tangan, belajar menjadi isteri yang baik" kata Alfian yang masih mengulurkan tangannya ke arah Diandra

__ADS_1


Diandra langsung menyambut uluran tangan Alfian dan kemudian menjabat tangannya Alfian dan kemudian melepaskannya lagi


"Sudah cuman begini doang?" tanya Alfian kepada Diandra


"Iya cuman begitu doang emangnya mau diapain?' tanya Diandra menatap Alfian


"Dicium lah " jawab Alfian sedikit kesal


"Gag mau belum sah juga" balas Diandra tidak mau kalah


Nyonya Francie yang melihat perdebatan mereka berdua langsung buru buru menengahi


"Sudah sudah kalian ini, Alfian sana buruan pergi ke kantor, ingat kamu sekarang adalah pimpinan di sana jadilah contoh yang baik" kata Nyonya Francie memperingatkan Alfian


Alfian langsung menganggukkan kepalanya, dan kemudian pergi menuju ke garasi mobil, dan tidak lama kemudian mobil Alfian keluar dari garasi mobil, dia membuka kaca pintu mobil memberikan lambaian tangan kepada kedua wanita yang disayanginya itu dan kemudian mobil Alfian keluar dari rumah menuju ke kantornya


"Kita masuk ke dalam yuk Di" ajak Nyonya Francie kepada Diandra sambil menggandeng tangan Diandra untuk masuk ke dalam rumah, dan Diandra hanya menurut saja di gandeng oleh Nyonya Francie


"Kamu ingin beristirahat dulu, kalau ingin kebetulan kamar yang tadi pagi Tante suruh persiapkan sudah disiapkan" kata Nyonya Francie begitu mereka masuk ke dalam rumah


"Boleh Tante, kalau Tante mengijinkan" jawab Diandra dengan sopan


"Ya sudah ayok ikut Tante" ajak Nyonya Francie menuju ke kamar yang sudah disiapkan untuk Diandra


Kamar itu berada di lantai dua bersebelahan dengan kamar Alfian, Nyonya Francie membuka kamar itu dan mempersilahkan Diandra untuk masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuk Diandra


"Semoga kamu betah yah tinggal di kamar ini" kata Nyonya Francie dengan lembut kepada Diandra


"Iya Tante, saya jadi ga enak karena sudah merepotkan Tante dan keluarga" kata Diandra dengan nada sungkan


"Ih kamu apaan sih, lagian sebentar lagi kan kamu akan menjadi bahagian keluarga kami" kata Nyonya Francie kepada Diandra


"Tapi ini sangat mewah sekali Tante" kata Diandra memandangi keseluruhan kamar


"Kamu ini kayak apaan saja, ya sudah sana istirahat Tante mau ke kamar dulu nanti kalau ada apa apa tinggal panggil pelayan saja" kata Nyonya Francie kepada Diandra


"Baik Tante, terima kasih banyak " ujar Diandra


Sepeninggal Nyonya Francie, Diandra langsung berjalan mengelilingi kamar tersebut, kamar tersebut sangat luas untuk dirinya apalagi jika dibandingkan dengan kamarnya yang ada di rumah masih belum ada apa apanya


Ranjang tidur yang berada di posisi tengah dimana di sebrang ranjang ada sebuah televisi yang lumayan besar, di pojokan belakang ada kamar mandi dan sebuah lemari yang terbuat dari kayu jati berada disebelah kamar mandi


Diandra menaiki ranjang tidurnya dan terasa sangat empuk sekali dan tercium aroma wangi yang berasal dari sprei bantal dan selimutnya


Diandra berdecak kagum dengan interior kamar yang dia tempati dan entah tanpa sadar dia tersenyum sendiri


Sementara itu di rumahnya Diandra tampak Novia sedang sibuk membereskan pakaian pakaiannya untuk dia masukkan ke dalam lemari pakaian, dari luar terdengar pintu diketuk dan Novia mempersilahkan untuk masuk


Tampak Bunda membukakan pintu kamar tamu dan melongok ke dalam


"Apa bunda mengganggu?" tanya bunda kepada Novia


"Tidak bunda, masuklah" kata Novia sambil mempersilahkan bunda untuk masuk


Bunda langsung masuk ke dalam dan duduk di bangku di sebelah tempat tidur


"Semoga kamu betah yah nak" kata bunda dengan lembut kepada Novia


Novia yang mendengar itu langsung menoleh ke arah bunda


"Saya pasti akan betah, namun saya juga tidak bisa terlalu lama disini kalau tugas saya sudah selesai maka saya akan pergi" jawab Novia dengan nada serius


Bunda menatap Novia dengan penuh kelembutan


"Itu sudah pasti, hanya saja kamu seperti anak bunda Diandra" jawab bunda sambil menghela nafas panjang


Ada semburat kesedihan di wajah Bunda namun dia langsung menutupinya dengan cepat


"Sebentar lagi makan siang, nanti kita makan siang bareng ya " kata bunda sambil mengajak Novia untuk makan siang bersama dengan dirinya


"Iya bunda terima kasih banyak " ucap Novia dengan nada sopan


"Baik kalau begitu bunda keluar dulu ya, kamu kalau ada apa apa panggil bunda jangan sungkan" kata bunda sembari berdiri, lalu keluar dari kamar


Sepeninggal bunda Novia tampak menghela nafas panjang, lalu dia pun mulai melanjutkan aktivitasnya kembali yaitu merapihkan pakaian. pakaian untuk dimasukkan ke dalam lemari


Pria itu menghembuskan asap rokoknya, berkali kali dia berusaha menyelinap untuk melihat kondisi rumah tersebut, dia merasa heran si empunya rumah tidak pernah keluar rumah, tiba tiba dia teringat bahwa tadi pagi ada sebuah mobil sedan hitam yang keluar dari rumah tersebut


"Sialan, begonya gw harusnya gw ikutin aja mobil sedan hitam itu" kata pria itu sambil menepuk jidatnya

__ADS_1


"Tapi tidak apa apa, toh nanti juga dia akan pulang lagi" gumamnya sambil tersenyum


Dia masih menghembuskan rokoknya hingga asapnya menyembul ke udara dan hilang bersama dengan angin, matanya yang tajam masih terus menatap rumah sederhana itu, berharap dia punya kesempatan sekali lagi untuk menculik gadis itu


__ADS_2