Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 224


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Alfian langsung segera bersiap siap menuju ke kantor, sementara Diandra mendampingi Alfian yang akan bersiap ke kantor


"Nanti kamu pulang cepat atau bagaimana?" tanya Diandra sambil membawa tas kerjanya Alfian berjalan beriringan dengan Alfian ke pintu depan rumah


"Pengennya pulang tengah hari, ga mau pulang sore" jawab Alfian jahil


Diandra langsung melotot ke arah Alfian, Alfian tertawa mengusap pucuk kepala Diandra dengan rasa sayang


"Hari ini portofolio dari wedding organizer akan datang, aku juga ingin kamu ada untuk membantu memutuskan mana yang bagus" kata Diandra memberitahukan Alfian, Alfian menganggukkan kepalanya


"Aku usahain pulang, tapi kalau misalkan aku sibuk kamu sama mamah saja ya" kata Alfian yang diiyakan oleh Diandra


"Kalau begitu aku pergi dulu, kamu jangan bandel di rumah"


"Memangnya aku apaan, hati hati di jalan"


"Al.." panggil Alfian ketika Alfian mau menuju ke mobil langsung memberhentikan langkah kakinya, menoleh ke arah Diandra menatap dengan penuh tanya


"Apa aku boleh ke rumah ayah dan bunda?" tanya Diandra dengan nada ragu menatap Alfian berharap Alfian memperbolehkan dirinya untuk bertemu dengan kedua orangtuanya


Alfian terdiam sesaat, berpikir sejenak lalu dia pun berkata


"Pergilah tapi kamu pakai supir dan bawalah bodyguard untuk melindungi kamu, ingat penculik itu masih berkeliaran disana, dan satu lagi jangan pulang malam malam" kata Alfian


"Terima kasih banyak Al" ucap Diandra tersenyum ke arah Alfian

__ADS_1


Alfian langsung menaiki mobilnya dan setelah melambaikan tangannya, mobil Alfian meninggalkan rumah bergabung menuju ke jalan raya, sepeninggal Alfian, Diandra masuk ke dalam, disana dia berpapasan dengan Nyonya Francie yang akan menuju ke teras rumah


"Tante mau kemana?" tanya Diandra begitu melihat Nyonya Francie, Nyonya Francie langsung berhenti dan kini dia berhadapan dengan Diandra


"Tante mau ke depan, mau duduk duduk di teras depan, kamu mau ikut?" kata Nyonya Francie sambil bertanya balik


"Ga sama om Tante?" tanya Diandra


"Om masih istirahat, hari ini kamu ada rencana apa?" tanya Nyonya Francie


"Oh iya aku mau ke rumah bunda Tante, tadi aku sudah minta ijin sama Alfian" ucap Diandra


"Apa ga apa apa?" tanya Nyonya Francie dengan nada khawatir


"Iya penculik nya masih berkeliaran disana, khawatir kamu akan ditangkap kembali, mengingat si penculik itu sangat licin sekali " jawab Nyonya Francie masih dengan nada khawatir


"Alfian menyuruh aku membawa sopir dan bodyguard untuk melindungi aku" jawab Diandra mencoba menenangkan Nyonya Francie agar tidak usah khawatir dan cemas mengenai keselamatan dirinya, toh dia juga bisa melindungi dirinya sendiri, tanpa perlu ada bodyguard dia bisa melumpuhkan penculik itu sendirian


Diandra tidak ingin merepotkan orang orang terutama keluarga Alfian, namun Diandra juga tidak ingin menolak bantuan dari keluarga Alfian karena takut dianggap tidak sopan, jadi lebih baik dia menerimanya dan dia tidak ingin ada perdebatan dengan Alfian jika dirinya menolak bantuan dari Alfian dan keluarga nya


"Tante saya mau ke kamar dulu mau bersiap siap" kata Diandra pamit menuju ke kamar yang langsung diiyakan oleh Nyonya Francie, Diandra langsung segera menuju ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, tidak lupa dia menelepon Hera sebelum berangkat


"Hera ketemuan yuk, gw mau ke rumah Bunda, elo mau ikut gag?" tanya Diandra kepada Hera dari arah seberang telpon


"Boleh gw ikut, lagian udah lama juga gw ga ketemu bunda" jawab Hera

__ADS_1


"Ya sudah gw tunggu di rumah Alfian ya, kita nanti berangkat bareng" kata Diandra dan kemudian dia langsung menutup telponnya, dan kembali bersiap untuk pergi ke rumah bunda


Dengan pakaian yang casual, rambut yang diurai dan tas selempang, Diandra terlihat seperti gadis yang masih sekolah, Diandra menunggu Hera di ruang tamu, sembari melirik jam namun sebelumnya Diandra meminta salah satu bodyguard untuk menemani dirinya dan Hera ke rumah bunda


Begitu Hera sampai di rumah Alfian, tanpa menunggu lama mereka langsung pergi berangkat menuju ke rumah bunda, tidak lupa dia berpamitan dengan orang tua Alfian yang saat itu tengah duduk santai di hamana belakang, setelah ber basa basi sejenak, mereka berdua berangkat diantar oleh supir pribadi dari Tuan Wijaya ayah Alfian dan ditemani dengan bodyguard dari keluarga Alfian


Awalnya Diandra ingin menolak, namun mengingat janjinya dengan Alfian akhirnya Diandra mengurungkan penolakannya itu, dan sekarang mereka sudah berada di jalan, Diandra menceritakan semuanya apa yang terjadi di rumahnya dan yang membuat Hera kaget adalah ada bahaya yang mengintai disana


"Maka dari itu Hera, gw khawatir sama bunda dan ayah, khawatir mereka kenapa kenapa, meski mereka bilang baik baik saja tapi tetap saja kalau tidak melihat sendiri jadi bagaimana gitu" ucap Diandra yang saat itu lagi curhat dengan Hera, Hera yang mendengar itu langsung diam saja tidak berkata apapun


Benar apa yang dikatakan oleh Diandra, orang tua bilang tidak apa apa tapi itu hanya menutupi agar tidak membuat orang terdekatnya khawatir, dan agar mereka tidak banyak pikiran juga


Mobil berbelok ke arah rumah Diandra, dan benar apa yang dikatakan oleh Novia jika ada sebuah mobil yang terparkir di seberang dan tertutup oleh pohon pohon yang sedang parkir disana


Untung saja kaca mobil yang Diandra dan Hera naiki adalah gelap jadi tidak ada yang bisa melihat ke dalam mobil tersebut, mobil kemudian berbelok ke arah pintu gerbang rumah Diandra, disana terlihat Novia yang sedang berjaga jaga sambil memainkan handphone, mobil berhenti tepat di depan rumah Diandra, Novia yang saat itu sedang memainkan handphonenya sambil mencari informasi tentang dirinya disebut sebagai agen 1077 langsung menoleh ke arah mobil yang berhenti


Novia dengan sigap langsung berdiri, dia dengan matanya mengawasi siapa yang datang, dilihatnya tampak Diandra dan seorang gadis satunya yang belum dia kenal sedang tersenyum ke arah dirinya


"Pagi Novia apa kabarmu?" tanya Diandra sambil memeluk Novia dengan erat, seperti seorang sahabat lama yang tidak bertemu setelah sekian lama


"Aku Bain Nona Diandra" jawab Novia yang membalas pelukan dari Diandra


"Diandra saja, dan ini kenalkan ini sahabatku Hera" kata Diandra sambil memperkenalkan Hera kepada Novia, Hera langsung mengulurkan tangannya sambil tersenyum ke arah Novia yang dibalas oleh Novia, Novia menyambut uluran tangan Hera, setelah mengobrol sebentar, Diandra langsung masuk ke dalam rumah mencari bundanya


Diandra langsung menuju ke kamar orang tuanya, yang dia tahu bundanya saat ini sudah ada di dalam kamar, Diandra mengetuk pintu kamar orang tuanya seraya memanggil bundanya, tidak lama sang bunda pun keluar dan berapa terkejutnya begitu melihat Diandra sudah ada di hadapannya, Diandra langsung menghambur memeluk bundanya dengan sangat erat, seakan akan sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan bunda

__ADS_1


__ADS_2