
Sepeninggal Sandra, ruangan itu menjadi hening seketika, tidak ada yang bicara sama sekali, hingga akhirnya Donny angkat bicara
"Gw disini pengen bilang sesuatu, tolong jangan pecat sekretaris elo, dia yang lebih paham apa yang elo mau"
Alfian mendesah kasar "Dia itu datang terlambat " katanya dingin
"Sorry, gw lupa bilang kalo dia sempat ijin sama gw, hari ini akan datang terlambat tapi gw lupa bilang sama elo" kata Donny serius
"Loe aturlah " kata Alfian dengan suara datar, Donny langsung mengangguk dan berdiri keluar dari ruangan Alfian, Diandra mengikutinya dari belakang "Kamu mau kemana?" tanya Alfian dengan nada menyelidik, menatap Diandra dengan pandangan tajam "Kerja lah...masa mau ngeliatin elo terus" kata Diandra ketus
Alfian langsung menyipitkan matanya "Tadi bilang apa?" tanya Alfian menatap Diandra, Diandra langsung terdiam dan mulutnya menganga langsung buru buru dia menutupi mulutnya dengan tangan, Alfian langsung tersenyum smirk dan mendekati Diandra "Sorry" cicit Diandra, tapi Alfian mendekati Diandra seperti kucing yang sedang mendekati mangsanya, Diandra langsung mundur ketika Alfian semakin mendekatinya sehingga dia semakin terpojok "Kamu tahu kan hukumannya apa?" tanya Alfian sambil berbisik di telinga Diandra ketika Diandra berhenti bergerak karena tidak ada lagi tempat untuk dia menghindar
"Sorry Alfian " cicit Diandra sambil menggelengkan kepalanya
"Urusan kita juga tadi belum selesai, kamu bilang aku barang bekas kamu" kata Alfian kali ini suaranya berubah menjadi kemarahan, Diandra langsung terdiam, dia menyesal harusnya dia tidak berkata seperti itu "Kamu terlalu berani Diandra" kata Alfian dengan suara pelan, lalu tiba tiba Alfian langsung mencium bibir Diandra lagi, ciuman yang dalam dan penuh dengan nafsu, hingga Diandra tidak mampu lagi untuk bernafas
Alfian berhenti sebentar untuk memberikan ruang nafas buat Diandra, dan dia langsung memulainya kembali hingga kaki Diandra terasa sangat lumpuh, Alfian baru melepaskan ciumannya ketika Diandra menginjak kakinya dengan sepatunya, dia langsung menangis "Kamu jahat" kata Diandra dengan suara yang penuh dengan kebencian, hingga Alfian langsung kaget dan berteriak kesakitan, rasanya dia ingin marah ketika Diandra menginjak kakinya dengan ujung sepatunya, namun begitu melihat Diandra menangis,Alfian langsung segera memeluk erat dan membawanya ke sofa "Sudah jangan menangis lagi" bujuk Alfian dengan suara lembut
Diandra masih menangis, dan Alfian dengan sabar masih terus membujuknya, Alfian mengangkat wajah Diandra dari pelukannya, Alfian melihat bibir Diandra yang bengkak lalu mengusap dengan jari tangannya, usapan lembutnya membuat Diandra terdiam "Kamu jahat " kata Diandra sekali lagi dengan mata yang sembab
"Jangan nangis lagi ya" bujuk Alfian dengan suara lembut masih mendekap Diandra yang masih terisak isak, Alfian masih mendekap Diandra hingga Diandra berhenti menangis, baru setelah itu Alfian melepaskan dekapannya dan menatap Diandra, Alfian menghapus air matanya Diandra dengan usapan jarinya secara lembut
"Aku mau pergi saja" kata Diandra dengan sedih, terlihat mulutnya yang bengkak karena habis dicium oleh Alfian
"Tidak Diandra,kamu tidak akan pergi kemana mana" kata Alfian dengan suara tegasnya
"Tapi aku harus bekerja Alfian, gag mungkin aku harus disini terus, mereka akan mencari aku nanti" protes Diandra, menatap Alfian dengan sebal
Alfian menghela nafas panjang, lalu tak lama kemudian Alfian menyuruh Donny untuk datang ke ruangannya, tidak sampai sepuluh menit Donny sudah ada di ruangan Alfian
"Ada apa Alfian?" tanya Donny dengan suara serius
__ADS_1
Alfian tidak menjawab pertanyaan Donny, dia malah menoleh ke arah Diandra lalu dia berkata kepada Diandra dengan suara tenang "Kamu duduk yang tenang disini" Diandra langsung mengernyitkan dahinya memandang Alfian tidak mengerti namun Alfian tidak memperdulikan pandangan heran Diandra
Lalu Alfian memandang Donny kembali
"Tolong bilang sama manajer keuangan, Diandra saat ini izin tidak masuk, karena dia ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan" kata Alfian sambil tersenyum kepada Donny, Donny langsung menghela nafas panjang, dia langsung beranggapan kalau sahabatnya yang satu ini sudah benar benar bucin akut tapi dia langsung menganggukkan kepalanya "Sudah hanya itu saja?" tanya Donny, Alfian menganggukan kepalanya
"Oke gw keluar dulu" kata Donny pamit, baru dua langkah Donny berjalan, Alfian kembali memanggil Donny lagi "Ada apa lagi?" tanya Donny menatap Alfian " Jangan lupa tentang masalah yang semalam" kata Alfian, Donny mengernyitkan dahinya lalu dia menganggukan kepalanya "Nanti gw kasih ke elo" kata Donny
"Oke gw tunggu"
"Siap, gw keluar dulu"
Donny akhirnya keluar dari ruangan Alfian, dan kini hanya ada Alfian dan Diandra, jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang
"Aku kerja dulu ya....kamu mau ngapain bebas kok disini" kata Alfian sambil mencium pipi Diandra, dan dia meninggalkan Sofanya dan kembali ke meja kerja
Diandra merasa dirinya sangat bosan duduk terus di sofa, sesekali dia melihat pesan yang masuk didalam handphonenya
banyak pesan yang masuk untuk dirinya terutama dari grup finance, untuk menanyakan keberadaan tentang dirinya
Dian
Wulan
Iya mbak dirimu kemana ?
Diandra
Ngg..maaf teman teman gw lagi ada tugas jadi hari ini kemungkinan gw ga bisa datang, tapi udah dapet ijin kok
Gunawan
__ADS_1
Ohh kirain kemana...ya sudah selamat bertugas
Dian
Iya selamat bertugas
Diandra
Iya terima kasih sama sama
Diandra langsung menaruh handphonenya didalam tas kerjanya, sambil menghela nafas panjang dia menatap Alfian yang sedang sibuk bekerja dengan pandangan sebal
"Aku senang kamu menatap aku seperti itu" kata Alfian sambil tersenyum dari arah meja kerjanya, dia menghentikan pekerjaannya dan memandang Diandra balik
"Mau kamu itu sebenarnya apa sih?" tanya Diandra sebal
"Mau aku, aku cuma pengen kamu ada disini temenin aku bekerja" kata Alfian menjawab enteng
"Lalu bagaimana dengan aku, dengan pekerjaan aku sendiri" protes Diandra
Alfian berdiri dari kursi kerjanya lalu mendekati Diandra yang duduk di sofa dan dia langsung duduk di sampingnya "Aku akan memindahkan meja kerja kamu di ruangan aku, kalau itu yang kamu mau" kata Alfian dengan suara tenang
"Jangan gila kamu " protes Diandra
"Aku ga gila Diandra, aku bisa gila itu kalau berada aku ga bisa jauh dari kamu" ujar Alfian sambil menyelipkan anak rambut Diandra ke belakang telinga
"Alfian, please biarkan aku bekerja, aku ga mau mereka menganggap aku apa" kata Diandra kali ini dengan suara memohon
"Siapa yang berani menyebarkan berita tentang kamu, hari itu juga aku akan pecat orang itu" kata Alfian dengan suara tegas
Diandra langsung terdiam, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membujuk Alfian yang keras kepala ini, dia hanya ingin dia bisa bekerja dengan tenang dan profesional, dia tidak ingin ada omongan di dalam kantor mengenai dirinya
__ADS_1
Pintu diketuk tiba tiba, setelah mendapatkan izin untuk masuk,Irma sekretaris Alfian membuka pintu dengan takut takut "Ada apa Irma?" tanya Alfian dengan suara dingin, Irma masuk dengan langkah pelan dan penuh rasa takut karena dia tidak bisa membayangkan kalau dirinya hampir dipecat oleh Alfian, untung saja Donny membantu dirinya sehingga dia tidak jadi dipecat
Alfian melihat Irma yang sedang berjalan mendekat "Saya mau menyerahkan berkas ini untuk ditandatangani" kata Irma sambil menjulurkan berkas itu dihadapan Alfian, Alfian menatap berkas itu lalu berkata kepada Irma "Taruh saja di meja sana, nanti saya pelajari dulu" Irma langsung mengangguk, dan mendekati meja kerja Alfian kemudian menaruhnya di atas meja kerjanya, tanpa berlama-lama lagi dia langsung pergi dari ruangan Alfian tanpa lupa menutup pintunya kembali