Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 8


__ADS_3

Pagi pun tiba,matahari pagi terbit dan sinarnya sampai menembus ke dalam jendela Diandra,Diandra mengucek kedua matanya lalu meraih jam Walker di atas meja belajarnya, dia teringat dengan ancaman Sandra yang jika hari ini dia tidak membawa sepatu ya Bu g diinginkan oleh Sandra maka dia harus siap menerima hukuman dari Sandra


Rasa Rasanya Diandra sangat enggan untuk masuk sekolah,apalagi harus bertemu dengan Sandra,namun itu baginya dia menghindar dari masalah toh jika hari ini dia tidak masuk besok dia harus masuk kan, jangan sampai membuat kedua orangtuanya curiga,dia tidak ingin orang tuanya sampai tahu tentang masalah ini karena takut orang tuanya bersedih


Diandra bangun dari tidurnya untuk bersiap ke sekolah, setelah beres Diandra keluar dari kamarnya,menjumpai ayahnya sedang membaca koran pagi dan bundanya sedang menyeduh kopi untuk ayahnya


"Pagi yah, pagi bunda" sapa Diandra sambil memeluk ayah dan bundanya


"Pagi anak cantik" kata ayahnya melipat koran paginya, Diandra duduk di samping ayahnya mengambil sesendok nasi goreng buatan ibunya


"Mau ayah antar kan ke sekolah nak?" tanya ayahnya lembut,Diandra menggeleng "Ga usah yah, takut ayah nanti terlambat" jawab Diandra


Setelah menghabiskan sarapan, Diandra berpamitan kepada ayah bundanya,dan menuju ke halte bus terdekat


Sesampainya Diandra ke sekolah, tepat di luar pintu gerbang terlihat Sandra dan Amel berdiri, entah menunggu siapa dia tidak tahu,sambil menghela nafas panjang Diandra memberanikan diri untuk masuk ke sekolah


"Hei babu, mana temen loe yang suka ikut campur" panggil Sandra menghadang langkah Diandra


"Gw ga tau " cicit Diandra menunduk ketakutan


"Mana sepatu gw?" tagih Sandra

__ADS_1


"Sorry Sandra, gw belum Nemu" kata Diandra pelan


"Ya iyalah loe belom Nemu,secara itu sepatu ga dijual di Indonesia" bentak Amel


"Loe harus siap terima hukuman kalau begitu" desis Sandra mendekati Diandra, dia menatap Diandra dari atas hingga ke bawah


"Inget tiap kali loe gw suruh..loe harus mau..paham loe!" bentak Sandra di kuping Diandra, Diandra mengangguk ketakutan


"Jawab !!!!" bentak Sandra


"I-iya Sandra" cicit Diandra


Tanpa mereka sadari, Hera mendekati mereka bertiga


"Ho ho ho..pahlawan kesiangan akhirnya datang juga" ejek Sandra


"Loe kalau mau ganggu Diandra mending hadapin gw,jangan jadi pengecut" kata Hera menahan emosi


"Dasar ****** !" teriak Sandra, dia ingin menampar pipi Hera yang langsung dipegang tangannya oleh Hera lalu Hera memelintir tangan Sandra ke belakang, hingga Sandra merintih kesakitan


Amel yang melihat sahabatnya disakiti oleh Hera, dia langsung menyerang Hera ingin menjambak rambutnya, Hera yang melihat itu langsung menghadang dengan kaki kanannya hingga Amel terjatuh

__ADS_1


"Nyali kalian cuman segini aja" bisik Hera di telinga Sandra


"Dasar ******,lihat apa yang bakal gw lakuin sama Temen loe itu" ancam Sandra masih tangannya dipelintir oleh Hera


Mendengar itu Hera semakin menambah pelintiran nya di tangan Sandra "Coba saja kalau loe berani,loe akan berhadapan langsung sama gw,bukan cuman tangan loe yg gw pelintir sekalian aja gw patahin kaki sama tangan loe" ancam Hera balik sambil berbisik


Anak anak yang mau masuk ke sekolah begitu ada ribut ribut langsung mengerumuni mereka berempat, ada yang memberikan semangat,ada yang mengompori bahkan ada yang taruhan siapa pemenangnya


Diandra mendekati Hera,memegang tangannya lalu berkata dengan lembut "Sudah Hera,lepaskan dia" kata Diandra menatap Hera memintanya untuk melepaskan mereka berdua


"Eh gw ga butuh pembelaan elo babu ******!" teriak Sandra dengan marah ke arah Diandra, Hera yang mendengar Sandra mengatai Diandra seperti itu, langsung mendorong Sandra terjatuh hingga wajahnya menyentuh tanah "Makan itu tanah" kata Hera dingin ,lalu melihat Amel yang sedang meringis kesakitan "Loe mau ikutan juga?" tanya Hera dengan dingin sambil berjalan mendekati Amel yang langsung dicegah oleh Diandra sambil menggelengkan kepalanya


Hera yang melihat gelengan kepala Diandra langsung mengambil tas sekolahnya yang tanpa dia sadari terjatuh,lalu memegang tangan Diandra dan mengajaknya pergi meninggalkan dua orang musuhnya di tanah sambil mengaduh kesakitan


Dari jauh Alfian dan teman temannya menonton kejadian tadi ,Tonny berdecak kagum melihat keberanian Hera, sementara Alfian menatap kepergian Diandra dengan mata elangnya


"Apa yang sudah elo lakukan Di, sampai elo diperlakukan seperti itu?" tanya Hera ingin tahu


" Entahlah, gw hanya melakukan kesalahan kecil, karena mengotori sepatu mahalnya dia itupun tidak sengaja,tiba tiba dia marah sama gw" cerita Diandra


"Sakit jiwa itu anak" ujar Hera pelan

__ADS_1


Anak anak masih membicarakan kejadian yang tadi pagi, mereka menatap kagum dengan keberanian Hera menghadapi Sandra yang notabene tidak ada yang berani menghadapi Sandra,karena mereka tahu jika ada yang berani menganggunya maka akan menanggung akibatnya


__ADS_2