
Alex menatap rumah berpagar tinggi, bercat putih dengan bangunan tingkat dua dari dalam mobilnya, Dia menatap berkali kali rumah bertingkat dua tersebut, dan kembali membaca alamat yang dikirimkan oleh asisten pribadinya itu, kemudian Alex turun dari mobil sportnya menuju ke gerbang utama, disana dia menemukan penjaga yang sedang bertugas
"Selamat siang, apa benar ini rumah dari keluarga Hartawan?" tanya Alex dengan nada datar kepada security tersebut yang menjaga pintu gerbang
"Siang, iya benar maaf mau mencari siapa?" tanya security itu menatap Alex dengan tatapan menyelidik
"Bilang saja saya Alex ingin bertemu dengan Tuan Hartawan, dia sudah pasti kenal siapa saya" jawab Alex dengan nada acuh tak acuh
Security itu langsung menelpon rumah utama, setelah mendapatkan jawaban dia langsung menutup sambungan telponnya dan kembali melihat Alex yang sedang berdiri membelakanginya
"Tuan silahkan masuk, anda sudah ditunggu didalam" kata security itu yang tiba tiba langsung bersikap hormat kepada Alex
Alex hanya menganggukkan kepalanya dan kembali ke mobil sport hitamnya dan kemudian masuk ke dalam, Alex kemudian memarkirkan mobilnya di halaman rumah Tuan Hartawan yang lumayan luas, dia kemudian menutup pintu mobilnya dan langsung menuju ke rumah Tua Hartawan yang saat itu pintu utama dari rumah keluarga Hartawan
Alex membunyikan bel depan pintu rumah yang kemudian dibukakan oleh pelayannya
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Hartawan apa dia ada?" tanya Alex kepada pelayan yang membukakan pintu depannya
"Tuan Hartawan ada, silahkan masuk" kata pelayan itu dengan nada sopannya, lalu Alex mengikuti pelayan itu masuk ke dalam
"Tuan silahkan duduk, biar saya panggilkan Tuan Hartawan terlebih dahulu, Tuan ingin minum apa?" tanya pelayan itu kepada Alex masih dengan nada sopannya
"Apa saja" jawab Alex sekenanya
"Baik Tuan, saya permisi dulu" kata pelayan itu masih bersikap sama seperti semula
Alex hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian duduk di sofa sambil memainkan handphonenya menunggu Tuan Hartawan menemuinya
Sudah banyak rencana yang ada di pikiran Alex sampai sampai dia sendiri tersenyum miring dengan rencananya itu
Sementara itu di luar sana Donny dan Hera duduk satu mobil, Donny menyetir dan Hera duduk di sebelahnya, wajah Hera tampak cemberut begitu dia disuruh untuk duduk satu mobil dengan Donny, dia menyesal kalau tahu begitu dia tidak akan mau ikut, biar dia tinggal di hotel saja sendirian
"Wajah kamu kenapa harus ditekuk gitu sih?" tanya Donny sambil melirik Hera
"Memangnya kenapa gag boleh?" tanya Hera dengan nada ketus
Donny yang mendengar jawaban Hera yang ketus langsung tersenyum mendengarnya
__ADS_1
"Kamu kalau ketus begitu tambah cantik tahu" rayu Donny sambil tersenyum ke arah Hera
Hera hanya mendengus mendengar rayuan dari Donny, dia mengacuhkan Donny sama sekali
"Hera dengar, semakin besar penolakan kamu sama aku maka semakin besar pulak aku akan menaklukkan hati kamu, dan jangan pernah berharap kamu bisa lari dari aku" kata Donny kali ini dengan nada tegas
Hera hanya tersenyum sinis, sembari berkata
"Coba saja, aku pengen lihat sampai seberapa lama dan kuat kamu sabar menghadapi aku"
"Jangan pernah mencoba menantang aku Hera, aku akan membuktikannya, suka atau tidak suka kamu tetap akan menjadi milik aku " kata Donny sambil tersenyum miring
Hera langsung membuang wajahnya, kali ini dia hanya menatap ke samping jendela dan kembali mereka berdua terdiam tanpa bersuara
"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Diandra kepada Alfian yang sedang menyetir mobilnya
"Pokoknya tenang aja, kali ini kamu bakalan menyukainya" ucap Alfian dengan penuh rahasia sambil fokus menyetir mobil
"Aku sudah memberitahukan tentang Alex kepada Hera, tapi setidaknya Hera agak sedikit tidak menerima apa yang aku ceritakan mengenai Alex" ucap Diandra kali ini dengan nada serius
"Kamu tenang saja Hera tahu apa yang harus dilakukan, kamu ga usah khawatir" kata Alfian lagi mencoba menenangkan Diandra yang terlihat tidak tenang memikirkan Hera dan Alex
"Hera juga akan kembali ke Jerman, untuk menyelesaikan kuliahnya disana untuk balik ke Indonesia dia tidak tahu" kata Diandra akhirnya memutuskan untuk menceritakan Hera untuk kembali ke Jerman, dia sengaja memberi tahukan kepada Alfian agar Alfian memberi tahukan kepada Donny, tujuan Diandra memberikan Donny kesempatan adalah agar Donny bisa mengejar Hera sekali lagi dan kalau Donny menyia nyiakan kesempatan itu maka Diandra akan menutup mulutnya rapat rapat, karena Diandra tahu hanya Donny yang bisa membuat Hera sahabatnya tersenyum, meskipun saat ini Hera memungkirinya
"Kenapa kamu menceritakan itu kepada aku, kamunkan sahabatnya Hera?" tanya Alfian serius
"Aku sengaja memberi kesempatan Donny sekali lagi,dan kalau dia menyia nyiakan kesempatan itu, itu adalah salahnya dan ini yang terakhir buat dia, jadi gunakan kesempatan itu dengan baik karena aku tahu sahabat aku sangat cocok dengannya" ucap Diandra dengan sangat jujur
"Hanya sekali ini saja, dan setelah itu tidak ada lagi kesempatan" ucap Diandra dengan suara tegasnya
"Aku juga ingin melihat seberapa jauh keseriusan Donny kepada Hera, jadi nanti saja kalau dia sudah benar benar menyerah baru akan aku ceritakan untuk saat ini biar saja Donny yang berusaha terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan Hera" ucap Alfian sambil tersenyum, dia sangat ingin melihat Donny berusaha untuk bisa mendapatkan hati Hera kembali, dia benar benar sangat ingin melihat Donny benar benar galau ditinggal pujaan hatinya itu, kali ini Alfian benar benar tersenyum senang sekali akan melihat Donny sahabatnya sekaligus assisten pribadinya itu galau karena cinta
"Kamu kenapa senyum senyum ga jelas?" tanya Diandra kepada Alfian dengan wajah penasarannya
"Tidak tidak apa apa kok" jawab Alfian menyembunyikan sesuatu dari Diandra
Diandra langsung memandang Alfian dengan curiga
__ADS_1
"Pasti kamu ada rencana sesuatu yang sampai kamu merasa senang banget?" tanya Diandra penuh dengan selidik
"Gag kamu kata siapa?" tanya Alfian yang mencoba menyangkal tuduhan dari Diandra
"Kamu kalau sudah senyam senyum ga jelas pasti ada sesuatu yang dipikirkan Alfian Wijaya" kata Diandra dengan nada kesal karena Alfian masih saja menyembunyikan sesuatu darinya
"Ya sudah kalau kamu ga percaya " jawab Alfian tidak mau kalah
"Kita sudah sampai" kata Alfian lagi kepada Diandra
Diandra langsung menatap keluar jendela mobil tampak disana sebuah restorant yang lumayan bagus, restorant itu terletak di tengah tengah sawah dengan banyak saung saung yang berjejer rapih disana, dan Diandra tahu kalau mereka sekarang sudah berada di luar kota
Diandra menatap Alfian dengan penuh tanya
"Ada apa?" tanya Alfian kepada Diandra, Alfian memarkirkan mobilnya di halaman parkir area restorant tersebut
"Kenapa kita tidak makan di hotel aja sih?" tanya Diandra menatap protes kepada Alfian
"Bosen Diandra, lagian makanan di hotel cuman begitu gitu saja, kita juga pengen mencari suasana lain mumpung kita lagi liburan apalagi lusa ada penyerahan jabatan" kata Alfian sambil mematikan mesin mobilnya
Diandra baru teringat kalau akan ada penyerahan jabatan yang Alfian bilang barusan
"Kamu ga mau turun?" tanya Alfian kepada Diandra
"Oh iya aku mau turun" jawab Diandra langsung turun dari mobilnya Alfian
Setelah mereka berdua turun disana sudah ada Andrew,Donny dan Hera yang sudah ada di dalam saung dan sedang duduk sambil mengobrol
"Sudah pesan makanan?" tanya Alfian sambil duduk
"Belum" jawab mereka serempak
Alfian langsung meminta buku menu kepada pelayan restorant tersebut, setelah diberikan buku menu tak lama kemudian mereka langsung memesan menu yang ada disana
Selagi sedang menunggu pesanan, Hera kangmenjauh dari Dinndan langsung ditahan oleh Donny
"Kamu jangan kemana mana, duduklah diam disini" perintah Donny kepada Hera yang mendapatkan gerutuan dari Hera, namun Donny berpura pura tidak mendengarnya
__ADS_1