
Mereka makan dalam diam, menikmati makanan mereka
"Gw kenyang" kata Diandra sambil mengusap perutnya, Dia menaruh perangkat makanannya di atas piring kemudian mengambil minum dan menyesapnya secara perlahan
"Iyalah kenyang secara makanan elo paling banyak" celetuk Hera, Diandra langsung nyengir mendengar celetukan Hera sahabatnya
"Jadi kita mau kemana sekarang?" tanya Diandra menatap Hera yang sedang minum
" Kita ke butik di lantai dua, tempat biasanya gw beli baju gimana?" tanya Hera menatap Diandra meminta persetujuan Diandra "Kenapa loe suka banget ke situ?" tanya Diandra ingin tahu " Gw suka sama jahitannya, jahitannya halus dan secara harga ga terlalu mahal, pakaiannya juga bagus bagus" jawab Hera tanpa ragu
"Loe sendiri gag beli?" tanya Hera menatap Diandra ingin tahu
"Ntr liat aja,kalau ada yang menarik perhatian gw,gw bakalan beli, lagian juga gw udah banyak baju di lemari,ini aja gw pengen sumbangin baju baju gw"
"Ya udah ayok kita kesana,takut nutup" kata Hera
Mereka langsung memanggil waiters dan kemudian meminta kepada waitres tagihan makanan mereka, setelah tagihan datang mereka langsung membayar tagihan tersebut tidak lupa meninggalkan tips untuk Waiters tersebut, mereka berdua menuju butik langganan Hera, setiba mereka berdua tiba di butik itu, mereka langsung disambut oleh pelayan butik tersebut, Hera langsung melihat gaun gaun yang terpajang disitu, sementara Diandra melihat sepatu dan aksesoris perempuan yang dipajang di etalase sebelah kanan dekat dengan gaun gaun itu
Hera melihat gaun hitam berlengan pendek, yang cukup menarik perhatiannya dia langsung memanggil Diandra
"Ada apa?" tanya Diandra penasaran
"Menurut elo gimana?" tanya Hera meminta pendapat dari Diandra, Diandra menatap gaun tersebut, gaun itu berwarna hitam, dengan panjang selutut cukup untuk Hera yang bertubuh mungil, dengan lengan sedikit pendek, dan potongan leher yang berbentuk sabrina
"Loe coba aja dulu" kata Diandra memberikan saran kepada Hera yang langsung disetujui oleh Hera, Hera langsung menuju ke ruang ganti, setelah itu dia memperlihatkan kepada Diandra "Cocok sama elo " kata Diandra memberikan pendapatnya
"Oke gw putuskan beli ini" jawab Hera dengan nada mantap
"Loe sendiri gimana, ada barang yang bikin elo tertarik?" tanya Hera penasaran
"Sampai saat ini belum,lagian gw baru lihat sepatu sama aksesoris,cuman ada yang bikin gw naksir" kata Diandra jujur
__ADS_1
Diandra menunjukkan ke Hera barang yang dia suka, barang itu adalah sepatu hitam dengan hak sepatu sekitar ukuran 5-6 meter
"Gimana menurut elo?" tanya Diandra
"Bagus di kaki kamu" jawab Hera antusias
"Gw ambil dah" kata Diandra memutuskan untuk membeli sepatu itu
"Loe ga beli gaun?" tanya Hera ingin tahu
Diandra menggeleng cepat "Gw sudah bilang pakaian gw itu banyak,lagian cuman reunian doang kan" kata Diandra tersenyum
"Ya udah terserah elo, yang penting elo Dateng nemenin gw" jawab Hera sekenanya,Diandra langsung tersenyum mendengar jawaban dari sahabatnya Hera
Setelah mereka puas mengitari mall tersebut,mereka berdua memutuskan pulang, kaki mereka sendiri sudah terlalu lelah akibat memutari mall besar itu
"Loe naek apa kesini?" tanya Diandra menatap Hera
"Taxi online" jawabnya santai
"Loe tau kan gw males nyetir,males Nemu macet" jawab Hera
"Loe ikut gw, gw anter elo sampai rumah" kata Diandra yang langsung disambut gembira oleh Hera
Selagi mereka mencari lift menuju ke basement ada sepasang mata pria yang sedang menatap mereka berdua, hingga mereka hilang dari pandangannya, lalu dia tiba tiba tersenyum smirk,sebelum seorang wanita cantik menghampiri pria tersebut "Kamu tersenyum sama siapa?" tanya wanita cantik tersebut menatapnya dengan penasaran "Bukan dengan siapa siapa" jawab pria itu acuh tak acuh, wanita cantik itu tidak percaya begitu saja namun dia diam saja karena tidak mau berdebat dengan pria pujaannya "Alfian aku lapar" rengek wanita itu sambil menggandeng mesra pria yang bernama Alfian "Gw belom laper,klo loe mau makan,makan aja dulu" kata Alfian dengan nada tegas "Loh memang elo ga laper?" tanya wanita itu lagi "Gag" jawabnya singkat seakan tidak acuh, wanita itu menghela nafas panjang "Ya udah temani gw makan aja" kata wanita itu lagi lalu menarik tangan Alfian menuju restoran tempat menjadi langganan mereka berdua
"Loe kenapa sih pengen banget ke acara reunian itu?" tanya Diandra sambil menyalakan mobilnya begitu mereka berdua masuk ke dalam mobil Diandra "Karena gw kepengen banget..lagian ada gebetan gw disana" kata Hera sambil nyengir,Diandra langsung menatap Hera dengan pandangan heran bercampur terkejut
"Kok gw ga tau, kalau loe ada gw gebetan disana?"
"Lah loe kan emang ga tau, karena saat itu elo menghilang secara tiba tiba" jawab Hera santai
__ADS_1
"Apa gw kenal sama orangnya?" tanya Diandra penasaran
Hera hanya tersenyum membuat Diandra semakin penasaran
Mobil Diandra melaju dengan kecepatan sedang, keluar dari bassement tempat parkiran mobil, diandra langsung membayar parkiran mobil tersebut tak lama kemudian roda mobil sudah bergabung dengan jalanan ibu kota
"Loe sendiri gimana?" tanya Hera menatap Diandra yang sedang fokus mengendarai mobil
"Gimana apanya?" tanya Diandra balik masih fokus menyetir mobi
"Gebetan, pacar, selingkuhan?" tanya Hera sambil bercanda, Diandra yang mendengar pertanyaan Hera langsung tertawa terbahak bahak "Gw belum ada pikiran ke sono,lagian gw belum menemukan pangeran berkuda putih" jawab Diandra masih tertawa
"Tapi kan klo elo ga cari, juga ga bakalan ketemu" kata Hera sedikit serius "Gw ga tau,lagian gw yakin kok pasti ada saat yang tepat ketika gw menemukan pangeran berkuda putih itu" kata Diandra tersenyum
"Lagian loe udh kayak emak emak tetangga julid, nanya nanya pasangan hidup" kata Diandra bercanda
"Enak aja, gw pan cuman nanya doank Diandra" kata Hera sewot tidak terima dibilang emak emak julid oleh Diandra,Diandra langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Hera yang sedang sewot
"Ga usah ketawa" kata Hera masih dengan nada sewot
Diandra bukannya diam malah tambah tertawa semakin keras
"Loe kok ga pernah cerita sama gw seh klo loe punya gebetan pas waktu SMA?" tanya Diandra kali ini dengan nada serius
"Bukan sesuatu yang istimewa untuk dibicarakan" kata Hera menatap lurus ke depan
Mereka berdua terdiam, menikmati perjalanan malam "Apa rencana elo setelah itu?" tanya Diandra ingin tahu, memecahkan kesunyian di mobil "Maksud elo?" tanya Hera menoleh ke arah Diandra yang sedang menyetir mobilnya "Iye setelah elo bertemu dengan pangeran elo di reunian,elo mau melakukan apa?" tanya Diandra "Entahlah, gw berharap dia masih belum ada pasangan" jawab Hera dengan nada pasrah "Loe pemuja rahasianya dia ya...?" tebak Diandra "Mungkin bisa dibilang begitu" kata Hera menarik nafas panjang "Semoga elo bisa jodoh sama pangeran elo" kata Diandra tersenyum tulus "Thanks ya.." Jawab Hera membalas senyuman Diandra
Mobil berbelok ke perumahan mewah, tampak rumah rumah mewah berderet sejajar, perumahan itu tampak sepi yang ada hanyalah penjaga rumah yang sedang sibuk mengobrol sambil menjaga pos tempat mereka menunggu ketika majikan mereka pulang, mobil Diandra membunyikan klakson tampak penjaga rumah membuka pintu gerbang membiarkan mobil Diandra masuk, Diandra membuka jendela tak lupa mengucapkan terima kasih kepada penjaga pintu gerbang
" Loe ga masuk dulu?" tanya Hera sambil membuka pintu mobil Diandra
__ADS_1
"Gag entar aja pas weekend gw nginep ke rumah elo" jawab Diandra "Lagian besok gw kerja..maklum budak korporat" kata Diandra lagi sambil tertawa
"Ya sudah kalau gitu, gw tagih janji elo, gw masuk dulu yak,thanks for today" kata Hera lalu dia turun dari mobilnya Diandra, Diandra melambaikan tangannya dibalas oleh Hera lalu tidak lama kemudian mobil Diandra keluar dari perumahan Hera, kembali bergabung ke jalan raya, pulang menuju ke rumahnya