
Setelah membersihkan tubuhnya, melakukan skin care rutin setiap malam, Diandra langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, menatap langit langit kamarnya, lalu menghembuskan nafasnya "Rasanya hari ini lumayan melelahkan,tapi gw senang dan semoga aja kali ini bisa betah " gumam Diandra sambil bermonolog pada dirinya sendiri, tiba tiba sebuah bayangan masa lalu melintas begitu juga "Apa itu dia?" tanya Diandra dalam hati, Diandra langsung menggelengkan kepalanya kuat kuat, berusaha menepiskan pikirannya "Gag mungkin itu dia" ujarnya dalam hati
Sementara itu di sebuah gedung,di lantai paling atas dimana ruangan pada petinggi berkumpul, terdapat sesosok seorang pria sedang tekun menatap laptopnya, asisten pribadinya tampak setiap didepannya sambil duduk, mereka berdua tampak sedang mempelajari laporan laporan yang masuk
"Apa besok ada janji meeting" tanya pria tersebut, suaranya tampak dingin dan sedikit ketus "Untuk saat ini belum" jawab asisten pribadinya itu, pria itu mengangguk puas "Tadi dia datang dan mencarimu " kata asisten itu menatap wajah atasannya, pria itu tampak sedikit kesal ketika mendengar asisten itu berkata "Bilang saja aku saat ini sedang sibuk, belum sempat bertemu dengannya" kata pria itu dengan tegas, asistennya hanya menganggukkan kepalanya
Pria itu cukup dingin dan ketus, namun tidak mengurangi wajahnya yang sangat tampan seperti gambaran di novel novel romansa pada umumnya, tubuhnya yang tinggi atletis, rahang yang tegas, matanya tajam seperti elang,hidung yang mancung, membuat para wanita mampu bertekuk lutut di hadapannya bahkan rela melemparkan dirinya ke tempat tidur dengan ikhlas, namun sayangnya dia selalu menjaga jarak dengan wanita
"Alfian.." kali ini asisten pribadinya itu memanggil dengan nama pribadi pria itu, yan membuat si empunya nama langsung menengadah menatap wajah asistennya itu, kali ini bulan seperti atasan bawahan tapi melainkan seperti seorang teman atau sahabat "Elo, apa mau ikut reunian itu?" tanya Donny sambil menatap wajah Alfian "Mungkin.." jawabnya sambil tersenyum misterius
Asisten pribad itu bernama Donny, teman sekaligus sahabatnya yang dulu pernah bersekolah di tempat yang sama dan kuliah juga sama sama, mereka sama sama kuliah di luar negeri ,dengan nilai predikat yang cukup memuaskan melebihi di atas rata rata, mereka menjadi pemuda mostwanted di universitasnya di Swiss, semua wanita berharap bisa berhubungan dengan mereka,hanya sayangnya mereka berdua lebih fokus ke study mereka, mereka saling berlomba mendapatkan nilai yang paling tinggi, tak jarang semua dosen selalu memuji mereka dan menjadi contoh teladan buat para mahasiswa yang lainnya
Meski prestasi belajarnya sangat memuaskan, mereka juga sangat suka berkumpul di club' hanya sekedar untuk bersenang senang dengan teman temannya,namun mereka tetap menjaga diri, berusaha untuk tidak sampai mabuk, karena bagi mereka semuanya ada batasnya dan jangan sampai kehilangan akal sehat hingga bisa berujung akibat yang membuat mereka bisa merugikan dirinya sendiri
Ketika mereka berdua lulus dengan predikat cumlaude, mereka berdua melanjutkan studynya di negara yang sama, dan pada akhirnya orang tua Alfian meminta kepada Donny untuk menjadi asisten pribadinya Alfian,dan Donny menyanggupinya sebelum dia melanjutkan bisnis orang tuanya
Donny sendiri seorang yang pendiam, tidak banyak bicara namun sekali bicara dia selalu benar, pendapatnya menjadi pertimbangan bagi mereka yang sulit memutuskan masalahnya, termasuk anak yang cerdas dan lumayan cukup berprestasi, Donny sendiri memiliki wajah yang lumayan tampan namun tidak lebih tampan dari Alfian, mereka kini sudah berubah baik fisik maupun pemikirannya, mereka benar benar berubah menjadi dewasa
"Loe mau pergi ke club'?" tanya Donny
__ADS_1
Alfian tampak berpikir sebentar "Memangnya disana ada siapa saja?" tanya Alfian ingin tahu, saat itu mereka masih berada di ruang kantor Alfian yang luas, sementara jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tampak Donny berpikir sebentar tiba tiba telpon dari Donny berdering lumayan kencang, Donny langsung melihat siapa yang meneleponnya
"Siapa" tanya Alfian ingin tahu
"Tonny" kata Donny yang langsung diangkat handphonenya "Ada apa Ton?" tanya Donny, diseberang sana terdengar suara hingar bingar "Loe mau datang ke sini gag? Andrew ada disini " kata Tonny dengan suara keras, membuat Donny terpaksa menjauhkan handphonenya dari telinganya
Alfian masih menatap Donny dengan pandangan tanya "Dia minta kita buat kesana, gimana?" tanya Donny menatap Alfian meminta jawaban dari Alfian "Bolehlah kalau begitu" kata Alfian
"Hallo Don loe masih disitu kan!?" teriak Tonny, Donny berdecak kesal lalu berkata "Iya gw masih disini, tunggu kita..kita kesana segera" yang dijawab oke oleh Tonny lalu mematikan telpon sepihak
Donny menatap handphone sambil menggelengkan kepalanya "Gag berubah tuh anak" kata Donny setengah kesal "Dia emang dari dulu seperti itu, dari mana aja loe" kata Alfian sambil tersenyum, jarang sekali Alfian tersenyum, mungkin hanya dihitung dengan jari, wajahnya selalu serius dan dingin ,apalagi jika itu menyangkut masalah pekerjaan, dia terlihat seperti orang yang kejam dan tidak punya perasaan...siapa yang bermain curang akan segera dihabisi olehnya tidak tanggung tanggung, tidak ada yang berani melawannya, semua rekan bisnis sangat segan terhadapnya,semua bawahannya sangat segan sekaligus takut, namun biarpun begitu, semua wanita berharap bisa mendapatkan cinta dari seorang tuan Alfian
Alfian juga sekarang terkenal dengan pembisnis ulung, bahkan digadang gadang akan menjadi pengganti ayahnya kelak di kemudian hari, apalagi Alfian hanyalah seorang anak tunggal "Jadi apa kita bisa langsung berangkat ?" tanya Donny menatap Alfian "Tunggu sebentar, gw lagi simpan data data dulu " kata Alfian yang tangannya tengah sibuk menyimpan file file penting di laptop, dan Downy membantu membereskan berkas berkas yang ada di atas meja Alfian, setelah dirasa beres, Alfian berjalan keluar pintu ruangan CEO dan disusul oleh Donny, sebelum mereka keluar tidak lupa Donny mematikan saklar lampu ruangan tersebut dan mengunci agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan
Mereka menuju ke lift khusus perusahaan, lift khusu itu khusus para petinggi perusahaan, mereka berjalan dalam diam, dan ketika pintu kotak itu terbuka mereka langsung masuk dan menuju basement perusahaan
"Loe naek mobil gw aja,ntr pulangnya gw anter atau ntr loe nginep di tempat gw" kata Alfian sambil membuka pintu mobil, Donny langsung membelokkan langkahnya menuju mobil Alfian, setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil itu, Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya lalu keluar dari perusahaan dan tak lama kemudian mobil sport berwarna hitam itu bergabung ke jalan raya, jalan raya tidak terlalu padat namun juga tidak terlalu sepi, Alfian sendiri mengemudikan mobilnya tampak santai, dia tampak menikmati jalanan ibukota yang tidak terlalu padat, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua,hingga mereka sampai di club' tempat pertemuan mereka dengan para sahabatnya
Masuk ke parkiran, mobil Alfian langsung memarkirkan kendaraannya, tempat parkirnya adalah tempat yang sudah disediakan oleh pemilik club' untuk Alfian dan dengan tiga orang sahabatnya, maklumlah pemilik club' tersebut adalah Andrew dan Alfian adalah salah satu investor untuk club' tersebut
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobilnya di tempat khusus itu, Alfian dan Donny langsung keluar dari mobil tersebut, setelah itu mereka masuk ke dalam club', para bodyguard yang berdiri di kedua pintu langsung menundukkan badannya, karena tahu kalau mereka berdua adalah tamu penting di club' tersebut
Club' tersebut penuh dengan hingar-bingar..di tengah tengahnya terdapat ruang lantai untuk mereka yang mau menari,lampu yang temaram, suara yang berisik membuat mereka tampak semangat menari
Alfian dan Donny menuju ke ruang VIP, disana sudah menunggu Tonny dan Andrew, begitu melihat Alfian dan Donny masuk, Tonny dan Andrew langsung berdiri menyambut mereka berdua, lalu mempersilahkan mereka duduk "Sudah lama?" tanya Alfian "Sudahlah, nungguin elo datang lama" jawab Tonny santai "Sorry bro,gw banyak kerjaan" jawab Alfian sekenanya, tak lama kemudian datanglah seorang waitres menggunakan seragam hitam putih
"Loe mo pesan apa?" tanya Andrew menatap Donny dan Alfian "Soda aja, gw berencana ga mau minum alkohol dulu" jawab Alfian
"Loe ?" tanya Tonny mengalihkan tatapannya ke arah Donny
"Gw sama soda aja" jawab Donny
waiters itu langsung menuliskan pesanan mereka berdua dia atas kertas dan kemudian berlalu dari tempat itu
"Bisnis elo gimana?" tanya Alfian kepada Andrew, yang dimaksud alfian dengan bisnis adalah bisnis club' ini yang sedang dikelolah oleh Andrew "Everything its gonna be okey" jawab Andrew sambil menuangkan minuman berakhol ke dalam gelas "Loe lihat sendiri kan, makin hari makin banyak pengunjung yang datang " jawab Andrew sambil menyesap minuman itu
Andrew selain mengelola club' dia juga mempunyai perusahaan property, namun dia lebih senang mengurus bisnis club' dibandingkan perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang property, sudah berkali kali ayahnya menyuruh dia menggantikan ayahnya namun masih belum digubris oleh Andrew, dia punya alasan tersendiri mengapa dia belum mau mengikuti jejak langkah ayahnya, sementara adiknya sendiri lebih memilih untuk menjadi pengacara, sehingga membuat pusing ayahnya
Jika Andrew memilih bisnis club' malam, beda lagi dengan Tonny, dia adalah seorang dokter yang cukup tampan, dia memilih menjadi dokter kandungan, dengan alasan biar bisa membantu program kehamilan ibu ibu dan menambah populasi bayi di dunia..absurd memang alasan seperti itu, tapi dia termasuk dokter yang cukup mumpuni di bidangnya ditambah lagi orang tuanya adalah berprofesi sebagai dokter di rumah sakit terkenal yang dimana rumah sakit itu juga milik kedua orang tuanya
__ADS_1
Wajah mereka berempat sangat tampan,diberkahi otak yang cerdas dan keturunan dari keluarga kalangan menengah atas, dan mereka adalah idaman para wanita, mereka para wanita itu rela melemparkan diri mereka ke atas ranjang hanya agar bisa berhubungan baik dengan salah satunya