Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 78


__ADS_3

"Kamu jangan yang aneh aneh deh" kata Diandra masih waspada dengan sikap Alfian, sementara Alfian masih tersenyum lalu tiba tiba Alfian mengecup jidat Diandra dengan lembut


"Istirahat ya.. selamat malam, mimpi indah " bisik Alfian di telinga Diandra penuh mesra, Diandra langsung kaget begitu Alfian memperlakukan dirinya seperti itu


"Tidur gih" kata Alfian menatap Diandra dengan pandangan mesra


Diandra langsung memerah wajahnya dan dia langsung menunduk malu malu dengan wajah sudah seperti tomat


"Kamu tahu ga, aku tuh paling senang bikin wajah kamu menjadi merah kaya gitu, jadi terlihat cantiknya" goda Alfian masih menatap lekat ke Diandra, wajah Diandra yang sudah semakin memerah tambah merah lagi, entah sudah semakin merah apa wajah Diandra sekarang


"Hera... " panggil Donny tiba tiba


"Ada apa? " tanya Hera menatap Donny


"Loe ga mau muntah gitu? " tanya Donny menyindir Alfian


"Muntah kenapa? " tanya Hera tidak mengerti


"Iya muntah dengerin gombalan cowok yang lagi kena budak cinta" sindir Donny lagi sambil melirik ke arah Alfian


"Makanya pacaran dong, tuh di depan langsung ditembak jangan didiemin kasian anak orang tau" balas Alfian tidak mau kalah


"Apaan sih lo Al, gag lucu tau " kata Hera dengan wajah merah


"Sudah ah gw mau ke kamar, elo mau iku ga Di " kata Hera lagi sambil berjalan cepat menuju ke dalam meninggalkan Diandra bersama dengan Alfian


"Kamu apaan sih Alfian ngomong begitu " kata Diandra dengan wajah kesalnya


Namun belum sempat Alfian menjawab, Diandra langsung berkata lagi


"Sudah ah aku mau ke kamar saja mau tidur"


Diandra menyusul Hera yang sudah masuk ke dalam tanpa memperdulikan panggilan dari Alfian lagi


"Bener bener dah calon laki lo itu kagak punya akhlak" kata Hera dengan nada kesal begitu mereka sampai ke dalam kamar, dan Diandra baru saja menutup pintu kamar


"Apa sih marah marah, anak gadis ga boleh marah marah nanti jodohnya jauh " goda Diandra, melihat wajah Hera nyang cemberut


"Calon laki gw baik, itu dia lagi kodein temennya yang ga peka peka kalau ada gadis cantik dicuekin aja dari dulu" kata Diandra lagi masih menggoda Hera


"Cie yang udah mengaku calon laki sekarang, padahal dulu mah nangis nangis pas mau dilamar " kata Hera balik balas menggoda


"Malah ada yang pengen kabur kalo bisa, sekarang sudah diakui tuh sebagai calon laki" goda Hera tidak mau kalah


"Hera apaan sih, lagian kan masih calon" kata Diandra


"Lah siapa suruh elo yang tunda tunda, coba kalo lo ga tunda tunda besok setelah lamaran dia langsung bakalan nikahin elo, apalagi dia kayaknya sudah pengen banget ngebet nikah sama elo" kata Hera santai


"Emangnya elo pikir nikah asal main nikah gitu aja, apalagi elo tau sendiri dia siapa" balas Diandra tidak mau kalah

__ADS_1


"Iya sih, tapi andai saja... "


"Jangan suka berandai andai ga baik, jalanin saja masa lalu itu akan menjadi masa lalu, cuman bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran saja" kata Diandra tegas memotong ucapannya Hera


Dia tidak ingin mengingat masa lalu yang penuh dengan kesedihan, masa lalu yang benar benar dia ingin melupakannya


"Lalu apa rencana elo sekarang? " tanya Hera pada akhirnya menatap Diandra dengan penuh rasa ingin tahu


" Entahlah lihat saja nanti, mungkin gw juga akan sama berpura pura untuk masuk menjadi sahabatnya Amel, apalagi Amel pernah minta maaf sama gw, apa salahnya gw coba " kata Diandra dengan suara tenang


"Ya sudah, tapi jangan sampai mereka berdua itu curiga" kata Hera lagi


"Gw akan coba menghubungi Amel senin besok " kata Diandra


"Ada yang pengen gw tanya sama elo, tapi elo jawab ya jujur" kata Heran menatap ke arah Diandra


"Sebentar, gw mau ke kamar mandi dulu, bau asem nih, loe ga mau ganti baju apa bebersih dulu apa? " kata Diandra sambil balik tanya


"Ya mau sih, gantian nanti" kata Hera


"Diandra, tunggu gw pinjam baju elo ya" kata Hera lagi sebelum Diandra keluar


"Iya itu di lemari sana ambil" jawab Diandra sambil menunjuk ke arah lemari


"Siap!! " teriak Hera


Hera langsung berjalan menuju lemari pakaian, mencari pakaian yang nyaman buat dirinya tidur, setelah menemukan apa yang dia cari, Hera langsung mengambil handuk bersih di lemari yang sama


"Gw udah selesai mandi " kata Diandra mengagetkan Hera, Diandra langsung melihat poto yang dipegang oleh Hera


"Itu.. "


"Gw ga nyangka elo masih simpen poto lama kita" kata Hera tersenyum


"Cuman itu poto yang kita punya Hera, selebihnya kan loe tau sendiri" jawab Diandra menghela nafas panjang


"Tapi gw ga berubah, masih cantik seperti sekarang" kata Hera narsis sambil tertawa cekikikan


"Dih.. muji muji diri sendiri, sudah sana cepetan mandi" perintah Diandra menyuruh Hera mandi


"Iya iya... gw mandi dulu" kata Hera membawa handuk dan pakaian ganti


Pas ketika Hera keluar, Hera berpapasan dengan Donny yang baru keluar dari kamar mandi


"Mau mandi? " tanya Donny menatap Hera melihat perlengkapan mandinya Hera


Hera hanya mengangguk pelan


"Hera perkataan Alfian jangan elo masukin hati ya" kata Donny menatap Hera

__ADS_1


"Yang mana gw sudah lupa" kata Hera pura pura lupa, karena dia tidak ingin Donny salah sangka terhadap dirinya, padahal dia sangat ingin berharap Donny berlaku sama seperti Alfian, tapi Hera tidak ingin berpikir apa apa lagi, menurut nya lebih baik dijalanin saja, dan tidak usah berekspektasi lebih


"Ya sudah kalau begitu, aku masuk ke kamar dulu ya " kata Donny sambil mengacak acak rambut pendek nya Hera


Hera mengangguk mengiyakan dan Donny meninggalkan Hera seorang diri disana, sambil menghela nafas panjang Hera langsung masuk ke dalam kamar mandi


"Lama amat mandi, elo bersihin kamar mandi gw? " tanya Diandra sambil meledek Hera


Hera hanya terdiam tidak menjawab ledekan Diandra, dia masih terdiam termangu, melihat tiba tiba sahabatnya berubah seratus delapan puluh derajat, berbeda dari sebelum masuk kamar mandi, Diandra langsung menghampiri Hera


"Hera.. " panggil Diandra melambaikan tangan ke wajah Hera, namun Hera masih terdiam


"Elo kenapa, jangan bilang elo kemasukan jin di kamar mandi, tapi kamar mandi gw aman kok tiap hari gw ajakin ngobrol penghuninya" kata Diandra mencoba bercanda, tapi tetep saja Hera tidak bergeming sama sekali


"Hera.. elo jangan bikin gw takut kenapa? " kata Diandra panik melihat Hera yang seperti itu


Tiba tiba Heran langsung memeluk Diandra dan menangis di pelukan Diandra


"Hera.. please deh ah elo kenapa, jangan bikin gw panik gini kenapa sih" kata Diandra sambil mengguncang guncang kan baju Hera


Ingin rasanya Diandra berteriak memanggil orang serumah, tapi akal sehat Diandra melarang melakukan itu jadi dia mencoba menenangkan Hera


"Oke Hera, please elo tenang dulu ya " kata Diandra mencoba melepaskan pelukan Hera, Hera yang masih menangis hanya bisa mengangguk, Diandra langsung membimbing Hera duduk di kursi dan mengambil menuangkan air putih ke gelas dari teko, Diandra memang selalu menyiapkan satu teko air dan gelas untuk dia minum jika tengah malam dia kehausan


"Ini minum" kata Diandra sambil memberikan satu gelas air putih ke arah Hera yang diambil Hera dan dia minum hingga tandas


Setelah menganggap Hera cukup tenang, Diandra membuka suara


"Kenapa? " tanya Diandra dengan suara lembut


"Gw ga tau kenapa gw bisa sesedih ini " jawab Hera dengan suara terbata


Diandra tidak menjawab pertanyaan dari Hera, dia malah menunggu Hera bercerita terlebih dahulu


Hera menghela nafas panjang, lalu dia pun bercerita tentang kejadian tadi yang dia berpapasan dengan Donny di depan kamar mandi, Diandra langsung menghela nafas panjang begitu mendengar cerita Hera


"Kenapa sakit ya? " tanya Hera dengan suara sendu


"Elo sabar ya Hera, kalau misalkan bukan Donny pasti ada yang lebih baik yang akan menggantikan Donny dan yang lebih baik dari Donny, percaya sama gw Hera" kata Diandra menghibur Hera yang sedang galau


"Tapi apa gw bisa, gw sendiri ga yakin lagi" jawab Hera sedih


"Gw yakin elo bisa melalui ini semua, elo masih ingat kan apa kata gw, kalau elo sudah lelah berhentilah" kata Diandra dengan suara lembut


"Tapi gw ga bisa, gw cuman pengen dia buka hati buat gw apa gw salah? " tanya Hera menatap sedih ke arah Diandra


"Ada yang pernah bilang ke gw seperti ini, elo berhak mencintai atau menyukai dia, tapi dia juga berhak untuk tidak mencintai atau menyukai elo, elo paham kan maksud gw Hera " ujar Diandra sambil mencoba memberikan pengertian kepada Hera


Hera terdiam sambil menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Gw yakin suatu hari nanti elo akan menemukan cinta sejati elo" kata Diandra dengan lembut


__ADS_2