
Hera mendekati Diandra yang masih diam mematung, pikirannya sekarang benar benar kosong, dia merasa ingin menghilang dari dunia, tiba tiba setetes air mata jatuh di pipinya yang cantik ,saat ini dia berasa sedang akan dibawa ke hukuman mati saja
Hera yang melihat Diandra menangis, langsung memeluk sahabatnya dengan penuh rasa sayang, lalu dia menghapus air mata di pipi sahabatnya itu
"Jangan menangis, percayalah semuanya akan baik baik saja" kata Hera sambil membujuk lembut Diandra
"Gw ga bisa Hera, gw ga mau..ini buka keinginan gw..gag gw harus kabur dari lamaran konyol ini " kata Diandra tiba tiba panik sendiri, dia berjalan mondar mandir sambil mengusap rambutnya
Hera langsung memegang tangan Diandra, mencoba menenangkan sahabatnya itu
" Loe ga bakalan kemana mana Diandra" kata Hera kali ini dengan suara tegas, matanya menatap Diandra
"Tolong gw Hera " kata Diandra dengan suara mengiba dan dengan pandangan yang sayu
"Diandra tarik nafas pelan pelan hembuskan, please relaks " kata Hera dengan suara lebih lembut lagi, Diandra mengikuti saran dari Hera, dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya
"Sekarang loe denger kata kata gw, mau kan" tanya Hera, Diandra hanya diam sambil menganggukkan kepalanya
"Pejamkan mata elo, terus bilang ke diri elo kalau semuanya pasti akan baik baik saja" kata Hera pelan sambil berbisik" Diandra mengikuti apa yang diperintahkan oleh Hera, lalu dia membuka matanya "Gimana elo udah tenang sekarang?" tanya Hera menatap Diandra, Diandra mengangguk sambil tersenyum "Thanks ya Hera " kata Diandra "Elo sudah siap ?" tanya Hera menatap Diandra yang terlihat agak sedikit pucat, Diandra langsung mengangguk sambil tersenyum "Gw bisa apa?" tanya Diandra pelan, Hera mengangguk sambil menepuk pundak sahabatnya itu "Gw yakin elo bisa mengatasinya" kata Hera dengan suara yakin
akhirnya Diandra keluar bersama dengan Hera, sambil digandeng tangannya Diandra mereka langsung menuju ke ruang tamu, Alfian yang pertama kali langsung menatap Diandra tampak terkesima dan terpesona melihat calon istrinya sangat berbeda malam ini, dia sangat begitu cantik dan anggun, Diandra dituntun oleh Hera untuk duduk di tengah tengah kedua orangtuanya
sementara dia sendiri duduk di sebelah bundanya Diandra
__ADS_1
Di ruang tamu itu terdapat papa, mamanya Alfian dan juga Alfian itu sendiri, acara masih belum mulai tiba tiba pintu rumah diketuk dari luar
"Biar saya saja Tante" kata Hera sambil berdiri
"Oh ya sudah terima kasih ya nak Hera" kata bunda Diandra, yang langsung dibalas dengan anggukan kepala Hera
Begitu pintu dibuka tampak Donny dengan kemeja dan celana jeans-nya dengan rambut yang tersisir rapih, Hera langsung menutup mulutnya, dia tampak terkejut namun dia berusaha untuk menutupi rasa terkejutnya "Maaf apa saya terlambat?" tanya Donny dengan sopan, dan sepertinya Donny juga sama, dia juga terkejut begitu melihat Hera namun dia berusaha menguasai emosinya "Acar belum mulai, masuklah" kata Hera sambil meminggirkan tubuhnya dan membiarkan Donny masuk ke dalam
"Maafkan keterlambatan saya, saya Donny sahabat sekaligus teman dari Alfian" kata Donny memperkenalkan diri
"Oh iya baik silahkan duduk nak Donny " kata ayahnya Diandra mempersilahkan temannya Alfian untuk duduk, Alfian menggeser tubuhnya memberikan tempat duduk untuk Donny
Suasana kembali hening, lalu segera dipecahkan oleh kata pembuka dari papanya Alfian
"Saya adalah Hanggara ayah dari Diandra dan ini adalah istri saya bernama Wulan ibunda dari Diandra" kata ayahnya Diandra juga ikut memperkenalkan diri, beliau terdiam sebentar sambil berpikir lalu berkata dengan bijak
"Masalah seperti ini, saya akan menyerahkan langsung kepada anak saya sendiri apakah dia menyetujuinya atau tidak" kata ayahnya Diandra sambil menatap wajah anak tersayangnya
Seisi ruangan langsung menatap Diandra meminta jawaban dari Diandra, Diandra yang sudah pucat semakin pucat bahkan tidak sengaja dia menatap mata Alfian yang menyiratkan sorot mata berupa ancaman lalu dengan suara pelan dia langsung berkata "Masalah itu saya serahkan kepada Alfian sendiri, jika Alfian bersedia saya bisa apa" kata Diandra dengan suara pelan, tampak ada kepasrahan disana, dan kembali lagi mereka semua menatap Alfian, lalu Alfian langsung berkata dengan tegas sambil menatap Diandra dengan pandangan lembut kali ini "Calon isteri aku ini memang paling bisa, baiklah saya mengatakan kalau kami setuju dengan lamaran ini, bukankah begitu calon isteri aku" kata Alfian sambil tersenyum, kali ini menatap tajam ke arah Diandra, Diandra langsung membuang wajahnya
"Baiklah kalau begitu, karena berhubung anak anak kita sudah saling menyetujui, bagaimana kalau Alfian memberikan sesuatu sebagai pengikat sebuah hubungan kalau nak Diandra telah sah menjadi calon isteri mu" kata papanya Alfian menatap Alfian, Alfian langsung mengeluarkan sesuatu dari tas berwarna coklat, tampak sebuah kota biru beludru tampak mewah, lalu dia membuka kotak beludru itu dan memperlihatkan kepada Diandra dan keluarganya
"Saya tidak mempersiapkan apapun kecuali ini, dan saya berharap Diandra menyukainya " kata Alfian sambil menatap calon isteri nya itu, Diandra terlihat kaget begitu melihat isi di dalam kotak tersebut, satu set perhiasan mewah bertabur berlian, dan Diandra dapat menaksir harganya kurang lebih harganya berkisar hingga milyaran, namun dia cepat menguasai kembali emosinya, begitu juga dengan keluarganya "Saya tidak tahu apakah calon isteri saya menyukainya atau tidak, tapi saya berharap calon isteri saya menyukainya " kata Alfian pelan, sambil mendekati Diandra
__ADS_1
Alfian langsung mengambil tangan Diandra dan langsung menyematkan sebuah cincin emas bertabur berlian "Awas kalau kamu berani lepas" bisik Alfian kepada Diandra, Diandra hanya menatap Alfian dengan pandangan kesal, setelah selesai menyematkan cincin lamaran dia pun kembali menyematkan sebuah kalung di lehernya, kalung indah bertahtakan berlian kini menempel di leher jenjang Diandra yang cantik, dan membuat Diandra semakin tambah cantik dengan menggunakan perhiasan itu, belum lagi yang lainnya
"Cantik sekali" desis Hera memandang kagum kepada Diandra, setelah pemberian barang lamaran telah selesai, mereka diajak oleh bundanya Diandra untuk makan malam yang sudah disiapkan oleh bundanya Diandra melalui jasa catering
"Maaf ini hanya makanan sederhana dari kami, semoga tuan sama nyonya menyukai makanan kami " kata bunda Diandra sambil tersenyum dan mempersilakan mereka untuk mengambil makanannya masing masing
"Kamu cantik" bisik Alfian kepada Diandra yang saat ini sudah menjadi calon isterinya itu
"Terima kasih" jawab Diandra ketus
Alfian langsung tersenyum mendengar jawaban dari Diandra yang sangat ketus
"Nak Diandra sekarang bekerja dimana?" tanya mamanya Francie tiba tiba dengan rasa ingin tahu "Oh itu tante saya bekerja di perusahaan Multinasional Tante" kata Diandra dengan gugup, lalu dia menyebutkan nama perusahaannya
Alfian yang mendengar nama perusahaannya disebut, dia langsung terkejut menatap Diandra dengan tajam, karena perusahaan yang dia sebut adalah perusahaannya, lali tiba tiba dia tersenyum simpul
Alfian menatap Donny dan dengan tatapannya Donny langsung datang menghampiri Alfian
"Ada apa?"
"Dia ternyata bekerja di perusahaan gw, cari tahu semuanya tentang calon isteri gw ini" kata Alfian matanya tak lepas dari Diandra
"Siap bos" kata Donny sambil tersenyum
__ADS_1
"Elo semakin tidak akan pernah bisa lepas dari gw Diandra" gumam Alfian pelan sambil tersenyum ke arah Diandra, namun Diandra tidak menyadari akan hal itu, kalau dia adalah pemilik dari perusahaan tempat dia bekerja