Dia Musuhku

Dia Musuhku
Episode 108


__ADS_3

Kedua orangtuanya Alfian langsung terdiam begitu mendengar erita dari Donny


"Memang awalnya saya yang menyuruh Alfian untuk memasukkan alat penyadap untuk di ruangan apartemennya Sandra, karena kami ingin mengetahui apakah Sandra yang melakukan pengintaian kepada Alfian dan Diandra atau bukan, namun saya tidak tau kalau ternyata bisa seperti ini, maafkan say om dan Tante" ucap Donny


"Kamu tidak salah, kamu benar yang salah disini adalah mereka dan keluarganya seenaknya bisa menyentuh anak saya" ujar Tuan Wijaya dengan sangat geram


"Satu lagi tuan, kami minta diijinkan untukbisa mendapatkan bodyguard juga untuk Alfian dan Diandra mengingat tadi sore kami dibuntuti oleh salah satu anak buah dari Tuan Hartawan" ucap Donny terus terang kepada kedua orangtuanya Alfian


Mereka berdua langsung kaget dan terkejut


"Kamu tidak boleh menuduh sembarangan kalau tidak ada bukti " kata Taluan Wijaya dengan nada tajam


"Kamu sendiri bahkan menangkap pelakunya sayangnya dia kabur begitu kami lengah" kata Donny membela diri


Lalu Donny bercerita mengenai mereka yang dibuntuti oleh orang yang dikenalnya dan menceritakan bagaimana Diandra melumpuhkan orang tersebut hingga orang itu terpaksa mengakui siapa dalang dibalik pembuntutan mobil itu


Nyonya Francie yang mendengar nama Diandra disebut oleh Donny langsung tersenyum


"Aku sudah duga pah, anak itu mempunya sesuatu yang hebat dan aku sendiri sudah mengira seperti itu, makanya aku sangat senang jika Diandra bisa menjadi menantu kita pah" kata Nyonya Francie yang sedari tadi diam dan hanya mendengarkan mereka berdua berbicara


"Papah juga senang dengan keluarganya, mereka keluarga yang baik yang bukan gila harta, jabatan dan kehormatan tidak seperti yang lain" balas suaminya sbil tersenyum lembut kepada istri tercintanya


"Baiklah kalau begitu, body guard akan papah kita siapkan" ucap Tuan wijaya yang langsung mengambil keputusan

__ADS_1


"Kamu saya minta tetaplah terus disamping Alfian untuk menjaga dia dari orang orang yang jahat sebelum kamu memutuskan untuk meneruskan usaha papamu" kata Tuan Wijaya sambil menepuk bahu Donny


"Mama akan memberi perhitungan kepada Sandra, anak itu sudah diluar batas bisa bisanya memberikan obat tidur kepada anak saya" geram nyonya Francie, dia dari awalnya sebenarnya sangat tidak suka jika Alfian dekat dekat dengan Sandra mengingat sikap Sandra yang sangat kasar kepada pelayan rumahnya hal itu dia ketahui ketika mempergoki Sandra tengah memakai salah satu pelayannya hanya karena pelayan tersebut terpeleset didepan Sandra mengakibatkan kaki Sandra terkena air minum yang akan disuguhkan pelayan kepadanya


Hingga dia terpaksa menengahi permasalahan yang sepele itu, dan meminta Sandra untuk memaafkan pelayan tersebut, dan belum lagi ketika Alfian tengah sibuk di kantor Sandra datang dengan seenaknya datang ke kantor Alfian untuk meminta Alfian menemani dia hanya untuk belanja di butik, itu membuat Nyonya Francie merasa sangat geram, info itu dia dapatkan dari salah satu karyawannya yang menjadi mata matanya yaitu sekretaris dari Alfian


Kebetulan sekretaris Alfian itu adalah masih saudara Tuan Wijaya yang sedang butuh pekerjaan disebabkan ibunya yang sekarang sedang sakit keras dan membutuhkan pengobatan, anak itu Irma meminta tolong kepada keluarga Alfian untuk mau memperkerjakan dirinya apalagi dia sendiri lulusan sekretaris dengan nilai cumlaude jadi diterimalah Irma dengan satu syarat untuk memberitahukan kepada Nyonya Francie jika ada Sandra datang ke kantor tempat dimana Alfian bekerja


"Tidak usah Tante, biar kami yang pikirkan bagaimana caranya agar dia kapok dengan tindakannya dan berpikir ulang agar itu tidak akan dia lakukan lagi" ucap Donny kepada Nyonya Francie


"Baiklah, tapi saya akan melakukan tugas saya sebagai seorang ibu" kata Nyonya Francie dengan geram, karena dia benar benar sangat marah dan cukup kesal dengan perbuatan dari Sandra


"Donny, saya minta sesuatu dari kamu, selidiki apa motif dari si Hartawan itu membututi Alfian dan calon menantu kami" perintah Tuan Wijaya kepada Donny sahabatnya


"Semoga saja tidak keduanya" gumam Tuan Wijaya


"Hari sudah malam, ayok kita istirahat kamu juga sudah harus istirahat" ajak Nyonya Francie kepada mereka berdua


"Mobil kamu dimana?" tanya Nyonya Francie kepada Donny


"Saya tinggalkan di parkiran apartemen Tante" jawab Donny lagi


"Menginaplah disini biar besok orang suruhan saya yang akan mengambil mobil kamu, lagian ini juga sudah malam kamu juga harus istirahat" kata Nyonya Francie dengan tegas

__ADS_1


"Baik Tante terima kasih banyak, Donny pamit dulu" ucap Donny kepada kedua suami isteri tersebut


"Baik, kamu juga mau istirahat" jawab Tuan Wijaya


Sepeninggal Donny tampak Nyonya Francie yang masih membelai rambut anaknya dengan penuh rasa sayang dan Tuan Wijaya yang sedang memandang anaknya yang sedang tertidur lelap


"Pah ini tidak bisa dibiarkan, mereka sudah keterlaluan" ucap Nyonya Francie dengan sedih sambil memandang anak laki laki kesayangannya


" Kamu yang sabar ya, kita akan membantu mereka, karena papa juga tidak terima karena Alfian diperlakukan seperti ini" ucap Tuan Wijaya


"Ayok sekarang kita tidur, besok saja kita pikirkan lagi" ajak tuan Wijaya sambil menggandeng isteri tercintanya untuk keluar dari kamar Alfian dan tidak lupa menutup pintu kamar Alfian


Sementara itu di ruangan apartemennya Sandra, tampak Sandra tidak bisa tidur, dia merasa sangat kesal sekali karena tujuannya tidak berhasil yaitu menggunakan obat tidur malah justru Alfian pergi, dia sangat tahu ketika Alfian berjalan sempoyongan dan sudah tidak kuat lagi, diam diam juga dia mengikuti Alfian ke lantai satu, dengan menggunakan lift sebelah tanpa sepengetahuan Alfian dengan tujuan jika Alfian terjatuh dia yang akan kembali lagi membawanya menuju ke ruangan apartemennya, namun pada nyatanya justru Alfian ditolong oleh Satpam gedung menuju ke parkiran mobilnya


Sandra sangat kesal sekali, dia benar benar merasa bodoh harusnya dia tidak menggunakan cara murahan seperti yang dianjurkan seseorang kepadanya, dia sangat khawatir jika keluarga Alfian mengetahui apa yang dia lakukan


Sandra bolak balik di ruang tamu, bingung bagaimana dia harus menjawab jika mamanya Alfian mengetahui hal itu, karena firasatnya dia berkata bahwa Nyonya Francie mama dari Alfian tidak akan tinggal diam


Dia pasti akan menanyakan apa yang dilakukan olehnya beserta motifnya belum lagi dengan Tuan Wijaya, dia tahu benar siapa Tuan Wijaya dan jika itu terjadi sudah pasti dia yang akan diamuk papanya


Sandra benar benar tidak bisa tidur malam itu,. akhirnya dia memutuskan untuk menelpon orang yanq memberikan saran kepadanya namun sayangnya handphonenya tidak aktif bahkan dihubungi berkali kali juga tidak terjawab sama sekali


kali ini Sandra pasti kena getahnya

__ADS_1


__ADS_2