Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 54


__ADS_3

Sementara itu di rumah Alfian, tampak mamanya Alfian sedang menerima tamu seorang wanita cantik bersama dengan sahabatnya yaitu Sandra dan Amel, sebenarnya nyonya Francie sudah tahu maksud dari kedatangan gadis cantik, namun nyonya Francie tidak mau ikut campur dalam urusan asmara anaknya itu, dia membiarkan anaknya menyelesaikan masalah dia sendiri, dia sebagai orang tua hanya memberikan saran


"Maaf Tante, maksud kedatangan saya disini adalah ingin menanyakan apakah benar Alfian sudah lamaran?" tanya Sandra tanpa basa basi terlebih dahulu


"Iya itu benar nak " jawab mamanya Alfian singkat


"Tapi kenapa Tante, Tante kan tahu sendiri saya mencintai Alfian sudah sejak lama dari semenjak SMA, dan keluarga kita saling mengenal satu sama lain?" tanya Sandra dengan nada kecewa, hatinya sangat kecewa kepada mamanya Francie, karena telah mengira tidak menyetujui hubungan Alfian dengan Sandra


Nyonya Francie langsung menghela nafas panjang, dia tidak menyangka kalau Sandra berani menanyakan bahkan menuntut penjelasan ini kepadanya bukan kepada Alfian


"Apa kamu sudah bertanya kepada Alfian jawabannya seperti apa?" tanya Nyonya Francie kali ini dengan suara tegasnya


Sandra yang mendengar pertanyaan dari nyonya Francie langsung terdiam


"Kalau kamu belum menanyakan masalah itu, sebaiknya kamu bertanya secara langsung kepada Alfian kenapa dia memilih wanita itu dibandingkan dengan kamu" kata nyonya Francie masih dengan suara tegasnya


"Tapi Tante...." kata Sandra belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sudah dipotong oleh mamanya Alfian


"Sandra dengarkan Tante, Tante bukannya tidak menyetujui hubungan kalian tapi Tante sama om membebaskan anak kami untuk memilih pasangannya sendiri tanpa paksaan dari manapun" kata Nyonya Francie menatap tajam ke arah Sandra


"Lagian kamu ini loh cantik, pintar, bergelimang materi, percaya sama Tante di luar sana pasti banyak laki laki yang mau sama kamu, kamu masih bisa mendapatkan lebih daripada seorang Alfian" nasehat dari mamanya Alfian untuk Sandra


Namun sayangnya Sandra tidak bisa menerima nasehat dari mamanya Alfian, justru dia melimpahkan emosinya kepada mamanya Alfian


"Tante jahat, seharusnya Tante menghalangi Alfian untuk melamar gadis itu, Tante tidak tahu kan dia itu seperti apa" kata Sandra sedikit emosi kepada mamanya Alfian


"Dengar ya Sandra...Tante tidak mungkin menghalangi Alfian untuk memilih siapa pendamping hidupnya, Tante membebaskan anak Tante untuk memilih jodohnya sendiri karena dia yang menjalani rumah tangga nya, kalau dia mencintai kamu sudah dari dulu Alfian melamar kamu, tapi nyatanya dia memilih gadis lain dan bukan kamu itu artinya dia tidak mencintai kamu, paham kamu" kata Mamanya Alfian dengan suara tajam, dan sedikit marah dengan omongan Sandra,kali ini mamanya Alfian sedikit emosi menghadapi Sandra yang bisa bisanya menyalahkan dirinya


"Kalau sudah tidak ada urusan lagi silahkan kamu keluar dari sini, saya mau istirahat " kata mamanya Alfian mengusir Sandra, dia langsung berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Sandra dan sahabatnya seorang diri, Sandra yang tidak terima diperlakukan seperti itu merasa sangat marah, namun dia hanya bisa menahan emosinya sendiri


"Gw ga terima diginiin, gw akan bikin perhitungan dengan Diandra" kata Sandra dengan nada geram sambil mengepalkan jarinya


"Sudahlah Sandra, kita pulang aja yuk, setidaknya kita sudah mendapatkan penjelasan dari Tante Francie, kita juga disini mau ngapain lagi" kata Amel membujuk Sandra untuk pulang, karena dia sendiri tidak enak hati melihat perdebatan Sandra dengan Nyonya rumah


"Pulang yuk " ajak Amel sambil menggamit tangan Sandra, Sandra hanya bisa menurut sambil menahan rasa emosi yang berkecamuk di hatinya, kali ini Amel yang menyetir mobil karena dia tidak mengizinkan Sandra untuk membawa mobil , dia tidak ingin karena emosi Sandra yang meledak ledak itu membuat mereka celaka pada akhirnya


"Amel... gw pengen ke kantornya Alfian " kata Sandra pada akhirnya, memecahkan keheningan di dalam mobil Sandra


"Untuk apa Sandra?" tanya Amel bingung


"Gw pengen melabrak Diandra, benar benar tidak tahu malu dia merebut Alfian dari sisi gw" kata Sandra dengan suara yang masih penuh dengan emosi


Amel menghela nafas panjang


"Sandra, kalau elo kaya gitu justru elo yang akan dipermalukan oleh mereka, belum lagi seisi kantor melihat elo, elo mau jadi bahan tontonan sama mereka?" tanya Amel sambil menyetir kendaraan, Sandra cuman bisa diam tidak menanggapi perkataan dari Amel


"Elo boleh marah, tapi akal sehat juga harus jalan, emosi boleh tapi ingat elo itu masih punya harga diri" kata Amel mencoba menyadarkan Sandra


Sandra masih diam, dia merasa tidak terima diperlakukan Alfian seperti ini, melamar gadis tiba tiba apalagi dia adalah musuhnya semenjak SMA, dan dia juga tidak menyangka kalau Alfian ternyata lebih menaruh hati kepada Diandra dan bukan karena dirinya


Sandra tiba tiba mengambil handphone dari dalam tasnya, dia menelpon seseorang


"Kamu menelpon siapa?" tanya Amel ingin tahu


"Gw mau nelpon Tonny atau Andrew, mereka yang lebih tahu tentang Alfian" jawab Sandra sambil menekan nomor telpon dan terdengar suara nada sambung, tanpa menunggu lama sudah tersambung oleh si pemilik suara di seberang

__ADS_1


"Hallo Tony, ini gw Sandra gw pengen ketemu sama elo bisa?" tanya Sandra tanpa basa basi


"Bisa saja sih Sandra, memangnya ada apa elo pengen ketemuan sama gw?" tanya Tonny dengan penuh rasa ingin tahu


"Gw mau tau tentang Alfian dan Diandra, sudah deh gw ke tempat elo aja ya.." kata Sandra tidak sabar


"Gw lagi ga ada di kantor, ketemuan sama gw dua jam lagi di cafe tempat biasa dulu kita ngumpul aja" kata Tonny


"Oke kalo begitu, sampai ketemu disana" kata Sandra, lalu dia memutuskan hubungan suara


"Kita kemana sekarang?" tanya Amel masih fokus menyetir


"Cafe tempat biasa dulu kita kumpul ketika kita pulang sekolah" jawab Sandra dengan matanya menatap lurus ke depan


"Oke kalau begitu" jawab Amel


"Siapa yang nelpon Ton?" tanya Andrew dengan penuh rasa ingin tahu


"Sandra, dia pengen tahu mengenai masalah Alfian dan Diandra" jawab Tonny


Saat itu Tonny sedang datang berkunjung ke club' Andrew, menemui Andrew di ruangan kerjanya, club' nya Andrew kalau siang memang tutup dan baru akan dibuka menjelang sore hari namun Andrew selalu ada di tempat, dia terkadang menghabiskan waktunya disana


"Kita jangan ikut campur, fokus saja sama kebahagiaan Alfian dan Diandra sudah itu saja, masalah Sandra toh memang sudah lama Alfian tidak pernah suka sama dia sayangnya gadis itu tidak pernah sadar sama sekali" kata Andrew memberikan nasihat bijak kepada Tonny


"Elo benar sayangnya Sandra sering mengartikan lain mengenai kedekatan mereka berdua..dan satu lagi gw baru tahu cewek yang ditaksir sama Alfian ternyata musuhnya Sandra" kata Tonny tertawa dia sampai menggelengkan kepalanya kalau selama ini dia tidak sadar kalau salah satu sahabatnya ternyata menyukai seorang gadis yang dulunya dianggap tidak menarik sama sekali, bahkan pernah menjadi musuhnya Sandra


Tonny ingat ketika Alfian sedang berbicara dengan gadis lain masalah perihal tugas sekolah, disitu Sandra langsung mengamuk sama gadis itu yang membuat gadis itu menjadi sangat ketakutan hingga tidak lagi berani menemui Alfian hanya untuk membahas mata pelajaran, dimana ada Alfian disitu pasti ada Sandra padahal banyak sekali pria pria yang menyukai Sandra, namun bagi Sandra mereka bukan siapa siapa dan tidak cocok bersanding dengan dirinya


"Gw pikir Sandra berubah tapi ternyata malah semakin menjadi" kata Andrew sambil menggelengkan kepalanya


"Kali ini gw setuju Alfian memilih Diandra, gadis itu sebenarnya cantik juga aslinya pintar Alfian memilih dia sebagai calon isterinya" kata Tonny dengan nada kagum


"Tapi loe mau gag tolongin gw...?" tanya Tonny meminta pertolongan kepada Andrew


"Minta tolong apa loe?" tanya Andrew ingin tahu


"Sandra pengen gw ketemuan sama dia, temenin gw yak" ajak Tonny dengan pandangan memelas


"Sorry Ton gw malas ketemuan sama itu cewek" kata Andrew


"Ayolah Andrew, gw janji bakalan traktir elo dah disana, elo kan tahu Sandra orangnya seperti apa" kata Tonny dengan wajah memelas


Andrew menghela nafas panjang, menatap Tonny yang sedang membutuhkan bantuannya sementara dirinya sendiri sangat enggan bertemu dengan Sandra, Andrew adalah tipe orang yang jika ada yang minta tolong pasti akan selalu dilakukannya, tapi kali ini beda pengecualiannya


"Ayolah Andrew, please tolongin gw sekali saja" kata Tonny masih dengan wajah memohonnya


Andrew akhirnya dengan berat hati mengiyakan permintaan sahabatnya itu


"Ya sudah tapi ingat elo traktir gw disana, gw ga mau tahu" kata Andrew sambil berdiri dari kursinya


"Terima kasih Andrew ku sayang " kata Tonny tersenyum nyengir sambil mengedipkan matanya ke arah Andrew


Andrew yang melihat itu langsung berasa ingin muntah "Ton..please deh elo bikin gw pengen muntah atau ga usah aja nih" kata Andrew sedikit geli sambil mengancam Tonny


Tonny langsung tertawa terbahak-bahak,begitu melihat Andrew dengan wajah jijiknya "Sorry sorry...tapi bisa tuh kita coba" kata Tonny lagi sambil menggoda Andrew

__ADS_1


"Ton..gw beneran nih ga jadi pergi..mending loe kumpul aja deh sama kamu pelangi" kata Andrew sedikit kesal dengan ulahnya Tonny yang jahil


"Ogah..males banget pedang maen pedang..enakan pedang maen sama jeruk" kata Tonny sambil bergidik ngeri membayangkan itu "Ntr yang ada gw ga punya sumbatan, langsung lancar kayak jalan tol pantat gw " kata Tonny dengan suara jijik


Andrew langsung tertawa kencang mendengar Tonny berkata seperti itu, sahabatnya ini memang tingkat halu nya lumayan tinggi


"Kayak gitu elo bayangin....loe mah ada ada saja" kata Andrew pada akhirnya disela sela tawanya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tonny


"Lah elo duluan yang mulai, yang membahas masalah pelangi itu siapa" kata Tonny sewot


Andrew yang merasa tidak terima disalahkan langsung menatap Tonny dengan pandangan tajamnya "Eh dodol..yang mulai duluan punya kelakuan kaya gitu siapa..gw kan cuman menyarankan" kata Andrew kesal dengan sahabatnya ini


"Iya..tapi saran elo menyesatkan" ujar Tonny


"Mau jalan ga nih?" tanya Andrew


"Maulah, ayok kita jalan " kata Tonny sambil melangkahkan kakinya menuju ke pintu yang disusul oleh Andrew


Mereka keluar dari club' nya Andrew menuju ke parkiran mobil, mereka kemudian memutuskan menggunakan kendaraan milik Tonny


"Sudah siap belum?" tanya Tonny melihat Andrew yang sedang memasang sabuk pengamannya


"Sudah..elo jalan aja" jawab Andrew


Tonny menghidupkan mesin mobilnya dan melaju keluarlah dari parkiran club' menuju jalan raya yang berdebu


"Elo kenapa sih ga kerja di perusahaan bapak elo?" tanya Tonny akhirnya memecahkan kesunyian di dalam mobilnya


"Gw pengen berdiri sendiri, tanpa nama besar bokap gw walaupun usaha ini ditentang sama bapak gw, tapi setidaknya gw punya kebanggan disitu" jawab Andrew


"Iya tapi kan loe anak cowok sementara adek adek elo perempuan semua, bokap loe itu sudah waktunya untuk pensiun gag kasihan apa" nasehat Tonny yang fokus mengemudi


Andrew menghela nafas panjang, perkataan Tonny ada benarnya juga tapi di club' itu ada investasinya mereka berempat juga.... jadi mau tidak mau dia harus bertanggung jawab, karena sesuai perjanjian Andrew lah yang diminta menjadi penanggung jawab club' tersebut


"Loe kan tahu gimana berdirinya club' ini, ini kan investasi kita berempat Ton, dan gw yang ditunjuk sebagai penanggung jawab atas club' ini" kata Andrew dengan serius


Tonny terdiam tampak berpikir "Begini saja jika elo misalkan berubah pikiran, kita akan mencari orang baru yang bertanggung jawab terhadap club' ini dan kita sebagai pengontrolnya gimana menurut elo?" tanya Tonny fokus dengan menyetirnya


"Kita bicarakan ini nanti saja, lagian untuk masalah ini harus dibicarakan dengan Alfian dan Donny juga, kita ga bisa memutuskan secara sepihak " kata Andrew yang sebenarnya masih berat melepaskan club' itu


Karena club' itu sendiri sudah sangat maju, dan Andrew bisa merasakan bagaimana club' itu dirintis hingga seperti sekarang ini, ditambah club' ini juga memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya


Mobil melaju dengan kecepatan yang sedikit lambat, karena hari itu jalanan sedang padat padatnya, hingga Tonny harus melambatkan laju kendaraan mobilnya


"Kira kira Sandra akan meminta keterangan apaan ya?" tanya Tonny masih fokus menyetir mobilnya


"Entahlah Ton, lagian ya tuh anak udah jelas jelas ditolak Alfian sejak dulu masih saja mengikuti Alfian kemanapun Alfian pergi,dan kalau ada apa apa nyusahin kita juga kaya sekarang ini" ujar Andrew dengan sangat kesal, dia berpikir wanita secantik Sandra pasti bisa mendapatkan yang lebih dari hanya seorang Alfian


Yang mereka tahu banyak yang menyukai Sandra karena kecantikannya, bahkan dulu ada seorang rival mereka di sekolah lain juga menyukai Sandra namun sayangnya Sandra menolak mentah mentah, padahal kalau menurut mereka rival mereka itu tidak kalah tampan dari seorang Alfian, memang sih kalau mengikuti materi Alfian masih lebih diatas mereka dan rival rival mereka, Andrew benar benar tidak mengerti pemikiran dari seorang wanita seperti apa


"Namanya juga Sandra, elo kaya ga tau aja Sandra itu seperti apa...gw sih amit amit punya pasangan kaya dia " kata Tonny sambil bergidik


"Cantik tapi kelakuannya itu kayak Mak lampir " kata Tonny lagi


Andrew yang mendengar itu langsung tertawa kencang ",Gula loe..itu mulut julid amat..hati hati loh ntr jadi jodoh baru tau rasa" kata Andrew disela sela tawanya

__ADS_1


"Amit amit dah...mending gw jomblo dulu sampe ketemu seorang Dewi cantik seperti Diandra, baru mau gw..gw dapat bekasnya Alfian ga nolak tuh " ujar Tonny dengan enteng yang langsung ditatap tajam sama Andrew


"Dasar loe pebinor....hati hati kalo Alfian denger bisa dicincang elo" kata Andrew sembari memperingatkan sahabatnya ini, karena Andrew tahu seperti apa Alfian ini kalau sudah marah, apalagi kalau itu tentang Diandra karena hanya Alfian yang boleh memiliki Diandra tidak dengan yang lain


__ADS_2