
Pria itu masih menatap rumah sederhana dengan cara berwarna putih, dia masih mengepulkan rokoknya, dengan kaca mata hitamnya matanya masih saja terus mengawasi rumah itu dan berharap ada yang keluar dari rumah tersebut, namun sayang sampai siang tidak ada satupun yang keluar dari rumah
Dengan kesal dia mematikan rokoknya dan melemparkannya ke jalan, namun dia masih juga tidak beranjak dari tempatnya dia mengintai
Novia merasa sangat bosan di dalam kamar, dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar, tidak ditemuinya siapa siapa disana, mungkin bunda sedang berada di dalam kamarnya untuk beristirahat begitu pikir Novia
Rumah tampak sepi, dia memutuskan untuk keluar dari rumah hendak bermaksud mencari angin di teras rumah, begitu Novia keluar dari rumah matanya yang awas dan jeli itu langsung melihat sebuah mobil di seberang jalan, mobil itu seperti terparkir di seberang jalan rumah kalau orang yang tidak tahu pasti akan mengira mobil itu memang parkir disana namun tidak dengan Novia
Novia memperhatikan mobil tersendiri jauh, dia ingat waktu dia datang ke rumah ini tadi pagi mobil itu ada disana dan sekarang pun tidak berpindah sama sekali, mata Novia yang awas langsung menatap mobil itu dengan penuh waspada namun dia tidak boleh membuat si pemilik mobil ini curiga kalau dia sudah mengetahuinya
Novia akhirnya memutuskan untuk pura pura tidak melihat, dan tidak tahu namun dia harus memasang radarnya agar jangan sampai dia lengah karena tugasnya dia adalah menangkap si penculik tersebut dan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib
Novia masih terus mengawasi mobil itu sambil pura pura dia berjalan menuju ke halaman depan rumah, dia mencoba memancing yang punya mobil itu untuk keluar dari mobilnya, dan si penculik itu begitu melihat Novia keluar dari rumahnya langsung segera bersiap siap untuk menculik Novia yang dia sangka adalah Diandra
"Gw harus hati hati, jangan sampe mengundang kecurigaan" begitu pikir Novia sambil pura pura menatap ke arah lain, namun belum sempat pria itu membuka mobilnya untuk menangkap kembali wanita yang dia sangka adalah Diandra tiba tiba seseorang datang menghampiri Novia
Novia sendiri kaget begitu ada yang menghampiri dirinya, seorang pria masih muda mungkin umurnya sepantar dengan dirinya
"Dengan Diandra ya?" tanya orang tersebut dengan ramah namun matanya terlihat sangat tajam sedang menatap Novia
"Novia berpikir sebentar, akhirnya dia menganggukan kepalanya dengan pelan
"Sebaiknya anda jangan melihat ke belakang, ada yang mengintai anda" ucap pria itu yang menggunakan jaket hitam tebalnya
"Siapa anda?" tanya Novia penasaran sambil menatap wajah misterius pria tersebut
"Saya ditugaskan untuk menjaga anda, dan saya tahu anda bukanlah Diandra tapi Novia" jawab pria itu dengan nada tegas dan mata tajamnya menatap Novia dengan tatapan seperti menginterogasi dirinya
__ADS_1
"Lalu kenapa kalau saya bukan Diandra?" tanya Novia dengan suara pelannya namun sama dengan nada pria tersebut kali ini nada suara Novia tampak semakin curiga
"Saya kesini untuk menjaga anda, dan sebaiknya anda menurut sama saya" ucap pria itu menatap Novia dengan tatapan tajamnya
"Maaf anda siapa, saya tidak mengenal anda sama sekali dan untuk apa anda menjaga saya, saya bisa menjaga diri saya sendiri" jawab Novia dengan nada ketus dan tidak suka terhadap pria tersebut
Pria tersebut langsung tertawa
"Kamu tidak kenal sama aku?" tanya pria itu menatap Novia dengan tatapan menyelidik nya
"Untuk apa saya kenal dengan anda" jawab Novia dengan suara ketus
"Saya mau masuk dulu dan ingat jika kamu berani mengikuti saya, maka saya tidak akan segan mematahkan leher anda" ucap Novia dengan suara dingin
Pria misterius itu menatap tajam ke arah Novia
"Apa kamu benar tidak mengenal saya Novia?" tanya pria misterius itu menatap Novia dengan tatapan tajam, dia bertanya sekali lagi dan Novia menatap heran dengan pria yang ada di hadapannya
"Anda ini bicara apa, dan siapa itu agen 1077, saya tidak mengenalnya dan satu lagi itu bukan saya" jawab Novia dengan suara tegasnya
Entah kenapa kali ini dia sangat merasa kesal dengan pria tersebut, rasanya ingin sekali dia memecahkan batok kepala pria yang ada di hadapannya
"Baiklah kamu boleh menyangkalnya tapi ingat kamu pasti akan ketahuan juga nantinya" ucap pria itu, lalu dia langsung meninggalkan Novia begitu saja tanpa mengucapakan kata kata pamit
Novia menatap kepergian pria itu sambil menggelengkan kepalanya
"Pria yang aneh, siapa itu agen 1077" gumam Novia pelan, lalu dia langsung membalikkan badannya menuju ke rumah Diandra
__ADS_1
Pria yang ada di dalam mobil itupun juga mengurungkan niatnya untuk turun dan bertemu dengan gadis yang dia sangka adalah Diandra
"Dari mana saja kamu?, bunda dari tadi mencari cari kamu" tanya bunda begitu Novia masuk ke dalam rumah
"Bunda maaf, tadi Novia habis berjalan jalan di teras depan untuk melihat situasi dan kondisi" jawab Novia cepat
"Lalu bagaimana apakah aman semuanya?" tanya bunda dengan perasaan was was
Novia terdiam dan tampak berpikir sebentar
"Tenang saja bunda semuanya aman aman saja, bunda jangan khawatir ya" ucap Novia setengah berbohong, dia tidak ingin membuat wanita separuh baya itu menjadi takut dan khawatir, dia harus menenangkan wanita yang ada di hadapannya ini
"Syukurlah kalau begitu, bunda berharap kekhawatiran dan kegelisahan anak bunda Diandra tidak beralasan sama sekali" ucap bunda dengan nada lega
Novia yang mendengarkan bunda bicara seperti itu hanya bisa tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun
"Sudah siang, ayok kita makan, bunda sudah menyiapkan makan siang di dapur mungkin kamu menyukainya" kata bunda sambil mengajak Novia untuk menuju ke meja makan
Tangan Novia dibimbing oleh bunda dan kemudian dilepaskan begitu sudah sampai di meja makan
"Duduklah" kata bunda menyuruh Novia untuk duduk, Novia dengan patuh menuruti apa yang diperintahkan oleh bunda
Novia melihat masakan bunda yang tampak menggiurkan dan tanpa sadar Novia merasa sangat lapar, bunda yang melihat itu langsung tersenyum senang
"Makanlah nak jangan malu malu" ucap bunda sambil memberikan piring kepada Novia, dan Novia dengan cekatan langsung menerima piring dari bunda
"Bunda berharap kamu menyakiti masakan bunda, karena bunda tidak tahu apa masakan kesukaan kamu" ucap bunda dengan jujur
__ADS_1
"Terima kasih bunda, ini sudah lebih dari cukup bund" ucap Novia dengan nada sopan
Novia tidak menyangka kalau bunda akan memperlakukan dirinya seperti layaknya anggota keluarga, biasanya setiap kali dia ditugaskan tidak ada yang perduli dengan dirinya yang mereka tahu dia harus mengerjakan tugas dengan cepat dan selesai, dan setelah itu dia bisa menghilang tapi tidak kali ini dia merasa dirinya diperlakukan secara manusiawi