Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 127


__ADS_3

Keesokan paginya Diandra bangun pagi pagi sekali, dia sudah tampak bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Hera, ketika Diandra sedang bersiap siap dikamar nya, pintu dari luar tiba tiba diketuk dan Diandra menyuruh masuk, bunda langsung masuk ke dalam, sembari tersenyum lembut kepada Diandra yang sedang bersiap siap dia pun berkata


"Sudah ada Alfian di luar, jangan lupa sebelum berangkat sarapan dulu"


Diandra yang sedang bersiap siap langsung menoleh dan menatap bundanya


"Iya bunda, aku sebentar lagi sudah selesai" jawab Diandra sambil memoleskan lipstik ke bibirnya yang mungil


"Ya sudah bunda keluar dulu" ucap bunda lalu menutup pintu kamar Diandra pelan pelan


Setelah puas menatap diri di cermin, Diandra langsung keluar kamar, menuju ke ruang makan disana sudah terdapat Alfian yang sudah sedang duduk di kursi makan


"Aku pikir kamu tidak datang" kata Diandra kepada Alfian sambil mengambil dua lembar roti dan kemudian dia mengolesi roti dengan selai kacang dan coklat ditambah dengan irisan keju


"Gag mungkin kan, aku membiarkan calon isteri aku pergi seorang diri di pagi pagi buta ini" jawab Alfian sambil tersenyum menggoda


Diandra yang digoda Alfian hanya tersenyum saja sambil menyuapkan roti ke dalam mulutnya


"Kamu tahu ga kalau kamu bicara begitu aku semakin tambah lapar" kata Diandra Sabil nyengir, dia lalu menuangkan teh hangat ke dalam secangkir gelas


"Mau teh?" tanya Diandra kepada Alfian


"Tadi sudah, ga apa apa kalau kamu menawarkannya lagi" jawab Alfian menatap wajah Diandra dengan wajah datar, kesal karena dia diledek sama Diandra, namun Diandra pura pura tidak tahu jika Alfian kesal dengan dirinya


Diandra pun langsung menuangkan tehnya ke dalam gelasnya Alfian dan kemudian Alfian menyesapnya dengan pelan pelan


"Kamu ga sarapan?" tanya Diandra menatap Alfian


"Tadi sudah ditawari oleh bunda, dan sudah sarapan juga" jawab Alfian masih sambil menyesap teh yang diberikan oleh Diandra


Diandra hanya menganggukkan kepalanya, ruang makan itu tampak sepi, bunda dan ayah masih ada di dalam kamarnya


"Tadi ketemu sama ayah?" tanya Diandra kepada Alfian masih memakan rotinya


"Belum sih" jawab Alfian pendek

__ADS_1


"Mungkin masih tidur" jawab Diandra


Setelah selesai sarapan, Diandra sudah siap berdiri tiba tiba ayah dan bundanya berjalan menghampiri mereka berdua


"Kalian sudah selesai sarapan?" tanya ayah kepada Alfian dan Diandra menatapnya satu persatu


"Sudah ayah, kami sudah sarapan" jawab Diandra sambil tersenyum


"Sekarang kalian mau ke rumah sakit?" tanya Ayah sambil duduk diatas kursi makan


"Iya ayah, benar kita mau segera ke rumah sakit, semoga saja Hera sudah bangun dari tidurnya " jawab Diandra lagi sambil menyampirkan tasnya di bahunya


"Ya sudah hati hati di jalan " jawab ayah sambil mengambil roti tawar


Bunda datang dari ruang dapur, dan membawa sesuatu ke ruang makan


"Ini ada sedikit makanan untuk Hera, bunda tadi bikin bubur ayam buat Hera, siapa tau dia ada mau makan sarapan bubur ayam buatan bunda" kata bunda tersenyum sambil memberikan bungkusan yang berisikan bubur ayam yang ditaruh didalam rantang susun kepada Diandra


"Aku yakin Hera pasti menyukainya, bunda tahu sendiri kan kalau Hera itu sangat menyukai masakan bunda" kata Diandra sambil tertawa mencoba untuk menghibur bunda


"Semoga saja" jawab bunda dengan penuh harap


"Kamu mah apa apa juga doyan dikasih rumput tetangga juga doyan" ledek Diandra kepada Alfian sambil menerima rantang bubur dari bunda


" Kamu tuh ya suka banget ledekin aku" kata Alfian dengan bibir yang di manyun kan


"Ups sorry" balas Diandra sambil memasang wajah memelas namun sambil meledek yang membuat Alfian makin tambah cemberut


"Ya sudah sana jalan, nanti keburu Hera pulang" kata Bunda menyuruh mereka berdua untuk segera pergi ke rumah sakit


"Yah tinggal disusul ke rumahnya bunda" jawab Diandra dengan nada santai


"Kamu ini bicara sama bunda kok begitu" tegur Alfian ke Diandra, dan Diandra hanya membalas dengan cengiran lebar


"Bunda, ayah kami berdua pamit dulu ya" pamit Diandra mencium tangan kedua orang tuanya, yang diikuti oleh Alfian mencium tangan kedua orang tua Diandra

__ADS_1


"Hati hati di jalan, Alfian ingat kamu jangan ngebut mentang mentang jalanan masih sepi" ucap ayah Diandra begitu Alfian mencium tangan ayah Diandra


"Iya om, saya janji pasti akan hati hati lagian saya kan bawa anak om" jawab Alfian sambil melirik ke arah Diandra


Diandra hanya mendelik begitu Alfian berkata seperti itu, dan ayah Diandra juga tertawa


"Salam dari kami buat Hera, dan semoga Hera juga bisa lekas sembuh" kata Bunda sambil berjalan mengantar Alfian dan Diandra ke pintu depan


"Iya bunda akan Diandra sampaikan salam sekaligus pesan bunda untuk Hera" jawab Diandra sambil membuka pintu depan


Angin pagi langsung menerpa wajah Diandra, udara yang dingin dan sejuk masih menyelimuti pagi yang masih sedikit terang


"Kami berangkat dulu tante" kata Alfian yang dibalas dengan anggukan bunda, lalu menuju mobil yang terparkir tepat di halaman depan Diandra


"Bunda Diandra juga pamit" sambil berbalik ke arah bundanya


"Iya hati hati di jalan" kata bunda menatap Diandraa dengan penuh rasa sayang


Lalu setelah itu Diandra menyusul Alfian masuk ke dalam mobil, sambil membuka kaca jendela, Diandra melambaikan tangannya ke arah bunda yang masih berdiri doi depan pintu rumahnya, yang dibalas oleh bunda dengan lambaian tangannya sambil tersenyum, setelah mereka berdua menghilang dari pandangan matanya, bunda langsung masuk ke dalam rumah tidak lupa dia kembali menutup pintu depan rumahnya dan menemui suaminya yang sedang sarapan di ruang makan


Sementara itu didalam mobil Alfian, Diandra memangku rantang bubur yang sudah di taruh di dalam plastik, terasa hangat di pangkuan Diandra


"Semalam Donny menelpon aku" kata Diandra memberitahukan kepada Alfian yang sedang fokus menyetir mobil


Alfian yang mendengar Donny menelpon Diandra langsung menoleh tiba tiba, dan Alfian tidak melihat ada orang yang sedang menyebrang


"Alfian AWAS !" teriak Diandra begitu tahu ada yang menyebrang jalan, Alfian langsung melakukan rem mendadak, tampak wajah Diandra langsung shock dan Alfian langsung kaget setengah mati, dalam sepersekian menit, kalau saja dia tidak melakukan rem mendadak, mungkin sudah terjadi kecelakaan lalu lintas akibat keteledorannya dia


Wajah Diandra langsung pucat pasi, melihat oang yang sedang menyebrang dengan tenang tanpa terjadi sesuatu apapun, Diandra langsung menengok ke arah Alfian dengan tatapan marah


"Kamu ini apa apaan sih, kamu bisa nyetir gag sih?" tanya Diandra kali ini dengan nada marah, Alfian terdiam sesaat mencoba mencerna semuanya yang terjadi dan pertanyaan Diandra, karena dia sendiri juga shock


"Sorry " cicit Alfian dengan suara pelan


Diandra yang melihat wajah Alfian yang pucat, langsung terdiam sejenak, dia langsung menarik nafas panjang tidak tega juga memarahi Alfian secara berlebihan

__ADS_1


"Kamu tidak apa apa ?" tanya Alfian memandang cemas kepada Diandra, Diandra hanya menggelengkan kepala dalam diam, namun wajah yang pucat tadi berganti dengan wajah kesalnya namun dia berusaha untuk menutupinya


"Kita jalkan saja, aku tidak apa apa" kata Diandra dengan nada datar, menyuruh Alfian kembali menjalankan mobilnya, Alfian hanya menurut saja, dia pun mulai menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang yang kali ini dia lebih berhati hati lagi, dan matanya fokus ke depan sementara Diandra hanya duduk diam disebelah Alfian, di dalam mobil suasana menjadi sunyi, semuanya fokus ke depan hingga mereka sampai ke rumah sakit


__ADS_2