Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 71


__ADS_3

Diandra diantar pulang oleh Alfian hingga ke rumahnya, sesampainya mereka di rumah Diandra, sang bunda sedang hendak masuk ke dalam rumah, sang bunda menoleh ke belakang karena Diandra memanggilnya, Diandra dan Alfian langsung turun dari mobil, sang bunda bertanya tanya didalam hatinya


" Siang bunda " sapa Diandra sambil mencium tangan bunda begitu juga dengan Alfian


"Siang, kalian tidak bekerja? " tanya Bunda kepada Diandra dan menatap tanya kepada Alfian


"Kami libur bunda, karena semalam kami bekerja larut malam karena ada masalah sedikit di perusahaan" jawab Alfian terpaksa berbohong kepada bunda Diandra, karena mereka berdua tidak ingin membuat sang bunda kepikiran dan khawatir


Bunda Diandra hanya mengangguk sambil terdiam


"Kalian sudah makan? " tanya Bunda


"Belum " jawab Diandra sambil nyengir


"Kalau begitu masuklah terlebih dahulu, biar bunda siapkan makan siang buat kalian" ajak bunda Diandra menyuruh mereka berdua untuk masuk ke dalam


"Kalau begitu biar Diandra aja yang membantu bunda nanti di dapur" kata Diandra menawarkan dirinya untuk membantu sang bunda


"Issh.. tidak usah, kamu temani Alfian saja, bunda bisa kok sendiri " tolak sang bunda


"Tapi bunda... " kata Diandra yang tidak meneruskan kalimatnya karena sudah dipotong duluan oleh sang bunda


"Tidak usah Diandra, kasihan nak Alfian ga ada yang temenin" kata bunda tidak enak hati


Alfian yang mendengar itu, juga ikut merasa tidak enak hati lalu dia ikut berkata


"Tidak apa apa bunda, biar Diandra membantu di dapur, aku di ruang tamu saja "


Bunda menatap mereka silih berganti lalu kemudian dia menghela nafas panjang


"Ya sudah kalau begitu, kalau memang itu kemauan kalian" kata bunda berjalan menuju ke dapur yang diikuti oleh Diandra


Mereka melakukan persiapan memasak dengan cepat, Diandra mengambil barang barang yang ada di kulkas sementara sang Bunda menyiapkan perlatan memasak nya


kali ini mereka hendak memasak telur dadar, sayur bayam, sambal dan tidak lupa tempe dan tahu goreng


Mereka bekerjasama secara kompak, Diandra yang menyiangi sayur bayam dan mengulek cabai dan terasi untuk dijadikan sambal tidak lupa bawang dan tomat, sementara sang bunda memotong motong tempe dan tahu kemudian dicelupkan ke dalam air garam dan bawang putih, untuk ikan gorengnya sang bunda sudah siap digoreng


Setelah semua sudah dirasa siap, bunda Diandra langsung menggoreng tahu dan tempe terlebih dahulu setelah minyak sudah dirasa cukup panas, sementara Diandra membuat sayur bayam hingga tidak lama kemudian hidangan untuk makan siang telah siap sedia, mereka kemudian baju membahu membawanya ke ruang makan untuk dinikmati bersama


Mencium aroma masakan yang berasal dari ruang makan, tiba tiba perut Alfian berasa sangat lapar sekali, namun sebagai rasa sopan santun, dia harus menahan rasa lapar itu sampai yang empunya rumah itu datang untuk menawarkan makanan


"Alfian ayok makan siang " ajak Diandra untuk makan siang bersama


"Memangnya sudah selesai? " tanya Alfian menatap Diandra


"Sudah kok, hanya makanan sederhana saja" jawab Diandra


Alfian langsung berdiri dari sofa, dan mengikuti Diandra untuk masuk ke dalam ruang makan, tampak disana sang bunda sudah siap dengan piring dan garpu nya


"Ayok silahkan duduk nak Alfian, maaf cuman seadanya" kata Bunda Diandra menyuruhnya untuk duduk

__ADS_1


Diandra mengambil nasi dan diberikannya kepada Alfian, begitu juga dengan dirinya juga ikut mengambil nasi lalu mereka berdua mengambil lauk pauk yang ter hidang di meja makan


Tampak Alfian makan dengan sangat lahap sekali, hingga mulutnya sampai penuh


"Makan itu pelan pelan " kata Diandra memperingati Alfian yang makan dengan rakusnya


"Kamu tau makanan ini sangat enak sekali, pinter kamu masak, apalagi sambalnya " kata Alfian sambil mendesis kepedesan


"Iya tapi jangan begitu, ga bagus " kata Diandra lagi


"Nak Alfian ayok ditambah lagi makanannya" kata Bunda Diandra sambil menawarkan nasi kepada Alfian, dan Alfian langsung mengambil sendiri tempat nasi yang dipegang oleh bunda Diandra, lalu mengambil nasi itu banyak banyak, membuat Diandra menggelengkan kepalanya, Alfian seperti sudah tidak makan selama setahun penuh


Setelah menghabiskan makanannya hingga tandas, Alfian langsung bersandar dengan perut kekenyangan


"Kamu tahu Al.. aku lagi berpikir kalau yang aku lihat ini adalah orang yang bukan mempunyai perusahaan ternama, namun melainkan orang kelaparan yang tidak makan selama sepuluh tahun lebih " kata Diandra tertawa melihat Alfian yang benar benar kekenyangan


"Ga masalah setidaknya aku sangat puas sekali, aku belum pernah menemukan makanan yang seenak ini " kata Alfian sambil memejamkan matanya


"Kamu tahu Di, aku sekarang benar benar mengantuk" kata Alfian lagi, lalu tiba tiba dia bersendawa, membuat Alfian yang kekenyangan merasa sangat lega perutnya ketika dia sudah bersendawa


Diandra kembali langsung menggelengkan kepalanya, Bunda Diandra masuk ke ruang makan begitu melihat Alfian yang sedang bersandar di kursi sambil memejamkan mata karena mengantuk, sang bunda kembali membuka suara


"Diandra, nak Alfian kok disuruh tidur disini sih, bawa dia ke kamar tamu sana"


"Biarin saja bu.. kebiasaan nanti kalo selepas makan tidur, itu juga tidak bagus"


"Anak ini.. "


"Tante... " kata Alfian sambil berkata malu malu


"Nak Alfian, kalau mau tidur di dalam sana, di kamar tamu, jangan disini" kata sang bunda kepada Alfian


Alfian tanpa banyak cakap langsung berdiri, mengikuti Bunda untuk ke kamar tamu, kali ini dia benar benar sangat mengantuk karena dia tidur menjelang subuh dengan tidur yang kurang begitu nyenyak


Bunda Diandra membuka kamar tidur untuk Alfian, dan membiarkan Alfian masuk ke dalam


"Makasih banyak tante " kata Alfian yang langsung masuk ke dalam, Bunda Diandra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


Setelah Alfian masuk ke dalam, Bunda langsung menutup pintu kamar tamu tersebut dan membiarkan Alfian beristirahat disana


"Kamu kalau ingin beristirahat, sana gih " kata bunda Diandra


"Iya bunda, Diandra pamit ke atas dulu ya" ujar Diandra


Bunda Diandra langsung mengiyakan, terlihat sorot mata anaknya sangat lelah


"Bunda tidak tahu apa yang terjadi sama kamu, semoga kamu bisa baik baik disana" gumam sang Bunda pelan sambil melihat punggung anaknya yang menghilang di kamar tidurnya


Sang Bunda kembali melanjutkan aktivitas, hingga sore pun tiba, tampak Alfian sedang menikmati senja didepan teras rumah Diandra,sementara itu Diandra sendiri sudah bersiap hendak berangkat hanya tinggal menunggu sang ayah


Diandra membuka pintu kamarnya, dan keluar dari kamarnya begitu melihat Alfian yang sedang duduk santai di teras depan

__ADS_1


Diandra segera menghampiri Alfian dan duduk di sebelah nya, Alfian masih menggunakan pakaian yang sama sejak kemarin


"Kamu ga pulang? "


"Kamu ngusir? "


"Apaan sih, aku nanya serius tau"


"Aku juga serius "


"Gag.. masalahnya kamu menggunakan pakaian yang kemarin dan itu jorok Alfian "


Alfian langsung nyengir


"Nanti sebelum ke Club' kita mampir dulu ke apartemen ya"


"Iya, tapi jangan lama lama"


"Beres calon ibu bos "


"Apaan sih "


Mereka berdua kembali terdiam, menikmati semilir angin di sore hari, hingga ada sebuah mobil yang masuk ke dalam pekarangan, berhenti tepat di belakang mobilnya Alfian


"Ayah datang " kata Diandra


Diandra langsung menghampiri ayahnya yang baru turun dari mobil


"Sore ayah " sapa Diandra sambil tersenyum manis, lalu dia langsung mencium tangan ayahnya dan mengambil tas kerja ayahnya


"Loh anak ayah sudah pulang " kata sang ayah


"Sudah dong " kata Diandra tersenyum manja sama sang ayah


Ayahnya mengusap lembut rambut anaknya, hingga ayahnya melihat Alfian yang sedang berdiri


"Nak Alfian juga ada disini rupanya" kata ayah Diandra sambil tersenyum


"Sore om " kata Alfian mencium tangan ayah Diandra


"Sore juga " jawab ayah Diandra


"Ayah masuk dulu ke dalam, menemui ibumu dulu, kamu temani Alfian ya nak " kata Ayah Diandra, yang dibalas anggukan kepala anaknya, dia langsung meminta tas kerjanya untuk dibawa ke dalam dan Diandra langsung memberikannya kepada sang Ayah


"Nak Alfian saya masuk dulu" kata Ayah Diandra yang di iyakan oleh Alfian, sepeninggal sang Ayah ke dalam mereka berdua kembali duduk di teras


"Kamu tahu ga Di.. " kata Alfian sambil menatap Diandra, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian memandang Alfian dengan pandangan tanya


"Kadang aku iri melihat keakraban keluarga mu, walaupun keluarga aku juga akrab namun kadang aku rindu untuk kumpul dengan keluarga" ujar Alfian sambil menghela nafas panjang


Diandra terdiam tidak berkata kata tapi masih menatap wajah Alfian, menunggu Alfian melanjutkan ceritanya, karena dia sangat ingin mengenal keluarga Alfian dari mulutnya Alfian dan Alfian mulai bercerita mengenai keluarganya, Diandra mendengarnya dengan penuh perhatian

__ADS_1


__ADS_2