
Setibanya Alfian di club' dia langsung menemui Donny yang sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya, hanya saja Alfian melihat Donny tampak agak sedikit murung kali ini, Alfian yang melihat itu langsung menghampiri Donny dan kedua sahabatnya yaitu Andrew dan Tonny
"Hei bro " sapa Alfian sambil duduk di samping Donny yang agak sedikit murung, Andrew dan Tonny langsung balik menyapa Alfian tapi tidak dengan Donny, dia sedang melamun
"Asisten elo kenapa? datang tiba tiba udah kaya ayam sayur gitu?" tanya Tonny kepada Alfian yang dibalas oleh Alfian mengangkat kedua bahunya seraya menggelengkan kepalanya
Alfian langsung menepuk bahu Donny
"Lo kenapa?" tanya Alfian menatap Donny yang sedang berwajah muram
"Gw bener bener nyesel banget" jawab Donny murung
Alfian yang mendapatkan jawaban seperti itu langsung kebingungan, dia tidak mengerti apa maksud dari jawaban Donny
"Loe nyesel kenapa ?, nyesel jadi assisten pribadi gw?" tanya Alfian lagi
Donny menghela nafas panjang dan kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya, membuat Alfian dan kedua temannya yang lain tampak sangat bingung melihat tingkah laku Donny yang aneh
"Lo kenapa sih?" tanya Andrew bingung sambil menggoyang goyangkan badannya Donny, karena tidak pernah sama sekali Donny bersikap seperti itu, mereka tidak pernah melihat Donny muram, sedih apalagi menangis seperti yang mereka lihat saat ini
Donny membuka wajahnya dan kemudian dia menarik nafas panjang
"Gw nyesel karena telah mengacuhkan Hera selama ini" jawab Donny murung, ketiga sahabatnya terdiam menunggu penjelasan dari Donny
"Gw tadi ke rumahnya Hera dan bertemu dengan mbok Darmi salah satu pelayan yang bertanggung jawab terhadap Hera dan rumahnya Hera" ucap Donny, dia kembali terdiam
"Terus?" tanya mereka bertiga serempak karena tidak sabar menunggu cerita dari Donny, dan kembali Donny menghela nafas panjang lalu dia pun mulai kembali bercerita tentang pertemuan dirinya dengan mbok Darmi, karena dari sanalah cerita itu berasal
Donny menceritakan secara detail mengenai Hera, semuanya terdiam dan sedikit terkejut mendengar cerita tentang hidupnya Hera yang menyedihkan dan bagaimana dia amnesia
Setelah selesai Donny menceritakan semuanya tentang Hera, mereka terdiam ruangan kembali sunyi, mereka tidak menyangka Hera yang begitu ceria, kuat dan tegar ternyata menyimpan sebuah kesedihan yang teramat dalam, mungkin itulah alasannya mengapa Hera sangat senang tinggal di rumahnya Diandra, karena disana dia mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan dari keluarganya yaitu perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya Diandra
__ADS_1
Ayah dan Bunda Diandra sangat welcome dengan kehadiran Hera, dan Hera sangat senang tinggal disana bahkan hampir setiap harinya dia tinggal disana jarang dia pulang ke rumah, mungkin rumahnya Hera ada di rumahnya Diandra dan Hera sudah menemukan apa yang Hera cari selama ini
"Lalu orang tuanya kemana?" tanya Andrew begitu Donny selesai bercerita mengenai kehidupan Hera
"Menyibukkan diri dan lupa kalau mereka masih punya anak yang, mereka lebih memilih pergi dan melupakan anak mereka yang masih tersisa" kata Donny dengan suara geram dan kesal
Dia tidak habis pikir kok ada orang tua yang tega pilih kasih terhadap anak anaknya, padahal mereka tidak memilih untuk dilahirkan
Alfian menepuk bahu Donny untuk memberikan semangat dan sekaligus menghibur Donny yang sedang merasa sedih itu
"Dan gw menyesal telah mengacuhkan dia selama ini, padahal kalian tahu banget gw sedang mencari seorang gadis kecil yang bernama Ara dan ternyata dia ada tepat di depan mata gw dan yang gw lakukan adalah terus menghindar dan menghindar, entah apa dia mau memaafkan gw apa tidak" ucap Donny dengan putus adanya
"Dan elo selalu membuat dia bingung dengan sikap dan perasaan elo yang sebenarnya" kata Alfian yang membuat Donny langsung merasa bersalah
"Elo benar, dan apa bedanya gw dengan orang tuanya Hera" kata Donny sambil menghela nafas panjang
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi yang berlalu biarlah berlalu lagian nih yah nasi udah jadi bubur tinggal tambahin kerupuk dan ayam tambah sambal dimakan kenyang" kata Tonny mencoba menghibur Donny
"Datangi, minta maaf dan katakan yang sejujurnya tentang semuanya dan biarkan dia yang memutuskan harus bagaimana, jangan buat dia sedih dan tambahan bingung lagi" jawab Andrew
Donny menatap Andrew seakan akan dia seperti menemukan jawaban dari mulut Andrew
"Dan ingat satu lagi, gantian elo yang berjuang buat dia, dan jangan mengeluh jika masih belum ada hasil karena selama ini Hera tidak pernah mengeluh ketika sedang berjuang mendapatkan hati elo l, dan gw harap semoga elo berhasil" ucap Andrew lagi memberikan nasihat yang bijaksana, Alfian dan Tonny mengangguk kepalanya tanda setuju dengan ucapan Andrew
"Keren loe kata katanya padahal Lo kan jomblo akut" ledek Tonny kepada Andrew
"Enak aja gw jomblo akut, gini gini gw pernah pacaran dan suka sama cewek yak" balas Andrew tidak mau kalah
Ketiganya yang mendengar Andrew berkata seperti itu langsung pada terkejut kaget
"Serius Lo pernah punya pacar?" tanya Tonny setengah tidak percaya
__ADS_1
"Punya lah gw kan normal emang kayak elo ga normal" sindir Andrew dengan kesal
"Eh gw masih normal yak, cuman belom ketemu aja yang cocok sama gw, kalau gw udah ketemu bakalan gw kejar tuh cewek" ucap Tonny kesal karena disangka pelangi oleh Andrew
"Malah gw pikir kalian berdua adalah pasangan homo" ucap Alfian santai
Andrew dan Tonny yang mendengar itu langsung melotot ke arah Alfian tidak menerima tuduhan yang dilemparkan oleh Alfian kepada mereka
"Amit amit gw punya pasangan gay kaya dia, mending gag sama sekali" kata Tonny menatap Andrew dengan pandangan jijiknya, Andrew yang tidak terima oleh ucapannya Tonny langsung berkata dengan nada sewot dan tidak mau kalah
"Gw juga ogah punya pasangan kaya Lo itu, gw nyari yang cantik bukan yang buruk kaya Lo"
"Denger ya, gw gini gini high jomblo quality, ga kaya Lo jomblo ga jelas, udah kalau datang minta yang gratisan pulak" ucap Andrew masih dengan nada sewotnya
Namun belum sempat berucap Alfian langsung duluan menyela pembicaraan mereka
"Sudah sudah sesama penyuka sesama jenis dilarang saling adu mekanik" ucap Alfian enteng yang langsung tiba tiba mendapatkan lemparan sendal dari Andrew
dan tonjokan dari Tonny, mendapatkan serangan tiba tiba dari kedua sahabatnya dan sumpah serapah mereka, Alfian hanya bisa mengaduh kesakitan
"Makanya tuh mulut dijaga Napa, mulut udah kaya nyinyiran tetangga " kata Andrew kesal kepada Alfian
"Iya sorry sorry, jangan marah dong kita damai" ucap Alfian sambil mengangkat kedua jarinya membentuk simbol damai
Donny yang melihat sahabat sahabatnya bertengkar, tiba tiba dia langsung tertawa terbahak bahak, mereka langsung menoleh ke arah Donny yang sedang tertawa terbahak bahak, Andrew menyikut Alfian, Alfian menyikut Tonny, mereka bertiga menatap Donny dengan pandangan aneh
Donny yang tiba tiba tertawa terbahak-bahak membuat yang lainnya tertegun tidak percaya, dan Donny masih saja tertawa terbahak bahak, hingga mengeluarkan air mata
"Don elo ga apa apa kan?" tanya Tonny dengan hati hati sambil menepuk bahu Donny yang masih tertawa
"Gak gw ga apa apa kok, kalian lucu" ucap Donny di sela sela tawanya, dan yang lainnya menganggukkan kepalanya sambil melongo menatap Donny dengan pandangan bingungnya
__ADS_1