Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 159


__ADS_3

Diandra terlihat sangat cantik sekali dengan menggunakan gaun pilihan dari pemilik butik tersebut ditambah dengan high heels yang tidak terlalu tinggi maupun tidak terlalu pendek, Diandra juga merasa sangat nyaman dengan apa yang dipakai olehnya


Alfian yang sedang bermain gadget melihat Diandra yang diapit oleh kedua karyawan butik tersebut langsung terbelalak kaget, dia menatap Diandra dari atas kepala sampai bawah kaki


Melihat reaksi Alfian yang terdiam, Diandra langsung merasa tidak enak hati


"Kenapa, aku ga pantes ya pake gaun ini?" tanya Diandra pelan dan ragu, Alfian masih menatap Diandra dengan tatapan mata yang masih tidak berkedip sama sekali, tanpa menjawab pertanyaan dari Diandra


"Ya sudah kalau begitu aku ganti saja dengan yang lain " ucap Diandra pelan sambil membalikkan badannya untuk menuju ke ruang ganti


"Diam disitu !" seru Alfian kepada Diandra, Diandra yang baru mau melangkah langsung menghentikan langkahnya dan Alfian langsung bangun dari kursinya, menghampiri Diandra dan mendekati Diandra


"Kamu cantik, aku terpesona sama kamu" ucap Alfian jujur kepada Diandra sambil menatap Diandra dalam dalam


Diandra yang ditatap seperti itu, langsung terdiam dan tersipu malu, wajahnya merona memerah, Alfian langsung tersenyum melihat Diandra yang tampak seperti putri malu tersebut


"Yuk kita pergi lagi, karena masih ada satu tempat yang harus kita kunjungi" kata Alfian yang langsung menarik tangan Diandra, setelah mengucapkan terima kasih kepada pemilik butik dan meminta butik untuk mengirimkan tagihannya ke rumah orang tuanya Alfian, mereka berdua langsung meninggalkan butik tersebut menuju ke suatu tempat


Alfian menuju ke salah satu salon yang mewah di kota tersebut, sesampainya disana Diandra yang digandeng oleh Alfian langsung masuk ke dalam, dan ternyata Nyonya Francie sudah memesankan tempat di salon itu langsung ke pemiliknya, seorang pria kewanita wanitaan datang menghampiri mereka berdua


dan dia adalah pemilik salon tersebut, yang hanya ingin dipanggil dengan sebutan madam Zee


Pemilik salon tersebut langsung menghampiri Alfian dan Diandra


"Hey cyiin sudah lama Eike menunggu kalian berdua loh, siapa yang disini mau di make over?" tanya Madam Zee sambil memandangi Alfian dari atas kepala sampai bawah kaki, Diandra yang melihat madam Zee memandangi Alfian seperti itu langsung menahan tawa tapi menyiratkan sorot mata geli, namun langsung mendapatkan pelototan dari Alfian, hingga Diandra langsung menoleh ke arah lain

__ADS_1


"Bukan saya tapi dia" kata Alfian dengan kaku sambil menunjuk ke arah Diandra


Madam Zee langsung menoleh ke arah Diandra, dan dia langsung menilai Diandra dengan penilaian seorang pemilik salon kecantikan ternama


"Cantik sekali, sangat cantik " puji madam Zee memandangi Diandra dengan pandangan kagum, dan menatap Diandra dari atas kepala sampai bawah kaki


"Sebaiknya jangan memandangi calon istri saya seperti itu, kalau tidak matamu tak congkel" kata Alfian dengan ketus dan kesal melihat pemilik salon ini menatap Diandra dengan pandangan tidak berkedip


"Ish, galak sekali calon suami yey" kata madam Zee kepada Diandra


"Dia memang begitu kok orangnya" jawab Diandra masih sambil menahan senyumnya kepada madam Zee


"Ya sudah kalau begitu yey ikut Eike, ayok" ajak madam Zee kepada Diandra, tidak lupa dia memanggil karyawan karyawannya untuk mengikuti Diandra dan pemilik salon itu berjalan ke dalam


Ruangan salon itu banyak sekali bangku dan meja rias, Diandra ditempatkan di salah satu bangku dan meja rias dengan kaca kaca yang lumayan besar dan disitulah kepiawaiannya madam Zee ditunjukkan, dibantu dengan pegawainya


"Oke sekarang Yeay boleh buka mata Yeay" perintah madam Zee kepada Diandra begitu sudah selesai, dan dengan perlahan Diandra membuka matanya dan Diandra memandang dirinya dengan takjub, dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini bahkan dia tidak mengenali dirinya sama sekali, Diandra masih memandangi dirinya dan menatap ke arah pemilik salon tersebut


Madam Zee langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Yes itu Yeay " kata madam Zee kepada Diandra masih sambil tersenyum


"Yeay itu sudah cantik dari sananya, jadi tidak perlu menambah riasan banyak banyak" kata Madam Zee kepada Diandra yang masih terpaku menatap dirinya di kaca rias yang besar


Madam Zee memanggil salah satu karyawannya, dan memerintahkannya untuk mengambil sesuatu, karyawan wanita itu langsung menurut dan tidak lama kemudian karyawan tersebut membawa sebuah kotak besar beludru berwarna hitam dengan logo emas diatasnya, karyawan itu langsung memberikannya kepada madam Zee

__ADS_1


"Sekarang tinggal sentuhan terakhir dari madam" kata madam Zee sambil membuka kota beludru berwarna hitam, Diandra langsung menoleh ke arah kotak tersebut dan menatap kotak tersebut beserta isinya dengan mata yang membulat sempurna


Satu set perhiasan emas dengan taburan berlian terlihat indah dan mahal, Diandra merasa ini terlalu mewah untuknya tapi dia tidak bisa menolaknya


"Diam disitu dan Eike akan memasangkan semuanya ini di Yeay, dan lihat apa yang terjadi" kata madame Zee


Madam Zee mengambil sebuah kalung bertahta berlian dan memakaikannya di leher jenjang Diandra, lalu mengambil sepasang anting, gelang dan cincin, semuanya bertahtakan berlian dan jadilah Diandra menjadi seorang putri dengan banyak cahaya dari berlian berlian tersebut


"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Diandra ragu kepada madam Zee yang sudah dia anggap sebagai temannya, sambil menatap kaca rias yang besar


Madam Zee langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dia berkata dengan tulus kepada Diandra


"Tidak, kamu memang benar benar cantik, meski memakai atau tidak memakai ini"


Diandra kembali terdiam dan terkesima dengan dirinya yang benar benar berbeda dari yang sebelumnya, karena selama ini Diandra hanya tampil dengan sederhana, dia tidak membutuhkan riasan yang cukup banyak, kecantikan yang dia punya adalah benar benar sangat alami bahkan para wanita sangat iri dengan kecantikan yang khas dari seorang Diandra


"Ayok kita temui calon suami Yeay yang galak itu, Eike tidak tahu kalau anaknya Nyonya Francie itu galak sekali, nanti Eike mau cerita ke mamanya" kata Madam Zee dengan nada sedih tapi pura pura sedih, Diandra yang mendengar itu langsung tertawa lepas apalagi melihat wajah masam Zee yang pura pura murung


"Dia tidak seperti itu kok, mungkin karena dia bosan menunggu maklum madam kan tahu kalau wanita berdandan itu seorang apa, bahkan kalau yang menunggunya bisa tidur pasti dia akan tidur lalu bangun, lalu tidur lagi karena mati kebosanan menunggu wanitanya berdandan" ucap Diandra menghibur madam Zee sambil tersenyum


Wajah madam Zee langsung kembali sumringah


"Kamu anak baik, kamu pantas bersanding dengan pria itu apalagi calon mertua kamu juga baik" ucap madam Zee dengan nada tulus sambil tersenyum ke arah Diandra


"Terima kasih madam, madam juga baik mau mendandani saya seperti ini" kata Diandra penuh ketulusan

__ADS_1


Madam Zee menganggukkan kepalanya, setelah itu dia menggandeng lengan Diandra dan mengantarkannya untuk menemui Alfian yang sedang menunggu mereka berdua di ruang tamu


__ADS_2