Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 118


__ADS_3

Polisi Ryan yang melihat mereka berdua sudah kembali normal langsung mendekati Nyonya Laksmi dan anaknya Alex


"Selamat pagi menjelang siang" sapa polisi Ryan kepada mereka berdua, Alex dan nyonya Laksmi langsung menatap ke arah polisi yang usianya masih sekitar tiga puluh tahunan


"Maafkan saya yang sudah menganggu ketenangan kalian berdua, tapi kamu membutuhkan keterangan kalian berdua mengenai kematian bapak Agus" ucap polisi Ryan itu sambil tersenyum


Mereka berdua langsung menganggukkan kepalanya, polisi Ryan langsung mengeluarkan notes untuk mencatat setiap keterangan saksi sebagai keterangan untuk menguatkan kematian korban yang dalam hal ini kematian tiba tiba pak Agus


"Siapa yang bisa menceritakan mengenai kronologis kematian dari Pak Agus ini?" tanya polisi Ryan sambil menatap wajah Alex dan Nyonya Laksmi satu persatu, akhirnya Alex lah yang pertama kali maju untuk memberikan keterangan kepada polisi Ryan dan tampak polisi Ryan sudah siap untuk mencatat keterangan dari Alex


Alex terdiam sesaat, dia mengatur nafas dan berusaha untuk bersikap tenang dan kuat karena tidak mudah jika dia harus mengingat kejadian tersebut, yang mungkin bisa menjadi trauma untuk hari harinya kelak


Dokter Anita juga sudah berjaga jaga di samping mereka berdua khawatir jika mereka kembali histeris begitu mengingat kejadia yang tidak mengenakkan kemaren


"Apa kamu sudah siap untuk bercerita?" tanya polisi Ryan dengan suara lembut namun terlihat tegas, Alex menganggukkan kepalanya dan dia pun mulai bercerita bagaimana kronologi pada saat itu


Saat itu Alex berpamitan kepada ayahnya yang sedang berada di belakang rumah, saat itu ayahnya sedang memandikan motor nya, Alex saat itu ingin bermain bola dengan kawan kawan sebayanya mengingat dia sudah berjanji dengan kawan kawannya untuk bermain bola bersama


Tidak ada hal aneh yang terlihat di wajah ayahnya, ayahnya menurut Alex dia tetap tenang dan ayahnya juga mengijinkan dia bermain bola dengan teman temannya asalkan pulang jangan terlalu sore khawatir ibunya akan mencarinya


Saat itu ibunya Nyonya Laksmi sedang mengantarkan jahitan pakaian ke rumah rumah tetangga, dan belum juga pulang

__ADS_1


Alex pun meninggalkan ayahnya seorang diri, dia tidak akan menyangka dan mengira kalau ayahnya akan mengambil keputusan senekat itu


Alex setelah bermain bola dengan teman temannya, dia tampak sangat senang sekali karena kelompok Alex menang melawan kelompok lawan dan dia sangat ingin segera pulang untuk menceritakan kepada ayahnya dengan penuh rasa bangga bagaimana dia bermain bola dengan seru dan berhasil menang melawan kelompok lawan mereka yang terkenal jago bermain bola


bahkan Alex berjanji akan bemain lagi dengan mereka dua hari kemudian


Alex pulang sambil bersiul siul senang, sesampainya di rumah Alex, rumah tampak sepi bahkan lampu belum dinyalakan, Alex sedikit heran karena tidak biasanya lampu rumah tidak dinyalakan ketika hari menjelang sore, biasanya siapapun yang ada di rumah itu baik ayahnya, ibunya atau dirinya yang menyalakan lampu rumah, namun Alex tidak menaruh curiga sama sekali, dia masuk dan menyalakan lampu rumah mulai dari lampu rumah depan, belakang dan tengah


Alex memanggil manggil ayahnya namun ayahnya tidak kunjung menyahut apalagi datang, Alex mencari ke sekitaran rumah tidak ada yahnya disitu namun sepeda motornya ada dihalaman belakang tempat dimana ayahnya tadi siang mencuci motornya, dan biasanya ayahnya jika sehabis mencuci motornya dia langsymembawanya kembali ke depan untuk di jemput namun tidak kali ini, motor itu dibiarkan disitu hingga hari menjelang malam


Alex sendiri tidak punya firasat apa apa, sementara ibunya masih belum juga pulang mengingat tadi pagi ibunya sempat pamit kepada mereka berdua kalau pulangnya hari ini agak malam, karena dia harus mengantarkan jahitan yang lumayan banyak apalagi banyak yang mau membuat gelaran acara


Alex melewati kamar kedua orang tuanya, berpikir mungkyayahnya sedang istirahat namun anehnya kenapa lampu kamar dibiarkan gelap begitu saja tanpa ada penerangan lampu hingga Alex pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan berapa terkejutnya dia begitu melihat Ayahnya yang sudah terkapar di atas lantai tanpa bernyawa dan disebelah ada minuman racun yang baru dia tenggak serta mulut yang berbusa, dan saat itu pula Alex langsung berteriak meminta tolong kepada warga untuk membantu ayahnya yang berharap bisa dapat tertolong


Dokter Anita dengan sigap memberikan suntikan penenykepada Alex, hingga anak itu kembali mengantuk pelan pelan mata anak itu terpejam dan akhirnya tertidur karena obat tidur yang diberiyoleh dokter Anita


Nyonya Laksmi yang melihat anaknya seperti itu hanya bisa terdiam, lidahnya terasa kelu, dia juga ikut merasa bersalah, harusnya mereka ada di rumah saat itu bersama sama menjaga ayahnya dan suaminya untuk tidak bertindak terlalu jauh


Nyonya Laksmi terdiam membisu, dia juga ikut menyalahkan dirinya, dia terdiam menunduk membisu, dokter Anita memberikan kode kepada polisi Ryan untuk menghentikan sementara proses keterangan saksi mengingat kondisi pasien yang masih belum memungkinkan untuk diintai keterangannya


Polisi Ryan langsung menganggukkan kepalanya ke arah dokter Anita

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan kembali ke kantor untuk mencatat laporan terlebih dahulu, tolong hubungi saya jika Nyonya Laksmi sudah bisa dimintai keterangan" kata polisi Ryan dengan suara tegas kepada dokter Anita


"Siap Pak Ryan, kami akan segera menghubungi anda jika kondisi Nyonya Laksmi memungkinkan untuk dimintai keterangan" jawab Dokter Anita dengan suara tegas


Polisi Ryan langsung pamit dan mengundurkan diri dari rumah sakit dan kembali ke kantornya untuk memberikan laporan kepada atasannya


Sepeninggal polisi Ryan, muncul pak RT bersama dengan beberapa warga untuk menjenguk Alex dan Nyonya Laksmi, Dokter Anita merasa sangat heran sekali karena tidak ada satupun keluarga terdekat dari Nyonya Laksmi dan juga kerabat dari pak Agus untuk datang menjenguk mereka


Dokter Anita berpikir mungkin kepala RT nya bisa memberikan keterangan kepada dirinya mengapa keluarga terdekatnya sampai sekarang masih belum muncul muncul juga


Dokter Anita mendekati pak RT


"Pak mohon maaf sekali, apa bisa kita bicara empat mata dulu" bisik dokter Anita kepada pak RT, pak RT langsung menganggukan kepalanya, mereka berdua pergi menjauh dari bangsalnya Nyonya Laksmi


"Ada apa ya dok?" tanya pak RT bertanya kepada dokter Anita dengan pandangan serius


"Saya melihat tidak ada sanak keluarga dari pak Agus ataupun dari Nyonya Laksmi untuk datang kemari?" tanya dokter Anita dengan nada serius dan penuh rasa ingin tahu


"Apa mereka tidak diberikan kabar sama sekali tentang musibah yang dialami oleh keluarga almarhum Pak Agus ini?" tanya dokter Anita lagi masih menatap wajah pak RT dengan penuh rasa ingin tahu


Pak Rt itu tampak mengusap wajahnya sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


"Saya sebenarnya tidak tahu pasti mengenai kerabat dari keluarga almarhum sendiri, pertama kali sebelum Alex lahir, mereka berdua datang ke rumahnya untuk meminta tolong dicarikan rumah dan mereka berdua siap membayar berapapun harga rumah tersebut, mereka berdua mempunyai uang cash yang cukup untuk bisa membeli rumah yang sederhana" cerita Pak RT dengan wajah yang menerawang jauh, mengingat kejadian yang sudah lama berlalu


Dokter Anita mendengar cerita pak RT yang bernama Rosidin dengan penuih minat, pak Rosidin menghela nafas panjang, dia terdiam sebentar mencoba mengingat ingat kembali masa itu, dan dokter Anita masih menunggu kelanjutan cerita dari pak Rosidin


__ADS_2