
Sandra menatap wajah papahnya hampir setengah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh papahnya Tuan Hartawan
"Apa maksud papah, mengatakan ingin menjodohkan saya dengan dia?" tanya Sandra kepada papahnya, ada nada kecewa disana
"Papah akan menjodohkan kamu dengan Tuan Alex ini agar kamu tidak lagi menganggu keluarganya Tuan Wijaya" ucap Tuan Hartawan kepada anaknya Sandra
Sandra yang mendengar maksud dan tujuan papahnya langsung merasa sangat kesal bercampur marah, karena Tuan Hartawan tidak meminta persetujuan dari dirinya apakah dirinya mau dijodohkan atau tidak
"Dan bagaimana kalau saya tidak mau pah?" tanya Sandra kaku
"Kamu harus mau, suka atau tidak suka kamu harus menikah dengan Alex, dia adalah jodoh yang papah pilihkan buat kamu dan ingat jangan kamu merugikan papah lagi" kata Tuan Hartawan dengan nada yang tegas
Sandra menatap geram papahnya, tangannya dia kepalkan kuat kuat, dia berpikir papahnya hanya menganggap dirinya sebagai boneka yang tanpa bertanya langsung asal main menjodohkan anaknya
"Kenapa pah?" tanya Sandra kepada papahnya sambil menatap papahnya dengan wajah bercampur kemarahan dan kesedihan
"Kamu tanya kepada diri kamu sendiri kenapa papah sampai harus menjodohkan kamu dengan Alex" ucap Tuan Hartawan sambil menahan emosi melihat anaknya sangat begitu keras kepala tidak mau menurutnya yang menjadi keinginannya
Setelah Sandra gagal bertunangan dengan Alfian, dia merasa sangat kecewa terhadap Sandra, harapan untuk menjadi besan dari keluarga Tuan Wijaya pupus sudah, malah kini dia diberikan sangsi oleh Tuan Wijaya untuk mengganti semua kerugian akibat tindak pencucian uang yang dilakukan perusahaannya kepada perusahaan Tuan Wijaya bahkan Tuan Wijaya sudah jelas jelas tidak mengijinkan anaknya untuk datang ke keluarga Tuan Wijaya lagi termasuk Alfian
Tuan Hartawan benar benar sangat marah kepada anaknya yang sangat ceroboh itu, dan akhirnya dia harus menanggung semuanya itu, berpikir untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, Tuan Hartawan akhirnya memaksa Sandra untuk menjodohkan Sandra dengan pria yang kaya agar dia bisa menyelamatkan keuangan perusahaan, beruntungnya Tuan Wijaya tidak menuntut mereka ke meja hijau, dia hanya memberikan sangsi kepada dirinya beserta anaknya
Belum lagi Tuan Hartawan harus menghadapi permintaan perceraian isterinya kepadanya, sungguh benar benar membuat tuan Wijaya sakit kepala dibuatnya, akhirnya Tuan Wijaya melakukan tindakan yang di luar dugaan yaitu mengurung istrinya di dalam kamar dan tidak diijinkan untuk keluar sampai isterinya berubah pikiran, semua itu demi nama baik dirinya sendiri, dia tidak ingin orang orang di luar sana mengatakan kalau dia tidak bisa mengurus keluarganya dengan benar
"Jangan pernah membantah perintah papah, kamu akan menikah dengan Alex meski tanpa persetujuan dari kamu, kamu paham itu!" kata Tuan Hartawan dengan sangat tegas
Sandra yang mendengar itu langsung merasa sangat geram, dia menatap tajam ke papahnya Tuan Hartawan, lalu menatap tajam ke arah Alex
"Apa Lo yang merencanakan semuanya ini?" tanya Sandra dengan nada tajam
Alex hanya diam tidak menggubris perkataan Sandra
__ADS_1
"Lo suka sama gw?" tanya Sandra dengan suara yang mencibir
Alex kembali diam tidak menggubris pertanyaan Sandra, kalau saja Alex bisa rasanya dia ingin sekali menyakiti Sandra akibat dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap ayahnya, tiba tiba Alex merasa sangat membenci Sandra dan ingin sekali membuat Sandra benar benar menderita
"Begini saja, saya tinggalkan kalian berdua untuk mengobrol, saya masuk ke dalam karena saya ada urusan dengan isteri saya" kata Tuan Hartawan pamit meninggalkan mereka berdua
"Lo pikir gw mau menikah sama Lo, jangan harap " cibir Sandra dengan nada menghina
Alex masih diam menahan kesabarannya, kalau saja dia bisa menyakiti Sandra sekarang juga dia pasti akan menyakiti Sandra namun dia sadar saat ini belum waktunya dan lagi pula dia masih ada di rumah keluarga Sandra, berada di bawah wilayahnya Tuan Hartawan
"Lo diem itu Lo bisu ya gag punya mulut untuk bicara?" tanya Sandra dengan nada menghina
"Atau Lo pengen harta kekayaan orang tua gw, gw ga nyangka kalau Lo semakin itu" sindir Sandra kepada Alex
Alex yang merasa jengah, langsung tiba tiba berdiri menghampiri Sandra
dia lalu berbisik sambil berkata di telinga Sandra dengan suara yang lumayan dingin yang membuat Sandra langsung diam bergidik
Alex langsung menatap tajam kemudian tersenyum penuh misterius kepada Sandra
Sandra yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Alex memandang Alex dengan curiga, namun Alex tidak memperdulikan hal itu, dia malah melangkah ke luar pintu rumah sambil sedikit menoleh ke arah Sandra
"Gw pamit, bilang sama papah Lo kalau gw pulang kita akan bertemu lagi, mau atau tidak mau Lo harus menerima perjodohan itu" kata Alex lalu dia berjalan keluar rumah Sandra, meninggalkan Sandra seorang diri di ruang tamu
Sandra sendiri tidak menggubris ucapan Alex, dia malah terdiam sesaat berpikir sesaat apakah dulu dia pernah mengenal Alex, lalu mengapa dia bisa berkata seperti itu, semakin dipikirkan Sandra semakin pusing, belum lagi masalah dengan Alfian sekarang muncul lagi masalah baru kalau dirinya akan dijodohkan dengan Alex
Tiba tiba dia mempunyai ide yang cemerlang, dia langsung tersenyum sinis
"Permainan akan segera dimulai" gumamnya dalam hati
Sandra langsung menuju ke dalam kamar dan mencari handphonenya, lalu menelpon seseorang untuk minta bertemu dengan dirinya sekarang juga
__ADS_1
Dengan buru buru Sandra langsung menyambar kunci mobilnya, tanpa berpamitan dengan kedua orang tuanya dia langsung segera menuju ke garasi mobil dan langsung segera menyalakan mesin mobilnya dan dengan kecepatan tinggi dia mengendarai mobilnya menuju ke tempat yang dia janjikan untuk bertemu dengan seseorang
Salam hati Sandra dia tidak ada henti hentinya tersenyum, dia menemukan ide untuk memisahkan Alfian dengan Diandra, kini dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk bertemu dengan orang itu
Sesampainya di tempat mereka janjian, Sandra langsung menuju ke dalam sebuah cafe, cafe itu terlihat sangat suram, Sandra melihat cafe itu dengan jijik beberapa wanita penggoda sedang sibuk bercanda dengan yang lainnya, saat itu mereka masih belum bertugas karena hari masih siang
Dia memilih bangku yang ada di pojokan, untuk menunggu seseorang disana, berkali kali dia melirik jam tangannya dengan gelisah hingga ekor matanya menatap seseorang sedang berjalan menuju ke arahnya
"Duduklah" perintah Sandra kepada orang tersebut, pria bertubuh besar itu langsung menuruti perintah Sandra, dia langsung duduk berhadapan dengan Sandra
"Jadi apa tugas saya?" tanya Pria bertubuh besar itu menatap tajam ke arah Sandra
Sandra langsung mengeluarkan sebuah Poto Alfian dimana ada Diandra di situ lalu memberikannya kepada pria itu
"Ini, buat pria ini menjauh dari gadis ini bagaimanapun caranya, Lo pikirkan sendiri" kat Sandra dengan suara dingin
Pria itu menatap tajam ke arah Poto tersebut dan menatap Sandra sekali lagi
"Bayarannya?" tanya pria itu
Sandra langsung tersenyum, lalu dia mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan sejumlah uang lewat rekening di handphonenya, pria itu langsung mendapatkan notifikasi ada pengiriman sejumlah uang dari Sandra, dan pria itu langsung melihat sambil tersenyum
"Itu baru sebagian, kalau sudah selesai dan itu berhasil saya akan transfer lagi" ucap Sandra dengan nada suara dingin
"Beres, harus gw apakan wanita ini?" tanya Pria itu
"Terserah, Lo mau lenyapkan juga boleh" jawab Sandra dengan nada kejam
"Gw tunggu kabar Lo, jangan sampe gagal ingat itu" kata Sandra dengan tegas dan dingin
"Beres boss, secepatnya gw akan bereskan perempuan ini" kata pria itu sambil menyimpan Poto itu ke dalam saku celananya
__ADS_1