Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 105


__ADS_3

Restoran itu tampak sangat mewah dan megah, hanya orang orang tertentu yang bisa masuk ke dalamnya dengan menggunakan kartu VIP nya mereka sendiri, Alfian memberhentikan mobilnya tepat didepan pintu restorant dan memberikan kunci mobilnya ke petugas parkir mobil, Sandra yang sedang menunggu Alfian untuk membuka pintu untuknya malah tidak kunjung dibukakan, malah dia menuju ke petugas parkir yang ada di depan pintu samping restoran, dengan perasaan kesal dan marah Sandra langsung membuka pintu mobil Alfian dan kemudian membanting dengan keras pintu mobil tersebut, di merasa dirinya benar benar tidak dianggap oleh Alfian, dan Alfian malah tidak menganggap dirinya itu ada, bantingan pintu yang begitu keras di mobilnya Alfian membuat semuanya ikut menoleh ke arah Sandra


Alfian juga ikut ikutan menoleh, melihat Sandra yang terlihat sedikit marah dan gusar, Alfian langsung mendekati Sandra


"Ada apa dengan kamu?" tanya Alfian bingung


Sandra menatap Alfian dengan pandangan kesal, marah dan gusar


"Elo tau gw itu benci sama elo tapi karena gw mencintai elo, gw selalu memaafkan elo dan memaafkan apa yang elo perbuat kali ini" ucap Sandra dengan pandangan marah yang penuh dengan emosi


"Memangnya salah gw dimana?" tanya Alfian tidak mengerti


"Jangan pura pura bego Alfian, apa yang sudah elo lakuin bikin gw marah" ucap Sandra penuh dengan kemarahan


"Sandra dengar, gw bukannya pura pura bego, tapi gw emang ga ngerti apa yang terjadi sama elo dan apa yang membuat elo marah pun gw ga tahu " ucap Alfian yang benar benar bingung dengan sikap Sandra kali ini


Melihat Alfian yang benar benar bingung, Sandra langsung diam, Alfian dengan pelan pelan langsung mendekati Sandra


"Elo ini ada apa sih?" tanya Alfian dengan hati hati karena dia tidak mau Sandra marah marah tidak jelas


"elo pikir saja sendiri kenapa gw marah" ketus Sandra


Alfian langsung terdiam dan dia langsung ingat kalau tadi dia tidak membukakan pintu untuk Sandra lalu sambil menghela nafas panjang Alfian berkata dengan lirih


"Maafkan gw, gw tadi bener bener lupa, elo mau kan maafin gw?"


"Next jangan lakuin lagi kayak gitu, elo tau kan Al gw suka diperhatikan apalagi sama elo" ujar Sandra yang langsung kembali ceria karena Alfian mau mengalah demi dirinya


Alfian diam saja tidak menjawab apa apa, padahal hatinya sangat jengkel dengan sikap Sandra yang kekanak Kanakan, tiba tiba dia merindukan Diandra


"Kamu mau disini atau mau ikut masuk ke dalam?" tanya Alfian dengan nada datar


"Ya ikutlah, masa ga ikut" jawab Sandra dengan suara manja dan langsung menggamit lengan Alfian, mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam restorant mewah tersebut setelah Alfian menunjukkan kartu VIP nya


Mereka masuk ke dalam restorant secara bersama, kembali Sandra menggelayut manja kepada Alfian, hingga mereka berdua sampai ke meja dimana papa dan mamanya Sandra sudah menunggu mereka dari tadi

__ADS_1


"Malam ma, Malam pa" sapa Sandra lalu dia melepaskan pegangannya dari Alfian dan kemudian mencium pipi kedua orang tuanya


"Malam sayang, kok lama sekali kalian datang?" tanya Nyonya Hartawan kepada Sandra


"Iya ma maaf, Alfian menjemput aku terlambat, karena ada banyak pekerjaan" jawab Sandra


"Maafkan saya, saya kebetulan tadi ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, kebetulan juga tadi ada yang mencoba menghadang mobil saya juga sewaktu saya mau pulang" kata Alfian dengan wajah tenang sambil memperhatikan wajah kedua orangtuanya Sandra secara bergantian untuk melihat reaksi mereka


Reaksi Tuan Hartawan langsung terdiam mendengar cerita dari Alfian yang barusan, sementara Alfian dan Ibunya Nyonya Hartawan langsung kaget mendengar cerita Alfian yang barusan


"Sayang kok kamu ga cerita sama aku sih sayang" ucap Sandra khawatir kepada Alfian


"Bukan masalah besar" ucap Alfian santai namun masih menatap tajam ke arah Tuan Hartawan


"Ayok ayok silahkan duduk, Sandra kenapa kamu tidak menyuruh Alfian untuk duduk?" kata Nyonya Hartawan memperingatkan Sandra yang masih berdiri di sebelahnya Alfian


"Maaf aku sendiri juga lupa, ayok Alfian kita duduk" ajak Sandra sambil menarik tangannya Alfian, dan Alfian membiarkan dirinya ditarik oleh Sandra


"Pa..papa ada apa kok tiba tiba diam?" tanya Nyonya Hartawan menatap khawatir ke arah suaminya


"Papa tidak apa apa kok, hanya saja papa ada kepikiran sesuatu saja"


"Kepikiran apa?" tanya isterinya lagi masih menatap Tuan Hartawan dengan penuh rasa ingin tahu


"Bukan masalah yang besar" jawab Tuan Hartawan kepada isterinya


"Papa sama Mama ngapain sih bisik bisik, lagi ada omongin apa?" tanya Sandra penasaran melihat kedua orangtuanya sedang berbisik bisik


"Bukan sesuatu yang penting nak" jawab Nyonya Hartawan kepada anaknya Sandra


"Sudah sudah, kita pesan makan saja sekarang" ujar Tuan Hartawan sambil memanggil pelayan restoran, untuk menyiapkan hidangan yang sudah dipesan sebelumnya


"Bagaimana bisnis kamu nak Alfian?" tanya Tuan Hartawan kepada Alfian


"Bisnis bisa berjalan baik, selama tidak ada yang mencoba untuk menganggu ya" jawab Alfian santai

__ADS_1


"Maksud kamu bagaimana?" tanya Tuan Hartawan tidak mengerti


"Yah terkadang om tahu sendiri kan semakin tinggi pohon itu maka akan semakin pula hembusan anginnya, begitu juga dengan bisnis, semakin bisnis besar maka akan semakin banyak mereka yang tidak menyukai bisnis kita dan bahkan melakukan segala cara agar bagaimana membuat bisnis kita jatuh" jawab Alfian dengan nada santai sambil menatap Tuan Hartawan dengan tatapan yang tajam


"Kamu benar Alfian, tapi kita berharap semoga kita bisa terhindar dari itu semua" jawab Tuan Hartawan


Alfian langsung mengaminkan ucapan dari Tuan Hartawan yang barusan


"Lalu bagaimana kabar dengan kedua orang tua kamu?" tanya Nyonya Hartawan menatap Alfian


"Mereka semuanya baik Tante" jawab Alfian sopan


Alfian sebenarnya sangat segan kepada istrinya Tuan Hartawan, disebabkan karena isterinya itu berbeda sifat dengan suaminya, dia sangat lembut, penyayang, pengertian dan baik entah kebaikan apa yang pernah Tuan Hartawan ini lakukan sehingga mendapatkan istri yang cukup baik, sayangnya sifat anaknya mengikuti sifat dari Tuan Hartawan sendiri


Alfian cukup tahu karena Alfian sudah lama berhubungan dengan Sandra dan keluarga dari Sandranya sendiri, jadi sudah mengenal sifat dari masing masing keluarga itu


"Syukurlah kalau begitu, Tante senang mendengarnya" ucap Nyonya Hartawan dengan penuh rasa puas


Makanan mereka sudah tiba, masing masing makanan pembuka ditutup dengan tudung saji besar yang kemudian ketika makanan itu sudah siap dimeja, maka para pelayan itu langsung mengambil tudung sajinya


makanan pembuka adalah sup cream yang diatasnya dilapisi roti, sup itu isinya berupa jamur, ayam dengan creamnyang cukup kental


"Ayok dimakan" ajak Tuan Hartawan kepada semuanya yang berada di meja itu, mereka langsung makan dalam diam hingga tandas tanpa sisa


Setelah itu para pelayan kembali membawa makanan utama dan kembali lagi mereka melayani mereka


Setelah semua hidangan keluar, dan mereka sudah merasa kenyang, mereka bercakap cakap terlebih dahulu


"Jadi bagaimana dengan hubungan kamu dengan anak saya?" tanya Tuan Hartawan tanpa basa basi, Alfian yang sudah tahu akan ditanya seperti itu langsung menjawab dengan nada tegas dan yakin


"Untuk saat ini saya masih belum memberikan kepastian karena kesibukan saya, berikan saya waktu yang jelas saya memang ada rencana untuk ke hubungan yang lebih lanjut lagi, namun jika misalnya Sandra sudah meneiyang terbaik maka silahkan saja, saya janji tidak akan berusaha untuk menghalangi dirinya"


Sandra yang mendengar itu langsung terkejut dan menatap wajah Alfian dengan pandangan marah, sementara Tuan Hartawan menatap Alfian dengan tatapan yang sulit untuk diartikan sementara isterinya masih menatap Alfian dengan pandangan lembutnya


Sementara Alfian bersikap biasa saja

__ADS_1


"Mungkin saat ini saya masih belum menjanjikan apa apa karena saya benar benar sangat sibuk sekali, banyak sekali yang harus saya urus dan saya kerjakan, saya tidak ingin Sandra merasa dibiarkan begitu saja oleh saya, dan saya juga tidak ingin memberikan harapan palsu buat Sandra, jadi saya mohon. pengertian dari Tuan dan Nyonya Hartawan begitu juga pengertian dari kamu Sandra" ucap Alfian berterus terang


__ADS_2