
"Di...nanti kamu langsung naik ke lantai atas masalah perpindahan kamu biar aku suruh Irma yang urus, kamu sama aku saja" ucap Alfian
Diandra langsung menatap Alfian lalu bertanya kepada Alfian
"Tugas aku sekarang ngapain, terus bagaimana dengan pekerjaan aku sebelumnya, siapa yang akan menghandle nya?" tanya Diandra dengan beruntun kepada Alfian
"Kamu tenang saja, yang jelas kamu hanya duduk manis sambil melihat aku kerja, semua pekerjaan kamu aku nanti akan menyuruh manajer kamu yang mengurusi itu semua sampai Donny kembali bekerja nanti" kata Alfian dengan tenang, seolah olah semuanya sudah Alfian pikirkan dan Diandra hanya menerimanya saja
"Terserah kamu sajalah, you are the boss" jawab Diandra pasrah akhirnya, dan setelah selesai Diandra berkata seperti itu pintu lift langsung terbuka dan mereka langsung masuk ke dalam lift menuju ke ruangan kantornya Alfian
Begitu sampai mereka berdua di lantai tempat dimana Alfian bekerja, Alfian langsung menyuruh Irma untuk mengurus kepindahan sementara Diandra untuk menjadi asisten pribadinya Irma
"Dan berikan juga surat untuk manajer keuangan Diandra agar mendelegasikan tugas Diandra langsung kepadanya" begitu perintah Alfian kepada Irma
Irma yang cekatan tanpa baylnyak cekatan langsung segera mencatat di notes nya apa yang diperintahkan atasannya kepada dirinya, setelah itu Alfian langsung mengajak Diandra untuk masuk ke dalam ruangannya
"Meja kamu sekarang yang itu" kata Alfian sambil menunjuk meja di hadapannya
"Loh ini kan meja kamu?" tanya Diandra heran sambil menatap Alfian
"Iya kamu duduk di hadapan saya" jawab Alfian enteng blsambil berjalan menuju ke mejanya dan juga meja tempat dimana Alfian berada
Diandra masih berdiri mematung sambil mengingat ingat sesuatu
"Setahu saya Donny punya ruangannya sendiri?" tanya Diandra menatap Alfian
"Itu kan ruangannya Donny, kamu kan belum ada ruangan sendiri, lagian memangnya kenapa sih satu ruangan dengan aku?" tanya Alfian sedikit kesal dengan banyak pertanyaan dari Diandra
"Ya ga apa apa sih, ya sudah ayok kita mulai bekerja " ucap Diandra sambil duduk di kursi berhadapan dengan Alfian
__ADS_1
"Apa yang harus aku kerjakan Alfian?" tanya Diandra sambil mencari tahu apa tugasnya untuk hari ini, Diandra sudah siap dengan notes dan pulpennya
"Sabar dulu, kamu bikin minum buat kita berdua dulu" kata Alfian menyuruh Diandra membuatkan minuman buat mereka berdua terlebih dahulu
Diandra yang mendengar itu langsung menyipitkan matanya menatap Alfian dengan pandangan menyelidik
" Apa kamu sedang mengerjai aku Alfian?" tanya Diandra
Alfian menggelengkan kepalanya
"Mana pernah aku mengerjai dirimu Diandra, kan ini adalah salah satu tugas asisten pribadi" jawab Alfian serius sambil menopangkan wajahnya dengan kedua tangannya
Diandra tanpa banyak cakap langsung segera berdiri menuju ke pojok ruangan sebelah kanan meja bagian belakang, dia langsung membuatkan minuman teh manis hangat untuk mereka berdua, dan setelah selesai Diandra membawa dua cangkir yang berisi teh ke meja Alfian dan menaruhnya disana
"Ini sudah aku siapkan" kata Diandra sambil menaruh dua cangkir teh yang masih panas dengan asap yang masih mengebul di atas meja kerjanya Alfian
"Oh iya terima kasih Diandra" jawab Alfian dengan mata yang masih fokus di layar laptopnya
"Alfian " panggil Diandra kesal dan gemas karena dirinya tidak digubris
Alfian langsung menatap Diandra dengan pandangan bertanya, dan dia melihat kekesalan di wajah cantiknya Diandra
"Ada apa?" tanya Alfian berkata dengan lembut, karena dia tahu jika Diandra marah akan seperti apa
Diandra sebenarnya bukan seorang pemarah bahkan dia sangat sabar tapi kalau ada yang membuat dia jengkel dia langsung berubah menjadi singa betina yang siap menerkam mangsanya, apalagi tahu kalau dirinya sedang merasa dikerjai, dia akan tambah lebih marah lagi
"Apa yang harus aku kerjakan sekarang?" tanya Diandra dengan wajah sebalnya menatap Alfian
Diandra sendiri paling tidak suka berdiam diri, harus ada yang dia kerjakan, menurutnya waktu itu harus digunakan dengan sebaik baiknya karena setiap waktu menurut Diandra adalah sangat berharga
__ADS_1
"Untuk saat ini masih belum ada Di, nanti kalau sudah ada aku akan beritahu ke kamu" jawab Alfian lalu kembali lagi memandang layar laptopnya
Diandra langsung terdiam, dia merasa bosan menunggu Alfian bekerja hingga akhirnya dia memutuskan untuk menuju ke sofa sambil bermain handphone menunggu perintah dari Alfian apa yang harus dia kerjakan
Alfian melirik Diandra di sofa sambil bermain handphone, dia tersenyum sendiri menatap kekasihnya yang terliysangat bosan, dia tahu Diandra paling tidak bisa duduk diam, otaknya harus bekerja dan sekarang dia disana duduk dengan rasa bosan sambil bermain gadget dan menunggu dirinya untuk memberikan perintah
"Diandra kamu tahu dengan kamu duduk manis saja seperti itu adalah sebuah perintah dari aku, yang penting kamu tidak kemana mana saja sudah cukup buat aku" gumam Alfian pelan sambil menatap Diandra sambil tersenyum simpul, sementara yang dipandanginya tidak menyadari akan hal itu
Alfian kembali bekerja sementara Diandra bermain dengan gadgetnya sendiri, berkali kali dia melihat jam di dinding ruangannya Alfian, Diandra merasa sangat bosan sementara Alfian malah sibuk bekerja fokus dengan laptopnya, dengan langkah bosan Diandra langsung menghampiri Alfian dan mendekati Alfian disana dan menatap layad laptop Alfian, Diandra ingin tahu apa yang dikerjakan oleh Alfian
"Apa yang kamu kerjakan?" tanya Diandra ingin tahu
Alfian yang sedang serius dengan proposal kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan salah satu kliennya langsung terlonjak kaget begitu tahu Diandra ada disana dan sangat dekat dengan dirinya, mereka saling menaysatu dengan yang lainnya lalu buru buru Diandra mengakui pandangannya ke arah lain, sementara Alfian langsung berdeham mengatur posisi duduknya
"Kamu membuat aku kaget Diandra" kata Alfian sambil menatap Diandra dengan lembut
"Maaf" ucap Diandra salah tingkah
"Apa yang kamu kerjakan?" tanya Diandra lagi sambil menatap Alfian, Alfian langsung menarik Diandra untuk duduk di pangkuan Alfian, Diandra menjadi sangat risih karena dia tidak biasanya duduk di pangkuan laki laki asing yang belum menjadi haknya
"Diam lah" kata Alfian menyuruh Diandra untuk diam karena Diandra sering bergerak gerak karena risih
Diandra langsung duduk diam di pangkuannya Alfian lalu Alfian kembali menggerak gerakan kursor diatas meja dan layar laptop pun bergerak gerak mengikuti kursornya Alfian
"Ini adalah proposal kerjasama klien, mereka mengajukan kepada perusahaan kamu untuk bekerja sama dengan mereka dan aku sedang mempelajari portofolio mereka, dan mereka sedang menunggu persetujuan aku atas kerjasama ini, tapi aku harus mempelajarinya terlebih dahulu sebelum aku menyetujui kerjasama itu" kata Alfian memberikan penjelasan kepada Diandra
"Biasanya berapa lama kamu menyetujui proposal itu?" tanya Diandra ingin tahu
"Tergantung, pihak kami harus melakukan meeting terlebih dahulu apakah menyetujui atau tidak perusahaan kita bekerjasama dengan mereka, kami harus menghitung untung dan ruginya terlebih dahulu " jawab Alfian kepada Diandra
__ADS_1
Diandra langsung mengangguk diam, dia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Alfian, namun sebelum Alfian berkata lebih lanjut tiba tiba pintu dibuka tanpa diketuk terlebih dahulu, mereka berdua memandang ke arah pintu siapa yang datang ke ruangan Alfian dengan berani tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu