Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 184


__ADS_3

"Lalu sekarang apa rencana elo?" tanya Amel kepada Sandra


"Tenang saja Alfia akan menjadi milik gw buat selamanya" jawab Sandra sambil tersenyum misterius, dia sudah membayangkan jika dia dan Alfian setelah ini akan segera meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan, dan dia yakin Alfian akan kembali padanya karena dia tahu hati setiap pria pasti akan mudah berubah


"Loh gimana caranya?" tanya Amel heran, dia sudah mulai curiga jika Sandra mempunya niat buruk kepada Diandra karena Amel tahu Sandra akan bisa melakukan apa saja agar keinginannya dia dapat terpenuhi


Sandra hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan dari Amel


"Sebaiknya Lo diem saja, ga usah kepo sama urusan orang" kata Sandra dengan suara dingin


Amel menatap tajam ke arah Sandra


"Dan gw berharap jangan melakukan tindakan konyol yang bisa merugikan diri elo sendiri" balas Amel tidak kalah cepat


"Lo berubah Amel" desis Sandra sambil menatap Amel dengan tatapan dingin


"Yah mungkin Lo benar gw udah berubah, tapi setidaknya gw bisa berubah ke arah yang lebih baik bukan ke arah yang lebih buruk" jawab Amel dengan suara tegas


Sandra yang mendengar ucapan menohok dari Amel langsung terdiam, dia menatap sahabatnya dengan tatapan tajamnya


"Jangan bilang Lo berteman dengan mereka?" tanya Sandra dengan tatapan menyelidik


Amel langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari Sandra


"Gw berharap seperti itu, tapi gw cukup tahu diri kok " ucap Amel dengan suara dingin


"Kalau Lo sampe masuk ke kelompok-kelompok mereka, jangan harap Lo bisa kenal sama gw lagi" ancam Sandra kepada Amel, Amel tidak menyahut dia hanya bisa menghela nafas panjang, kali ini dia harus benar benar mengalah sama Sandra dengan tujuan agar Sandra mau menceritakan apa rencananya kepada dirinya


"Terus Lo tahu siapa pria yang mau dijodohkan sama Lo?" tanya Amel ingin tahu, Sandra diam sesaat menunggu pelayan yang sedang menaruh makanan dan minumyuntum mereka berdua


"Lo tau Alex?" tanya Sandra kepada Amel, Amel hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu siapa Alex karena dia sendiri baru mengenal Alex dari mulutnya Sandra kali ini


"Memangnya siapa dia?" tanya Amel ingin tahu dan penasaran

__ADS_1


"Seorang pengusaha muda yang sekarang ini sedang ramai diperbincangkan karena perusahaannya berkembang pesat karena tangan dinginnya" jawab Sandra sambil menyeruput minumannya


"Alex yang sering diperbincangkan di kalangan pembisnis pembisnis itu?" tanya Amel menatap Sandra seorang setengah tidak percaya


Sandra langsung mengangguk cepat


"Yups gw dijodohin sama dia, dan dia pakai acara mengancam gw kalau gw nolak dia" ujar Sandra kesal


"Kenapa, dia kan sepantaran dengan Alfian dari segi materi, tampang juga ga kalah jauh dari Alfian terus apa yang salah?" tanya Amel tidak mengerti dengan jalan pikirannya Sandra


Sandra langsung menggelengkan kepalanya kuat kuat


"Tetep gw ga akan menoleh apalagi membuka hati buat dia, cukup Alfian yang selalu ada di hati gw, dan dia tidak akan pernah pergi" jawab Sandra dengan tegas dan meyakinkan


"Kayaknya Lo harus ke rumah sakit jiwa deh buat nemuin psikiater, otak loe bermasalah " ucap Amel sambil geleng geleng kepala


"Biarin aja, dan Lo akan tunggu kabar yang mengejutkan dari gue " ucap Sandra dengan nada riang


Amel langsung memicingkan matanya, menatap Sandra dengan pandangan bertanya namun itu tidak digubris oleh Sandra, dia sedang sibuk dengan angannya sendiri


"Gw mau balik kamar dulu, mau lihat Diandra, tumben itu anak ga biasanya tidur selama itu" ucap Hera sambil berdiri dari tempat duduknya


"Hera" panggil Donny, Hera language menoleh ke arah Donny menatap Donny dengan pandangan sebal


"Ada apa, mau ikut?" tanya Hera yang masih kesal dengan Donny


Donny langsung nyengir begitu mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Hera


"Gag cuman mau bilang kalau gw akan selalu sayang sama Lo" ucap Donny sengaja dengan suara yang agak dikeraskan, membuat yang lain langsung heboh dan riuh, sementara Hera wajahnya langsung memerah karena malu akibat ucapan dari Donny barusan


"Ga usah yang aneh aneh" balas Hera menahan rasa malu, dia langsung berjalan pergi menuju ke kamar


Tidak berapa lama kemudian, tiba tiba Hera kembali masuk ke kamar Alfian lagi, menatap mereka semua dengan wajah yang bingung

__ADS_1


"Ada apa Hera?" tanya Donny menatap Hera dengan pandangan ingin tahu


"Diandra tidak ada di kamarnya" jawab Hera cepat, wajahnya sangat kebingungan, menatap mereka satu demi satu seakan akan mereka semua memiliki jawaban atas pertanyaan dari Hera, namun sayangnya begitu selesai Hera berbicara seperti itu Alvian langsung melesak maju menuju kamar dimana tempat Diandra dan Hera tidur disana


Dia menatap nanar ke sekeliling ruangan kamar, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


"Donny" panggil Alfian cepat, memanggil sahabatnya Donny, Donny langsung melesak maju, menghampiri Alfian yang sedang dikuasai oleh emosi dan kebingungan, tampak jelas di wajah Alfian memendam kemarahan disana tapi dia sendiri tidak tahu harus dilampiaskan kepada siapa


"Panggil Body guard yang disuruh menjaga kamar ini, kemana saja mereka kenapa mereka sampai tidak tahu kalau Diandra menghilang" ucap Alfian kepada Donny, dia berusaha mengontrol emosinya yang sudah membuncah di dadanya dan ingin dia lupakan emosinya itu


Donny langsung segera keluar, memanggil para bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga Diandra, tidak lama setelah mereka masuk ke dalam, Alfian memandang marah kepada mereka berdua


"Kalian dari mana saja, kenapa sampai nona Diandra menghilang?!" tanya Alfian dengan nada marahnya kepada kedua bodyguard tersebut


Tampak kedua bodyguard itu menunduk ketakutan, Alfian menatap tajam ke arah mereka berdua yang menunduk ketakutan


"Jawab saya dari mana saja kalian berdua sampai kalian lalai seperti ini ,Ayo jawab !" teriak Alfian di telinga mereka


"Ma maafkan kami,kami memang lalai, tapi kami menjaga sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh tuan Alfian kepada kamu, menjaga nona Diandra dari jauh" jawab salah satu bodyguard dengan takut takut


"Menjaga katamu ?!, ini hasil jaga kalian calon nyonya kalian menghilang begitu saja kalian tidak tahu?!" teriak Alfian kepada mereka berdua


Semua yang ada di ruangan itu pada diam semua, keheningan di dalam kamar tersebut semakin terasa, mereka takut dengan Alfian jika Alfian sedang marah, karena kemarahannya Alfian bisa membuat yang lainnya menyesal


"Kalian ini digaji untuk tugas kalian, lalu kalian tidak becus menjaga calon nyonya kalian, hukuman apa yang pantas saya berikan buat kalian sekarang, Ayo Jawab jangan cuman diam saja?!" bentak Alfian lagi


Donny memberanikan diri menghampiri Alfian


"Sudahlah Al, marah juga percuma tidak menyelesaikan masalah sekarang bagaimana kita pikirkan untuk bisa menemukan Diandra" ucap Donny kepada Alfian, mencoba menenangkan hati Alfian


Alfian langsung menoleh ke arah Donny, menatap marah kepada Donny karena dari dialah ide itu berasal, tiba tiba Alfian langsung meninju perut Donny hingga Donny yang tanpa persiapan langsung terjengkang jatuh ke lantai, membuat yang lain berteriak gaduh melihat Donny terjatuh di lantai


Donny memandang Alfian dengan pandangan tidak mengerti, sementara Alfian memandang Donny dengan pandangan marah ke arah Donny

__ADS_1


"Ini semua dari ide Lo, kalau saja ide tolol Lo ga gw terima, Diandra tidak akan menghilang" ucap Alfian sambil menunjuk jari tangannya ke arah Donny, Donny langsung berdiri dan kemudian balas meninju Alfian, hingga Alfian yang kali ini terjengkang jatuh ke lantai, kembali semuanya menjerit histeris melihat perkelahian mereka berdua


__ADS_2