
Alfian tidak mengindahkan kemauan Diandra meski Diandra sudah meminta untuk diturunkan di pinggir jalan yang jauh dari kantornya, malah dia menurunkan di bassement khusus pemilik perusahaan beserta jajarannya, Alfian memarkirkan mobilnya dekat dengan pintu masuk lift yang langsung menuju ke lantai dua Lima tempat dimana Alfian berkantor
"Elo kenapa sih harus begini sama gw?" tanya Diandra tidak terima
"Begini seperti apa?" tanya Alfian tidak mengerti
"Elo harusnya tahu, gw disini karyawan dan gw ga mau dijadikan bahan gunjingan orang satu kantor" kata Diandra dengan nada keberatan
"Siapa yang berani ngomongin elo, gw akan pecat orang itu" kata Alfian dengan tegas
"Jangan mentang-mentang elo pemimpin perusahaan terus elo bisa seenaknya memecat orang" kata Diandra dengan nada marah
"Gw hanya pengen melindungi calon isteri gw, apa gw salah?" tanya Alfian menatap wajah Diandra dengan tatapan serius
Diandra langsung terdiam begitu mendengar pertanyaan dari Alfian "Tapi setidaknya gw ga mau jadi pusat perhatian" kata Diandra dengan suara lemah sambil menundukkan kepalanya
Alfian mengelus rambut hitam Diandra sambil berbisik dia berkata "Ga akan ada yang boleh nyakitin elo lagi" Diandra langsung menatap Alfian, mencari kejujuran disana "Kita naik ke atas yuk" ajak Alfian, lalu dia membuka pintu mobilnya dan kemudian dia membukakan pintu mobil Diandra
Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal di dalam mobil, Alfian langsung mengunci pintu mobilnya dan masuk ke dalam pintu masuk yang menghubungkan dengan kantornya melalui lift penghubung, begitu pintu lift terbuka mereka berdua langsung masuk kedalam, Alfian langsung memencet tombol angka dua Lima, tidak memperdulikan protes dari Diandra
"Gw ngapain ke tempat elo?" tanya Diandra
"Loe harus nemenin gw seharian ini" jawab Alfian enteng sambil memandang lantai demi lantai
"Loe jangan gila, gw banyak pekerjaan" protes Diandra
"Gw akan menyuruh manajer keuangan yang akan menghandle kerjaan elo, elo cuman duduk disebelah gw sambil temenin gw"
"Gw gak mau Alfian!" teriak Diandra kesal
Alfian langsung menoleh dan menatap Diandra dengan tajam
"Mulai hari ini tugas elo hanya mendampingi gw" kata Alfian dengan suara dingin
"Kalau begitu, gw akan ajukan resign sekarang juga" kata Diandra tidak mau kalah
"Coba saja kalau berani, dan gw akan pastiin tidak ada yang terima elo" kata Alfian kali ini dengan nada sedikit mengancam
Diandra langsung mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih semua, dia benar benar marah kali ini
"Elo benar benar keterlaluan" desisnya
"Satu lagi panggil gw sayang, bukan elo atau gw"
"Kalo gw ga mau?"
Alfian langsung tersenyum sambil mendekati Diandra
"Loe mau apa?"
"Panggil gw sayang atau elo gw cium sebagai hukumannya" kata Alfian tersenyum
__ADS_1
kepada Diandra sambil menatap tajam Diandra
"Jangan Gila" desis Diandra
"Gw serius Diandra, panggil gw sayang"
Alfian semakin mendekati Diandra yang sudah terpojok di sudut dinding lift
"Oke baik baik, gw akan panggil elo sayang, puas?" kata Diandra menatap Alfian dengan wajah sedikit memerah
"Ingat..jika elo lupa maka elo gw cium" kata Alfian tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya yang tebal
Diandra yang mendengar ancaman dari Alfian langsung cemberut, entah dia harus marah apa menangis, akhirnya dia hanya bisa menghela nafas panjang
Pintu lift terbuka, Diandra digandeng untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya Alfian, melewati meja sekretaris yang masih kosong, mereka berdua masuk ke dalam ruangan Alfian
"Duduklah" kata Alfian menyuruh Diandra untuk duduk di sofa besar yang ada di dalam kantornya, ruang kantornya tempat dimana Alfian bekerja sangat luas, disisi kiri meja kantornya terdapat ruang kamar tidur yang menghadap ke kaca besar sehingga bisa melihat ke arah jalan besar, disebelah kamar tidur ada ruang berganti pakaian, dan ruang kamar mandi
Diandra melihat ke sekelilingnya, ruangan tempat dimana Alfian bekerja, Alfian langsung duduk di samping Diandra "Mau minum apa?" tanya Alfian sambil menatap Diandra, belum sempat Diandra menjawab tiba tiba pintu dibuka, Alfian dan Diandra langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka secara tiba tiba, tampak Sandra dengan wajah kusutnya sedang menatap tajam Alfian, sementara yang ditatap tampak tidak perduli
"Alfian gw pengen bicara" kata Sandra mendekati Alfian, dia masih belum menyadarinya ada Diandra yang sedang menatap mereka berdua
"Ga ada yang perlu dibicarakan" kata Alfian dengan nada dingin
Diandra langsung berdehem seketika, sehingga membuat Sandra sangat terkejut
"Elo ngapain disini?" tanya Sandra dengan geram, Diandra langsung berdiri lalu berkata dengan suara datar "Gw pikir lebih baik gw keluar aja dulu, selesaikan masalah kalian" wajah Diandra terlihat datar, dia tidak menjawab pertanyaan dari Sandra
"Diandra kamu tidak akan kemana mana, tetap duduk disini" kata Alfian dengan suara tegas sambil memegang tangan Diandra dengan erat dan menyuruhnya duduk kembali
"Ngapain dia kemari?" tanya Sandra sedikit marah tidak terima
"Sandra dengar, gw dan Diandra sudah lamaran dan kami akan segera menikah dalam enam bulan ke depan" kata Alfian dengan suara tegas, Sandra seperti mendengar kabar buruk di siang bolong, dia benar benar sangat terkejut begitu mendengar Alfian berkata seperti itu
"Elo lagi bercanda kan Alfian?" tanya Sandra dengan suaranya yang gemetar menahan emosi yang berkecamuk didalam hatinya
"Gw tidak sedang bercanda dan gw serius " kata Alfian dengan suara tegas
"Gak...gag ini salah, elo kenapa lakukan ini ke gw Al.." kata Sandra hampir mau menangis, tiba tiba pandangannya beralih kepada Diandra, dia mendekati Diandra dengan penuh amarah
"Elo..elo yang lakuin ini kan?" tanya Sandra dengan penuh amarah
"Elo mau ngerebut Alfian dari gw, kenapa sih loe harus muncul " kata Sandra sambil menuding Diandra dengan telunjuknya, Diandra diam tidak menjawabnya "Jawab Pelacur !!" teriak Sandra yang tidak bisa menerima kenyataan
Diandra langsung berdiri, mendekati Diandra Alfian yang melihat itu langsung buru buru ingin mencegah Diandra mendekati Sandra, namun Diandra kali ini menatap tajam ke arah Alfian untuk minggir dari hadapannya
"Dengar Sandra, gw ga pernah tertarik sama sekali sama barang bekas loe itu, jadi kalo elo berminat silahkan loe ambil dia" kata Diandra dengan suara tegas sambil menunjuk ke arah Alfian, Alfian yang mendengar itu langsung marah dianggap sebagai barang bekas langsung mendekati Diandra "Apa elo bilang?!" tanya Alfian dengan suara marah, namun belum sempat Diandra menjawab dari luar seorang perempuan masuk dengan nafas terengah-engah "Maaf Tuan Alfian saya terlambat" kata perempuan itu "Keluar kamu!!" teriak Alfian marah, perempuan itu langsung kaget "Temui HRD minta surat pengunduran diri kamu!" kata Alfian lagi dengan wajah yang benar benar sangat marah
Diandra langsung kaget, begitu mendengar Alfian memecat salah satu karyawannya, dan tidak lama kemudian Donny datang melihat kekacauan yang terjadi di ruangannya Alfian "Irma..keluarlah dulu" kata Donny dengan suara tegas "Tapi Tuan..." kata perempuan yang bernama Irma itu "Keluarlah dulu, dan jangan kemana mana " kata Donny lagi "Baik Tuan " jawab Irma menurut, akhirnya Irma pun langsung keluar dari ruang kantornya Alfian
Di dalam masih terjadi ketegangan di antara mereka bertiga, Alfian langsung menatap Sandra dan mendekati Sandra "Dengarkan saya kali ini, kita tidak punya hubungan apa apa, dari dulu ataupun sekarang jadi elo bukan siapa siapanya gw, paham?!" tanya Alfian berbicara dengan tegas
__ADS_1
Sandra langsung menggelengkan kepalanya kuat kuat, dia seakan seperti tidak terima dengan apa yang Alfian katakan, hingga pada akhirnya Donny langsung berkata kepada Sandra
"Sandra, sudahlah elo dengar sendiri kan apa yang Alfian katakan, sekarang pergilah"
Sandra menatap Donny dengan pandangan tajam, lalu dia bertanya kepada Donny
"Loe juga tahu tentang masalah ini Don?, jawab dengan jujur"
"Iya gw emang tahu, dan emang dari dulu Alfian sudah menyukai Diandra, cuman elo menutup mata akan hal itu" jawab Donny sambil menghela nafas panjang
Kembali Sandra menatap Diandra dengan pandangan tajam
"Elo kan yang menghancurkan hubungan gw dengan Alfian, loe itu ga pantes sama dia!" kata Sandra dengan penuh emosi
"Sandra sudahlah, semuanya sudah selesai"
kata Alfian dengan lelah
"Gag..ini belum selesai Alfian, dia wanita ****** ini akan terima pembalasan dari gw camkan itu!" kata Sandra masih dengan nada marahnya sambil menunjuk tangannya kepada Diandra
Diandra yang merasa lelah dengan semua ini akhirnya ikut angkat bicara dengan penuh emosi
"Emangnya elo pikir elo siapa, dulu loe bisa menindas gw tapi sekarang gw akan tantang elo sampai dimana elo mampu dan ingat, gw bukan Diandra yang dulu yang gampang elo injak injak paham itu!"
Alfian, Donny dan Sandra sempat terkejut melihat Diandra bersikap seperti itu, mereka tidak menyangka jika seorang Diandra bisa mampu berkata seperti itu,karena Diandra yang dulu jika dibully dia akan diam dan menangis tapi tidak dengan Diandra sekarang
"Kenapa, kalian kaget ngeliat gw seperti ini?!" tanya Diandra sinis
"Iya dulu memang gw gampang buat kalian injak, kalian bully, bahkan kalian ancam sekarang berani elo nyentuh gw, maka gw pastikan elo yang akan rasakan akibatnya" kata Diandra dengan nada mengancam
Lalu dia mendekati Sandra dan kembali berkata dengan suara dingin
"Loe pikir gw takut dengan ancaman elo, kita lihat siapa yang akan menang pada akhirnya elo atau gw, jadi bermainlah dengan cantik Sandra gw akan tunggu" Diandra langsung tersenyum sinis sambil menatap Sandra dengan sinis
Sandra yang mendengar itu, emosinya langsung naik dia ingin menampar Diandra, namun buru buru tangannya dicengkeram oleh Alfian
"Jangan pernah coba coba elo sentuh calon isteri gw Sandra, atau elo yang akan kena akibatnya, sebaiknya elo pergi atau gw panggil security untuk usir elo, silahkan pilih" kata Alfian dengan suara dinginnya sambil mengancam Sandra
"Sandra pergilah, sebelum semuanya menjadi buruk" kata Donny sambil membujuk Sandra untuk pergi dari dari ruangan Alfian
"Dengar Diandra, elo akan menerima pembalasan dari gw" desis Sandra dengan ancamannya
"Wowwww...gw takuuuttt" ledek Diandra, lalu menatap Sandra dengan tatapan dinginnya sambil berkata dengan suara sedingin es "Gw tunggu Sandra, dan gw ga sabar menunggu itu"
Rasanya Sandra ingin meludahi wajah Diandra, apalagi saat ini Diandra terlihat seperti sedang mengejek dirinya
"Pergi atau gw panggil security?!" usir Alfian menatap Sandra dengan suara mengancam
"Gw akan pergi tapi ingat Alfian selamanya elo akan tetap jadi milik gw" kata Sandra menatap Alfian
"Dan akan tetap gw pastikan wanita ular ini akan menyingkir dari hidup elo" kata Sandra sambil menatap tajam Diandra
__ADS_1
namun yang ditatap seperti tidak perduli dengan ucapan Sandra,malah Diandra tertawa sambil mengejek
"Pergilah Sandra, elo akan semakin memperkeruh suasana" kata Donny lagi, menyuruh Sandra pergi, dan tanpa berkata apa apa lagi akhirnya Sandra memilih pergi dari ruangan Alfian dengan wajah angkuhnya