
Pesta reunian sekolah di hari Sabtu sore sudah semakin ramai dengan para tamu undangan yang datang, yang wanita menggunakan gaun yang mewah dan cantik sementara yang pria menggunakan jas serta tuxedo sehingga terlihat sangat gagah mereka ingin terlihat gagah dan cantik
Pesta itu terletak di ballroom gedung hotel bintang lima, yang didekorasi semewah mungkin, didepan ballroom ada sebuah panggung mewah untuk para tempat pengisi acara,musisi musisi papan atas juga ikut diundang untuk meramaikan pesta reuni tersebut, meja meja untuk para tamu undangan pun sudah disediakan, dan para tamu undangan duduk menempati undangan yang sudah disediakan
Pestanya sendiri dimulai dari pukul empat sore hingga selesai, namun sebelum pesta itu dimulai di rumah Diandra, terjadi nampak kesibukan itu diakibatkan Hera yang panik dan heboh dengan dandanan dan gaun malamnya, kali ini entah kenapa dia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya saat itu
"Haduh menurut elo ini udah pantas belum ya?" tanya Hera sambil menatap Diandra lewat cermin, Diandra yang ditatap hanya memandang dengan wajah kalem " Hera elo itu udah cantik mau dipakein apapun juga udah cantik, udah deh lagian kayak mau ketemuan sama calon mertua aja" jawab Diandra dengan nada kalemnya
"Ya kali aja habis itu langsung ketemu sama calon mertua " kata Hera sambil cekikikan, Diandra diam sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sahabatnya yang absurd "Eh elo kenapa belom siap siap seh" protes Hera sambil menatap wajah Diandra "Iya ini gw mau siap siap, gw mau mandi dulu, lagian acara jam berapa sih, jam segini loe heboh banget" kata Diandra sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul dua siang "Jam empat sore Diandra, sana buruan siap siap" usir Hera menyuruh sahabatnya segera mandi dan berdandan "Bikin acara kok nanggung bener " sungut Diandra "Buruan mandi Diandra!" teriak Hera, yang masih didalam memperhatikan dirinya
Sebelum Diandra pergi ke kamar mandi, tiba tiba muncul terlintas ide jahilnya untuk mengerjai sahabatnya " Loe ga keringetan apa udah dandan dari sekarang, nanti sampai sana loe jadi kucel terus ga ada yang lirik elo deh" kata Diandra dengan suara jahat "Diandraaaaa!!" teriak Hera kesal, Diandra langsung berlari keluar sambil tertawa-tawa sebelum dia ditimpuk sendal sama Hera
Hera berkali kali membenarkan penampilannya, make up nya, gaunnya yang sepanjang lutut dengan lengan terbuka, karena Hera pintar make up dia sendiri yang melakukan make up, rambutnya dia sanggul dengan mengeluarkan sedikit anak rambut yang dia Curly di kiri dan kanannya
Diandra begitu selesai dari kamar mandi cukup menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd sahabatnya itu, namun dia biarkan saja, dia berjalan ke arah lemari dan mencari sebuah gaun yang menurut dia cocok dengan acara reunian itu, hingga dia memilih sebuah gaun berwarna biru yang selutut berlengan pendek dan dengan model leher Sabrina menampilkan leher jenjangnya Diandra
Hera yang memperhatikan Diandra lewat cermin langsung berucap
"Loe cocok pake gaun itu"
"Thanks"
"Sini loe gw dandanin dulu, baru loe pake gaun itu"
Dengan patuh Diandra mengikuti saran dari sahabatnya, dan Hera pun langsung memulai makeover Diandra dengan bakat terpendamnya
"Gw heran sama sama elo, kenapa loe ambil jurusan teknik sementara elo sendiri bisa jadi tukang makeup in orang harusnya elo bisa jadi beautician consulting" ujar Diandra ketika sedang di make up oleh Hera, Hera langsung nyengir tidak memberikan komentar apapun
__ADS_1
Hera masih sibuk mendadani Diandra, dan Diandra yang dirias oleh Hera semakin tambah sangat cantik, bahkan dia sendiri pangling menatap dirinya di muka cermin "Ini beneran gw?" tanya Diandra tidak percaya, Hera mengangguk sambil tersenyum "Ya Allah ternyata gw bisa lebih cantik" kata Diandra narsis yang langsung mendapat lirikan tajam dari Hera "Sini rambut elo gw dandanin juga" kata Hera, lalu dia menyanggul rambut Hera dengan model sanggul Cepol dan memberikan aksen jepit rambut bentuk bunga di kiri rambut, membuat semakin tambah cantik "Keren juga kali ini riasan gw" kali ini Hera yang berbicara narsis dan langsung dijawab dengan lirikan tajam dari Diandra, akhirnya mereka berdua tertawa terbahak bahak, begitu menyadari betapa narsisnya mereka berdua
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, begitu Hera melihat jam di dinding kamar Diandra, dia langsung panik sendiri
"Aduuhh kita bakalan terlambat datang nih"
"Enggak lagian acara dimulai pukul empat paling molor satu jam"
"Ah sudahlah, ayok kita berangkat "
"CK..jangan lupa pamit sama ayah bunda"
"Iya..ayo Diandra buruan"
"Iya iya, sana keluar duluan"
Sementara Diandra dia masih memperbaiki riasannya, lalu dia langsung keluar kamar sebelum Hera kembali berteriak memanggilnya, Diandra mencari ayah dan bundanya karena tidak ada di ruang keluarga akhirnya Diandra memutuskan untuk mengetuk pintu kamar orang tuanya
Tak lama kemudian kedua orangtuanya Diandra sama sama muncul dari balik pintu kamar
"Ya ampun ini siapa, kok bunda sampai pangling" kata bunda tersenyum sambil memandang anaknya yang terlihat sangat cantik "Bunda bisa saja" kata Diandra tersipu malu "Anak ayah sudah besar rupanya" kata ayahnya sambil tersenyum menatap Diandra
Kedua orangtuanya Diandra memutuskan menemui Hera di ruang tamu, dia terlihat tidak sabar menunggu Diandra, begitu melihat orang tuanya Diandra, Hera langsung menghampirinya "Om Tante" sapa Hera "Kamu cantik banget" puji bunda "Makasih Tante" jawab Hera sambil tersenyum "Mau berangkat sekarang?" tanya ayahnya
"Iya om "
"Kalau begitu hati hati di jalan"
__ADS_1
"Iya om
"Ya sudah sana kalau mau berangkat "
Diandra dan Hera mencium tangan kedua orangtuanya Diandra, dan dengan menaiki mobil Hera, mereka langsung berangkat pergi
Jalanan hari itu tidak terlalu padat, sehingga Mereka tiba tepat puku empat lewat sepuluh, Diandra langsung menuju valet parkir, kali ini dia membiarkan petugas hotel yang membawa mobilnya menuju parkiran sementara Diandra dan Hera berjalan menuju ke ballroom hotel tempat dimana semua tamu undangan berkumpul disana
Diandra dan Hera berjalan dengan sangat anggun, mereka menggunakan high heels yang berukuran delapan senti,banyak yang melirik memandang kagum kepada kedua gadis ini, terutama kepada Diandra, Hera yang sumringah sementara Diandra dengan wajah yang biasa biasa saja, setelah memberikan kartu undangan kepada pelayan didepan pintu ballroom mereka diantar menuju ke kursi yang sudah ada mejanya, terletak di tengah tengah
Meja itu berbentuk bulat dihiasi dengan taplak berwarna kemasan dan ditengahnya terdapat vas bunga, serta terdapat serbet yang berbentuk segitiga disana, terlihat sangat mewah, ruangan itu sendiri dihias dengan sangat mewah, suara alunan saxopone mengalun merdu di ruangan tersebut
Dimeja Diandra dan Hera terdapat tiga kursi lagi yang entah siapa tamu yang akan duduk di kursi tersebut namun Diandra tidak mau memikirkannya, diatas meja itu sendiri sudah disiapkan air botol kemasan mineral, ruangan ballroom sudah semakin ramai, sudah banyak bangku yang hampir terisi
"Hera, gw mau ke kamar mandi sebentar" bisik Diandra "Jangan lama lama" kata Hera menatap Diandra
Diandra langsung berjalan menuju ke arah pintu keluar, setelah menanyakan dimana toilet, toiletnya sendiri terletak di lorong samping luar ruangan ballroom, masuk ke dalam toilet, Diandra melepaskan hajat dan setelah itu dia keluar untuk membersihkan tangannya dan membenarkan sedikit makeup
Setelah dirasa sudah cukup, Diandra langsung keluar dari toilet, dia berjalan sambil menunduk untuk mengecek apakah ada yang tertinggal atau tidak, hingga pada akhirnya kepalanya menubruk sesuatu dan itu terasa sakit " Aduh!" jerit Diandra tertahan, dia langsung memegang kepalanya yang sakit, lalu Diandra mendongak dan seakan terkejut ketika melihat seorang pria dengan postur tinggi tegap bermata biru dan berwajah Datar, wajahnya yang lumayan dingin namun terlihat tampan "Maaf" kata Diandra pelan masih sambil memegang kepalanya dan menutupi rasa terkejutnya
Pria itu menatap Diandra dengan pandangan tajam dan dingin " Tidak apa apa, apa kita pernah sebelumnya?" tanya pria itu masih dengan suara dinginnya, Diandra langsung menggelengkan kepalanya "Maaf kita belum pernah bertemu, permisi" jawab Diandra berbohong, pria itu tampak enggan untuk menyingkir dari hadapan Diandra, Dia masih menatap Diandra lalu tiba tiba dia tersenyum smirk
Diandra merasa sudah mulai tidak nyaman, dimana pria itu masih menatapnya dan kemudian tersenyum aneh ke arahnya "Kita bertemu lagi " kata pria itu sambil berbisik,Diandra langsung terdiam kali ini dia benar benar sangat takut, dia berpikir Apakah pria ini orang yang pernah mencuri ciuman pertama dari dirinya di masa lalu, menutupi debaran jantungnya, Diandra berkata dengan suara dingin
"Tuan, maaf saya tidak kenal siapa anda, jadi boleh anda minggir"
Pria itu langsung memberikan jalan kepada Diandra, dan Diandra langsung pergi menjauh dari pria itu, sementara itu pria itu masih menatapi punggung Diandra sampai menghilang dari matanya
__ADS_1
Pria itu tersenyum dingin "Akhirnya gw menemukan elo Di...dan loe sekarang sudah tidak bisa lari lagi " gumam pria itu sambil tersenyum miring, pria itu semakin menambah tekad untuk bisa mendapatkan gadis cantik yang sudah mengisi relung hatinya selama ini, dia pun berlalu menuju toilet