Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 188


__ADS_3

Melihat Alfian yang pingsan, mereka semua langsung pada heboh, Donny tidak menyangka sama sekali Alfian begitu rapuh, karena selama ini yang Donny lihat adalah Alfian adalah seorang pria yang tegar dan tidak rapuh sama sekali, dia termasuk pria yang cukup kuat, bahkan pesaing pesaing bisnisnya sangat segan terhadap Alfian, karyawan karyawannya kecuali Donny tidak ada yang berani membantah Alfian, kini dia bisa melihat rapuhnya Alfian


"Angkat Alfian, bawa dua ke ruang sakit cepat !" teriak Tonny sambil memerintahkan yang lainnya untuk membantu mengangkat Alfian yang pingsan


Mereka pun bersama sama menggotong Alfian ke luar cafe dan dibawa ke rumah sakit dan Tonny membawa mobil dengan kecepatan yang tinggi, Amel dan Hera langsung naik mobil Amel mereka berdua mengikuti mobil Tonny menyusulnya dari belakang


Tonny tampak fokus mengendarai mobil mencari rumah sakit yang terdekat, sesampainya di rumah sakit Donny langsung menggendong tubuh Alfian yang tidak berdaya untuk dibawa ke UGD terdekat


diikuti dengan yang lainnya, mereka berlarian menuju ke IGD menyusul Alfian yangvterjatuh pingsan


"Dokter tolong teman saya, dia pingsan!" seru Donny sambil membaringkan tubuh Alfian di atas tempat tidur rumah sakit


Dokter dan perawat lainnya langsung dengan sigap memeriksa tubuh Alfian, badan Alfian demam dan dia mengigau menyebutkan nama Diandra tanpa henti, di pelupuk matanya keluar sebutir bening air mata yang jatuh menetes di pipi Alfian


Dokter langsung menyuruh suster penjaga untuk menyuntikkan obat tidur lewat infus Alfian, agar Alfian bisa beristirahat


"Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Donny dengan was was dan khawatir mengenai kondisi Alfian


"Tidak apa apa, dia hanya butuh beristirahat saja mudah mudahan besok pagi dia agak mendingan" jawab dokter jaga itu dengan suara yang tenang


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Andrew menatap ke yang lainnya


"Saat ini hubungi terlebih dahulu keluarga Alfian, biar nanti mereka yang memutuskan harus seperti apa, mau tidak mau kita harus minta bantuan kepada keluarga Wijaya mengingat keluarga Wijaya sangat berpengaruh di kota ini dan gw yakin siapa tahu aja semuanya akan dapat diselesaikan secara cepat" kata Andrew memberi saran kepada yang lainnya


"Gw setuju, biar gw yang akan memberi tahukan kepada orang tuanya Alfian, semoga mereka belum tidur malam ini" ujar Donny, sambil mengambil handphone di saku celananya, lalu dia segera menghubungi keluarga Tuan Wijaya


Nyonya Francie dan Tuan Wijaya saat itu tengah bersiap untuk tidur, Nyonya Francie yang saat itu sedang ada di depan meja riasnya tiba tiba menoleh kepada suaminya Tuan Wijaya

__ADS_1


"Ada apa ?" tanya Tuan Wijaya kepada isterinya, saat itu isterinya menatap Tuan Wijaya dengan pandangan mengerutkan dahinya, perasaannya tiba tiba menjadi sangat gelisah


" Tidak tahu kenapa, tiba tiba perasan akunkok gelisah ya lah, entah ada sesuatu yang terjadi di malam ini" ucap nyonya Francie sambil menghela nafas panjang


"Mungkin itu perasaan mamah aja kali, lagian papah pikir ga ada apa apa, mamah tenang saja" jawab Tuan Wijaya sambil meletakkan kaca matanya di atas meja kecil di sebelahnya, lalu dia mengambil gelas yang berisikan air minum kebiasaan Tuan Wijaya adalah minum sebelum tidur malam


Tiba tiba bunyi telepon dari handphonenya Nyonya Francie berdering kencang, membuat Tuan Wijaya menatap ke arah isterinya dengan pandangan bertanya, isterinya hanya mengangkat bahunya, deringan tersebut sekali lagi terdengar


"Angkatlah mah, siapa tahu saja ada yang penting" kata Tuan Wijaya sambil menyuruh isterinya untuk mengangkat telponnya, Nyonya Wijaya mengambil handphone yang ada di atas tempat tidur dan melihat siapa yang menelponnya


"Donny " gumam nyonya Francie, dia pun langsung mengangkat telponnya


"Iya ada apa Don?" tanya Nyonya Francie penuh rasa ingin tahu, tiba tiba perasaannya lebih menjadi tambah tidak enak


"Tante maaf telah menganggu istirahatbya Tante sama om, Alfian sedang berada di rumah sakit, untuk keterangan lengkapnya nanti kami akan ceritakan di rumah sakit setelah om dan Tante datang" kata Donny kepada Nyonya Francie


Nyonya Francie yang mendengar itu langsung sangat kaget mendengar pemberitahuan dari Donny


" Tante, mana berani saya bohong sama Tante, kalau Tante tidak percaya, Tante silahkan datang ke rumah sakit Prima Hospital di ruang IGD" kata Donny mencoba memberikan penjelasan kepada Nyonya Francie


"Tapi kenapa?" tanya Nyonya Francie kepada Donny


"Nanti akan kami ceritakan" jawab Donny pelan


"Baik kami akan segera kesana, tunggu kami" perintah Nyonya Francie, dia berusaha untuk tetap tenang, meski rasa penasaran dan rasa terkejutnya benar benar menganggu hati dan pikiran Nyonya Francie


Nyonya Francie langsung menutup handphonenya dan memandang ke suaminya Tuan Wijaya dengan tatapan kosong namun pandangannya terlihat sangat cemas dan khawatir

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Tuan Wijaya begitu melihat isterinya sangat begitu khawatir


"Alfian berada di rumah sakit sekarang ini, dan berada di ruang IGD" jawab Nyonya Francie langsung berdiri mengganti pakaian tidurnya, dia dengan linglung langsung berganti pakaian, Tuan Wijaya yang mendengar itu langsung terkejut, dia membantu isterinya untuk menukar pakaian dan kemudian baru dia yang menukar pakaiannya sendiri


Tidak berapa lama kemudian, kedua orang tua itu langsung bergegas menuju ke depan rumah, menunggu supir yang menjemput mereka untuk diantarkan ke rumah sakit


Tidak lama kemudian, supir keluarga Tuan Wijaya langsung datang dengan mengendarai mobil sedan menjemput tuan besar dan nyonya besar yang sudah menunggu di depan pintu rumah


"Malam tuan, malam nyonya mau kemana kita malam ini?" tanya Supir itu dengan nada sopan


"Rumah sakit Prima Hospital sekarang juga, mohon untuk cepat ya pak" kata Tuan Wijaya, kini Tuan Wijaya juga sudah mulai tidak tenang apalagi melihat isterinya yang mulai menangis


"Baik pak" jawab supir setengah baya itu dengan nada sopan dan hormat supir itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit yang dimaksud


"Mah, tenang saja papah yakin tidak ada apa apa kok" jawab Tuan Wijaya sambil menghibur isterinya yang masih menangis


"Mamah takut pah, entah ada firasat ga enak apa ini" ucap Nyonya Francie di sela sela tangisnya


"Tidak ada apa apa mah, sudah mending kita berdoa saja semoga semuanya dalam keadaan baik" ucap Tuan Wijaya masih menghibur isterinya


Sesampainya mereka di Rumah sakit yang dimaksud, buru buru Nyonya Wijaya dan Tuan Wijaya keluar dari mobil sedannya, mereka berjalan dengan tergesa menuju ke ruang IGD yang sudah diberitahukan oleh Donny sebelumnya


Disana kedua suami isteri yang sudah setengah baya itu melihat Donny dan kawan kawannya tengah duduk diam satu dengan yang lainnya, sementara Donny sedang berjalan mondar mandir di depan ruang IGD, mereka tidak diperbolehkan masuk untuk tidak menganggu kenyamanan pasien lain yang sedang beristirahat


"Donny apa yang sebenarnya terjadi, cepat katakan sama om apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Alfian bisa pingsan?" tanya Tuan Wijaya menatap Donny dengan pandangan bertanya dan penasaran


"Tante Om" panggil Hera begitu melihat kedua orang tuanya Alfian, lalu Hera membimbing keduanya untuk duduk sebelum Donny menjawab pertanyaan dari Tuan Wijaya

__ADS_1


"Alfian pingsan karena Diandra diculik om Tante" jawab Donny pelan


"HAH APA !" teriak Nyonya Francie kaget, menatap mereka dengan sangat terkejut dan hampir tidak percaya sama sekali begitu juga dengan tuan Wijaya, wajah mereka langsung berubah ubah antara bingung, penasaran dan khawatir


__ADS_2