
Sementara iu di rumah Alfian tampak Hera sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya Alfian, dia mematikan mesin mobilnya dan kemudian mengunci pintu mobilnya lalu menuju ke pintu depan ruah Alfian, kemudian dia membunyikan bel pinttu keluarlah seorang pelayan rumah yang menggunakn pakaian seragam pelayan
"Siang nona mencari siapa? Tanya pelayan itu dengan nada sopan
"Siang saya ingin bertemu dengan Diandra dan Alfian apa dia ada?" tanya Hera dengan ramah
"Oh iya kebetulan mereka sudah menunggu kedatangan nona, mari saya antarkan ke dalam nona, ayo masuk" ajak pelayan itu mempersilahkan Hera masuk dan mengikutinya ke dalam dan Hera mengikuti pelayan rumah itu untuk masuk ke dalam! untuk menemui Diandra dan Alfian
Sementara itu Diandra dan Alfian sedang asyik berbincang bincang dengan Nyonya Francie di halaman belakang, saat itu ketika Nyonya Francie sedang sibuk mengobrol dengan Diandra, Alfian dari arah ruang tamu datang ke halaman belakang dan ikut bergabung dengan mereka bertiga disana
"Lalu bagaimana?" tanya Nyonya Francie kepada anaknya Alfian
"Ya gitu deh" jawab Alfian sambil menarik bangku dekat dengan Diandra lalu mendudukkan dirinya disana
"Ya gitu deh bagaimana?" tanya Nyonya Francie penasaran
"Bentar kenapa mah, Alfian belum juga duduk" jawab Alfian cemberut
Alfian memesan minuman kepada pelayan yang lewat, dan kemudian dia langsung menceritakan yang terjadi ketika Sandra datang, dan Sandra sangat marah dan tidak suka bahkan dia seperti sangat kesal padahal Alfuan sendiri sudah berbicara baik baik dengan dia
"Anak itu, sifatnya itu kok seperti itu sih" ujar Nyonya Francie dengan kesal, dia tidak mengerti kok ada wanita yang punya sifat jahat seperti itu
"Kita doakan saja supaya dia bisa berubah" ucap Diandra lembut
"Ga tau ya, Tante merasa anak itu susah berubah deh" jawab Nyonya Francie skeptis
Saat mereka sedang berbincang bincang seorang pelayan datang untuk memberitahukan jika Hera sudah datang, dan tampak Hera sedang berjalan dari belakang pelayan tersebut sambil tersenyum ke arah mereka bertiga yang sedang duduk
"Siang Tante, apa kabar?" tanya Hera sambil tersenyum kepada Nyonya Francie
"Baik, kamu sendiri apa kabar?" tanya Nyonya Francie kepada Hera
"Baik Tante" jawab Hera
"Loh memangnya elo pernah ke sini Hera?" tanya Diandra heran
"Pernah lah, dulu waktu masih SMA bareng sama Donny saat itu" jawab Hera masih sambil tersenyum
"Iya itu juga sudah lama banget" jawab Nyonya Francie juga ikut menimpali
"Ya sudah saya masuk ke dalam kamar dulu, mungkin saja om membutuhkan sesuatu di kamar" ucap Nyonya Francie sambil berdiri
"Oh iya baik salam buat Om ya Tante" kata Hera
"Salamnya diterima " jawab Nyonya Francie sambil tertawa
Nyonya Francie pun berlalu meninggalkan mereka bertiga yang duduk santai disitu
"Habis darimana?" tanya Alfian kepada Hera
"Dari rumahnya Amel " jawab Hera sambil duduk berhadapan dengan Diandra dan Alfian
"Terus bagaimana kelanjutannya?" tanya Diandra kali ini serius
Hera langsung menceritakan semuanya kepada Alfian dan Diandra, mereka berdua tampak serius mendengar cerita dari Hera
"Dia tidak curiga apa apa kan?" tanya Diandra penasaran
"Tidak untungnya, tapi gw ga bisa bertanya lebih jau baru sebatas perkenalan aj, biar dia ga curiga juga sama gw kenapa tiba tiba gw datang temuin dia" ucap Hera
"Iye elo benar, pelan pelan aja, next kalau elo mau ketemuan sama dia gwbikut ya" pinta Diandra
"Beres " jawab Hera sambil mengangkat kedua jempolnya
"Oh iya elo jadi berangkat ke Jerman?" tanya Diandra, Alfian yang mendengar itu langsung terkejut kaget
"Elo mau berangkat ke Jerman?" tanya Alfian kepada Hera
Hera langsung menatap Diandra dengan tajam, Diandra lupa kalau itu adalah rahasia mereka berdua, Diandra yang mendapatkan tatapan tajam dari Hera langsung menutup mulutnya dengan tangan sambil meringis menatap Hera dengan pandangan menyesal
Hera yang melihat Diandra seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas panjang
"Baru rencana" jawab Hera pendek kepada Alfian
"Masak sih baru rencana, gag mungin " kata Alfian tidak percaya
"Elo tuh yee jadi cowok kok kepo banget sih, lagian nih ya apa urusan elo gw mau pergi apa enggak, yang harus elo urusin itu Diandra" ucap Hera kesal kepada Alfian
"Lah kenapa jadi gw?" tanya Diandra kepada Hera tidak mengerti
"Yaah elo itu lebih butuh diperhatikan, karena elo udah punya seseorang yang selalu ada buat elo, kalau gw siapa" jawab Hera ketus karena Diandra membongkar rahasia mereka berdua di depan Alfian yang notabene sahabat terdekatnya Donny
"Hera elo marah ya sama gw, maaf deh" ucap Diandra dengan nada penyesalan
"Iye iye, udah gw maapin" jawab Hera dengan muka masih cemberut
Diandra langsung mendekati Hera dan memeluk Hera
"Sorry" bisik Diandra lalu menepuk bahu Hera
Alfian menatap aneh kepada Hera yang berusaha menyembunyikan kepergiannya
"Elo pergi pasti bukan karena Donny kan?" tanya Alfian kembali berterus terang
"Bukan urusan elo Alfian" jawab Hera kesal, karena Alfian masih saja terus menanyakan tentang itu
"Gw cuman pengen bilang kalo itu adalah keputusan elo dan itu menurut elo baik lakukan saja tapi ingat jangan memutuskan sesuatu karena emosi takutnya elo akan menyesal" ucap Alfian bijak
Hera langsung kaget, dia tidak menyangka kalau Alfian bisa berubah menjadi bijak
"Pikirkan ulang lagi, jangan menggunakan emosi jika ingin memutuskan sesuatu apapun itu gunakan akal bukan perasaan" ucap Alfian lagi kepada Hera
__ADS_1
"Kenapa elo bisa bilang begitu?" tanya Hera ingin tahu
"Karena kalian para wanita selalu menggunakan emosi jika ingin mengambil keputusan apapun, padahal mereka lupa ada akal yang harus diikut sertakan disana" jawab Alfian santai
"Gw hanya baru rencana aja, tapi itu gw akan pikirkan ulang, lagian kalau gw balik kenjerman itu karena gw harus menyelesaikan pendidikan gw disana kan" kilah Hera kepada Alfian
"Apapun itu hanya elo yang tahu" jawab Alfian
Nyonya Francie datang menemui mereka
"Kalian makan siang disini sajabya, lagian para pelayan sudah menyiapkan makan siang buat kita semua, bagaimana?" tanya Nyonya Francie mengajak mereka untuk makan bersama
" Tante merepotkan saja" jawab Hera
"Tidaklah, Tante senang kalau ada banyak tamu seperti rumah ini hidup kembali" jawab Nyonya Francie tertawa
"Lagian kapan lagi kalian bisa bertemu, oh iya Alfian sekalian panggil Donny juga untuk makan siang bersama sama kita" kata Nyonya Francie memerintahkan Alfian menelpon Donny untuk pulang ke rumah Alfian sebentar
"Siap ma" jawab Alfian
Alfian langsung mengambil handphonenya dari dalam saku celana kemudian menelepon Donny untuk makan siang bersama dengan mereka di rumah, Donny langsung mengiyakan ajakan Alfian
"Gak pake lama ya Don elo kesini" perintah Alfian
"Iya bawel " jawab Donny gemas
Alfian menutup handphonenya sambil tersenyum puas, sementara Hera dan Diandra saling pandang pandangan satu sama lain
"Elo ga apa apa kan Donny datang kesini?" tanya Diandra bisik bisik
"Ya ga apa apalah, memangnya kenapa?" jawab balik Hera sambil bertanya
"Ya kali hati elo meleyot lagi kalau liat Donny" ledek Diandra
Hera langsung mencubit Diandra dengan gemas
Dan tiba tiba Diandra punya ide jahil dan dia berharap semoga ide jahil ini bisa menjadi jalan buat Hera dan Donny semoga saja
"Kalian bisik bisik apa?" tanya Alfian curiga
"Ga ada " jawab Diandra pendek
"Kalian ini kok suka sukanya berbisik di depan aku sih" kesal Alfian
"Yang jelas ga omongin kamu " jawab Diandra tidak mau kalah
"Oh iya Donny sebentar lagi datang" kata Alfian memberikan pemberitahuan kepada Hera
Hera langsung mengernyitkan dahinya
"Terus kenapa?" tanya Hera bingung, kenapa harus dirinya yang dia singgung kenapa ga yang lain
"Ga jelas" gerutu Hera
"Sudah kalian ini apaan sih?" ucap Diandra memandang kesal kepada Alfian dan Hera
"Kenapa apa?" tanya Alfian tidak mengerti
"Kenapa kalian senang sekali bertengkar" jawab Diandra
"Tanya aja sama dia, dia suka banget cari masalah sama gw" tunjuk Hera kepada Alfian
Sementara yang diomongin pura pura tidak mendengar
Kadang Diandra tidak habis pikir dengan kedua temannya ini, kadang mereka berdebat, kadang mereka musuhan dan kadang mereka berteman dan kalau mereka berdua berteman kompak banget, diakui sama Diandra Alfian dan Hera mempunyai watak yang hampir hampir mirip yaitu sama sama tidak mau mengalah satu dengan yang lain, serta mudah terbawa emosi jika terjadi sesuatu yang menimpa mereka atau teman teman terdekatnya
Tidak lama kemudian Donny datang dan sambil diantar pelayan, Donny menemui mereka yang sedang sibuk berbincang bincang dan juga ikut gabung dengan mereka
"Gimana kerjaan Don?" tanya Alfian sambil menatap Donny
"Elo tuh Yee, suruh duduk dulu kek, tanyain mau minum apa kek, lah ini malah yang ditanya kerjaan" gerutu Donny sambil duduk
"Lah wajar dong gw tanyain kerjaan sama elo daripada gw tanyain bagaimana hubungan elo sama Hera" jawab Alfian sekenanya, yang langsung mendapatkan injakan kaki dari Diandra
Diandra langsung menatap Alfian dengan pandangan kesalnya
"Aduh sayang sakit, kok diinjak sih" ratap Alfian kepada Diandra
"Syukurun lagian mulut ga bisa dijaga apa, sekolahin aja dulu tuh mulut baru bisa ngomong " omel Diandra kesal kepada Alfian
"Mang enak kena omel, rasain tuh injakan kaki dari Diandra" timpal Hera kesal kepada Alfian
"Don, kita masuk yuk cewek cewek disini beringas semua" ajak Alfian sambil berdiri mengajak Donny untuk masuk ke dalam
"Jadi kamu bilang aku cewek beringas ?" tanya Diandra sengit kepada Alfian
"Eh ga Di, bukan begitu aku ga bilang kamu beringas kok, yang beringas itu si Hera " jawab Alfian takut takut
"Kok gw sih, gw aja gag lakuin apa apa sama elo " protes Hera dengan wajah galak, dia tidak terima dituduh hal yang tidak dia lakukan
"Sudah ah, Di jangan marah ya aku tadi keseleo bicara" ucap Alfian kepada Diandra dengan wajah memelas
"Omelin lagi aja Di, biar mulut di sekolahin" cetus Hera kesal kepada Alfian
Ketika Diandra ingin membuka suara pelayan datang untuk memberitahukan kalau makan siang sudah siap dan mereka sedang ditunggu oleh Nyonya Francie di meja makan
Akhirnya mereka langsung menuju ke ruang makan untuk memenuhi panggilan dari nyonya Francie
"Akhirnya kalian datang, ayok ambil tempat kalian masing masing, dan silahkan ambil piring nya jangan malu malu" kata Nyonya Francie sambil tersenyum dan mengajak mereka untuk makan siang bersama
"Loh papa mana ma?" tanya Alfian menatap ke sekeliling ruangan
__ADS_1
"Pergi dulu katanya sih ada urusan yang harus diselesaikan " jawab Nyonya Francie sambil menyendokkan nasinya ke piring
"Urusan apa ma?" tanya Alfian ingin tahu
"Mana mama tahu urusan apa, cuman katanya dia mau pergi sebentar itu saja " jawab Nyonya Francie
"Loh kalian kenapa diam?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian, Diandra, Hera dan Donny
"Eh iya Tante" jawab Hera
Mereka pun makan siang bersama dengan diam sambil menikmati makanan yang dihidangkan
Setelah selesai makan siang mereka pun kembali berpindah ke ruang tamu
"Bagaimana dengan kerjaan kantor Don?" tanya Alfian serius
"Oh iya gw ada bawa banyak berkas buat elo tand tangani terus ada permintaan kerjasama dengan perusahaan Caraka" jawab Donny dengan wajah serius
Alfian mendengar Donny dan mendengar perusahaan yang meminta kerjasama dia sepertinya langsung tertarik dengan nama perusahaan tersebut
"Perusahaan Caraka, gw baru mendengar perusahaan itu" kata Alfian sambil berpikir
"Dia bergerak di bidang apa?" tanya Alfian serius menatap Donny yang sedang memeriksa berkas berkas perusahaan yang mau ditandatangani dan mencari proposal dari perusahaan yang bernama Caraka
"Perusahaan Caraka ini bergerak di bidang industri baja, dia sudah banyak mengekspor baja ke seluruh dunia khususnya negara bagian Eropa, pihak mereka meminta supaya kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk memberikan presentasinya kepada kita" jawab Donny serius membalas tatapan Alfian
Alfian tampak berpikir sebentar
"Apa dia memberikan portofolionya untuk kita?" tanya Alfian lagi
"Ada, dan kebetulan gw bawa portofolionya" jawab Donny
"Kirim email portofike gw, biar gw pelajari dulu" ujar Alfian kepada Donny
Donny langsung mengeluarkan iPad nya dan kemudian dia langsung mengirimkan emailnya kepada Alfian
"Sudah gw email, elo tinggal periksa saja" jawab Donny lalu dia menyimpan Ipad-nya ke dalam kantong celananya
"Nanti gw periksa, kita ke ruang kerja gw dulu yuk ada beberapa hal yang harus gw bahas sama elo" ajak Alfian kepada Donny dan dia langsung berdiri dari sofa
"Di, gw ke ruang kerja dulu ya, gw mau bahas pekerjaan sama Donny" ucap Alfian kepada Diandra yang sedang asyik berbincang dengan Hera
"Oh iya, biaraku disini saja sama Hera" jawab Diandra yang dibalas anggukan oleh Alfian sementara Donny hanya melirik sekilas ke arah Hera yang dimana Hera sedang sibuk menatayke tempat lain
"Ada apa elo ajak gw pindah tempat?" tanya Donny sambil menatap Alfian penuh tanya
Alfian tidak menjawab pertanyaan dari Donny, dia menutup pintu terlebih dahulu lalu dia menuju ke tempat kerjanya dia
"Gw punya sesuatu yang gw harap elo jangan terlalu jual mahal, takut ntr elo nyesel" ucap Alfian dengan suara serius
"Apaan?" tanya Donny penasaran
Alfian terdiam sebentar sambil menatap wajah Donny yang sedang menunggu jawaban dari Alfian
"Hera berencana mau kembali ke Jerman" ucap Alfian kali ini tiba tiba
'Deg' Donny langsung kaget mendengar Alfian berkata seperti itu
"Elo tau darimana?" tanya Donny lagi seakan tidak percaya kepada Alfian
"Diandra tadi tidak sengaja keceplosan bertanya ke Hera tentang masalah mau ke Jerman" jawab Alfian
"Tapi sepertinya mereka sengaja menyembunyikan sesuatu dari gw yang entah itu apa gw masih belum tahu" ucap Alfian lagi
Donny langsung terdiam seketika sambil menghela nafas panjang
"Pertanyaan gw adalah elo itu kan sudah yakin kalau Hera adalah teman kecil elo yang elo sukai itu lalu kenapa sih elo masih menahan diri lagi?" tanya Alfian menatap Donny
"Dan kalaupun dia bukan orang yang elo sebutkan apakah gag mungkin elo membuka hati aja buat Hera, Hera itu kurang apa sih?" tanya Alfian lagi sebenarnya Alfian sendiri juga merasa gemas dengan sahabatnya itu, yang punya sikap tidak jelas
"Kapan rencana dia mau berangkat ke Jerman?" tanya Donny tidak menjawab pertanyaan Alfian
"Elo ditanya malah nanya balik" gerutu Alfian
"Kapan Alfian?" tanya Donny tidak sabar
"Mana gw tahu lah, jelas jelas gw bilang kalau mereka berdua sedang menyembunyikan sesuatu dari gw yang gw masih belum tahu apa apa" ucap Alfian kesal dengan sahabatnya sendiri
Donny langsung terdiam sedang berpikir sebentar
"Kalau elo mau tahu gw sekarang sedang mencoba membuka hati untuk Hera, gw cuman pengen Hera kasih gw satu kesempatan lagi" lirih Donny
"Elo itu aneh, Sudah berapa kali Hera kasih kesempatan buat elo tapi nyatanya elo selalu membuang buang kesempatan itu dan selalu elo dengan ego elo" jawab Alfian dengan suara kesalnya
"Kalau gw jadi Hera, gw langsung kabur dan menghilang biarin aja elo nelangsa sendirian" kata Alfian lagi
Donny yang mendengar itu langsung terdiam, dia kalau masalah percintaan memang sangat bodoh sekali bahkan terlalu bodoh beda dengan ketika dia harus menghadapi pekerjaan kantor ataupun pekerjaan pekerjaan lainnya yang menuntut logika dibandingkan perasaan itu berbeda dan sangat berbeda
Alfian menghela nafas panjangnya sambil menatap Donny dan mencoba menyelami perasaan Donny sahabatnya itu sendiri
"Gw sebagai sahabat elo, cuman pengen bilang kalau elo benar benar cinta sama dia kejar dia lakukan yang terbaik buatnya jangan gengsi tapi kalau elo ga suka sama dia bilang sama dia, katakan sejujurnya biar dia tahu harus bagaimana dan bisa mencari orang yang lebih baik dari elo dan jangan elo kasih harapan palsu ke dia, itu yang namanya cowok gentle" kata Alfian dengan suara tegas kepada Donny
"Elo ingin menahan dia tapi elo sendiri masih ga tau bagaimana perasaan elo sama dia, tapi elo pengen ketika elo menemukan orang yang elo cari terus elo lepasin dia, elo itu egois yang ada Donny, dan gw bilang elo brengsek " ucap Alfian kali ini dengan suara tajam
Donny langsung menatap Alfian dengan pandangan protes namun dia tidak berani protes karena dia tau ucapan Alfian itu benar adanya, dia tidak salah karena mungkin dia memang seperti itu
"Gw cuman pengen meyakinkan hati gw aja dulu" ucap Donny ragu
Alfian langsung bersedih mendengar Donny berkata seperti itu
"Terserah sama elo, gw cuman kasih tau ini supaya elo bisa mikir ulang dan gw kasih tau ini biar nanti elo ga terlambat jangan seperti gw dulu " kata Alfian sambil menerawang, menyesali hari harinya yang dulu pernah hilang seiring dengan Diandra menghilang dari pandangannya
__ADS_1