Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 59


__ADS_3

Diandra terkejut mendengar pengakuan dari mama Alfian


"Menyukai saya Tante ?" tanya Diandra agak setengah tidak percaya, mama Alfian menganggukan kepalanya, dan Diandra mencari keseriusan disana


"Tapi kenapa Tante bisa menyukai saya, saya ini bukan anak yang punya materi yang lebih?" tanya Diandra masih dengan rasa tidak percayanya


Nyonya Francie tersenyum lembut ke arah Diandra


"Semenjak pertama kali saya melihat kamu ,saya mungkin sudah jatuh hati kepada kamu, Tante melihat ada ketulusan di mata kamu bukan ambisi dan satu lagi Tante dan om tidak pernah memaksakan Alfian dalam hal apapun termasuk dalam memilih pendamping hidup " kata Nyonya Francie masih menatap Diandra


lalu dia pun kembalikan kembali berkata


"Sejak Dulu Alfian kami biarkan mengambil keputusan dia sendiri, karena kami tahu dialah yang akan menjalaninya dan semua konsekuensinya dia yang akan menanggungnya tugas kami adalah hanya mengarahkan dan memberikan nasihat untuknya diterima atau tidak itu sudah menjadi urusannya "


Diandra terdiam mendengar kata kata Nyonya Francie


"Makanya kenapa ketika dia memilih kamu, kami agak terkejut karena selama ini Sandra lah yang sering datang ke rumah ini, Sandra lah yang sering menemani Alfian dan dimana ada Alfian disitu pasti ada Sandra , disitu jujur kami berpikir bahwa Sandra lah orang yang akan menjadi pendamping hidup Alfian ternyata kami salah " cerita Nyonya Francie


"Awalnya ketika dia tiba tiba meminta kami melamar kamu, kami jadi curiga kalau kamu itu sudah merebut Alfian dari Sandra, kami mengira kalau kamu itu jahat tapi pas mendengar cerita Alfian sebelumnya kalau dia sedang mencari wanita yang sudah mencuri hatinya, kami akhirnya tahu kalau itu adalah kamu yang pernah menghilang " cerita mama Alfian


Diandra menundukkan kepalanya, menautkan kedua jarinya, entah dia harus berkata apa lagi, dia benar benar terharu begitu mendengar itu semuanya


"Tante tahu kan keluarga kita tidak sederajat dengan keluarga Tante dan om, aku hanya tidak ingin mempermalukan keluarga kalian pada nantinya " ujar Diandra dengan suara terbata


Mama Alfian langsung mendekati Diandra dan membelai rambut panjangnya Diandra dia menyentuh dagu Diandra dan mengangkat wajah yang sudah hampir mengeluarkan cairan bening itu


"Nak..materi itu bukan segalanya, yang paling penting adalah kebahagiaan dan keutuhan rumah tangga, dan satu lagi jangan pernah malu dengan apapun dan jangan berpikiran yang tidak tidak " nasehat mama Alfian kepada Diandra


"Kamu bukan keluarga yang hanya mementingkan materi semata, yang kami lihat bisa tidak orang itu menghargai orang lain dan bisa memanusiakan manusia " kata mama Alfian menatap lembut kepada Diandra


Diandra langsung terdiam mendengar nasihat dari mama Alfian


"Satu lagi menjaga nilai martabat, kejujuran, nama baik keluarga adalah hal yang paling penting buat kamu, jadi bagaimana apa kamu sudah tidak khawatir takut tidak diterima di keluarga ?" kata mama Alfian sambil balik bertanya


Diandra tiba tiba langsung memeluk Nyonya Francie dan disitulah dia berderai air mata merasa sangat terharu


"Terima kasih Tante, saya janji akan menjaga itu semuanya " kata Diandra dengan suara tersendat"


"Tante pegang janji kamu nak, percayalah sama Alfian dia anak yang baik sesungguhnya " kata mama Alfian membalas pelukan Diandra


"Dan untuk Sandra, kamu jangan khawatir Tante akan membantu semampu Tante untuk melindungi kamu dari Sandra " bisik mama Alfian kepada Diandra


"Terima kasih sekali lagi terima kasih " lirih Diandra


"Sudah sana, kamu panggil Alfian ya, dia ada di dalam atau mungkin dia sedang mencuri dengar pembicaraan kita " ujar nyonya Francie sambil tersenyum lucu melihat Diandra yang wajahnya memerah


"Ga usah dipanggil, saya sudah datang " kata Alfian tiba tiba, dia berdiri ditengah tengah ruang tamu sambil menatap kedua orang wanita yang dicintainya


"Kamu pasti mencuri dengar pembicaraan kami ya?" tuduh mama Alfian menatap Alfian dengan pandangan menuduh kepada anaknya


"Mama apaan sih, jangan nuduh sembarangan dong kebetulan aja Alfian lewat terus Alfian dengar kalau Diandra mama suruh panggil Alfian, jadi ya itu Alfian langsung aja datang " kata Alfian sambil cemberut


"Mama kali yang sudah bikin Diandra menangis tuh lihat aja matanya masih sembab, wajahnya memerah mama apakan Diandra "? tanya Alfian balas balik menuduh


mamanya


Sang mama hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Kamu itu paling jago membantah yah sekarang" kesal mamanya


"Hehehehe mama..maaf " ujar Alfian nyengir sambil meminta maaf sama mamanya


"Sudah sana bawa Diandra pulang, ingat ya langsung bawa pulang anak orang jangan kamu macem macem, awas aja kalau kamu ga bawa pulang anak orang mama yang akan sunat kamu " ujar sang mama dengan nada mengancam


"Bukannya bagus ya secara kan nanti Diandra minta pertanggungjawaban terus kita bakalan nikah cepat " balas Alfian dengan polosnya, yang langsung mendapatkan jewer di telinga oleh sang mama dan setelah itu Diandra ikut mencubit pinggang Alfian hingga Alfian berteriak kesakitan


"Kalian berdua emang suka banget sih siksa orang, tau ga sakit ini " keluh Alfian sambil menggosok gosokan telinga dan pinggangnya yang habis kena cubitan


"Siapa suruh kamu seperti itu, mau mama jewer lagi ?" tanya mamanya dengan nada mengancam


"Mantu sama emak sama aja kelakuan, bisa habis badan ini dapat kdrt nanti " gerutu Alfian


"Alfian sana bawa Diandra pulang, ini sudah pulang, mama juga mau istirahat " usir sang mama kepada anaknya


"Sekarang malah ngusir " gerutu Alfian


"Alfiaaaaannnnn !!!" teriak sang mama yang sudah merasa kesal karena ulah anaknya


"Iya mah iya..ini Alfian juga mau ajak Diandra pulang " jawab Alfian sambil mencium tangan mamanya, diikuti dengan Diandra mencium tangan mamanya Alfian


"Tante Diandra pulang dulu, dan terima kasih atas semuanya " ujar Diandra setelah habis mencium tangan mamanya Alfian


"Iya nak, hati hati kamu dijalan dan kamu Alfian jaga Diandra sampai pulang ke rumah, dengan selamat " perintah sang mama kepada Alfian


"Iya ma iya, gag mungkin calon isteri Alfian, Alfian turunkan di pinggir jalan " jawab Alfian kesal


"Berani kamu" tanya mamanya galak


"Ya gag lah bisa bisa Diandra langsung gag mau sama aku " jawab Alfian sambil melirik ke arah Diandra


Diandra yang mendengar perdebatan anak dan mamanya hanya bisa tersenyum simpul

__ADS_1


Setelah itu mereka langsung keluar rumah untuk mengantarkan Diandra pulang ke rumahnya


"Di.." panggil Alfian ketika mereka sedang berada di dalam mobil


Diandra langsung menoleh


"Ada apa?" tanya Diandra singkat


"Kamu tadi kenapa nangis?" tanya Alfian ingin tahu


"Mau tahu aja apa mau tahu banget?" goda Diandra sambil tersenyum


"Terserah terserah " jawab Alfian kesal


"Apa sih Di, aku kan pengen tahu " desak Alfian dengan wajah pura pura cemberut


"Kamu nanya...kamu bertanya tanya " kata Diandra menggoda Alfian, setelah itu dia langsung tertawa terbahak-bahak hingga keluar air mata


Alfian langsung menoleh ke arah Diandra dan dia tersenyum, hatinya terasa bahagia karena baru kali ini Diandra bisa tertawa lepas dengan dirinya dan rasanya dia ingin menghentikan waktu dan tetap terus seperti ini menikmati tawa indah dari Diandra


"Di..." panggil Alfian pelan


"Apa lagi ?" tanya Diandra masih tertawa l


"Terus seperti ini ya sayang, aku menyukai tawamu dan aku menyukai keceriaan kamu malam ini " kata Alfian dengan suara lembut


Diandra langsung berubah menjadi salah tingkah, dia entah harus berkata apa dan kembali terdiam


"Meski kamu masih belum bisa menerima aku didalam hatimu, aku akan tetap bersama dengan kamu, biarkan aku yang buka hatimu itu mau kan kasih aku kesempatan?" kata Alfian bertanya balik, Diandra terdiam entah harus menjawab apa


"Beri aku kesempatan untuk aku membuka hatimu itu, tidak jangan kamu yang berlari ke arah aku tapi biar aku yang berlari ke arah kamu sebagai pembuktian kalau aku benar benar mencintai kamu, agar kamu benar benar yakin sama aku " kata Alfian dengan nada lembut


"Terima kasih Alfian sudah memberikan aku waktu " ujar Diandra menatap wajah Alfian dari arah samping, entah kenapa hatinya berdentang begitu kencang ada sedikitpun kesedihan, keharuan, kebahagiaan didalamnya yang sekarang berkecamuk menjadi satu


Alfian berhenti tepat didepan rumah Diandra, dia mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu kemudinya, begitu juga dengan Diandra melakukan hal yang sama


"Masuk yuk " ajak Alfian sambil menggandeng tangan Diandra


Sesampainya mereka didepan pintu rumah ,Diandra mengetuk pintu rumah lalu tidak lama kemudian bunda Diandra yang membukakan pintu depan rumahnya


"Malam Tante " sapa Alfian dengan sopan


"Malam bunda " sapa Diandra sambil mencium tangan bundanya


"Maaf Tante, tadi Alfian bawa Diandra ke rumah Mama dulu, mama ingin bertemu dan bicara sama Diandra " ujar Alfian


"Tidak apa apa, tadi Diandra sudah mengabari kami kalau Diandra akan pulang malam kali ini, ayo nak Alfian mau masuk dulu ke dalam" jawab sang bunda sambil mengajak Alfian untuk masuk ke dalam


"Lagian ini juga sudah malam Tante "


"Oh ya sudah kalau begitu, bunda masuk dulu "


"Diandra tolong nanti pintunya dikunci ya..kalau mau masuk "


"Iya bunda "


Sepeninggal bundanya kedalam, Alfian masih ada didepan pintu rumahnya Diandra, rasa rasanya dia sangat enggan untuk pergi dari situ


"Kamu masih akan tetap bertemu dengan teman temanmu di club' ?" tanya Diandra ingin tahu


"Iya lagian aku sudah janji sama mereka, ada yang mau diobrolin " jawab Alfian


"Ya sudah sana gih " usir Diandra halus


"Kamu mengusir aku ?" tanya Alfian dengan wajah cemberut


Diandra langsung tertawa melihat wajah cemberutnya Alfian "Aku ga usir kamu, cuman nanti kasihan mereka nungguin bintang tamunya belum datang datang " ujar Diandra


"Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu besok pagi aku bakalan kesini lagi buat jemput kamu ke kantor " kata Alfian sambil tersenyum, lalu setelah itu dia mengecup kening Diandra sambil mengucapkan selamat malam


Sepeninggal Alfian, Diandra langsung mengunci pintu depan dan kemudian masuk ke dalam kamar, sebelum naik ke tempat tidur, Diandra mengambil handuk dan baju ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Sementara itu Alfian sedang menyetir mobil menuju ke arah club' menemui ketiga sahabatnya yang katanya ada hal penting yang mau dibicarakan


Sesampainya Alfian di club' dia menemui ketiga temannya yang sedang asyik bercengkrama, begitu melihat Alfian datang Tonny langsung merangkul Alfian dan membawanya ke sofa


"Lama amat si loe bro " ketus Tonny begitu dia mendudukkan Alfian ke sofa besar


"Sorry gw lagi ada urusan sama ibu negara dan calon ibu negara " jawab Alfian acuh


"Kapan kapan ajak dong calon ibu negara main kesini, kita kan pengen kenal dekat " ujar Tonny sambil tertawa yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Alfian


"Gag bakalan dia gw suruh datang kemari, apalagi ada elo elo pada " ujar Alfian dengan nada kesal


Donny yang mendengar itu dia langsung tertawa terbahak bahak


"Jangan lah bro, loe ga tau temennya aja bisa dijadiin korban loh kalo dia lagi budak cinta " timpal Donny


"Masa sih..?" tanya Tonny agak tidak setengah percaya


"Mau coba, dipersilahkan kali gw sudah kena getahnya potong gaji gw bulan depan " ujar Donny dengan nada kesal lalu kemudian melirik tajam ke arah Alfian, namun yang dilirik tidak perduli sama sekali

__ADS_1


"Udah deh ga usah omongin calon ibu negara gw, memangnya ada apa kalian nyuruh gw buat datang kemari?" tanya Alfian dengan penuh rasa ingin tahu


"Eh tapi bentar bentar, gw mau ngirim pesan ke calon ibu negara kalau gw udah sampai ke club' dan bertemu dengan sahabat sahabat laknat gw " ujar Alfian sambil mengambil handphone dan mengirimkan pesan, tidak lupa dia mendokumentasikan mereka berempat dan kemudian mengirimkan pesannya kepada Diandra


Setelah itu perhatiannya kembali lagi kepada ketiga sahabatnya sambil menunggu balasan pesan dari Diandra, handphone dia taruh di atas meja


"Gimana gimana ?" tanya Alfian mulai serius dengan pembicaraan kali ini


"Loe kan tadi gw telpon masalah Sandra, dia tadi siang nemuin kita berdua yaitu gw sama Andrew " ujar Tonny sambil menatap Andrew, Andrew mengangguk mengiyakan cerita dari Tonnya


"Bisa loe ceritain lebi detailnya?" tanya Alfian serius


Akhirnya Tonny dan Andrew menceritakan kejadian tadi siang waktu bertemu dengan Sandra dan Amel, dan dia menceritakan mengenai kemarahan Sandra dan ancaman dari Sandra untuk Alfian dan Diandra, setelah mereka berdua selesai menceritakan kejadian tentang tadi siang


Donny langsung teringat kalau tadi siang dia juga sempat melihat Amel sendirian di pinggir jalan, dan itu Donny juga ikut menceritakan tentang itu


Alfian tampak berpikir lamat Lamat, menarik garis sambung, Alfian juga bercerita kalau dia dan Diandra dipanggil oleh sang mama untuk menemuinya di rumah dan dia juga menceritakan kalau Sandra juga menemui mamanya untuk meminta kejelasan


"Sandra itu sepertinya terobsesi sama elo deh " kata Donny perlahan lahan sambil menatap Alfian


"Lah bukannya emang dari SMA yaks, cuman Alfian bego cewek kayak gitu dikasih angin " ujar Tonny kesal


"Lah siapa yang kasih angin, jelas jelas dia sendiri yang kegatelan kemana mana minta ikut " bantah Alfian dengan wajah kesalnya


"Sandra itu gadis nekat Alfian kita ga bisa membiarkan Sandra berbuat yang aneh aneh" kata Andrew memperingatkan Alfian


"Gw tahu, tapi kenapa gw curiga sama Amel ya?" tanya Alfian sambil menggenggam panjang


"Sudah gini aja mau siapapun dia selama dia menjadi temannya Sandra kita ga boleh percaya seratus persen " nasehat Donny


"Iya siapa tahu aja ada udang dibalik rempeyek, kan enak bisa dimakan " canda Tonny yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari ketiga temannya


"Mulai sekarang elo kudu jagain tuh calon ibu negara biar Sandra ga bisa menyentuhnya " kata Donny memperingatkan Alfian


"Tenang saja udah gw laksanakan, buktinya ruang kerja gw udah satu ruangan sama dia" jawab Alfian dengan nada enteng, dan disitulah Donny langsung menepuk jidatnya sambil mengomel tidak karuan kepada Alfian, mendengar Donny ngomel ngomel kepadanya Alfian langsung mengancam akan memotong gaji Donny jika Donny berani mengomeli dirinya lagi, Donny detik itu juga langsung diam


Tiba tiba handphonenya Alfian berdentang, buru buru Alfian mengambil handphone yang ada di atas meja dan kemudian melihat siapa yang mengirimkan pesan, wajahnya langsung sumringah begitu melihat siapa yang mengirimkan pesan balik


Ketiga sahabatnya melihat wajah Alfian langsung sumringah saling menyikut satu sama lain, hingga Tonny mendekati Donny dan bertanya mengapa gajinya Donny dipotong, karena biasanya Alfian itu sangat royal kepada Donny atau kepada ketiga sahabatnya


Donny akhirnya menceritakan semuanya mengapa gaji dia dipotong, sementara yang lain mendengarnya langsung tertawa terbahak bahak "Gw cukup bersedih akan hal itu" kata Tonny sambil menepuk bahu Donny, Donny langsung merasa kesal sendiri


Sementara itu setelah Alfian selesai bertukar pesan dengan Diandra, dia langsung kembali fokus kepada ketiga sahabatnya itu


" kalian tau tidak , kayaknya gw bakalan nginep lagi di rumahnya Diandra " ujar Alfian sambil senyum senyum tidak jelas


"Inget elo belom nikah, nanti kebablasan baru tau rasa " ujar Andrew memperingatkan Alfian sahabatnya


"Gw lagi kangen berat ini sama dia " Rajuk Alfian dengan muka cemberut


"Apa gw culik aja ya dia ?" tanya Alfian lagi meminta saran sama ketiga sahabatnya


Namun yang lain pura pura tidak mendengar


malah asyik sendiri dengan gadget mereka masing masing, akhirnya Donny berkata dengan suara agak sedikit menyindir


"Beda ya orang yang lagi dimabuk cinta, apalagi ditambah dia jadi budak cinta"


Alfian langsung melotot ke arah Donny, tapi lagi lagi bukan Alfian kalau dia jago dalam hal bantah membantah


"Makanya loe pacaran dong biar tau rasanya gimana rasanya rindu berat gitu " ujar Alfia dengan kesal


"Iya deh iya.. terus itu bagaimana?" tanya Donny


"Itu apa yang bagaimana ?" tanya Alfian balik


"Masalah Sandra " jawab Donny kesal


"Ooh itu tenang aja, gw udah pikirkan gimana caranya " jawab Alfian sekenanya


"Gimana caranya ?" tanya Tonny ingin tahu


Semuanya menatap Alfian dengan rasa ingin tahu , Alfian menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Masalahnya gw bingung ngomongin ke kalian gimana " jawab Alfian sekenanya yang langsung mendapatkan timpukan bantal dari ketiga temannya


"Bilang aja elo belum ada ide bambanggg !" teriak Tonny dengan kesal


"Elo kok bisa seh jadi CEO, gw ga percaya kalo elo bisa jadi CEO " kata Andrew dengan ragu ragu


"Jangan macem macem loe Andrew, gw suruh bapakmu seret elo kerja ke tempat perusahaan bapak elo, baru tau rasa loe " ancam Alfian


"Loe mah ga asyik kerjaannya maen ngancem gitu " gerutu Andrew


Andrew tahu, bahwa perusahaan papanya itu sedang melakukan hubungan kerjasama dengan perusahaan Alfian, dan Alfian bisa meminta syarat kepada bapaknya agar dia mau menerima kontrak kerjasama mereka, termasuk meminta Andrew yang menjalani kontrak kerjasama itu


"Makanya elo harus baek baek sama gw, kalau loe ga mau gw seret " ujar Alfian dengan nada sombong


"Teman ga punya akhlak loe " gerutu Andrew, namun Alfian cuek mendengar gerutuannya Andrew


Sementara itu di kamarnya Diandra, ketika Diandra ingin istirahat, dia tiba tiba mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal

__ADS_1


"Hati hati elo sudah gw incer !!"


__ADS_2