
Sandra yang hanya diam mendengarkan nasihat mamahnya
"Setelah mamah berpisah dengan papah apa yang akan mamah lakukan nanti?" tanya Sandra ingin tahu,sambil menatap mamahnya dengan pandangan ingin tahu
"Mamah akan mencoba menata hidup mama kembali" ucap nyonya Hartawan
" Dan bagaimana jika papah menolak meminta mama untuk bercerai?" tanya Sandra menatap mamahnya
"Mamah pikir, tidak ada alasan papah untuk mempertahankan pernikahan kami, lagian eyangmu sendiri saja sudah tidak ada sama sekali jadi tidak ada alasan lagi buat kamu untuk bertahan" jawab Nyonya Hartawan kepada Sandra dengan wajah yang sedikit muram
"Lagipula kamu sudah besar juga, sudah bisa mandiri, kamu juga bisa menentukan hidupmu" ucap Nyonya Hartawan kepada anaknya
"Tapi mah, itu rasanya akan berbeda kalau mamah tidak ada" ucap Sandra sambil merajuk
"Loh kok malah jadi manja begini sih, kamu tau tidak kamu sendiri saja sudah berani tinggal di apartemen, itu artinya kamu sudah berani untuk tinggal sendiri" kata Nyonya Hartawan sambil tersenyum lucu melihat anaknya yang semata wayang itu tengah merajuk
"Mah, apa boleh nanti aku datang berkunjung ke rumah mamah ketika nanti mamah sudah pisah sama papah?" tanya Sandra lagi yang langsung memeluk mamahnya
"Sayang, kamu itu masih anak mamah yah bolehlah mau tinggal di rumah mamah juga boleh kok, pintu rumah mamah nanti terbuka lebar buat kamu" ucap mamahnya sambil membalas pelukan anaknya Sandra
__ADS_1
"Jadi bagaimana? kamu sudah tidak sedih lagi kan?" tanya Nyonya Hartawan kepada Sandra
Sandra tidak membalas pertanyaan mamahnya dia hany diam, dan Nyonya Hartawan tahu jika Sandra diam itu artinya hatinya masih marah dan kecewa, Nyonya Hartawan hanya bisa mendoakan anaknya agar anaknya bisa berubah menjadi baik dan tidak lagi membenci kepada orang orang yang mungkin telah menyakiti hatinya atau yang melukai perasaannya
Sementara mereka sedang sibuk berbincang bincang tiba tiba pintu kamar Sandra terbuka tampak papahnya masuk dengan wajah yang sangat gusar, ibu dan anak itu langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka itu sambil memandang Tuan Hartawan dengan pandangan heran
Tuan Hartawan langsung masuk ke dalam kamar anaknya Sandra lalu berdiri di hadapan kedua anak beranak itu
"Sandra nanti malam kamu ikut sama mamah dan papah untuk makan malam, papah akan memperkenalkan kamu dengan seseorang ingat tidak ada kata penolakan dan untuk kamu, tidak ada kata perceraian dan jangan harap kamu bisa bercerai dari aku pahami itu !" kata Tuan Hartawan dengan nada memerintah sekaligus tegas sambil memandang istri dan anaknya
Isterinya langsung bangkit dari duduknya lalu berdiri berhadapan dengan suaminya, kali ini dia tidak tampak takut sama sekali
"Kamu pikir kamu siapa, dulu iya aku masih takut kepada kamu dengan apa yang kamu lakukan kepada aku, aku hanya diam saja tapi sekarang tidak lagi mas, selama ini aku hanya bisa berusaha menahan kemarahan aku agar rumah tangga ini bisa tenang dan adem, dan juga agar anak kita bisa melihat kita hidup rukun seperti orang tua pada layaknya, tapi nyatanya apa apa yang aku lakukan ini semuanya sia sia bahkan aku semakin tidak berharga di mata kamu sama sekali mas" ucap Nyonya Hartawan sambil meluapkan semua emosi dan perasaannya yang selama ini dia pendam di dalam hatinya
"Dan sekarang lihat apa yang kamu lakukan kepada Sandra itu seperti apa yang dilakukan oleh orang tua kita kepada kita berdua, yang jelas jelas kita tidak pernah saling mencintai satu dengan yang lain, apa kamu ingin Sandra seperti aku mas atau seperti kamu?!" tanya Nyonya Hartawan meluapkan apa yang harusnya pernah tertumpah dari dulu
Mata Nyonya Hartawan sudah mulai berkaca kaca, di wajahnya yang masih cantik keluar setetes air matan bening yang dia hapus kasar dengan tangannya sendiri
"Tidak mengapa selama ini aku tidak dihargai oleh suami macam seperti kamu, yang tidak menanggap aku sebagai seorang isteri, toh pernikahan kita juga berdasarkan paksaan orang tua kita tapi kali ini aku yang akan menghalangi kamu yang akan berbuat sebuah kesalahan yang sama terhadap anakku sendiri, tidak ada perjodohan paksa kecuali anak kita yang benar benar mau dijodohkan sama pria itu atau sebaliknya" kata Nyonya Hartawan dengan nada tegas
__ADS_1
Tuan Hartawan yang melihat isterinya sedang meluapkan kekesalan dan kemarahannya justeru semakin marah dan tiba tiba dia menarik kasar tangan isterinya hingga Nyonya Hartawan isterinya mengaduh kesakitan
Dia membawa keluar dari kamar Sandra dan tidak menghiraukan teriakan Nyonya Hartawan yang menyuruh suaminya untuk berhenti, Sandra yang melihat dengan kedua matanya sendiri perlakuan papahnya kepada mamahnya hanya diam saja tanpa tahu berbuat apa apa, karena dia tahu jika dia ikut ikutan maka dia akan terkena imbasnya juga dia lebih baik diam saja dan berharap papahnya tidak melakukan tindakan kasar kepada mamahnya
Sandra sendiri tidak berminat dengan urusan kedua orang tuanya kini pikirannya sibuk dengan rencananya dia untuk bisa mendapatkan Alfian kembali lagi, dia akan berusaha melakukan apa saja demi mendapatkan Alfian toh sudah banyak pelakor saat ini, dia akan membuat Alfian tidak percaya kepada Sandra, dia lupa kalau papahnya selalu mengawasi segala tindak tanduk anaknya ini untuk tidak lagi mengusik keluarga Alfian karena papahnya sendiri sudah berjanji kepada Tuan Wijaya kalau mereka tidak akan lagi mengusik apalagi menganggu Alfian jika bisnisnya tidak mau hancur
"Lepaskan aku mas!" teriak Nyonya Hartawan kepada suaminya yang masih menarik tangan isterinya untuk masuk ke dalam kamar mereka berdua
Tuan Hartawan langsung melepaskan tangan isterinya dan menghempaskan tubuh istrinya ke tempat tidur hingga isterinya terjerembab di tempat tidur lalu Tuan Hartawan langsung membuka pakaiannya
"Apa yang kamu mau lakukan mas?!" tanya isterinya dengan nada marah dan penuh ketakutan, dia langsung memundurkan badannya, apalagi suaminya telah melepas celana Hingga yang tersisa hanya celana boxer nya saja, Nyonya Hartawan langsung bersikap waspada melihat suaminya berkelakuan seperti itu
"Jangan kamu lakukan hal gila itu lagi, aku tidak mau kamu sentuh" kata Nyonya Sandra kepada suaminya, dia memprotes apa yang akan suaminya lakukan kepada dirinya, karena dia tahu jika suaminya sedang marah atau sedang mabuk dialah yang dijadikan bulan bulanan oleh suaminya hingga akhirnya Nyonya Sandra selalu menangis di bawah selimut
"Aku tidak mau melayani kamu mas sudah cukup mas untuk saat ini!" teriak Nyonya Hartawan yang langsung mengeluarkan air matanya
"Kamu itu masih isteri aku biar kamu paham kalau aku adalah suami kamu, dan kamu tahu apa yang menjadi tanggung jawab serta tugas utama seorang isteri kepada suami " kata Tuan Hartawan sambil tersenyum miring kepada isterinya Nyonya Hartawan
Selama ini entah kenapa setiap kali melihat tubuh istrinya hasratnya selalu bangkit bahkan dia tidak perduli jika isterinya berteriak teriak di bawah cengkeramannya dia, dia selalu tidak dapat menahan nafsunya, bahkan pernah isterinya dibuat pingsan olehnya karena dipaksa melayani selama semalaman, hingga besok isterinya tidak bisa bangun dari tempat tidur, cuman entah kenapa dia merasa heran setiap kali dia menggauli isterinya, isterinya tidak hamil setelah melahirkan Sandra, padahal dia sangat membutuhkan seorang anak laki laki sebagai seorang pewaris
__ADS_1