
Sesampainya Alfian di rumahnya tampak Diandra sedang menyiram tanaman bunga yang dirawat rapih oleh Nyonya Francie yang kebetulan Nyonya Francie sangat menyukai bercocok tanam, di waktu senggangnya dia selalu menanam tanaman yang dia sangat sukai
"Selamat sore calon isteri aku yang cantik jelita" sapa Alfian sambil tersenyum hangat kepada Diandra
Diandra yang melihat Alfian sudah pulang langsung melepaskan selang airnya dan menyambut kedatangan Alfian sambil tersenyum lebar
"Sudah pulang ternyata, gimana kerjaan hari ini?" tanya Diandra
"Semuanya berjalan dengan sangat baik, meski tadi ada gangguan" ucap Alfian kepada Diandra sambil berjalan masuk ke dalam rumah diiringi oleh Diandra
Diandra langsung menoleh dan menatap Alfian dengan rasa ingin tahu
"Gangguan apa?" tanya Diandra sambil menoleh sesaat kepada Alfian
"Biasa Sandra datang ke kantor aku" jawab Alfian sambil menghela nafas panjang
Diandra langsung menaikkan sebelah alisnya, dia sangat ingin tahu ada urusan apa Sandra datang ke kantornya Alfian
"Memangnya untuk apa?" tanya Diandra ingin tahu
"Mengadu kalau jasa wedding organizer yang dia pakai itu tidak profesional hanya karena pemiliknya tidak ingin ditemui" kata Alfian sambil tertawa dan kemudian menggelengkan kepalanya
"Diandra ada yang ingin aku bicarakan sama kamu nanti setelah aku bertukar pakaian terlebih dahulu " kata Alfian tiba tiba kali ini dengan suara serius
"Kamu mau kan menunggu aku bertukar pakaian terlebih dahulu?" tanya Alfian kepada Diandra dengan serius
Diandra meskipun penasaran tapi dia hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia tidak boleh egois mengingat Alfian baru habis datang dari kantor dan dia harus beristirahat terlebih dahulu
"Jangan lama lama tapinya" ucap Diandra pelan
"Iya cantik" jawab Alfian sambil mengusap kepalanya Diandra
"Ya sudah sana ganti pakaian dulu, aku tunggu di ruang tamu" ucap Diandra samb mendorong Alfian untuk masuk ke dalam kamarnya
Diandra menunggu di ruang tamu sambil mengirim pesan kepada Hera, Hera mengajak dirinya untuk pergi ke pub karena dia diajak oleh Donny, awalnya Hera tidak mau namun Donny akan mengancamnya kalau dia tidak mau pergi ke pub, akhirnya Hera memutuskan mengajak Diandra untuk pergi ke pub bersama dengan dirinya
"Serius banget" kata Alfian sambil mengeringkan rambut dengan handuknya lalu duduk di sebelah Diandra
"Loh sudah selesai?" tanya Diandra menatap Alfian dan memandangi Alfian dari atas kepala sampai bawah kaki yang hanya mengenakan kimono, dan terlihat dadanya yang bidang membuat Diandra menjadi salah tingkah sendiri dibuatnya
"Kamu menggunakan pakaian ini nanti kalau ada tamu bagaimana?" tanya Diandra sambil protes kepada Alfian
"Ya ga apa apa tinggal diterima saja, gitu aja kok repot" jawab Alfian yang masih mengeringkan rambutnya dengan nadanya yang santai
"Terserah kamu sajalah" jawab Diandra acuh tidak acuh
"Terserah kamu sajalah, lagian yang malu kan kamu" ucap Diandra agak kesal kepada Diandra
"Tapi kan aku terlihat sexy kalau begini" ucap Alfian sambil mengedipkan sebelah matanya, yang membuat Diandra langsung memasang tampak jijik lebaran Alfian, Alfian langsung tertawa terbahak-bahak melihat tampang Diandra seperti jijik terhadapnya
"Ya sudah sih, kamu mau membicarakan apa?" tanya Diandra ingin tahu sambil menatap Alfian dengan tatapan seriusnya
Alfian yang ditanya Diandra langsung berubah menjadi serius
"Tadi Alex menelpon aku, dia memberi tahukan kalau dia habis melihat Sandra di pub kawasan kumuh gitu, dia mengikuti Sandra dari tempat wedding organizer itu sampai kesana, dan dia sedang mencari seseorang yang menculik kamu waktu itu" ucap Alfian sambil menatap Diandra
"Apa benar nama penculik itu adalah John?" tanya Alfian kepada Diandra dengan wajah serius
Diandra langsung terdiam, mencoba mengingat ingat kembali peristiwa saat itu, saat terjadi penculikan, dia ingat penculik itu pernah menyebutkan namanya kepada dirinya yang bernama John
__ADS_1
Diandra langsung menganggukkankan kepalanya, membenarkan apa yang dikatakan oleh Alfian
"Memangnya ada apa?" tanya Diandra ingin tahu
"Dia sedang mengintai rumah kamu" ucap Alfian dengan nada serius dan hati hati
Wajah Diandra langsung berubah menjadi tegang, begitu mendengar Alfian berkata seperti itu
"Apa itu benar?" tanya Diandra kepada Alfian mencoba meyakinkan apa yang dikatakan oleh Alfian itu salah
Alfian menganggukan kepalanya
"Novia yang berkata seperti itu kepada aku tadi siang, dia melaporkan kalau ada sebuah mobil terparkir di depan rumah kamu dan sudah seharian mobil itu tidak bergerak dari tempatnya" cerita Alfian kepada Diandra
"Lalu bagaimana?" tanya Diandra kepada Alfian
"Kamu jangan khawatir, Novia sudah aku tugaskan untuk tetap mengawasi pergerakan mobil itu dan disinyalir kalau pria itu adalah John seorang residivis yang ditakutkan " kata Alfian dengan mimik wajah yang serius
"Kamu jangan cemas ya sayang, lagian juga anak buahnya Alex sudah meluncur ke sana untuk membantu Novia, khawatir dia tidak dapat dilumpuhkan " ucap Alfian mencoba menenangkan Diandra
Terlihat jelas wajah Diandra yang sedang khawatir dan cemas, mengingat di rumahnya hanya ada kedua orang tuanya
"Apa mereka tahu?" tanya Diandra pelan
"Siapa?" tanya Alfian bingung
"Kedua orang tua aku, apakah mereka tahu kalau rumah kami sedang diintai?" tanya Diandra lagi masih menatap wajah Alfian yang serius
"Aku suruh Novia untuk tidak memberi tahukan mereka, tidak ingi mereka merasa ketakutan apalagi cemas dan khawatir " jawab Alfian
Mendengar jawaban Alfian, Diandra langsung terdiam, hatinya kembali menjadi tidak tenang, dia merasa dirinya sangat egois, disini dia aman dan tentram tapi di sana orang tuanya sedang dalam keadaan bahaya, tiba tiba air matanya keluar begitu saja
"Hei kamu kenapa?" tanya Alfian pelan, sambil berbisik di telinga Diandra
"Aku tidak apa apa" jawab Diandra berbohong
"Jangan bohong, jujur ada apa?" tanya Alfian memaksa Diandra untuk bercerita
Diandra menghela nafas panjang
"Aku hanya berasa egois saja" jawab Diandra menerawang jauh
"Egois kenapa?" tanya Alfian tidak mengerti
"Aku disini nyaman tapi orang tua aku sedang dalam keadaan bahaya, aku ini anak seperti apa" jawab Diandra dengan nada sedihnya
"Hei kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Alfian menatap Diandra dengan tatapan lembutnya
"Karena orang tua aku dalam keadaan bahaya Alfian, rumahku diintai sama yang menculik aku dan aku tahu yang dia incar itu aku, tapi bagaimana kalau dia tidak menemukan aku lalu menemukan kedua orang tuaku, apa yang akan dia lakukan " kata Diandra mengemukakan kekhawatirannya
Alfian langsung menarik nafas panjang
"Kamu tahu Novia itu adalah agen yang dapat diandalkan dan satu lagi disana ada anak buah Alex, aku yakin sebelum dia bergerak Mereka pasti akan meringkusnya terlebih dahulu" ucap Alfian sambil berusaha menenangkan Diandra, agar Diandra tidak menjadi cemas lagi
"Tapi aku tetap saja takut Al" kata Diandra dengan nada cemas
"Aku takut akan terjadi apa apa sama kedua orang tuaku" ujar Diandra dengan nada khawatir
Alfian lalu berdiri meninggalkan Diandra, lalu dia tidak berapa lama kembali lagi dan duduk di sebelahnya Alfian, Alfian menekan tombol handphonenya dan Diandra menatap Alfian dengan pandangan herannya
__ADS_1
"Halo Novia apa kamu masih disana?" tanya Alfian kepada Novia
"Benar saya masih di rumahnya Diandra" jawab Novia
"Tunggu sebentar " perintah Alfian kepada Novia
"Baik boss" jawab Novia singkat
Alfian langsung menekan tombol loud speakernya agar Diandra ikut mendengar, Alfian menatap Diandra lalu dia berkata kepada Diandra
"Bicaralah sama Novia agar hatimu bisa tenang"
Diandra langsung menganggukkan kepalanya
"Halo Nov aku Diandra" ucap Diandra sambil memperkenalkan dirinya
"Oh iya nona Diandra ada apa ya?" tanya Novia dari arah seberang
"Bagaimana keadaan orang tua ku apa mereka aman aman saja?" tanya Diandra ingin tahu
"Maksud Nona apa ya?" tanya Novia
"Alfian sudah menceritakan semuanya kalau rumah saya sedang diintai sekarang, jadi katakan kepada saya bagaimana dengan keadaan kedua orang tua aku apa mereka baik baik saja?" tanya Diandra dengan nada tidak sabaran
"Oh iya, mereka baik baik saja dan percayalah nona mereka aman bersama dengan saya" ucap Novia kepada Diandra berusaha menenangkan Diandra
"Syukurlah kalau begitu, tapi apakah penculiknya masih disana?" tanya Diandra dengan penuh rasa ingin tahu
"Sejauh yang saya amati masih sadar disana dan belum ada pergerakan yang mencurigakan" jawab Novia dengan nada serius
Alfian yang mendengarkan Novia berkata seperti itu langsung bernafas lega, setidaknya semuanya masih aman
"Sekarang biar aku yang gantian bicara" kata Alfian menyela pembicaraan mereka berdua
"Novia dengarkan aku, apakah sudah ada orang dari Alex yang datang atau memberikan tanda kepada kamu?" tanya Alfian dengan nada serius kepada Novia
Novia yang mendapatkan pertanya tiba tiba dari Alfian langsung terdiam, mencoba mengingat ingat sesuatu memang tadi ada pria aneh yang datang kepadanya dan mengatakan kalau dia adalah agen 1077, tapi apakah itu adalah anak buah Alex Novia tidak tahu, hanya saja lebih baik itu diceritakan saja kepada Alfian biar Alfian yang menilainya
Novia pun menceritakan tentang seorang pria aneh yang mendatanginya hanya saja setelah itu dia pergi begitu saja
"Apa itu bukan si John?" tanya Alfian lagi kepada Novia
"John siapa?" tanya Novia bingung
"John adalah nama sang residivis tersebut" jawab Alfian yang Novia langsung mengerti akan hal itu
"Sepertinya bukan" ucap Novia
"Baiklah kalau begitu tetap awasi saja, jika ada pergerakan yang mencurigakan segera telpon polisi dan kamu tetap waspadai di tempat, kita tidak tahu orang ini kekuatan dan kelicinanya seperti apa" printa Alfian dengan nada tegas
"Siap boss, akan saya laksanakan" ucap Novia dengan suara tegasnya
Setelah selesai berbicara serius dengan Novia, Alfian langsung mematikan handphonenya dan menatap Diandra dengan pandangan serius
"Bagaimana apa sudah lega sekarang?" tanya Alfian kepada Diandra dengan nada lembut
"Sudah terimakasih Al" ucap Diandra sambil tersenyum
"Aku mau menelpon orang tua aku terlebih dahulu" kata Diandra kepada Alfian
__ADS_1
"Silahkan" jawab Alfian untuk membiarkan Diandra menelpon kedua orang tuanya