
Diandra menyusuri ruangan terbarunya, sambil tersenyum dalam hati " Semoga gw betah disini" kata Diandra sambil bergumam
Diandra membuka pintu ruangan supervisor itu dan menatap semua bawahannya yang sedang serius bekerja, lalu dia berdeham "Selamat pagi semua" kata Diandra ambil tersenyum yang kini sudah berada didepan para bawahannya , yang membuat semua bawahannya yang berjumlah 10 orang itu menatap Diandra dengan rasa ingin tahu
"Perkenalkan saya Diandra, supervisor kalian disini, saya mohon bantuan dan kerjasamanya terima kasih banyak" kata Diandra dan mengakhiri perkenalannya
"Mungkin ada yang mau ditanyakan?" tanya Diandra sembari menatap kesekeliling ruang keuangan
"Saya Arif mbak, mau tanya mbak masih single apa sudah double?" tanya seorang pria yang bernama Arif, Diandra tersenyum sambil menatap Arif dengan mata beningnya "Saya masih single" jawab Diandra sambil tersenyum manis ke arah Arif, Arif langsung salah tingkah sendiri hingga dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,ruangan itu langsung riuh begitu mendengar jawaban dari Diandra "Inget Rif yang di rumah...." celetuk Nina dari belakang "Die belum ngerasain golok berdarah dari bininya" ledek Susan sambil ketawa, mereka langsung membully Arif, dan Diandra juga ikut tertawa
"Mbak Diandra, saya Gunawan..gini gini saya masih single loh mbak, mungkin mbak berminat" kata Gunawan mengeluarkan jurus mautnya,yang langsung disambut riuh oleh teman teman sekerjanya
"Jangan mau mbak, dia playboy cap buaya buntung" teriak Wulan yang langsung disambut gelak tawa "Tapi sayangnya tebar tebar pesona cuman ga ada yang mau sama dia" kata Winda
"issh kalian ini,bilang aja kalian sakit hati gara gara aku tolak.." kata Gunawan sambil membela diri yang langsung ditimpuk kertas oleh Wulan dan Winda
Diandra yang mendengar banyolan mereka langsung tertawa sambil menggelengkan kepalanya
"Sepertinya saya merasa betah bekerja disini " kata Diandra sambil tersenyum
"Tenang aja mbak,kita orangnya Baek kok gag gigit " celetuk Dian yang langsung disambut anggukan kepala teman temannya
"Baik teman teman, saya minta kerjasamanya dan minta bantuannya juga" kata Diandra sambil tersenyum,Diandra langsung masuk ke dalam ruangan melanjutkan kembali pekerjaannya
Diandra yang sedang asyik mengerjakan pekerjaan kantornya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya, setelah mempersilahkan masuk, tampak 3 orang gadis datang menghampiri dirinya sambil tersenyum "Maaf Bu, mau ngasih tau saja kalau sudah jam istirahat" kata Wulan sambil tersenyum "Oh iya sebentar, saya selesaikan kerjaan saya dulu" ujar Diandra
"Mau makan bareng Bu?" tanya Winda ingin tahu "Boleh boleh,dengan senang hati " jawab Diandra sambil mematikan komputernya yang sebelumnya datanya sudah dia simpan ke dalam flash disk
"Perkenalkan Bu naman saya Winda" kata Winda memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Diandra, disusul dengan Dian dan Wulan
"Kalian kalau istirahat jangan panggil Bu, boleh ga?" tanya Diandra sambil tersenyum,mereka kebingungan sambil menatap Diandra "Panggil mbak saja, toh usia kita juga ga terpaut jauh kan " jawab Diandra yang disambut anggukan kepala mereka bertiga
"Kita berharap semoga kita bisa menjadi teman akrab " kata Wulan sambil tersenyum, yang langsung diaminkan oleh mereka bertiga termasuk Diandra
Mereka keluar dari ruangan supervisor, disana mereka bertemu dengan Gunawan dan Arif
"Mau ke kantin? tanya Gunawan ingin tahu
"Iya, loe mau ikut?" kata Dian balik bertanya
"Boleh kalau kalian ga keberatan, yuk Rif kita kantin bareng mereka ini " ajak Gunawan, yang langsung diiyakan oleh Arif
__ADS_1
Sesampainya mereka di kantin, tampak kantin perusahaan sudah ramai oleh karyawan yang sedang makan siang, Gunawan menatap kesekeliling kantin, mencari tempat yang kosong untuk mereka berlima, belum sempat Gunawan berkata tiba tiba Dian berseru kalau ada tempat kosong untuk mereka berlima
"Itu ada, ayok kita kesana!" seru Dian, sambil berjalan cepat, semuanya mengikuti Langkan Dian, menuju ke meja yang dimaksud Dian
"Fiuhhh.. akhirnya kita mendapatkannya" kata Dian dengan senang "Ya Udah gantian pesan makanannya " kata Winda " Ladys first " jawab Arif , dan cewek cewek itu langsung segera menuju ke stand makanan yang sudah tersedia, setelah selesai memesan makanan mereka langsung kembali menuju ke meja mereka
"Kita sudah selesai, tinggal tunggu pesanan Dateng " ujar Wulan sambil duduk
Tanpa perlu dikomandoi, para pria langsung segera menuju stand makanan, dan setelah memesan makanan langsung kembali ke meja mereka
Selagi menunggu makanan yang dipesan datang, mereka melanjutkan obrolan yang sempat tertunda saat melangkah menuju kantin
"Jadi mbak Diandra dulunya pernah bekerja " tanya Wulan ingin tahu
"Yupz saya dulunya pernah bekerja sebelum lulus kuliah, sampai pada saat saya memutuskan untuk resign" jawab Diandra
"Kalau boleh tahu kenapa mbak resign, padahal tadi sudah cukup lama mbak kerja? masih tanya Wulan
"Persaingan yang tidak sehat, sehingga saya memutuskan untuk keluar dari kantor" jawab Diandra
Belum sempat Wulan bertanya lebih lanjut tiba tiba Gunawan langsung celetuk "Loe udah kayak pak Indra aja, pake acara nanya nanya,kalah sama bagian HRD loe"
"Waah anak cantik jangan marah donk, kasihan ntr kalo marah giginya ompong" ledek Gunawan, yang langsung disebut tawa oleh mereka berempat
"Loe berdua udah kayak tom and Jerry,ntr jadian beneran baru tahu rasa" kata Winda sambil tertawa
"Iih amit amit dah,punya pacar kayak dia bisa mati berdiri gue" ujar Wulan sambil ketiga jarinya mengetuk meja dan kepalanya tiga kali
Belum sempat Gunawan menjawab ucapan Dari Wulan, tiba tiba ada yang menginterupsi pembicaraan mereka "Boleh saya gabung?" tanya orang itu yang ternyata pak Indra sambil tersenyum
"Oh iya silahkan pak " kata Arif menggeserkan pantatnya, memberikan tempat buat pak Indra duduk "Terima kasih" jawab pak Indra, akhirnya mereka pun duduk saling berhadapan, Indra duduk didepannya Diandra
Pak Indra sesekali menatap Diandra, dalam hati dia berkata "Cantik" menatap Diandra, namun yang ditatap tidak menyadari itu, malah dia sibuk berbicara dengan Dian
Wulan dan Winda saling sikut sikutan,Wulan menyikut Winda untuk melihat Indra yang sedang menatap Diandra, mereka berdua saling tersenyum
"Sepertinya pak Indra suka deh sama mbak Diandra" bisik Winda yang dibalas anggukan kepala oleh Wulan
"Kalian bisik bisik apaan sih" kata Arif sambil menatap Wulan dan Winda "Kepooo" jawab Wulan dan Winda bersamaan, membuat Diandra,Gunawan,Indra dan Dian menatap ke arah mereka bertiga
"Kan gw boleh tau donk apa yang kalian bicarakan" kata Arif tidak mau kalah
__ADS_1
"Urusan cewek,mang loe ikutan perawatan kecantikan apa" kata Winda berbohong
"Iye mang loe mau ikut perawatan kecantikan?" tanya Wulan yang tidak mau kalah
"Idih males" jawab Arif sambil mengendikkan bahu
Ketika asyik bercengkrama ,pesanan mereka akhirnya datang, Diandra dengan soto dagingnya, Arif dengan gado gadonya, Gunawan dengan nasi campurnya
Wulan,Winda dan Dian memilih mie ayam bakso dan Indra dengan nasi pasangnya
"Mari makan" kata Dian sambil mengaduk aduk mie ayamnya
Mereka makan tanpa berbicara, ketika makanan susah berpindah ke perut mereka, dan menghabiskan minuman mereka, mereka belum mau beranjak pergi, waktu istirahat masih setengah jam lagi, yang laki lakinya berdiri menuju keluar kantin yang ada tamannya, disana mereka langsung mengeluarkan rokoknya, makanan penutup mereka yang terakhir sebelum mereka kembali bekerja
Kantin itu cukup luas untuk menampung karyawan perusahaan tersebut, dan sangat nyaman, dengan pendingin udara yang terletak di beberapa sisi, serta terdapat beberapa ventilasi udara sehingga membuat sirkulasi udara juga bisa keluar masuk, belum lagi di sisi kanan kantin itu juga terdapat taman yang ditengah tengahnya di desain dengan air mancur, disebrang taman itu ada ruang kantin lagi, disitu khusus untuk para petinggi perusahaan tersebut untuk makan atau hanya melepaskan penat atau lelah, setalah berjibaku dengan urusan kantor
Kantin sudah mulai sepi, tampak lalu lalang karyawan sudah mulai berkurang, satu per satu meninggalkan kantin menuju ke ruang kerjanya masing-masing
"Sudah yuk,kita kembali ke atas" ajak Diandra, yang disambut anggukan kepala mereka
Mereka langsung berjalan keluar kantin, menuju ke lift yang membawa mereka ke lantai keuangan, kecuali Indra yang menuju ke ruangan HRD
Diandra memijit tombol panah ke atas, ketika pintu lift terbuka, lift itu sudah penuh diisi oleh para karyawan yang ingin ke ruangannya masing masing, begitu juga dengan lift di sebelahnya, terdapat dua lift karyawan dan satu lift khusus para petinggi perusahaan,dan lift khusus karyawan itu terlihat penuh
"Masa kita harus naik tangga seh, keburu laper lagi" kata Winda lesu, yang dijawab dengan tepukan bahu oleh Gunawan
"Sabar..percaya deh kalo sabar disayang pacar" kata Gunawan masih menepuk bahu Winda yang disambut gelak tawa oleh mereka
Begitu mereka selesai tertawa,tiba tiba ada pintu lift terbuka, dan tidak terlalu penuh,mereka buru buru masuk sebelum keduluan oleh orang lain "Akhirnya gag jadi naek tangga gw" gumam Winda sambil menghela nafas panjang, Indra menekan tombol lantai tiga dan empat,setelah itu mereka sama sama diam tanpa ada yang berbicara lagi
Pertama kali yang keluar adalah Indra karena ruang HRD berada di lantai tiga, baru setelah itu Diandra dan teman temannya
Diandra langsung masuk ke dalam ruangannya, sementara yang lainnya menuju ke ruang kubikelnya masing masing,Diandra kembali membuka komputernya dan mempelajari tugas tugas yang harus dilakukan selama dia bekerja disini
Supervisor yang lama keluar tiba tiba disebabkan dia terkena serangan penyakit jantung, jadi diharuskan untuk beristirahat dan tidak boleh bekerja lagi, akhirnya perusahaan mencari supervisor baru untuk menggantikan supervisor lama yang sudah lama resign itu, sementara tugas tugas supervisor untuk sementara dialihkan kepada Dian karyawan lama
Setelah Diandra masuk, pekerjaan itu didelegasikan kembali ke Diandra, dan Dian juga dengan sukarela mau mengajari Diandra
Diandra dengan otak encernya segera menangkap apa yang diajari oleh Dian
sehingga Dian tidak kewalahan mengajari Diandra
__ADS_1