Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 48


__ADS_3

Hari sudah hampir menjelang sore, Alfian dan Diandra baru kembali ke kantor jam tiga sore, Alfian kembali memarkirkan mobilnya di basement dan mereka berdua langsung menuju ke lift untuk ke ruangan Alfian, Alfian menggandeng tangan Diandra seakan akan Alfian takut Diandra tiba tiba kabur begitu saja


"Kamu mau ikut aku ga?" tanya Alfian begitu mereka masuk ke dalam lift, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dengan pandangan bertanya


"Aku mau ke club' ketemu sama teman teman aku" kata Alfian lagi


"Aku mau pulang " kata Diandra


"Ikutlah, nanti pulang aku antarkan kamu" kata Alfian dengan nada memaksa


"Besok aku bekerja Alfian, aku ga mau dan lagian aku ingin istirahat" jawab Diandra bersikukuh dengan pendiriannya


Alfian langsung terdiam, begitu mendengar alasan Diandra "Kalau begitu aku ga ke club', aku ke rumah kamu, gimana ?" tanya Alfian sambil tersenyum


"Suka suka kamu sajalah" jawab Diandra datar


Mereka berdua terdiam hingga pintu lift terbuka, Alfian masih menggandeng tangan Diandra, begitu melewati meja sekretarisnya Irma langsung berdiri sambil mengucapkan selamat sore kepada atasannya, namun atasannya hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Diandra


"Apa kamu sering memperlakukan sekretaris kamu seperti itu?" tanya Diandra ingin tahu "Tergantung " jawab Alfian singkat "Tergantung dari apa?" tanya Diandra penasaran, Alfian tidak menjawabnya dia menarik Diandra ke sofa dan mendudukkannya disana "Tergantung dari mood aku, klo sekarang mood aku misalkan berubah menjadi buruk itu gara gara kamu, makanya kamu jangan bikin mood aku berubah ya.." bisik Alfian di telinga Diandra


"Apaan sih kamu, hubungannya sama aku itu apa?" tanya Diandra polos tidak terima kalau dia yang bisa mengubah mood dari seorang Alfian


Alfian tidak menjawab, namun dia hanya tersenyum menatap Diandra "Jika sehari saja aku ga lihat kamu, mood aku akan berubah menjadi buruk" kata Alfian tersenyum simpul "Dasar orang aneh" kata Diandra, entah kenapa melihat senyuman Alfian jantungnya langsung berdebar, namun buru buru dia langsung menetralisir jantungnya itu, dia tidak mau jatuh cinta dengan Alfian karena dia tidak berani memberikan hatinya kepada seorang pria yang sedang berdiri dihadapannya sebelum dia benar benar mempercayai semuanya


"Hei kok melamun?" tanya Alfian sambil melambaikan tangannya di depan wajah Diandra, Diandra langsung gelagapan "Apa?" tanya Diandra menatap Alfian penuh tanda tanya "Iya kamu kenapa melamun?" tanya Alfian menatap manik matanya Diandra "Aku...aku hanya sedikit kelelahan" jawab Diandra berbohong dan sedikit salah tingkah


"Beneran kamu hanya kelelahan, ga ada yang lain?" tanya Alfian penuh dengan rasa ingin tahu


"Iya" jawab Diandra sambil menganggukkan kepalanya


Alfian menatap tajam ke arah Diandra dan Diandra langsung salah tingkah ditatap oleh Alfian "Kamu kenapa sih?" tanya Diandra risih "Aku ga suka kalau calon isteri aku memikirkan hal lain selain aku, kamu hanya boleh memikirkan aku sayang" kata Alfian dengan nada lembut namun sedikit tegas


"Kamu berlebihan" kata Diandra dengan wajah cemberutnya


"Biar, pokoknya cuman aku yang harus ada di pikiran kamu, ga boleh yang lain termasuk pekerjaan" kata Alfian kali ini dengan nada serius, entah kenapa hatinya terasa terbakar cemburu jika Diandra sedang memikirkan hal lain selainnya


"Kamu ngaco Alfian, masak pekerjaan aku juga ga boleh " kata Diandra sewot


"Gag boleh...mau apapun itu"


"Terserah kamu lah, you are the bos"


"Nah gitu dong, itu namanya isteri penurut" kata Alfian tersenyum sambil mengacak acak rambut Diandra


Diandra langsung memasang muka masam, dia berpikir dia atau Alfian yang gila, tapi dia tidak mau memperdulikan itu


"Aku selesaikan pekerjaan aku dulu ya..habis itu kita pulang" kata Alfian menatap Diandra, ketika dia sudah mendapatkan persetujuan dari Diandra Alfian langsung menuju ke meja kerjanya, kali ini dia benar benar serius mengerjakan pekerjaan kantornya


Donny masuk ke dalam ruangan Alfian, dia lupa mengetuk pintu "Elo bukannya ketuk pintu dulu" sungut Alfian, Donny langsung nyengir, lalu dia melihat Diandra yang sedang duduk di sofa

__ADS_1


"Kamu masih disini?" tanya Donny


"Tanyakan saja sama atasan kamu itu" jawab Diandra dengan wajah cemberut


Donny langsung tersenyum, dia langsung duduk di sofa dekat dengan Diandra, melihat itu Alfian menjadi langsung tidak suka "Don... pekerjaan elo emangnya sudah selesai?" tanya Alfian dengan suara dingin, Donny yang ditanya langsung menoleh ke arah Alfian "Sudah, memangnya kenapa?" tanya Donny "Gw mau lihat, mengenai perjanjian dengan PT Duta Makmur bagaimana?" tanya Alfian lagi mencoba mencari alasan untuk Donny datang ke tempatnya dan tidak duduk dekat dengan Diandra, namun Donny tidak memahaminya


"Kebetulan gw mau lapor tentang hal itu, mereka setuju dengan kerja sama kita dan meminta untuk segera dibuatkan surat kontraknya " jawab Donny dengan serius, Diandra hanya memperhatikan mereka berdua dan berpikir bagaimana Donny bisa menjadi asisten pribadinya Alfian padahal keluarga Donny sendiri punya perusahaan besar, mereka berdua sedang berdiskusi secara serius, Diandra yang ingin ke kamar kecil berjalan pelan pelan agar tidak menganggu mereka, namun gerakannya malah ditangkap oleh ekor mata Alfian


"Mau kemana kamu Diandra?" tanya Alfian


Diandra yang mendengar namanya disebut langsung berhenti dan kemudian berbalik arah "Mau ke kamar mandi, kenapa mau ikut juga" kata Diandra kesal, kalau semuanya tidak luput menjadi bahan perhatian oleh Alfian


Alfian terdiam sebentar lalu tiba tiba dia berkata "Gunakan kamar mandi aku" kata Alfian menyuruh Diandra menggunakan kamar mandi pribadinya Alfian, Diandra yang sudah ingin buang air, tanpa berpikir panjang lagi langsung segera menuju ke kamar mandi pribadinya Alfian, sepeninggal Diandra ke kamar mandi ,Donny menatap Alfian


"Kenapa loe natal gw seperti itu?" tanya Alfian


"Gag gw masih ga percaya aja elo tiba tiba lamaran dengan Diandra yang dimana ada Sandra yang sering nemenin elo dari SMA sampe kuliah" kata Donny serius


Alfian terdiam, sebenarnya dia ingin menceritakan kalau dia sudah menyukai Diandra semenjak SMA, sampai Diandra menghilang dia masih terus mencari gadis itu, dan dia tidak punya perasaan apa apa terhadap Sandra hanya saja Sandra menganggapnya lebih


Donny menantikan jawaban dari Alfian, namun yang ditunggu masih diam "Nanti saja gw ceritain di club' bareng sama anak anak, kenapa gw bisa melamar Diandra tiba tiba" kata Alfian, Alfian memang tidak ingin terbuka masalah hatinya, yang mereka lihat Alfian adalah seorang pria yang punya banyak wanita dimana mana dan yang mereka tahu juga Alfian juga mempunyai hubungan istimewa dengan Sandra, namun tidak dengan hatinya, hatinya telah dimiliki oleh seseorang sejak lama, yang telah mencuri semuanya dan itu tidak dia ceritakan kepada sahabat sahabatnya dan keluarganya sekalipun


Diandra keluar dari kamar mandi, dan Alfian langsung menghampiri Diandra sambil tersenyum "Sudah selesai?" tanyanya lembut, Diandra yang melihat Alfian berlaku seperti itu merasa heran, memandang sahabatnya Donny dengan penuh tanda tanya namun Donny hanya mengangkat bahu


"Kamu kenapa?" tanya Diandra pada akhirnya


"Tidak apa apa, aku kangen sama kamu" kata Alfian sambil tersenyum


"Biarin..lagian memang aku selalu merindukan kamu kok" kata Alfian sambil menggoda Diandra, yang membuat Diandra menjadi jengah sendiri


"Gw keluar dulu lah" kata Donny, karena dia merasa menjadi nyamuk di ruangan itu


"Oke... sampai ketemu nanti malam di club'" kata Alfian


Donny hanya membalasnya dengan mengangkat jempol tangannya, lalu dia langsung keluar dari ruangan Alfian


"Kita pulang yuk" ajak Alfian


"Memangnya pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Diandra menatap Alfian


"Sudah selesai, aku pengen pulang bareng sama kamu" kata Alfian


"Ya sudah...aku juga mau pulang mau istirahat " kata Diandra tenang


Alfian langsung merapikan meja kerjanya, mematikan komputernya dan tidak lupa menyimpan berkas berkas ke dalam laci meja kerjanya, setelah itu mereka keluar menuju bassement parkiran mobil Alfian


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Diandra


"Kamu sering ke club'?" tanya Diandra ingin tahu

__ADS_1


"Ga setiap hari juga sih, biasanya aku seminggu tiga kali kesana karena disana ada saham aku" jawab Alfian sambil fokus menyetir mobil


"Kamu mau ikut?" tanya Alfian lagi


"Gag, aku lebih baik istirahat di rumah lagian aku juga ga pernah kesana" jawab Diandra


"Sesekali ikutlah, biar kamu bisa berkenalan lebih dekat dengan sahabat sahabatku" kata Alfian membelokkan mobilnya ke rumah Diandra yang sederhana


Alfian langsung segera turun, membukakan pintu mobil Diandra dan dia juga membantu Diandra untuk turun, lalu dia membuka bagasi mobilnya dan menurunkan semua belanjaan Diandra dan sisa makanan yang dibungkus


Diandra mengetuk pintu rumah, yang membukakan adalah bundanya Diandra,Diandra langsung mencium tangan bundanya, namun bundanya terkejut kaget karena tidak biasanya Diandra pulang cepat


"Kamu tumben pulang cepat?" tanya Bundanya


"Oh iya bund, tadi aku sama Alfian ada pekerjaan jadi kami akhirnya memutuskan untuk pulang bareng" bohong Diandra sambil melepaskan sepatu mya


"Lalu Alfian kemana?" tanya bundanya lagi


matanya mencari cari Alfian yang saat itu sedang sibuk dengan tas belanjaan Diandra


bundanya langsung terkejut begitu melihat Alfian yang sedang kesulitan dengan barang belanjaannya Diandra, lalu melihat Diandra dengan tatapan tajamnya yang sepertinya tidak perduli dengan Alfian, namun Diandra hanya mengangkat bahu lalu masuk ke dalam rumah


"Ya ampun nak Alfian, sini sini bunda bantu" kata bunda


"Tidak apa apa bunda, Alfian bisa kok" kata Alfian sopan


Namun bundanya langsung mengambil sebahagian barang belanjaannya


"Ini barang belanjaan siapa nak Alfian?" tanya Bundanya


"Ohh punya Diandra semua Tante" jawab Alfian polos


"Anak itu yah...maafkan Diandra ya nak, tidak biasanya Diandra seperti ini"


"Oh tidak apa apa Tante"


Mereka berdua langsung masuk ke dalam dan menaruh barang belanjaannya di atas meja


"Lalu ini apa?" tanya bundanya sambil memegang satu plastik besar berwarna putih yang berbeda dengan kantong belanjaan lain


"Oh itu...makanan Tante, tadi kita ada makan cuman sisa makanan masih banyak yang tidak termakan, daripada dibuang Diandra meminta untuk dibungkus dibawa pulang" jawab Alfian


"Kalau gitu, ini biar Tante panaskan kamu nanti makan disini ya" kata bundanya Diandra


"Dengan senang hati Tante" jawab Alfian sambil tersenyum


"Silahkan duduk dulu nak, Tante mau ke dapur mau panasin makanan" kata bundanya Diandra, mempersilahkan Alfian untuk duduk


"Oh iya baik Tante, terima kasih banyak" jawab Alfian sopan

__ADS_1


Bundanya Diandra langsung masuk ke dalam dapur, meninggalkan Alfian seorang diri di ruang tamu, sementara itu Diandra sedang berada di dalam kamar berganti pakaian dan membiarkan Alfian sendirian di luar sana


__ADS_2