
"Bunda aku juga janji akan berusaha menjadi sahabat yang baik buat Hera" kata Diandra sambil memeluk bundanya
Tidak lama kemudian, dari arah pintu depan terdengar suara ribut
"Bunda bunda! " teriak sang suami sambil membawa lima buah ekor ikan yang berukuran sedang yang masih fresh memanggil istrinya dari arah kuat, mendengar ribut ribut dari luar bunda Diandra langsung bergegas menuju ke depan diikutin oleh Diandra
"Ada apa sih ayah, datang datang bukannya salam malah teriak teriak? " tanya bunda sambil menatap suaminya
"Ini lihat, kita dapat hasil yang bagus bunda, dapat tangkapan lima ekor ikan" kata ayah Diandra dengan antusias sambil memperlihatkan hasil tangkapannya kepada isterinya
Ayah Diandra terlihat sangat girang sekali di siang hari itu, sampai lupa kalau ada dua pengawalnya Alfian dan Donny membawa pancingan milik ayahnya
Melihat Donny dan Alfian membawa pancingan milik ayahnya, bunda Diandra langsung menyuruh mereka ke belakang untuk menaruh pancingan milik atah Diandra di belakang
"Ayah sana bebersih dulu, kalian juga bebersih dulu, lalu makan siang di sini " perintah bunda Diandra kepada suaminya dan juga kepada Alfian berikut Donny, mereka semua langsung menuruti perintah bunda Diandra
Sementara itu ayah Diandra sudah menyerahkan hasil panen ikannya ke tangan Diandra
"Ini mau kita apakan? " tanya Diandra kepada bundanya
"Bantu bunda ambil alat bakaran, kita siang ini akan membakar ikan dan kebetulan bunda punya udang besar nanti kita akan bakar bakaran di taman belakang" kata bunda Diandra yang langsung di iyakan oleh Diandra
"Kalau begitu aku akan panggil Hera dulu, tidak baik juga dia di dalam kamar seharian" kata Diandra meminta persetujuan dari bundanya dan langsung di iyakan oleh sang bunda
Diandra langsung segera bergegas menuju kamarnya, ketika dia membuka pintu tampak Hera sedang asyik memainkan gadgetnya
"Galau nya sudah belum? " tanya Diandra tiba tiba, Hera langsung mendongak memperhatikan Diandra yang menghampiri dirinya di tempat tidur
"Elo daripada galau ga jelas kayak gitu, mending bantuin gw gimana? " tanya Diandra menatap Hera, lalu dia langsung duduk di tepi ranjang tempat tidur
"Bantuin apa? " tanya Hera menatap Diandra
"Ayah tadi bawa ikan lima ekor, dan bunda berencana mau bakar bakaran saja di belakang, gw cuman berharap elo mau bantuin gitu" kata Diandra menatap Hera sambil berharap Hera mau ikut membantu daripada galau tidak jelas
"Elo mau ga? " tanya Diandra sembari menatap Hera
"Ya udah gw mau deh, lagian bosan juga di tempat tidur sendirian" jawab Hera yang langsung bangun dari tempat tidur
"Gitu dong, itu baru namanya Hera yang gw kenal" kata Diandra dengan hati yang senang melihat Hera kembali bersemangat dan tidak lagi sedih karena perasaan hatinya, atau setidaknya Hera bisa melupakan sejenak kesedihan hatinya itu
Diandra dan Hera langsung ke luar kamar dan memutuskan untuk menemui bunda Diandra terlebih dahulu, tampak bunda Diandra sibuk mengeluarkan alat pemanggang yang biasa mereka gunakan kalau ada acara barbeque atau bakar ikan di akhir tahun
"Bunda apa yang bisa kita bantu? " tanya Diandra begitu melihat bunda nya sibuk mengeluarkan alat bakaran, beliau tampak berpikir sebentar lalu kemudian beliau menyuruh Diandra dan Hera memasak nasi dan membuat sambal terlebih dahulu
"Elo masak nasi, gw yang bikin sambal " kata Diandra membagi tugas biar cepat
"Siap komandan " kata Hera sambil becanda
"Laksanakan " jawab Diandra tertawa
"Siap laksanakan" balas Hera
Lalu mereka berdua tertawa bersama
Mereka bekerja dengan cekatan, Hera mengambil beras dan kemudian mencuci beras tersebut lalu memasukkannya ke dalam magic com, sementara Diandra tampak tengah sibuk membuat sambal
__ADS_1
"Habis ini apa? " tanya Hera menatap Diandra yang tampak tengah sibuk menggiling sambal
"Potong potong cabe hijau kecil ini, kita bikin sambal kecap, nanti elo tolong taruh di mangkok besar itu" kata Diandra yang tengah sibuk menggiling sambal
Sementara itu bundanya langsung masuk ke dalam dapur lalu mengeluarkan satu kantong plastik besar udang dan dia juga tidak lupa mengambil satu baskom besar untuk diisi air dan kemudian bunda Diandra menaruh satu kantong besar yang berisikan udang ke dalam air untuk direndam agar udang tidak menjadi beku dan bisa dengan mudah dibersihkan
"Tempat bakar bakarannya bagaimana bunda apa sudah siap? " tanya Diandra ingin tahu
"Sudah biar nanti ayahmu dan yang lainnya bantu untuk bawa keluar" jawab bunda Diandra, sambil membersihkan ikan yang baru ditangkap oleh suaminya beserta teman teman anaknya
Tidak berapa lama kemudian sang suami beserta Alfian dan Donny mendatangi ruang dapur
"Ada yang bisa kita bantu tante? " tanya Alfian
"Ada tolong bantu tante buat angkat alat bakarannya ke halaman belakang, kita siang ini bikin bakar bakaran saja" jawab bunda Diandra sambil membersihkan ikan dan udang lalu memberi tambahan bumbu marinasi
"Siap tante kalau begitu " jawab Alfian, lalu dia dan Donny berlalu pergi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bunda Diandra
Sementara itu sang suami juga ikut sibuk membantu isterinya membawa alat perlengkapan makan ke halaman belakang
Persiapan makan siang telah siap dan semuanya sudah berkumpul di halaman belakang, tampak Donny, Alfian dan ayah Diandra sibuk memanggang hasil jerih payahnya selama memancing
"Gimana acara memancing kalian? " tanya Diandra kepada Alfian dan Donny, tampak mereka sibuk membakar ikan secara bergantian
"Seru juga, tapi memang melatih kesabaran dan bagi yang tidak suka itu sangat membosankan " jawab Alfian, menaruh ikan yang sudah dibakarnya di piring Diandra
"Buat kamu " kata Alfian sambil tersenyum
"Kamu memang ga makan? " tanya Diandra melihat Alfian yang sibuk membakar ikan dan udang
"Makasih banyak ya* jawab Diandra tersenyum
" Sama sama sayang " jawab Alfian membalas senyumannya Diandra
Sementara itu di tempat lain tampak Hera berusaha menghindari Donny, dia berusaha menjauhi Donny meski Donny tampak berusaha mendekati dirinya, Hera tampak sangat dingin jika ada Donny di dekatnya
"Anak ini kenapa? " tanya Donny dalam hati, masih sambil memperhatikan Hera, sementara yang diperhatikan tidak perduli sama sekali malah sibuk membantu bunda Diandra menyiapkan minumannya
Setelah semua makanan sudah tersaji di meja panjang di belakang rumah tempat mereka biasa kumpul kumpul jika ada acara, mereka langsung duduk di kursi nya masing masing
mereka duduk saling berhadapan, sementara Donny sengaja duduk di sebelah Hera
Setelah semuanya dirasa siap, mereka pun akhirnya menyantap makanan bersama di siang itu, tanpa ada yang berbicara
"Kalian mau langsung pulang atau bagaimana? " tanya Diandra kepada Alfian
"Mungkin agak sore sorean kali ya, eh iya kamu ikut aku yuk, ketemu mama dan papa" ajak Alfian kepada Diandra, Diandra diam sebentar lalu menoleh ke arah Hera
"Hera elo mau nginep atau mau pulang? " tanya Diandra menatap Hera
"Nginep aja lah memangnya kenapa? " tanya Hera
"Alfian ajak gw untuk ketemu mama sama papanya" jawab Diandra masih menatap Hera
"Ya udah elo pergi aja, aku tunggu di sini" jawab Hera
__ADS_1
Namun tiba tiba Donny menimpali pembicaraan mereka
"Memangnya elo tidak punya rumah Hera? " tanya Donny menatap Hera tajam
"Apa urusan elo? " tanya Hera ketus
Donny yang merasa perubahan Hera terlalu mendadak agak sedikit terkejut
"Kamu pulang" perintah Donny kepada Hera
"Apaan si, memangnya elo siapa atur atur gw, terserah gw mau kemana" jawab Hera masih dengan suara ketusnya
"Sudah sudah gitu aja berantem, nanti jadian loh " goda Diandra kepada mereka berdua
"Semoga saja begitu" jawab Donny tiba tiba sambil memandang Hera dengan pandangan intens
Hera yang mendengar itu pura pura acuh tidak acuh
"Oh iya elo katanya mau temuin orangtuanya Sandra? " tanya Donny mengingatkan Alfian
"Besok sajalah, gw mau ketemu sama bokap nyokap gw dulu" jawab Alfian
"Ya sudah kalau begitu" jawab Donny
"Elo sendiri rencana mau ngapain setelah pulang? " tanya Alfian menatap Donny
"Istirahat lah, atau mungkin mau jalan jalan " jawab Donny dengan suara ambigu masih menatap Hera
Hera benar benar bersikap dingin terhadapmu Donny
"Hera " panggil Donny kepada Hera yang sedang sibuk mengambil ikan dan udang
"Jalan yuk" ajak Donny
"Capek " jawab Hera pendek
"Ayolah, nanti kalau mau menginap lagi gw antar ke sini " bujuk Donny
"Ga mau gw capek, elo kalo mau jalan. Jalan saja sendiri " jawab Hera menolak Donny
Alfian yang mendengar itu langsung meledek Donny
"Mangkanya Donny, anak orang itu jangan dicuekin, lihat kan akibatnya klo cuekin anak orang " kata Alfian meledek Donny
"Apaan sih elo" kata Donny dengan suara kesal, dia kesal karena tidak digubris sama Hera, dan kesal karena di ledek sama Alfian
Diandra yang mendengar Alfian meledek Donny, langsung menendang kaki Alfian hingga Alfian berteriak kesakitan, hingga semua mata memandang ke arah dirinya
"Ada apa Alfian? " tanya bunda Diandra menatap Alfian heran
"Tidak apa apa tante" jawab Alfian masih meringis, lalu menatap Diandra dengan penuh tanya meminta penjelasan kepada Diandra, gadis yang ada disebelah nya
"Makanya itu mulut dijaga, mulut kok hobinya ledekin temannya sendiri" kata Diandra dengan suara santai sambil mengupas udang dan kemudian mengunyah nya
Donny yang mendengar itu tiba tiba tertawa dan langsung diam ketika mendapatkan lirikan tajam dari Alfian
__ADS_1